Jumat, 27 Mei 2016

Setelah muncul istilah blogger cheerleaders, blogger goodiebag serta blogger lainnya, kini ada satu lagi yang akan mencuri perhatian anda para blogger muda, yaitu blogger multitasking. Wow, apakah itu?

Blogger multitasking adalah blogger plus plus yang tidak hanya berbagi celoteh hati, tetapi juga merupakan seorang jurnalis warga yang selalu berbagi kabar baik.  Blogger multitasking memiliki identitas pers yang diterbitkan oleh perusahaan / media yang telah diakui keberadaannya.  Bukan lagi subyektivitas pribadi yang dikedepankan melainkan ada unsur 5 W1H dalam setiap postingannya.  Dia merupakan seorang buzzer yang siap mendukung industri kreatif anak bangsa, mempromosikan wisata, film dan memperjuangkan kemanusiaan. Seorang blogger multitasking mengoptimalkan akun media sosialnya untuk menyebarkan kabar baik ke seluruh followernya, lewat serentetan tweet, foto, pun berita yang terupdate melalu instagram, twitter, wa, facebook, path dan sebagainya.
Wow kan? Inilah yang membuat saya tertarik untuk bergabung bersama Koalitas Online Pesona Indonesia yang digagas oleh Kak Arul Munchen.  Koalisi yang dideklarasikan pada tanggal 26 November ini memuat 3 point penting seperti tertera pada foto berikut:

Sebagai newbie dalam dunia perbloggeran tentu saya harus banyak belajar pada rekan-rekan yang berhasil menjadi blogger multitasking seperti Kak Arul, mba Netty, mba Kiki Handriyani dan banyak lagi yang tidak mampu saya sebutkan satu persatu.  Harapan saya, hoby jalan-jalan dan wisata yang saya miliki bisa memberi manfaat tidak saja bagi saya pribadi tetapi juga bagi masyarakat dan pemerintah.  Tidak saja menjadi penikmat, tetapi juga duta wisata daerah dan negeri ini.
Untuk itu saya berharap bisa bergabung di pesta KOPI Tahunan yang akan di helad di Kota Jakarta pada 26-27 November 2016.  Sebuah ajang prestisius yang mempertemukan para blogger multitasking dengan idolanya, dengan para pengusaha, motivator, dan penulis inspiratif.  Berkumpul dan belajar bersama tuk meningkatkan Country Branding.

Jangan tunda! Kapan lagi kalau bukan sekarang?  Bergabunglah bersama di acara Pesta KOPI tahunan dengan membuat artikel kabar baik.  Menjadi  salah satu Serdadu Jempol. Mari kita jadikan kebiasaan menulis kabar baik sebagai viral. . Catat tanggal nya dan segera posting artikel kabar baik.

Awalnya jujur saya pun minder dengan kemampuan para blogger senior yang begitu eksis dan konsisten menyampaikan kabar baik, menjadikan Indonesia lebih dikenal oleh para wisatawan. Sehingga saat diundang ke acara KOPI pertama kali  saya harus memantapkan hati membangun rasa percaya diri bahwa "Saya Bisa!".  Ternyata benar, saya bisa berbaur dan saling berbagi kabar baik, dan menyenangkannya lagi acaranya seru dan mampu mempertemukan kita dengan para publik figur, menjalin link pertemanan dengan para pengusaha, industri perfilman dan saling belajar.  Bergabung bersama KOPI menjadikan kita lebih percaya diri dan lebih eksis untuk sebuah manfaat baik.
Jadi jangan ragu atau bimbang mari kita bergandeng tangan meningkatkan Country  Branding dengan bergabung bersama KOPI, menjadi salah satu SEPOL (Serdadu Jempol)
#PesKopSapaDunia
0

Kamis, 26 Mei 2016

Kisah Di Balik Sebutir Onde- Onde


Onde-onde dikenal hampir seluruh masyarakat Indonesia sebagai salah satu kue tradisional yang cukup favorit.  Kue berbentuk bulat dengan butir-butir biji wijen yang melekat ini terbuat dari tepung ketan dan terigu.  Isiannya adalah kacang hijau yang dihaluskan dan dimasak dengan santan dan gula hingga mengental.  Jajanan ini dapat dengan mudah kita jumpai di pasar traditional, toko kue, dan bahkan dijajakan di jalan-jalan.  Rasanya yang kenyal dan nikmat membuat jajanan ini begitu disukai oleh berbagai kalangan usia.  Tidak hanya anak-anak, bahkan yang berusia lanjutpun dapat menikmatinya karena teksturnya yang lunak sedikit kenyal.  Tapi benarkah menu ini berasal dari Indonesia, atau tepatnya Mojokerto?

Rasa penasaran mendorong saya untuk menyelidiki lebih jauh tentang asal-usul kue bertabur wijen ini. Setelah berselancar di dunia maya, ternyata tidak terlalu banyak informasi yang saya dapatkan berkaitan sejarahnya.  Lewat apa yang saya baca, ternyata onde-onde pertama kali dibuat di masa kekuasaan Dinasti Zhou, yaitu sekitar 1045 – 256 SM. 

Wow! Salah dong tebakan kita selama ini. Ternyata kue ini bukan kue asli Indonesia loh.  Konon kue ini dibuat untuk disajikan pada para tukang kayu dan tukang batu yang saat itu sedang membangun istana kekaisaran. Kue ini merupakan perlambang dari keselamatan dan kebersamaan. Dan uniknya Kue bertabur biji wijen ini ternyata memiliki banyak nama dan beraneka varian isi.  Pada masa kekaisaran Dinasti Tang, seorang sastrawan bernama Wang Fanzhi sempat menuliskan bahwa onde-onde merupakan salah satu makanan istimewa di Istana kekaisaran Chang’an dengan sebutan ludeui.  Sementara sebagian masyarakat di Tiongkok Utara mengenalnya dengan matuan.  Di daerah lain berbeda lagi,  ada yang menyebutnya ma yuan dan ada juga yang menamakannya jen dai. Perbedaan nama ini disebabkan karena adanya perbedaan latar belakang budaya.

Seiring dengan migrasi warga Tiongkok ke berbagai negeri hingga Asia Timur, penyebaran jajanan ini pun semakin luas hingga sampailah pada kerajaan Majapahit di Mojokerto (1300- 1500 M).  Kemungkinan jajanan tradisional ini dikenalkan oleh Laksamana Cheng Ho dari Dinasti Ming.
Jajanan yang awalnya diperuntukkan bagi para pekerja bangunan ini kemudian masuk ke dapur istana menjadi salah satu menu istimewa, dan akhirnya menjadi salah satu persembahan pada setiap upacara perayaan Tahun Baru Cina.  Sebagai kue persembahan, onde-onde memiliki filosofi sendiri yaitu  perlambang keberuntungan.  Bentuknya yang mengembang saat digoreng merupakan lambang harapan dari perkembangan usaha. 

Hmm, ternyata memang onde-onde ini sangat istimewa ya.  Lalu bagaimana dengan perkembangan onde-onde di Indonesia? Tidak banyak kisah terekam berkaitan penyebaran kue ini, hanya saja kekreativitasan masyarakat membuat kue ini hadir dengan berbagai varian rasa yang disesuaikan dengan selera masyarakat.  Ada onde-onde ketan hitam, ada onde-onde isi kacang hijau, ada yang isi kacang merah, ada yang berwarna merah dan ada juga yang putih.  Bahkan di masyarakat dikenal juga satu menu yang diberi nama keciput serta onde-onde ketawa.  Nah, kreatifkan masyarakat Indonesia? Bukan soal nama saja yang bervarian, bahan pembuatannya pun ada yang dari gandum dan dari tepung ketan yang dicampur kentang kukus.

Wah-wah, jadi ingin menikmati onde-onde yang nikmat dengan isi kacang hijau nih.  Gimana kalau kita buat saja?  Resep di bawah ini bisa menjadi referensi anda yang ingin berkreasi di rumah, simak yuk!
Onde-Onde Mini
Bahan Kulit:
200 gr tepung ketan
100 gr tepung terigu
1 sdt garam
150 ml santan hangat
50 gr gula
1/8 sdt vanili bubuk
2 lembar daun pandan
Minyak untuk menggoreng

Bahan Isi:
150 gr kacang hijau kupas (rendam 30 menit)
75 gr gula
100 ml santan kental
2 lembar daun pandan
½ sdt garam


Cara Membuat:

1.      Pertama kita buat isiannya dahulu.  Kacang hijau yang telah direndam dicuci bersih, lalu ditiriskan. Kukus hingga lunak bersama daun pandan.

2.      Campurkan kacang hijau kupas dengan gula, garam, dan santan.  Blender hingga halus kemudian masak dengan api kecil hingga adonan mengental dan bisa dipulung. Angkat dan dinginkan

3.      Bentuk adonan isi bulat –bulat seperti kelereng lalu sisihkan.

4.      Sekarang kita buat adonan kulitnya. Rebus santan hingga mendidih bersama daun pandan.  

5.      Campurkan seluruh tepung, gula, garam dan vannili dalam satu wadah, kemudian beri santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga kalis.

6.      Ambil 6 gr adonan, lalu bentuk bulat dan pipihkan.  Beri satu adonan isi, tutup lalu bulatkan.

7.      Gulingkan dalam wijen  sambil ditekan tekan agar tidak mudah lepas saat digoreng.

8.      Goreng dalam minyak panas hingga terendam dengan menggunakan api sedang agar kulit onde-onde tidak pecah.

9.      Bila onde-onde sudah berwarna keemasan angkat dan tiriskan.

Hmm...yummy.


1

Rabu, 18 Mei 2016



            Pada zaman penjajahan bangsa asing di negeri ini, pemerintah kolonial melarang para wanita untuk menuntut ilmu, hanya kaum lelaki bangsawan saja yang berkesempatan untuk menuntut ilmu.  Akibatnya, kaum wanita hanya menguasai pengetahuan seputar, dapur, sumur dan kasur. Terlebih lagi doktrin yang memang ditanamkan oleh para orangtua zaman itu bahwa wanita tak perlu belajar kecuali seputar 3 M (masak, macak, manak).   
Namun kini zaman sudah semakin maju, menuntut ilmu bagi wanita kini bukan lagi hal yang tabu, bahkan kalau bisa seorang wanita tak boleh berhenti belajar. Loh? Kenapa seorang wanita harus belajar setinggi langit kalau nanti larinya ke dapur juga? Sia-sia dong yang dipelajari.  Begitulah kira-kira pemikiran sebagian orang tentang kodrat seorang wanita.  Pemikiran yang sangat salah!  Tak ada yang sia-sia untuk seorang wanita yang berpendidikan.   Wanita yang mengenyam pendidikan mempunyai bekal lebih banyak untuk mendidik putra-putrinya menjadi generasi yang tangguh.
Seorang ibu dan seorang istri harus pintar, mengapa demikian?  Ada 5 alasan utama mengapa seorang istri harus pintar, yaitu:
1. Istri adalah ibu bagi anak-anak mereka.  Sebagai ibu, dia memiliki waktu interaksi dengan anak lebih banyak di banding seorang ayah (umumnya).  Beliau adalah guru pertama bagi seorang anak.  Di pundaknya seorang ayah mempercayakan anaknya untuk dididik agar memiliki ilmu agama dan prilaku yang baik sebelum dia mampu berinteraksi dengan masyarakat. Untuk bisa menjadi seorang pendidik, dia harus mempunyai ilmu, harus punya stratak.  Bagaimana cara dia membujuk seorang anak yang picky eater agar mau menyantap makanan yang disajikan, tentu akan bisa dilihat perbedaannya.  Seorang wanita yang berpendidikan takkan mudah menyerah pada kecerdikan seorang anak menolak makanan.  Tapi, bila dia tidak pintar dan tidak menguasai pendekatan yang tepat, yang terjadi adalah emosi tingkat tinggi, bahkan tak jarang tanpa disadari tangannya akan menyakiti buah hatinya sendiri.
2.Istri adalah partner suami, tidak hanya sebagai lawan tanding di ranjang, seorang istri harus bisa menjadi teman diskusi yang asik.  Lalu bagaimana dia bisa menjadi partner diskusi yang baik kalau wawasannya hanya seputar dapur, sumur dan kasur?  Tentu akan membuat suami jenuh dan akibatnya mencari partner diskusi lain di luar.  Berawal dari teman diskusi biasa, lama-lama tumbuh rasa suka, lalu saling tergoda dan menggoda.  Ini adalah bahaya laten! Setiap hari suami kita selalu belajar tentang berbagai hal terkait bidang kerjanya ataupun perkembangan bisnis,  sementara wanita dituntut untuk bisa mengelola keuangan rumah tangga, dan ini butuh kepintaran.
3. Seorang istri harus kreatif, dia harus bisa menyulap segala hal menjadi sesuatu yang bermanfaat. Mampu membaca peluang bisnis, sehingga dapat membantu perekonomian keluarga. Mengelola ruang yang sempit agar cukup dihuni dan nyaman, untuk bisa seperti ini dibutuhkan ilmu! Itu sebabnya seorang istri tak boleh berhenti belajar
4. Seorang istri harus pintar merawat diri, pintar mengambil hati suami, pintar melayaninya dan membaca situasi.  Tujuannya satu, untuk menciptakan rumahtangga yang harmonis.  Dia juga harus menguasai ilmu pengobatan, ketrampilan memasak, mendongeng dan mengaji, dan semua ini bukan simsalabim! Semua ada sekolahnya.
5.  Seorang istri harus pandai berdebat, sebab yang dihadapi adalah generasi-generasi cerdas yang kritis, dan tanpa ilmu seorang istri dan ibu akan sulit menemukan jawaban dari setiap pertanyaan yang terlontar dari celoteh-celoteh spontan buah hatinya yang beranjak besar
0

Selasa, 17 Mei 2016

Manis bersahaja begitulah kesan saya saat pertama melihat fotonya. Wanita yang bertugas sebagai penyuluh pertanian ini dikenal dengan nama Evrina SP.  Hmm,  apa ya kepanjangan SP?  Saya sih menduga nya sama seperti huruf SP di belakang akun medsos saya yang merupakan singkatan Sarjana Pertanian hehehe (bangga amat jadi petani ya, saya?).

Saya mengenal wanita ini di sebuah group WA yang berisi para blogger kondang (bukan saya). Orangnya supel dan sarat prestasi (tapi saya tidak bahas prestasinya apa aja ya).  Berawal dari bincang ringan akhirnya saya tau kalau wanita lulusan Fakultas Pertanian IPB ini gemar sekali melakukan penjelajahan gunung hutan, seperti perjalanan ke Gunung Rinjani yang baru saja diselesaikan .

Emang sih kalau bicara gunung hutan saya selalu excited banget.  Melihat hamparan pohon pinus dan rimbun dedaunan, birunya langit dan kumpulan awan yang berarak seperti kapas, hmm...bikin mata dan pikiran rileks.
Rupanya apa yang saya rasakan mirip-mirip dengannya. Rasa haus akan petualangan yang kadang mengusik hati, membuat semangatnya tak pernah padam untuk bisa menjelajahi gunung hutan.  Sebagai seorang gadis belia saat itu, dia harus berjuang keras untuk menahan rasa cintanya pada alam.  Maklumlah saat itu dia belum memiliki penghasilan sendiri untuk bekal perjalanan, padahal untuk menuju tempat -tempat itu tak sedikit biaya yang harus dikeluarkan.  Bukan itu saja, rasa sayang kedua orangtuanya membuat dia tidak mendapatkan restu untuk bertualang.  Nah, restu orangtua ini sangat penting. Jangan sekalipun melakukan pendakian tanpa restu.  Akibatnya bisa fatal! Anda bisa mengalami berbagai kejadian yang tidak diharapkan.

Lepas tamat kuliah, Evrina bekerja dan ditugaskan di wilayah Jawa Timur.  Provinsi ini merupakan salah satu provinsi yang memiliki gunung-gunung yang tersebar dari ujung ke ujung. Tentu kesempatan ini tidak dilewatkan begitu saja.  Inilah awal dia menjelajahi gunung hutan, mulai Bromo, kelud dan gunung wisata lainnya yang ketinggiannya masih dalam batas aman untuk pemula.  Tapi memang dasar rezeki, kesempatan untuk naik gunung pun datang.  Blogger wanita ini bertemu dengan seorang pria yang kemudian menjadi jodohnya dan memiliki hobi yang sama dengannya yaitu bertualang menjelajahi gunung demi gunung.  Rasanya seperti gayung bersambut.  Wanita yang memulai karir bloggernya di tahun 2010 ini pun akhirnya mulai menjelajahi gunung hutan bersama suami terkasih.



Satu demi satu gunung mulai dia taklukan di antaranya Gunung Guntur, Mahameru, dan yang baru saja dia jelajahi minggu lalu adalah Rinjani. Hobby uniknya ini bukan tanpa tantangan.  Banyak kejadian yang sangat berkesan yang dia alami, salah satunya saat dia melakukan pendakian ke Gunung Mahameru di wilayah Lumajang.  Saat mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa ini, wanita yang berprofesi sebagai penyuluh pertanian ini hampir saja mengalami hypotermia.  Anda tau kan apa itu? Hypotermia adalah salah satu gangguan yang sering dialami oleh para pendaki akibat suhu dingin yang tidak mampu ditolerir oleh tubuh.  Untunglah dia segera terselamatkan dengan membawanya masuk ke dalam sebuah tenda dan menghangatkan tubuhnya yang mulai menggigil.  Peristiwa yang menegangkan ini rupanya tak pernah membuat wanita berhijab ini kapok dan menyerah.  Justru semakin tertantang. Begitu banyak suka duka yang dia alami selama pendakian dan dia menuliskan semua itu dalam blog pribadinya.
Pengalaman terbarunya di puncak Rinjani dapat anda baca di tulisannya yang berjudul Petualangan Rinjani. Anda penasaran dan ingin mengenal dekat wanita ini? Silakan kepoin akun media sosialnya di bawah ini:

Blog : www.evrinasp.wordpress.com
IG.    : @evrinasp
Twitter : @evrinasp


0

Senin, 16 Mei 2016


Negeri ini adalah negeri yang menjunjung tinggi demokrasi, dan itu tercermin dari tumbuhnya berbagai partai politik. Pada masa ini pertumbuhan partai politik terus mengalami transformasi, yaitu perubahan yang terjadi secara cepat yang dimotori oleh anak muda. Transformasi yang terjadi lebih mengarah pada perubahan prilaku politik yang dipengaruhi oleh banyak faktor.

Dr. Dimas Oki Nugroho seorang aktivis sekaligus Executive Director dari Akar Rumput Strategic Consulting, dalam kunjungannya ke Universitas Udayana kemarin (13 Mei 2016), memaparkan banyak point penting tentang perubahan prilaku ini.  Perubahan prilaku politik ini sendiri sebenarnya bukanlah hal baru.  Perubahan ini terjadi sejak zaman Bung Karno, Soeharto , Gus Dur hingga Jokowi-JK.
Pada zaman Bung Karno arah politik lebih kepada penyatuan.  Demi menyatukan rakyat nya Presiden RI pertama ini melakukan konsensus sehingga lahirlah Pancasila.  Lain Bung Karno lain lagi dengan Pak Harto,  bila Bung Karno mampu menghipnotis rakyatnya melalui pidato-pidato politiknya, melalui pendekatannya sehingga segala perbedaan bisa di satukan, maka Pak Harto sebaliknya.  Pak Harto harus melakukan tangan besi untuk membuat rakyat patuh, tunduk dan bersatu padu dalam bendera yang sama.  Kekuasaan militer lah yang digunakan sebagai alat untuk bisa meraih tujuannya.  Salah satu strateginya adalah dengan membentuk partai-partai politik, dua yang terkuat dan masih besar hingga saat ini adalah Golkar dan PDI. Namun pada akhirnya politik desentralisasi ini pun mengalami kegagalan akibat ulah para predator-predator lokal.

Seiring dengan pertumbuhan zaman, Golkar pun mulai melakukan transformasi politik dengan munculnya banyak tokoh muda dan baru yang mengusung pembaruan.  Posisinya sebagai partai tengah ini sangat penting dalam menguatkan bangsa ini, namun perpecahan yang terjadi belakangan ini membuat partai berlambang pohon beringin ini menjadi buah bibir di kalangan rakyat dan mengancam persatuan.  Kondisi ini sangat tidak baik bagi Golkar sendiri dan mereka harus bisa mengambil langkah-langkah penyelamatan.  Salah satunya adalah dengan membenahi kondisi internal.  Bila tidak dilakukan cepat, maka perlahan tapi pasti perpecahan partai kuning ini akan menghancurkan partai berlambang pohon beringin ini.

Melihat situasi politik saat ini dan kader-kader partai yang ada, tentu sebagai penonton kita cukup merasa miris, banyak kader partai yang sebenarnya tak layak tapi tetap dipertahankan untuk mengatur partainya, dan akibatnya yang terjadi adalah penggelapan dan penyalahgunaan wewenang.  Tentu hal ini akan berdampak besar pada negara. Prilaku politik yang tak sesuai etika akan menimbulkan kerugian baik bagi partai, negara, maupun rakyat.  Inilah alasan kenapa pembaruan harus dilakukan.  Negeri ini butuh pemuda-pemuda pintar yang jujur dan mampu mengelola partainya.  Bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme.  Gaya-gaya kepemimpinan lama yang sudah tak sesuai harus kita buang jauh-jauh. Kehati-hatian dan seleksi ketat terhadap calon pemimpin partai pun harus dilakukan. Kenali setiap kader dengan baik untuk bisa menggembleng mereka menjadi calon pemimpin yang mumpuni dan jujur.  Sementara mereka yang pernah dan sedang terjerat kasus pidana maupun perdata sebaiknya tidak dijadikan sebagai kandidat sampai kasus selesai dan terbukti bersih.

Mari kita ciptakan partai yang bersih!  Kita bangun politik yang sehat.
0

Rabu, 11 Mei 2016

Rek, ayo rek!
Mlaku mlaku nang tunjungan
Rek ayo rek rame-rame berbarengan

Anda tentu tidak asing dengan cuplikan lagu tersebut. Lagu itu merupakan sebuah ajakan untuk berwisata ke surabaya. Kota yang dikenal sebagai kota pahlawan ini memiliki beberapa destinasi wisata dengan harga tiket bervariatif, bahkan untuk anda yang menyukai wisata edukasi murah meriah pun akan terakomodir di Kota bambu runcing ini.
Tiga di antara wisata edukasi murah meriah yang ada di kota ini adalah:
                       Taman Flora Surabaya
  1. Taman Flora. Taman ini berlokasi di dekat terminal angkutan Bratang. Memiliki wahana mini out bond, permainan anak, perpustakaan, warnet, koleksi satwa, dan koleksi flora yang menarik. Anda bisa menikmati tempat ini tanpa membayar tiket apapun.
  2. Monumen Kapal Selam. Wisata ini terletak di pusat kota surabaya tepatnya daerah Gubeng. Menaiki sebuah kapal selam tentu merupakan sesuatu yang menarik bagi putra-putri kita.  Mereka bisa mengetahui apa saja yang ada di dalam sebuah kapal selam.
  3. Kenjeran Park. Merupakan sebuah wisata yang cukup tua dan legendaris. Hanya dengan tiket 10.000 HTM anda bisa menjelajah 3 bangunan unik yang ada di dalamnya yaitu patung Dewi Kwan Im, Patung Budha 4 Wajah dan Tiruan Temple Heaven seperti di Beijing. Anda juga bisa menikmati wisata pantai dan wisata air yang ada di dalamnya. Jangan lupa menaiki becak sepeda yang bisa anda kayuh sendiri. Bila lelah hinggap anda bisa menikmati aneka menu di pusat jajanan yang tersedia dengan tarif yang cukup terjangkau mulai Rp. 5000,00.
Anda tidak perlu khawatir soal tempat menginap, sebab kota yang dipimpin bu Risma memiliki banyak pilihan hotel untuk menginap yang bisa anda booking jauh -jauh hari melalui jasa online contohnya adalah traveloka. Yuk kita kunjungi Surabaya.
0

Jumat, 06 Mei 2016

Long weekend adalah saat yang paling ditunggu untuk  melepaskan penat, setelah berbulan-bulan berkutat dengan pekerjaan dan target yang penuh pressure. Sejenak hening dan berkumpul bersama keluarga atau berwisata ke suatu tempat yang dingin dan sejuk. Tujuannya hanya satu, yaitu merasakan kesenangan tuk  mengendurkan saraf-saraf yang tegang, membuat kualitas hidup menjadi lebih baik.

Yah, hidup tak sekedar memikirkan materi semata, ada kebutuhan rohani yang juga tidak boleh kita abaikan. Kebutuhan akan unsur religi, ketenangan dan kesenangan.  Jadi tak salah bila kita menikmati sedikit jerih payah kita untuk berlibur dan mengobati kelelahan fisik dan jiwa.


Tapi, apakah sebuah wisata dapat menjamin bahwa tubuh dan pikiran kita menjadi fresh? Bagaimana bila ternyata selama berwisata justru mood menjadi jelek? Wah-wah, sepertinya kalau keadaannya begini lebih baik kita relaksasi di rumah saja ya.  Berwisata ataupun sejenak hening tujuannya hanya satu,"Senang!".  Untuk itu ada beberapa tips perjalanan  yang mungkin bisa kita lakukan, di antaranya:
1. Rencanakan perjalanan jauh-jauh hari dengan memastikan destinasi wisata, tiket keberangkatan dan tempat menginap. Browsing tiket dengan harga terbaik. Liburan tanpa persiapan hanya akan menimbulkan banyak masalah bila kita tidak bisa menyikapi semua dengan santai

2. Gunakan jasa perjalanan wisata yang terpercaya bila anda tak punya cukup waktu untuk mempersiapkan perjalanan. Anda bisa memesan tiket pesawat,  kereta api maupun hotel melalui provider- provider yang tersedia  seperti tiket.com, traveloka, Pagoda, ataupun Trivago
3. Ikuti perkembangan lalu lintas terkini. Kenali jalur -jalur kemacetan.
Perjalanan udara adalah salah satu alternatif untuk menghindari kemacetan tak berujung.
4. Hindari berwisata ke kota yang menjadi langganan macet di saat longweekend, sebab hanya akan membuat waktu anda terbuang sia-sia
5. Siapkan stamina, perbekalan dan obat-obatan yang dibutuhkan untuk menunjang perjalanan anda.
6. Pilihlah destinasi wisata yang tenang, unik dan memiliki nilai edukasi agar perjalanan anda menjadi lebih bermanfaat dan bermakna.
                      Museum Topeng
7. Bila anda menggunakan transportasi pribadi, pastikan kendaraan anda dalam kondisi terbaik dan siap jalan.
8. Bila anda menggunakan jasa pihak ketiga untuk pemesanan tiket dan hotel, segera pastikan sebelum check in bahwa fasilitas yang anda dapatkan sesuai dengan yang tertera pada bukti transaksi.  Tujuannya agar tidak terjadi perselisihan di belakang akibat fasilitas yang tidak sesuai
9. Bila terjadi ketidak sesuai an, musyawarahkan dengan pihak maskapai ataupun hotel dan hindari debat kusir.
10. Bila tidak menemukan jalan keluar, ucapkan terima kasih dan buatlah review, lalu cari alternatif terbaik untuk situasi anda. Upayakan tidak ada emosi yang bermain, nikmati semua sebagai sebuah pengalaman berharga di kemudian hari.

Jadikan setiap momen liburan anda menjadi momen terindah.
Selamat berlibur.
0

Selasa, 03 Mei 2016



       
Memiliki segudang aktivitas baik sosial maupun pribadi tentu membuat diri ini sering kelimpungan.  Satu sisi ada mereka para jagoan yang juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang.  Namun terkadang ego dan ambisi diri untuk tetap eksis acap mengulik rasa ini.  Hmm ... normallah ya, siapa sih yang tidak ingin sukses dunia akhirat? Hampir sebagian besar insan akan memimpikan sukses dunia akhirat termasuk dengan diri ini.

Untunglah aku dipertemukan dengan para wanita hebat yang pantang menyerah, yang memiliki mimpi demi kebahagiaan buah hatinya, wanita-wanita yang penuh semangat dan keyakinan yang tak pernah pudar.  Merekalah yang menjadi obor saat diri ini hampir merasa lelah.  Sebutlah salah satunya Eni Martini, seorang momwriter dan mompreneur yang penuh totalitas dalam setiap aktivitasnya.  Sebuah pengabdian yang lahir dari sebuah passion.
Aku mengenalnya di tahun 2012 saat aku baru belajar menulis sepatah dua patah kalimat.  Saat itu aku hanya bisa terpana melihat jajaran tulisannya. Betapa wanita yang berprofesi sebagai momwriter sekaligus mompreneur ini telah menelurkan lebih dari 15 buah buku dan ia terlihat produktif berkarya dan mengisi waktunya dengan hal yang bermanfaat.  



Wanita berparas manis ini tak pernah bosan untuk menawarkan berbagai jenis buku yang ia pasarkan, mulai dari buku anak-anak, buku resep, hingga buku dengan topik yang sedikit berat.  Sepertinya buku menjadi sesuatu yang melekat padanya.

Hidupnya bukanlah hidup tanpa kesulitan, sama seperti insan lainnya wanita beranak 4 ini juga mengalami berbagai kendala yang tidak mudah dalam rumah tangga, seperti hubungan antara mertua dan menantu.  Mba Eni yang memiliki karakteristik cuex dan sedikit tomboy,  acap membuat sang mertua berpikir bahwa menantunya ini kurang "unggah-ungguh".  Namun wanita yang dikenal sebagai seorang novelis, mompreneur dan blogger ini tidak pernah menyerah untuk bisa menaklukkan hati sang mertua. Hingga akhirnya semua berbuah indah.  (Menjadi Ibu Yang lebih baik)

Wanita yang sangat peduli dengan tumbuh kembang anaknya ini menjadikan anak dan keluarganya sebagai motivasi dalam menulis, sehingga saat harus memilih (pasca hadirnya anak ke - 4) antara anak dan pekerjaan, dia tak pernah ragu untuk memutuskan.  Baginya anak adalah segalanya, sehingga dia akan memberikan dan melakukan apapun demi buah hati tersayang demi mendampingi tumbuh kembangnya di golden periode.  Ini adalah sebuah keputusan luar biasa yang di ambilnya dan mungkin hanya sebagian saja wanita berani melakukannya.

Novelis yang karyanya sempat difilmkan ini (Judul novel : Toilet 105) memiliki motto,

" Keluarga adalah KOMPAS hidupnya yang bertugas mengarahkan, menunjukkan, dan selalu memberi tahu kapan dia harus melangkah dan kapan saatnya harus berhenti".  


Nah wow banget kan?  Itulah sebabnya secara diam-diam aku mengaguminya dan tak pernah ragu saat harus memilih antara eksistensi dan keluarga.
Untuk anda yang ingin mengenalnya lebih jauh atau sekedar berguru pada novelis ini, yuk ke poin akun media sosialnya baik FB, twitter, maupun blog.
FB : Eni Martini
Web : www.dunieni.com
0

Total Absen

Pengikut