Rabu, 04 September 2013

MENYATUKAN RAKYAT, MENCIPTAKAN MASA DEPAN, MENGAPA TIDAK?

KTT ASEAN yang berlangsung pada bulan April 2013 lalu mengangkat tema "Menyatukan rakyat, Menciptakan Masa Depan"  dengan bertolok pada Tiga pilar, yaitu Persatuan keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan.  Bagaimanakah ketiga pilar tersebut dapat mewujudkan tujuan Pembangunan Badan Persatuan ASEAN? Mampukah negara-negara ASEAN mewujudkan Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan?

Pembangunan  badan persatuan ASEAN ditujukan untuk menciptakan persatuan di antara rakyat antar anggota ASEAN demi terwujudnya kesatuan dan persatuan di kawasan Asia Tenggara.  Implementasinya dapat dilakukan dengan meningkatkan perssatuan ekonomi, ketahanan keamanan dan dan persatuan Sosial Budaya.  Mengenai bagaimana ketiga pilar tersebut dapat berpengaruh menurut pendapat saya adalah sebagai berikut:
menyatukan rakyat menciptakan masa depan adalah hal yang sangat tepat dan masuk akal.  Karena dengan adanya persatuan di segala hal maka setiap permasalahan yang ada akan menemui penyelesaian dengan kesamaan visi dan misi, namun sebaliknya negara-negara ASEAN akan sulit mewujudkan tujuan dan masa depan yang baik  bila masing-masing masih terkotak dengan ego masing-masing.  Perselisihan demi perselisihan hanya akan menimbulkan perang saudara dan pertikaian yang akhirnya akan berimbas pada perkembangan ekonomi dan sosial budaya tentunya.  Seperti halnya ketiga pilar berikut ini.
1. Persatuan keamanan
Situasi dan kondisi yang kondusif bagi suatu negara merupakan syarat mutlak terciptanya persatuan dan kesatuan.  Dengan menjaga dan menciptakan persatuan keamanan antara negara  akan membantu perekonomian di suatu willayah dan berjalannya kerjasama ekonomi antar negara dan sebaliknya. situasi keamanan yang buruk akan mengganggu perputaran roda ekonomi, sehingga investor enggan untuk menanamkan modal di wilayah tersebut.
 2. Persatuan Ekonomi
Persatuan ekonomi merupakan kunci keberhasilan dari kerjasama antar anggota ASEAN untuk menciptakan ASEAN yang maju.  Salah satu contohnya adalah dengan pembebasan pajak import dan investasi.  Dengan  memberikan kemudahan seperti ini maka perekonomian negara-negara di Asia tenggara akan semakin kuat dan maju dan siap menghadapi tantangan di era global ini.  Setiap negara bisa saling bertukar produk sebagai salah satu saranan meningkatkan hubungan dan kerjasama di bidang ekonomi.  Persatuan ekonomi dapat terwujud dengan persatuan keamanan yang baik, kondisi politik yang stabil dan dengan terciptanya perdamaian antar negara.
3. Persatuan Sosial Budaya
Bagaimana persatuan sosial budaya dapat membantu mewujudkan persatuan di ASEAN?  Biasanya dalam kehidupan sosial kita sering bertemu dengan teman senasib dan sepenanggungan, dari kesamaan tersebut umumnya kita akan saling memotivasi dan menguatkan satu sama lain. Begitu juga harapannya dengan negara-negara ASEAN yang pada dasarnya adalah bekas negara jajahan.  Latar belakang sejarah yang sama akan mendorong ASEAN untuk bersama-sama saling menguatkan dan harus saling menghormati satu sama lain.  Tidak saling menyakiti atau saling menguasai sehingga tumbuhlah rasa teposeliro dalam bahasa jawanya.
Kesamaan Budaya yang ada menunjukkan bahwa kita sebenarnya adalah satu keluarga yang harusnya saling mendukung.  Satu tersakiti, semua merasakan.  Satu bahagia...semua juga bahagia.  Sehingga kita dapat menjalin kerjasama dalam bidang pariwisata dan pendidikan untuk menciptakan kemajuan masing-masing.  Saling bertukar informasi dan saling berkunjung dan mempromosikan potensi pariwisata dan budaya.  Persatuan sosial budaya ini dapat menjadi kekuatan yang maha dahsyat demi terwujudnya persatuan rakyat dan terciptanya masa depan yang lebih baik.  Keanekaragaman budaya yang dimiliki negara ASEAN menjadi kekayaan yang tidak ternilai.  terlebih bila kita bisa menyelenggarakan paket wisata keliling ASEAN sebagai salahsatu pendidikan.

Ini bukanlah mimpi yang mustahil, asal kita mau menyatukan pikiran dan meletakkan kembali pada nilai-nilai moral yang dimiliki oleh pendahulu kita, berbekal peristiwa sejarah, kesamaan sosial budaya tak ada yang mustahil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Absen

Pengikut