Minggu, 21 Februari 2016


Bicara tentang makanan sehat berarti kita akan bicara tentang banyak hal.  Bukan semata bicara tentang bahan baku saja, sebab untuk menghasilkan makanan sehat ada beberapa tahapan yang harus kita perhatikan, di antaranya:
1. Untuk siapa makanan itu disajikan.  Sebab kondisi kesehatan setiap penikmat yang beda tentu membutuhkan makanan yang berbeda dengan lainnya.  Contoh lodeh, menu ini sehat bila memenuhi standar kesehatan dan diberikan pada konsumen yang tidak memiliki gangguan lambung.  Tetapi menjadi menu yang tidak sehat bila anda sajikan pada pasien magh apalagi pasien dengan keluhan batu empedu.
Jadi perhatikan kondisi kesehatan dan usia konsumen
2. Perencanaan menu dan pemilihan bahan.  Kita mau masak apa? Butuh bahan apa saja? Jumlahnya berapa? Kandungannya apa saja?
Bila kita sudah menemukan jawaban pertanyaan tersebut barulah kita memilih bahan baku yang berkualitas.  Apa artinya? Pilihlah bahan-bahan yang masih segar, untuk sayuran daun sedikit berulat tidak apa sebab itu tandanya residu pestisidanya tidak terlalu tinggi.  Anda cukup menyingkirkan bagian yang berulat saja.  Sedangkan untuk buah-buahan, hindari menggunakan bahan yang sudah busuk walau hanya sebagian. Contoh tomat busuk.  Sebagian pelaku kuliner ada yang menggunakan bahan seperti ini dengan membuang bagian busuknya saja. Padahal sesungguhnya tomat seperti ini sudah tak layak digunakan walau bagian busuknya sudah kita buang.  Sebab dalam tomat yang busuk terdapat bakteri salmonela yang dapat menyebabkan penyakit pencernaan. Bakteri ini sangat kecil dan tak terlihat dengan mata telanjang dan dia bisa menyebar cepat pada buah tomat dan cabai yang busuk.  Salah satu penyakit yang disebabkan bakteri ini adalah diare, kram perut, kejang-kejang dan panas.
Kandungan bahan juga tidak boleh mengandung zat yang sekiranya dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh baik dalam jumlah sedikit ataupun banyak (contoh MSG berbahaya bagi penderita alergi dan kanker)
3. Kenali karakteristik bahan.  Tahap ini sangat penting karena setiap bahan memiliki karakteristik yang berbeda.  Tentu saja proses memasaknya pun berbeda.  Seafood memiliki karakteristik mudah mengeras bila terlalu lama memasaknya sehingga teksturnya menjadi liat seperti karet, oleh karena itu dianjurkan untuk memasak seafood tidak terlalu lama, cukup 2-4 menit saja setelah seafood masuk. Pun begitu dengan daun ginseng jawa yang mudah matang. Cukup satu menit saja lalu aduk aduk.
4. Perhatikan kebersihan bahan, alat masak dan tangan pemasak saat meracik masakan. Kebersihan yang tidak terjaga dapat menjadi vektor penyebar penyakit pada makanan walaupun bahan makanan berkualitas
5. Perhatikan metode memasak yang benar.  Metode memasak yang tidak tepat dapat menyebabkan zat gizi dalam makanan lenyap, dan bila demikian makanan tidak bisa dikatakan sehat.
Contoh minyak goreng, penggunaan bahan ini tidak boleh melebihi 3 kali pemakaian. Sebab ikatan molekulnya menjadi jenuh setelah 3 x penggorengan dan menimbulkan munculnya zat pemicu kanker. Jangan katakan makanan anda sehat bila anda masih menggunakan minyak dengan lebih dari 3 x penggiringan.
6. Penyajian. Penyajian di sini berkaitan dengan cara kita menyajikan termasuk properti yang kita gunakan(wadah). Bila kita menyajikan makanan panas dalam wadah piring plastik yang terbuat dari bahan daur ulang, atau menggunakan kresek, atau streofoam, maka makanan yang tadinya sudah memenuhi standar kesehatan menjadi tidak sehat ketika sampai di mulut konsumen.

Itulah 5 faktor penting yang harus kita perhatikan dalam menyajikan makanan sehat. Semoga bermanfaat.
0

Jumat, 12 Februari 2016

Berkunjung ke kota Surabaya merupakan rutinitas kami setiap tahunnya.  Di kota yang dipimpin bu Risma ini, keluarga besar kami bermukim. Bahkan kami pun dulu sempat tinggal di kota ini.  Hiruk pikuk kota tak menyurutkan niat kami tuk berkunjung. Ada beberapa destinasi wisata yang bisa kita kunjungi di kota buaya ini antara lain Kebun Binatang Surabaya, surabaya Festival, Ciputra waterpark, Pantai Kenjeran, Hutan Mangrove, Kebun Bibit, Taman Bungkul dan aneka pusat perbelanjaan.  Nah tempat terakhir adalah destinasi yang paling sering kami kunjungi, hehehe. Mall memang menjadi salah satu tempat favorit kami ketika berkunjung ke satu kota, tujuannya adalah shopping dan mencari oleh-oleh untuk teman dan kerabat di Denpasar.
Hmm..apa ya kira -kira oleh -oleh yang cocok dari kota ini?  Biasanya sih kami membeli aneka kerupuk khas sidoarjo, aneka produk olahan laut dan almond cookies.  Tapi kali ini kami ingin membawa sesuatu yang berbeda.   Tahukah anda, ada sebuah brand yang sedang naik daun yang berasal dari kota Surabaya.  Namanya Glory Cake.  Brand ini memiliki banyak varian produk di antaranya ananas cake, apple cake, mango cake, strawbery cake, pia keju, dan red velvet.

Di antara semua varian kami dan keluarga sangat menyukai rasa durian di banding rasa lainnya.  Namun bukan berarti rasa lainnya tidak enak loh. Semua produk Glory cake nikmat, hanya kami memang menyukai durian. Itulah sebabnya kami memilih rasa durian. Meski rasanya tidak terlalu kuat seperti durian asli, tetapi justru karena itulah kami suka.  Kami bisa mengobati rindu kami pada buah berduri itu, tanpa harus khawatir kolesterol meningkat.


Setelah durian, favorit kedua adalah apple cake. Tekstur cakenya yang lembut membuat cake ini digemari tidak hanya oleh ibu-ibu, tetapi balita dan lansia pun suka.
Kenapa saya memilih glory snack sebagai oleh oleh?
Ada beberapa alasan yang jadi pertimbangan kami dalam memilih oleh -oleh, yaitu:
1. Glory snack dikemas sangat cantik, eksklusif dan elegan, sehingga kami tidak perlu mengemas ulang bila ingin menjadikannya sebagai oleh - oleh untuk client client kerja suami.
2. Glory snack memiliki rasa yang nikmat sehingga pantas untuk diberikan kepada siapa saja.
3. Kemasan satuannya melindungi snack ini dari kerusakan karena udara luar setelah kotak dibuka.  Jadi kita tak perlu khawatir produk akan rusak setelah kotaknya terbuka. Kemasan satuan ini juga memungkinkan bila ingin menjadikannya sangu perjalanan atau snack buat bekal sekolah tanpa harus membawa kotak  besar.
4. Glory snack memiliki citarasa yang sangat indonesia. Mengingatkan kita pada kue nastar yang menjadi suguhan khas di hari Raya.
5. Glory Snack punya banyak varian produk sehingga customer punya pilihan saat akan membeli.  Konsumen tidak akan bosan dengan banyaknya pilihan rasa dan varian cake.

Sekarang saya dan suami tidak pernah bingung mencari oleh -oleh saat ke surabaya, sebab saya bisa mendapatkan Glory snack di toko oleh -oleh yang  tersebar di kota surabaya. Harganya pun cukup kompetitif antara 60 - 75 rb rupiah.
Eh...anda juga bisa memesannya secara inline loh, jadi anda bisa menikmati kelezatannya meski anda berada di wilayah ujung indonesia.
Cukup via wa ke wa 082140816613 bisa juga melalui website Glory langsung, JNE pesona indonesia dan toko oleh -oleh du kota anda

0

Pergantian musim acap dibarengi munculnya serangan penyakit terutama flu dan demam berdarah.  Sedih rasanya ketika musibah itu menimpa anggota keluarga kita, apalagi bocah -bocah kecil.. Tak sampai hati melihat kondisi mereka yang terus kehilangan trombositnya.
Nah sahabatku semua,  sehubungan dengan mewabahnya penyakit Demam Berdarah di beberapa daerah, ada baiknya kita aware dan mencegah agar penyakit itu tidak menyerang anggota keluarga kita, atau masyarakat, di mana kita tinggal sebagai mahluk sosial.  Yuk kita sama -sama mencegahnya.  Ini ada beberapa tips:
1. Baluri tubuh buah hati kita dengan minyak telon ataupun minyak kayu putih.
2. Kenakan pakaian yang menutup tubuh mereka seperti kemeja dan kaos lengan panjang yang dipadu celana panjang
3. Singkirkan botol- botol dan kaleng kaleng bekas yang tidak terpakai. Hancurkan atau kubur dalam.
3. Atau cara yang lebih bermanfaat adalah dengan memanfaatkan botol dan kaleng bekas menjadi pot-pot tanaman
4. Bersihkan rumah dari air tergenang.  Gunakan abate pada bak tampung air. Periksa bak secara berkala dari jentik nyamuk
5. Turunkan pakaian yang menggantung di dinding, sebab pakaian yang menggantung dapat mendatangkan nyamuk dan menjadi tempat berkumpulnya nyamuk, apalagi yang berwarna gelap.
6. Gunakan obat pembasmi nyamuk yang aman dan tidak mengandung bahan kimia
7. Lindungi tidur buah hati anda dengan memasang kelambu agar nyamuk tidak masuk dan menggugatnya.
8. Jagalah selalu kebersihan rumah.
0

Senin, 08 Februari 2016

Siapa yang tak pernah mendengar keindahan kota batu dengan wisata edukasinya yang terkenal? Hampir se antero negeri tahu betapa bagusnya konsep wisata yang di kembangkan di kota apel ini.  Tidak hanya panoramanya yang indah, konsep wisata edukasi yang dikembangkan kota ini telah menyedot banyak wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengunjunginya.  Setelah sukses dengan wisata Agrokusuma, kota  ini mulai mengembangkan wahana semacam dunia fantasi yang dikemas dalam bentuk wisata edukasi Jawa Timur Park 1.  Di lengkapi dengan diorama dan miniatur rumah adat, aneka wahana ketangkasan dan sebagainya.  Sambutannya luar biasa, meski mematok harga tinggi, dalam sekejap tempat ini menjadi tempat jujugan wisata.  Sukses dengan Jawa Timur Park 1, kota ini mulai membangun Jatim Park 2 atau Batu secret zoo yang berisi aneka satwa dan wahana ketangkasan.
Kota ini terus meningkatkan daya tarik wisatanya, berbagai fasilitas yang banyak disukai anak -anak terus ditambah.  Ada waterboom, museum satwa, different park dan tidak ketinggalan museum transportasi dan taman reptil yang kini sedang menjadi perbincangan hangat.  Semuanya mengusung konsep edukasi kekinian.
Museum transportasi adalah sebuah tempat wisata yang dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjunginya termasuk saya. Wahana edukasi seperti ini sangat saya sukai, sebab pengunjung tidak hanya berwisata, namun juga belajar tentang sejarah transportasi dunia.  Aneka alat transportasi dari yang paling jadul sampai pesawat terbang dan kendaraan si "Batman" pun dipajang di museum ini.
Bukan itu saja, menariknya lagi, museum ini dilengkapi dengan miniatur tempat tempat terkenal di mancanegara yang tentu saja langsung menjadi incaran para selir mania.  Bahkan ada pengunjung yang menyebut tempat ini sebagai "tempat narsis"  sebab setiap sudutnya membuat wisatawan ingin mengabadikannya.
Anda bisa menjelajah dunia hanya dengan berwisata ke tempat ini. Anda tahu pasar Apung yang terkenal di Kalimantan? Tak perlu ke Kalimantan bila anda merasa terlalu jauh, datanglah ke museum ini, anda bisa menyaksikan pasar apung yang menarik di sini.  Bahkan anda juga bisa ikut menikmati perjalanan dengan perahu di kota miniatur ini.  Perahu kecil ini akan membawa anda berkeliling ke daerah daerah yang ada di Indonesia, menikmati aneka kuliner nusantara, menyaksikan pertunjukkan topeng, atau sekedar melihat pemandangan saja sambil berbelanja.








Berapa Tarif Tiket Masuknya?
Bila anda ingin mengunjungi wahana ini, siapkanlah kocek yang cukup banyak, sebab tiket masuk sebagian besar wahana edukasi di kota batu ini cukup tinggi namun sangat sepadan dengan yang kita dapatkan (keseruan dan celoteh riang anak), asalkan anda mengunjunginya bukan pada masa liburan sekolah atau libur nasional.




Untuk anak dengan tinggi badan di atas 80 cm dikenakan tarif dewasa sebesar Rp. 80.000,00 di hari libur.  Sedangkan di hari biasa tiket lebih murah lagi.
Hanya dengan membayar tarif itu anda bisa mengajak putra-putri anda belajar mengenal alat-alat transportasi sambil berwisata.


Namun sebaiknya anda tidak berkunjung ke kota ini di hari libur nasional bila anda ingin mendapatkan liburan yang menyenangkan.
Loh..loh, kenapa mau liburan kok dilarang? Namanya liburan biasanya kan di hari libur , kalau hari kerja bukan liburan namanya tapi bolos! (Celoteh seorang teman padaku)

 Lautan manusia di ruangan yang tidak seberapa luas

Ha..ha..ha, anda benar sekali, liburan memang sejatinya di hari libur, kenapa saya tidak menyarankan, tak lain karena alasan sebagai berikut:
1. Pada hari libur nasional kota wisata batu selalu menjadi destinasi wisata para wisatawan baik domestik maupun mancabegara, semua tumplek boleh di kota kecil ini.  Meski banyak wahana yang tersedia sepertinya belum bisa menampung banjir wisatawan setiap masa liburan.  Tidak hanya wisatawan dari daerah malang sekitarnya, bahkan wisatawan dari padang seperti mba Lia ini pun terhipnotis untuk mengunjungi tempat ini lagi.
Bisa anda bayangkan bagaimana kondisi di dalam wahana yang tidak seberapa luas ini bila dipenuhi lautan manusia? Mungkin tidak tampak seperti tempat wisata, namun lebih mirip seperti mangkok cendol. Penuh sesak, bahkan untuk berjalan saja susah.
2. Tidak bisa berselfie dengan leluasa
Nah, bagi mereka yang hobi berselfi tentu kondisi "mangkok cendol" ini terasa sangat tidak nyaman, sebab anda akan kesulitan mendapatkan momen moment selfi yang bagus yang bisa menjadi hits di instagram.
3. Bahaya kelaparan (hahaha..lebay ya).  Kondisi banjir wisatawan tanpa dilengkapi SDM YANG MUMPUNI, menyebabkan segala macam pelayanan menjadi tidak maksimal. Hanya untuk segelas kilo hangat atau jus sekalipun anda harus menunggu hampir 2 jam lamanya dalam antrian panjang. (Mana tahannn, kaya narapidana antri ransum penjara)
4. Kemacetan yang menjijikkan.
Siap-siaplah anda terbiasa dengan aroma kanvas rem bila anda ngotot berwisata di musim libur nasional, bahkan warga malang dan batu pun  bisa bete dengan kondisi jalan kota mereka di musim liburan.  Walau polisi sudah diterjunkan untuk mengatur lalu lintas namun kemacetan yang menjijikkan tak mampu terelakkan. Perjalanan Malang-Batu dan sebaliknya yang biasanya bisa ditempuh hanya dengan waktu 20 menit saja, pada musim liburan bisa memakan waktu 4-6 jam itupun sudah menggunakan konsep pengalihan arus.  Kondisi jalan yang naik turun dan curam membuat pengemudi harus lihai mengendalikan rem kendaraannya sehingga tak ayal lagi banyak mesin -mesin yang terbakar dan kanvas rem yang haus.
5. Tidak bisa menikmati wisata kuliner.
Nah, bila kita terjebak macet, bagaimana kita bisa menikmati wisata kuliner di kota Malang yang tersehor kecepatannya? Padahal wisata kuliner merupakan pelengkap wisata yang sangat rugi bila kita lewati.
5. Sulit mencari penginapan.
Nah ini yang konyol, bagi wisatawan dari kota yang jauh dan luar pulau, tentu membutuhkan tempat bermalam saat wisata ke kota ini.  Waktu sehari takkan cukup untuk melahap keindahan kota Apel dan kota bunga ini.  Bayangkan bagaimana keruhnya setelah seharian mengelilingi tempat wisata, kemudian terjebak kemacetan panjang lalu areanya tak dapat tempat bermalam.  Sungguh ..sejuta rasanya.

Lalu bagaimana dong caranya biar bisa berlibur asik du saat liburan?

Tips Liburan Asik dan Cantik
1. Rencanakan dari awal keberangkatan anda mulai tanggal, budget yang harus disiapkan, daftar destinasi wisata dan hotel.
2. Pesan hotel jauh hari dan pilihlah hotel di sekitar tempat wisata sehingga anda tidak perlu berkendara tuk menuju lokasi.
3. Persiapkan fisik dan stamina team anda, sebab wisata edukasi yang tersedia cukup menyita waktu dan energi.
4. Isilah perut anda dengan makanan dan minuman yang bergizi sebelum menuju lokasi.
5. Siapkan perlengkapan tempur anda seperti kamera,dompet,payung (bila berwisata di musim hujan) maupun "tongsis"
6. Siapkan bekal di perjalanan bila anda ternyata menginap di lokasi yang jauh dari wahana, agar anda dan team tidak terkena magh akibat terjebak macet
7. Berangkatnya dua jam lebih awal dari jadwal buka loket, agar anda tidak harus antri terlalu lama (lekas masuk lekas keluar)
8.  Selamat berwisata.
0

Kamis, 04 Februari 2016

Senja di bulan Ramadhan,dua tahun lalu, tak sengaja mataku tertumbuk pada sepasang pria wanita berbeda usia yang tampak begitu menarik.  Bukan sang pria yang membuatku tertegun, namun senyum di wajah wanita itu.  Sesaat kami beradu pandang, dia tersenyum ramah padaku meski kami tak saling mengenal.  Entah kenapa hatiku seperti tertaut padanya. Pada senyum manisnya yang penuh kelembutan, pada tawanya, serta semangat yang tampak dari wajahnya yang manis.

Hari itu kali pertama aku berbuka di Masjid Al Qomar di kota Denpasar, dan seperti ada daya tarik yang mengajakku untuk sholat di sana.  Seperti halnya hatiku yang tertaut pada sosok yang membawa keteduhan saat ku pertama melihatnya.
Yuni, nama wanita itu.  Seorang wanita yang mengingatkanku pada seorang sahabat yang sudah kuanggap seperti kakak bagiku. Mungkin itulah yang membuat hatiku langsung klik.  Lewat sebuah perkenalan singkat kami menjalin persahabatan.  Dia memang wanita yang menarik, lembut, periang dan penuh semangat.  Dia menyebarkan aura positif di sekelilingnya.
Lewat sebuah bincang singkat, aku mengetahui bahwa dia menderita penyakit kanker payudara namun entah stadium berapa. Dia hanya bercerita sedikit tentang sakitnya bahwa ia menganggap sakitnya adalah bagian darinya yang juga harus diterima dengan ikhlas dan baik, menempatkan sakitnya bukan sebagai musuh, melainkan sahabat.
Hmm..baru kali ini aku mendengar seseorang yang bahagia menyambut sakit. Tak ada kesedihan sedikitpun di matanya.  Hanya semangat yang terpancar.
Pertemanan kami kian dekat, kami acap bertemu di masjid yang sama dan berbagi semangat. Aku mengajaknya untuk menuliskan apapun.  Berkenalan dengan teman - temanku sesama blogger, serta berbagi cerita.
Kami bahagia, saat suatu hari dia mengatakan bahwa penyakit kanker payudaranya sudah sembuh menurut seorang profesor berinisial W yang membuka praktek di bilangan Jakarta dan selama ini memberikan terapi pengobatan non medis padanya.  Menurut mba Yuni, alat yang menyalurkan gelombang listrik itu telah memberi kesembuhan padanya.
Meski terkejut dan hampir tak percaya, kami sangat bahagia mendengar berita itu.
Rupanya pertemuan itu menjadi kebersamaan kami yang terakhir.  Sejak itu kami tak pernah mendengar kabarnya hampir dua bulan lamanya.  Semua nomornya tak aktif, kami lost contact. Sampai akhirnya suatu hari, rindu itu tak mampu tertahan, rindu pada celoteh riangnya dan semangatnya untuk berbagi. Ada rasa khawatir yang tiba-tiba menjalar, sampai suatu ketika sebuah telpon dari seorang teman membuatku terkejut, ternyata, sang bidadari berhijab itu tengah terbaring lemah tanpa daya sejak dua bulan terakhir.  Kesehatannya memburuk tiba- tiba sejak dua hari setelah kunjungannya ke rumah singgah untuk pasien kanker anak.  Tanpa dia sadari, sel kanker yang dianggapnya telah sembuh sudah bermetase ke seluruh tubuhnya dan menyebabkan rasa sakit tiada tara sampai dia harus memukul kakinya dengan gagang sapu hingga patah.  Betapa dahsyat sakit yang dideritanya, namun aku tak melihat sedikitpun kesedihan dan sesal, di wajahnya yang berubah tirus.  Meski tubuhnya tinggal kulit berbalut tulang dan seluruh paru-larinya dipenuhi cairan, dia masih saja membisikkan kata -kata indah dan penuh motivasi laiknya melodi bidadari.
Hari itu, hari terakhir aku bertemu dengannya.  Dia seolah raib ditelan bumi.  Dia tak ingin membagi sakitnya dengan siapapun. Dia memutuskan silahturahmi setelah sebelumnya pamit akan berobat ke surabaya.
SAHABAT...dimanapun kamu berada..semoga hari ini dan seterusnya Allah selalu bersamamu.
With Love from Bali
Just for You Yuni Aisha
0

Senin, 01 Februari 2016




Kasus kekerasan pada anak kian marak terjadi.  Pelaku bisa berasal dari keluarga sendiri ataupun lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang.  Kemajuan teknologi yang kian canggih, himpitan ekonomi, dan pola asuh yang tidak sesuai nurani menjadi pendorong terjadinya beberapa kasus kekerasan pada anak. Siapa yang harus disalahkan bila itu terjadi? Pelaku-kah?
TIDAK!
Sesungguhnya tanggung jawab terhadap perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya keluarga, melainkan juga seluruh masyarakat.  Siapapun yang melihat, dan mendengar tindak kekerasan pada anak, wajib mengambil tindakan pencegahan hingga pelaporan pada pihak yang berwajib. 
Budaya masyarakat yang sebagian masih berpandangan bahwa mendidik anak yang baik adalah dengan kedisiplinan tinggi, terkadang menimbulkan celah terjadinya tindak kekerasan pada anak bila orangtua salah memahami konteks kata “disiplin”.  Sebagian masih berpendapat bahwa disiplin dan ketegasan dapat ditunjukkan dengan memberi sebuah peringatan keras saat anak melanggar peraturan berulang kali.  Peringatan keras inilah yang acap diwujudkan dengan bentakkan, pukulan dan cubitan pada anak, yang tanpa mereka sadari dapat membuat anak mereka terluka jiwanya maupun fisiknya.
Kisah Engeline, seorang anak yang diadopsi pasangan suami istri, dan kemudian ditemukan dalam keadaan meninggal dan dikubur di halaman rumah, merupakan sebuah bukti lemahnya peran masyarakat sebagai fungsi kontrol dalam perlindungan anak.  Masyarakat yang mengetahui tindak kekerasan terjadi, tak jua mengambil tindakan preventif untuk mencegah ataupun melindungi, dengan alasan tidak memiliki hak terhadap anak tersebut (pihak luar).  Mereka khawatir akan terjadi sebuah perselisihan bila ikut campur dalam masalah tersebut.  Hal ini sudah menjadi budaya sungkan yang telah mengakar pada sebagian besar masyarakat.  Barulah setelah peristiwa terjadi, laporan akan berbondong-bondong muncul.


Kak Seto di sedang menjelaskan tentang Film "Untuk Engeline"


Diskusi Santai Insan Media, bersama Kru Film dan kak Seto


Sesi Foto bersama


Kak Arul dari KabarIndo Memandu Diskusi Menjadi Menarik




Lele Laila, Sineas Muda Berbakat 

Minggu, 31 Januari 2016 kemarin,bertempat di Hotel Harmony Sunset road Kuta Bali, kami para insan media baik online maupun cetak mendapat undangan untuk menghadiri pers conference dan bincang santai bersama seorang pemerhati anak yang cukup melegenda dengan kisah si KOMO-nya.  Beliau adalah Kak Seto, Lelaki yang mengabdikan hidupnya demi anak-anak di manapun berada.  Di usianya yang mulai semakin matang, Kak Seto terlihat masih sangat energik dan segar. Suaranya pun masih terdengar lepas dan merdu saat bernyanyi.  Acara yang diselenggarakan oleh kak Arul seorang blogger dari Koalisi Online Pesona Indonesia atau disingkat KOPI ini, dihadiri juga oleh  kru Film “Untuk Engeline”, dan Ibu Hamidah selaku Ibu kandung dari Engeline.  Sosok ibu yang telah lama merindukan putrinya, namun kemudian dia mendapati kenyataan lewat media bahwa buah hatinya telah menjadi korban tindak pembunuhan dan kekerasan pada anak.
Hati ibu mana yang takkan hancur mendengarnya? Andai dia tahu nasib putrinya akan berakhir seperti ini, tentu dia takkan pernah melepaskan putrinya ke tangan orang lain. Tapi semua tak dapat diulang, Engeline telah pergi dan meninggalkan banyak kepedihan, empati mendalam, serta penyesalan tak putus. Namun di masyrakat masih banyak Engeline yang lain yang harus dilindungi dan diselamatkan.
Kekhawatiran inilah yang kemudian ditangkap oleh seorang sineas muda Lele Laila, untuk mengangkat kisah ini menjadi sebuah film “Base True Story” dengan tujuan memberi peringatan kepada masyarakat tentang tanggungjawab perlindungan anak.  Pada awalnya niat ini disambut baik oleh segenap masyarakat, namun di pertengahan jalan mendapat penolakan dari beberapa pihak salah satunya adalah Gubernur Bali yaitu Made Mangku Prastika karena beberapa alasan, salah satunya adalah proses sidang yang belum selesai.  Hal ini tentu saja membuat bingung ibu Niken Septasari yang bertindak sebagai produser Film “Untuk Engeline” beserta kru film-nya.
Ada apa di balik pro dan kontra pembuatan film “untuk Engeline”?
Benarkah ibu Engeline menjual kisah anaknya untuk uang seperti anggapan yang berkembang di masyarakat?
Ataukah ada pihak –pihak yang bermain, ada kepentingan-kepentingan yang merasa terganggu dengan penayangannya?
Tentu sebuah tuduhan yang keji sekali bila kita mengatakan seorang ibu yang menderita karena kehilangan anaknya telah menjual kisah anaknya demi uang.  Di hadapan kami, Ibu Hamidah menuturkan ungkapan hatinya dengan linangan air mata dan membuat kami yang hadir tak sanggup menahan butir –butir kristal keluar dari sudut mata kami.
“Sungguh!! .Saya tidak pernah menjual anak saya untuk uang.  Saya menyetujui kisah ini difilmkan agar tidak terulang dan menimpa anak lain”
Benar, film ini dapat menjadi monumen peringatan bagi kita untuk tidak melakukan kekerasan pada anak.  Menurut Mas Sony seorang Budayawan yang juga hadir, sebuah film adalah karya sastra dan sudah seharusnya tidak boleh di larang pembuatannya dan  peredarannya, seperti film Arie Hanggara yang pernah tayang dan menjadi salah satu film yang wajib ditonton para orangtua, guru dan pelajar saat itu.
Nah, film besutan Lele Laila ini nantinya diharapkan dapat menjadi tonggak terciptanya Provinsi Ramah Anak yang dicita-citakan oleh Kak Seto.  Penayangan film ini diharapkan dapat membuka mata masyarakat bahwa anak adalah anugrah yang dititipkan Tuhan pada kita untuk dididik dan dilindungi dengan cinta.  Sebab menurut pemerhati anak legendaris ini, upaya perlindungan anak takkan berjalan maksimal tanpa adanya peran masyarakat sebagai fungsi kontrol di lingkungan tempat tinggal.  Kak Seto juga menjelaskan bahwa anak yang dirawat dan dididik penuh cinta, akan tumbuh menjadi anak yang hebat dan membanggakan dan sebaliknya, anak yang dididik dengan kekerasan akan tumbuh menjadi anak yang memiliki temperamen keras dan kasar.  Bila seorang anak dididik dengan keras bisa sukses sebagai manager, mungkin bila dia dididik dengan cinta, dia bisa menjadi seorang presiden yang di cintai rakyatnya.
Untuk mewujudkan itu semua, setiap desa sebaiknya membentuk sebuah satgas perlindungan anak, yang bertugas untuk terus mengawasi agar tidak terjadi tindak kekerasan pada anak seperti kisah Arie Hanggara, maupun kisah Engeline.  Mari kita buka mata masyarakat melalui film “Untuk Engeline”, dukung agar film ini bisa ditayangkan tepat di hari Anak nasional.  Jangan biarkan kejahatan anak terulang!
Save anak indonesia!


0

Total Absen

Pengikut