Jumat, 29 April 2016

"Malam apa nih?" sebuah tanya terlontar di dinding chat group alumni bio 96.  Group paling hiperaktif yang aku ikuti ini, (yang lainnya udah di hapus)  dihuni oleh berbagai profesi mulai IRT kaya aku, pegawai bank, dokter, sekretaris bahkan pengusaha dan para abdi negara.

Kami berasal dari almamater yang sama dan telah terpisah kurang lebih 20 tahun lamanya, namun entah mengapa kebersamaan itu tak pernah pudar pun berkurang.  Rindu dan persahabatan menjadi perekat di antara kami.  Setiap hari ada saja celoteh lucu yang menghibur. Perbincangan seru tentang berbagai topik acap membuat kami terbuai hingga tak sadar kalau jam sudah menunjukkan pukul 24.00 WITA.

Group hiperaktif ini sering mengangkat topik tentang kesehatan, masakan dan kenangan indah masa lalu.  Masa di mana kami masih sama-sama muda, saling mencuri pandang dan bergurau canda.  Zaman kenakalan kami sebagai siswa SMU. Kami juga memberi ruang untuk para member group menawarkan dagangannya sebagai salah satu upaya mendukung perekonomian member. Namun sesi yang terunik adalah sesi di kamis malam.

Tau ngga kenapa?
Entahlah..., bagaimana awalnya.  Setiap malam jumat member selalu mengharap ada kisah misteri yang dihadirkan.  Aku adalah salah satu member yang sering di daulat untuk berbagi kisah.  Tetapi malam ini giliran jatuh pada Bapak Agung @kstariapagi.

Suasana malam yang sepi, ditemani lolongan anjing melengkapi jalannya cerita.  Apalagi malam ini suami sedang berada di Mataram. Hiiiyy... rasanya kian mencekam. Kebayang ngga sih hidup di pulau Bali yang kental dengan suasana mistis, dihiasi dengan lolongan anjing eh ditambah dengan cerita yang serem-serem.

Tapi dasar hoby tetap aka kisah yang mancing bulu roma itu dinanti. Nah, pasti sudah tidak sabar kan? Yuk, ahh ..lanjuut!
Ada yang tau Mall Citra?
Cerita memiliki setting tempat di mall yang menjadi korban kerusuhan Mei 1998.  Konon menurut cerita beberapa orang, di mall ini sering terdengar rintihan,tangisan bahkan teriakan dari gedung tak berpenghuni tersebut.
Pada tahun 1998 Mei sore itu, kami baru saja pulang dari rumah Romo Sandyawan.  Di mana-mana situasi mulai rusuh tak terkendali. Kami pikir keramaian hanya terjadi di pusat kota saja, ternyata saat kami melewati jl. I . GUSTI NGURAH RAI, tampak sekelompok orang melakukan penjarahan pada toko-toko di pinggir jalan. Puluhan orang lalu lalang sambil membawa barang hasil jarahan seolah baru saja ada sale besar-besaran.  Situasi jalan begitu hiruk pikuk. Aku melihat banyak anak kecil berjalan setengah berlari menuju mall citra sementara ibu mereka menunggu pasokan dibluar. Mereka bercengkrama sambil memilih barang-barang yang mereka sukai. Semua terasa seperti pasar.
Mengapa tak ada aparat yang menertibkan?
Selang 20 menit berlalu, entah darimana asal muasalnya  tiba-tiba api berkobar dari dalam mall. Semakin lama semakin besar.  Terdengar teriakan wanita, dan anak-anak yang terjebak dalam kebakaran tersebut.  Tangis kesakitan dan teriakan minta tolong semakin mengiris-iris telinga yang mendengarnya.  Kami hanya bisa menonton tanpa bisa melakukan apapun, sebab semuanya terjadi begitu cepat.  Anak-anak malang tersebut terjebak dalam mall tanpa ada jalan keluar, seolah memang dikondisikan seperti itu. Mobil pemadam kebakaran tak kunjung datang. Mungkin karena situasi jalan yang macet dan crowded telah menghambat perjalanan mereka menuju lokasi. Sekejap saja, ya... Sekejap saja semua musnah dilalap si jago merah.Kami yang tak bisa berbuat apa-apa dipaksa meninggalkan lokasi untuk mempermudah proses evakuasi.  Esok harinya, dari sebuah surat kabar kami membaca berita peristiwa kebakaran yang menimpa mall citra merenggut banyak korban jiwa terutama anak-anak.  Tubuh mereka hangus terbakar dalam kondisi yang mengerikan. 
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Semoga arwah-arwah para korban diterima Allah SWT...batinku lirih penuh kesedihan.  Masih terbayang di mataku bagaimana riangnya anak-anak itu memadankan pakaian yang mereka ambil ke tubuh mereka sambil berkata," lumayan ya mak, bisa buat lebaran nanti"
Ah... semoga saja anak itu bukan salah satu di antara korban terbakar yang mati.

Tujuh tahun berlalu sejak peristiwa itu, saya kembali ke jakarta sebagai seorang jurnalis yang ditugaskan untuk meliput dampak sisa-sisa kerusuhan 1998.  Bersama Ms. Lea dan Dita kami berusaha mengungkap dampak kerusuhan Mei tersebut.  Kebetulan saya kebagian di  wilayah Timur, Ms. Lea dan Dita mengangkat masalah pelanggaran HAM. Saya berjalan menuju bangunan Mall, rupanya selama 7 tahun bangunan ini dibiarkan terbengkalai tanpa ada renovasi.  Rasa penasaran mengusik naluri wartawan saya untuk meresapi konteks yang ada.  Saya pun melakukan siaran live in di sekitar Buaran.  Alhamdulillah segalanya dimudahkan.  Saya dipertemukan dengan beberapa saksi hidup dari kejadian tersebut, serta kejadian-kejadian yang membangunkan bulu roma after peristiwa itu. Tangan saya mulai mencatat setiap detil kejadian, otak dan decoder saya merekam setiap informasi yang saya dapatkan.  Hipotesa awal mulai saya susun untuk diuji.  Begitulah... hari pertama dan kedua saya gunakan untuk mencari dan menggali informasi.  Tak ada satu kejanggalan terjadi saat itu. 
Jarak tempuh dari lokasi ke tempat kos saya yang berdekatan, merangsang insting wartawan saya untuk terjun lebih jauh lagi demi mengungkap misteri ini.  Benarkah ada arwah yang bergentayangan di mall?
Hari ketiga...saya mulai merasakan ada sesuatu, seperti kehadiran sebuah kehidupan lain di bangunan yang masih tersegel yellow line dan dibarikade kawat berduri, jadi mana mungkin ada yang berani tinggal di situ? Batinku dalam hati.  Bulu kudukku merinding.  Hari mulai gelap... perlahan aku merasakan sebuah energi lain di sekelilingku.  Mulai terdengar rintihan wanita dan anak-anak yang kesakitan.  Ada tangisan, ada teriakan minta tolong yang membuat sekujur tubuhku terasa dingin membeku tak mampu beranjak pergi.
Saya berdebat dengan Lea jelinek yang merupakan seorang antropolog tentang kejadian tersebut, namun nuraninya tetap berusaha untuk berpikir logis dan realistis.  Bisa jadi ini adalah peringatan untuk kami kala itu yang memasuki ruang waktu tanpa ijin terlebih dahulu. 
Di hadapan kami hanya tampak dinding-dinding hitam gosong akibat peristiwa kebakaran itu. Bangunan yang tak terawat... rak-rak yang bergelimpangan dan kegelapan yang menyelimuti membuat suasana semakin mistis.  Kami terus menjelajahi sudut demi sudut di lantai satu dan mengambil beberapa jepretan gambar dengan kamera kami, mencoba merekam setiap penampakan. Usai mengambil gambar di Lt.1 kami beranjak ke Lt. 2 . Suasana mencekam semakin terasa.  Kami mengganti kaset kamera kami.  Sejenak hening,  dan tak berapa lama kami mulai mendengar raungan anak kecil yang merasa kesakitan. Raungan minta tolong itu terus menggema ke penjuru ruangan. Tenggorokanku tercekat, serasa kering. "Agh! Apa itu?" tanyaku pada dua rekanku. Kami menyaksikan bayangan -bayangan berkelebat bebas, bukan bayangan hitam atau putih...tapi sosok-sosok manusia yang berlarian berusaha mencari pintu keluar.
"Ya, Tuhan! Tubuh kami terasa bergetar takut.  Kami mulai melantunkan ayat kursi untuk mengusir pandangan buruk ini. Aku berusaha sekuat tenaga untuk lolos dari ini semua. Ms. Lea tampak tak bisa menggerakkan tubuhnya, kami seperti dipertontonkan dimensi waktu yang berjalan mundur.  
Ada tubuh tanpa kepala yang bergerak kian kemari, ada yang tidak lengkap tangannya dan berbagai penampakan lainnya yang membuat kami begitu ketakutan.  Semua berlangsung selama 1 jam sampai akhirnya kami ditolong oleh sekelompok warga yang menemukan motor kami di luar.
Kami diberi wejangan atau lebih tepatnya dimarahi karena masuk tanpa ijin. Kami dianggap melanggar tata krama, sebab bangunan. Ini masih dalam ritual pembersihan.  Ritual itu berlangsung cukup lama.  Sulit sekali membersihkan bangunan ini dari roh-roh yang terperangkap di dalamnya.  Warga tak mengijinkan kami melakukan pengambilan gambar apapun.  Ah, malam itu rasanya kami seperti berada pada kondisi titik koma.

Seminggu setelah itu insting jurnalisku mendorongku untuk kembali.  Kali ini aku membawa temanku yang memiliki indra keenam.  Motor kami sembunyikan agar tidak terlihat warga. Kami memanjat pagar pembatas dan berjalan dari ujung bangunan ASABRI ke belakang menuju ruko-ruko.  Bukan bermaksud sok atau ingin menantang, bukan juga bermaksud membuat berita hantu.  Kami hanya ingin melihat aspek di dalamnya walau jujur ada rasa cemas, deg-deg plash dan takut. Temanku mulai menggelar ritual dengan menyalakan dupa.  Membaca mantra-mantra pengundang. Tetap dengan kondisi siaga dan rasa trauma yang tersisa aku berjaga.  Tak berapa lama... komunikasi mulai tersambung, terdengar racauan dari mulut temanku.  Dalam racauannya dia berkata bahwa banyak jiwa-jiwa yang terperangkap dan ingin dibebaskan.  Anak-anak yang mati secara tidak wajar. Anak-anak itu butuh ketenangan.  Rohnya masih tergantung antara bumi dan langit minta dibebaskan.  Itulah sebabnya mereka sering mengeluarkan suara-suara teriakan minta tolong dan tangis kesakitan. Kami berjanji untuk membantu mereka mencari jalan agar segera dilakukan proses pembersihan.  Setelah pulang dari sana kami menemui pak Ciputra selaku pemilik bangunan tersebut, agar beliau segera melakukan pembersihan dan membuat tempat bermain anak di gedung barunya nanti.  Hingga sekarang masih ada saja pejalan kaki yang melihat sosok misterius di area gedung itu, atau sekedar suara tangisan dan lolong kesakitan.

*diceritakan ulang oleh Sri rahayu

Itulah kisah kamis malam di penghujung bulan April. Nantikan kisah kamis malam lainnya



0

Kamis, 28 April 2016

Hallo selamat pagi...
Akhirnya bisa punya waktu buat corat- coret lagi, setelah beberapa hari disibukkan dengan urusan pengobatan si ragil Favian dengan ADHD nya.
Cukup merasa bersalah sih, kenapa harus telat mendeteksinya, selama ini kami berpikir bahwa anak kami hanya aktif biasa saja normalnya anak kecil, ternyata tidak, semua tanda-tanda mengarah pada ADHD. Untuk ciri ADHD silakan baca artikel Kenali ADHD dan Tangani Sejak Dini.
Kondisi tubuh yang alergi yang diidapnya selama ini ternyata merupakan salah satu gejala ADHD, bukan sekedar warisan genetik dari kedua orangtuanya. Yah ... aku memang memiliki kondisi multiple alergi, salah satunya alergi debu.  Badanku terutama kaki pasti akan langsung gatal-gatal dan ruam merah bila aku lupa memakai kaos kaki untuk melindungi kakiku dari debu tersebut. So, kaos kaki merupakan salah satu bagian penting dalam keseharianku di luar rumah.

Bisa dibayangkan tidak bila kaki kita setiap hari diungkep? Apa tidak bau?
Memang sih, salah satu resiko membalut kaki dengan kaos kaki adalah bau kaki yang tidak sedap, yang diakibatkan tidak adanya sirkulasi udara.  Oleh karenanya pemilihan bahan dan jenis kaos kaki sangat penting dilakukan.  Salah memilih kaos kaki bisa menimbulkan bau kaki yang dapat mengganggu lingkungan kita.  Malu ngga sih saat sedang asik bicara, lawan bicara kita berkata," Ih, bau kaki siapa nih? Loe cantik cantik kok kakinya bau!"
Hiks...rasanya gimana gitu, kaya digampar bolak balik. Nah ... untuk mencegah timbulnya bau kaki kita harus memilih kaos kaki yang tepat, nyaman dan menunjang penampilan.
Ada beberapa tips memilih kaos kaki yang saya terapkan, di antaranya:
1. Pilihlah kaos kaki berbahan cotton agak tebal untuk kegiatan sehari -hari. Bahan cotton dapat menyerap keringat berlebih sehingga kaki terhindar dari bau.
2. Sesuaikan motif kaos kaki dengan busana yang kita pakai, baik warna maupun corak. Kalau saya lebih memilih kaos kaki yang coraknya tidak penuh sehingga bisa dipadu padankan dengan pakaian apapun, salah satunya kaos kaki motif Hena. Jujur sebagai wanita saya suka keindahan sehingga motif pada kaos kaki juga menjadi salah satu dasar dalam pemilihan kaos kaki.
Ini motif-motif kaos kaki pilihan saya

Salah satu kaos kaki yang paling saya sukai adalah kaheci. Selain nyaman dipakai, kaos kaki ini memiliki motif dan corak yang unik. Buat seorang hijaber kaos kaki ini sangat pas sekali untuk menunjang penampilannya.

 Salah satu motif favorit saya adalah bunga

Gimana? Cantik kan?
3.Pilihlah kaos kaki dengan ukuran yang pas dengan ukuran telapak kaki kita. Tujuannya agar bagus dipandang dan nyaman dipakai. Jangan pernah sekalipun melipat ujung kaos kaki, sebab rasanya tidak nyaman dan sakit.
4. Pilihlah kaos kaki yang berbahan dingin.
5. Kaos kaki yang baik adalah kaos kaki yang mampu memberikan perlindungan maksimal pada kaki dari zat-zat berbahaya.
6. Hindari memilih kaos kaki bercorak ramai bila anda menggunakan busana bermotif, sebab kaos kaki ini akan merusak penampilan anda.
7. Hindari memilih kaos kaki dengan corak anak anak, sesuaikan dengan karakter dan usia kita.
8. Pilih kaos kaki dengan panjang sesuai pakaian yang kita kenakan, usahakan tidak ada bagian betis kita terlihat.

Wah, banyak juga ya pertimbangan dalam memilih kaos kaki yang menunjang penampilan emak hijaber kaya saya.  Tapi dimana harus membeli kaos kaki macam itu?

Kalau saya selalu mempercayakan kebutuhan kaos kaki keluarga pada grosir kaos kaki senyum ummi. Selain harganya terjangkau, bahan dan motifnya sangat sesuai dengan selera saya. Penampilan tetap modis dengan aneka kaos kaki yang di tawarkan.  Anak dan suami saya juga pakai loh.  Asiknya lagi toko ini menyediakan berbagai jenis kaos kaki, manset dan sarung tangan dengan harga variatif (ada harga ada rupa). Kepoin aja akun medsosnya, sebab banyak penawaran menarik disana. Kalau mau jadi agennya juga bisa loh. Catat ya akunnya
Web www.senyumummi.com
https://m.facebook.com/Grosir.Kaos.Kaki.Murah.senyumummi/
IG : @senyumummi
Contact person sms/wa/ 0816-1511-4462. DAN 0878-5415-9615
0





            Anak adalah anugrah terindah yang Tuhan berikan pada setiap pasangan menikah.  Kehadirannya merupakan pelengkap sebuah mahligai rumahtangga, pun demikian dengan kami. Kehadiran anak di tengah-tengah kehidupan kami memberi warna tersendiri.  Tentu semua butuh perjuangan, kita harus merawatnya tidak hanya penuh cinta melainkan juga dengan perhatian dan kasih sayang yang tiada habis.  Sebab kita berharap anak tumbuh menjadi pribadi yang sempurna.

            Namun saat harapan  tak sesuai dengan kenyataan, bagaimana cara kita menyikapinya? Akankah kita diam dan saling menyalahkan  kualitas benih yang disemai?  Atau terus menolak dan meratapi kemalangan? Ya, mungkin sebagian orang akan berusaha membantahnya sambil terus menyalahkan diri, namun sebagian yang lain berusaha menerima dan mencari jalan untuk bisa menjadikan keadaan menjadi lebih baik.  Ibarat nasi yang sudah menjadi bubur, kita hanya tinggal memberikan pelengkapnya saja agar bubur tersebut menjadi enak untuk dinikmati. 

            ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah sebuah gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas pada anak.  Biasanya ditandai dengan ganguan prilaku, dimana anak memiliki gerak yang berlebih, tidak bisa diam, ceroboh, dan sulit konsentrasi.  ADHD disebabkan adanya kelainan pada struktur otak dan genetik, gangguan ini bisa ditangani dengan melakukan serangkaian proses mulai dari pemeriksaan, diet yang tepat, pengobatan dan serangkaian terapi prilaku.  50 % penderita ADHD umumnya memiliki orangtua yang juga ADHD.

            ADHD umumnya baru terdeteksi saat usia 3 tahun ke atas di mana anak mulai menunjukkan gerakan-gerakan yang tidak terkontrol, menyukai aneka makanan manis, sering reaktif terhadap suatu kondisi dan sebagainya.  Anak ADHD menurut dokter Trisna merupakan anak-anak yang istimewa, jadi orangtua harus mampu menerima mereka sebagai anugrah.

Secara umum gejala ADHD dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Hiperaktif, yaitu anak terlihat seperti tak pernah kehabisan energi, contohnya adalah
- Sulit bila diminta untuk duduk diam
- Selalu bergerak, berlari dan memanjat
- terlihat selalu gelisah
2.Tidak bisa konsentrasi, yaitu gangguan pemusatan pikiran dengan ciri sebagai berikut:
- Tidak bisa fokus
- Selalu terburu-buru
- Ceroboh
- Sering melupakan barang-barang kecil miliknya di sekolah seperti, pensil, penghapus dsb.
- Umumnya sulit menerima perintah dan menyelesaikan tugas yang diberikan
- Memiliki kebiasaan mengigau saat tidur
3. Impulsif, yaitu kecenderungan untuk bertindak tanpa berpiki denga  ciri:
- Tidak mau antri
- Sering memotong pembicaraan orang
- selalu terburu-buru dalam menjawab pertanyaan
- Mudah sakit hati (perasa)
- Kurang percaya diri
- Mudah bosan
- Sering menentang peraturan

Itulah beberapa ciri anak yang mengidap ADHD, dengan catatan ini Bunda dan ayah bisa mulai mengenali kelainan ini sesegera mungkin agar penangan lebih mudah dilakukan
0

Selasa, 19 April 2016

Family day yihaaa...!

Beberapa waktu lalu kami membuat sebuah kesepakatan bahwa hari minggu adalah family day, sehingga hari itu tak satupun dari kami menjadwalkan acara yang lain. Tujuannya apa sih? Hmm.. sebenarnya ini  disebabkan protesnya anak-anak pada aktivitas kami, mereka merasa tidak nyaman bila harus mengikuti acara demi acara orangtuanya. Oke ada benarnya juga, mungkin mereka merasa tidak nyaman dengan gathering yang rata -rata isinya orang dewasa dan balita, mungkin mereka mulai merasa butuh privasi dan kami pun setuju memberikan itu.  Hasilnya tentu saja sangat menyenangkan, kami jadi selalu ingat bahwa ada hak-hak anak atas kami yang tidak boleh kami abaikan. Mulai saat itu kami menetapkan bahwa hari minggu adalah family day bagi kami. Yes!

Nah sekarang tinggal merencanakan bagaimana mengisi family day dengan kegiatan yang bisa membuat mereka senang.  Salah satunya adalah dengan berwisata. Minggu ini kami memilih pantai Perasi sebagai destinasi wisata kami.
Pantai perasi atau lebih dikenal dengan nama pantai virgin terletak di daerah perasi Karangasem Bali. Pantai yang terletak di pesisir timur pulau Bali ini merupakan pantai yang masih asli belum tersentuh pembangunan.  Warung-warung makannya sangat sederhana dan belum memiliki resort yang memadai. Semua masih asri.
Lokasi Pantai Perasi

Untuk menuju lokasi ini kita harus menempuh perjalanan darat dengan mobil selama 2 jam dari kota Denpasar. Sampailah kita pada pintu masuk dan kita hanya dikenakan biaya tiket sejumlah Rp.5.000/ kepala. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 100 m dengan medan makadam (lumayan olahraga). Sepanjang jalan menurun itu anda dapat menyaksikan benda hitam menggantung di atas pohon yang digunakan untuk mengumpulkan madu hutan oleh para penduduk di wilayah tersebut.
Tiket masuk

Jalan makadam menuju pantai


Inilah Keindahannya (Abaikan Modelnya)

Payung Berwarna warni Menambah Keindahan Pantai

Setelah berjalan kurang lebih 10 menit kita akan menyaksikan keindahan pantai Perasi yang bersih dengan airnya yang begitu jernih dan ombaknya yang tidak terlalu tinggi. Hmmm.. langsung deh hasrat main air muncul.
Di tepi pantai dapat kita jumpai payung dan dipan lipat yang bisa kita sewa untuk berjemur dengan harga 50rb saja sepuasnya. Anda juga bisa menikmati segarnya kelapa muda dengan membayar 20rb rupiah.
Bibir Pantai Yang Landai Tampak dari Pantai


Bermain Air

Indahnya pantai ini. Gugusan pulau di tengah laut menambah keindahan panorama pantai. Bila anda suka berperahu, anda bisa menikmati wisata laut dengan berkeliling di lautan menuju pulau yang ada di tengah laut dengan biaya 300rb.
Satu yang disayangkan adalah tarif bilas atau kamar mandi sangat mahal Rp.10.000/ orang/ penggunaan.  Wow...kalau satu keluarga udah berapa yaa?
Tak apalah, yang penting anak-anak senang dan liburan pun ceria.

Setelah tiga jam bermain air, kami pun beranjak pulang, sebab hari mulai gelap dab perjalanan menuju kosan cukup memakan waktu panjang.
Perjalanan pulang lebih lama karena kami terjebak kemacetan. Akhirnya kami pun singgah sejenak ke warung coto makasar dan menikmati semangkuk coto hangat lengkap dengan ketupat dan teh hangat.
Hari yang melelahkan dan menyenangkan.

 Kemacetan yang menghadang

Nikmatnya semangkuk coto hangat
0

Sabtu, 16 April 2016

Selamat malam sahabat, apa kabar?

Beberapa hari ini inet trouble terus sehingga aktivitas menulis sedikit terhambat. Bisa dibayangkan betenya kan? Apalagi kalau saat itu terjadi kita saya lagi butuh terapi jiwa, beuhhh.... jengkelnya ampyuunnn...untung tidak kubanting laptop ini (hehehe..jangan dong, laptopkan mahal Boo!).  Menulis bagiku memang lebih karena hobi dan salah satu bentuk terapi jiwa saat galau, daripada menuhin wall dengan umpatan, lebih baik menulis tuk menyalurkan semua emosi menjadi sebuah karya yang indah.

Hobi menulis membawa saya berkenalan dengan para tokoh hebat yang banyak menginspirasi saya, mulai dari kalangan bawah hingga public figure.  Perjumpaan yang terkadang singkat pun memberi aura positif bagi saya untuk terus maju dan berkarya.  Satu di antara mereka yang menjadi inspirasi saya menulis  adalah seorang wanita pejuang FLP, namanya Naqiyyah Syam.  Saya mengenalnya 4 tahun lalu di sebuah komunitas menulis yang menjadi awal kegiatan tulis menulis saya.  Tulisan dan status-statusnya merupakan bacaan yang rutin saya konsumsi setiap hari kala itu.  Hati saya terus bertanya, bagaimana cara dia menulis semua itu, mendapatkan ide menulis yang sepertinya tak pernah ada habisnya. Sayapun mencoba mengenalnya lebih jauh lewat sekedar sapa salam ringan dan saling komentar di status masing-masing, sehingga perkenalan pun terjadi.

Wanita kelahiran Jambi, 17 Juli 1980 silam ini dibesarkan di Bengkulu dan memulai karir menulisnya sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.  Keren kannn.... masih SD sudah punya hobi yang positif, kalau saya mah zaman begitu hobinya main lompat tali wkwkwkk.  Emang pantes lah kalau ibu dari Faris, Fatih dan Aisyah ini menjadi sumber inspirasi saya.  Wanita yang menikah dengan Ahmad Suryanto ini memulai karir menulis secara profesional sejak di bangku kuliah dan menjadi salah satu wartawan kampus yang bertugas meliput berita apapun.

Mba Naqiyyah ini meski lebih muda dari saya, dia merupakan senior saya dalam menulis loh.  Buku dan tulisannya banyak beredar di jagad perbukuan nasional dan media cetak maupun online.  Yang membuat saya terkejut adalah wanita ini memiliki nama yang sama dengan saya, "Sri rahayu".  WOW! Rasanya sesuatu banget saat itu.

Banyak hal yang saya pelajari dari wanita yang diberi sebutan Ratu Antologi ini.  Eh, kenapa kok disebut Ratu Antologi? Makanan apa itu antologi?

Antologi adalah sebuah kumpulan tulisan dari berbagai pengarang yang kemudian dijadikan satu dan diterbitakn bersama dalam satu judul.  Biasanya kisah - kisah nya memiliki tema yang sama.  Nah, mba Naqiyyah ini saat itu hobi banget ikut ambil bagian dalam proyek -proyek penyusunan buku antologi saat itu, sehingga namanya banyak mewarnai dunia perbukuan antologi, satu di antaranya berjudul Pengantin- Pengantin Al Quds terbitan Pro U 2011.





 Naqiyyah dan Buku Karyanya

Satu yang menarik adalah buku yang bertema tentang poligami (Gado-gado Poligami). Hehehe... bahasan poligami memang selalu menjadi topik yang tak ada habisnya, selalu seru dan menguras emosi. Bahkan terkadang diskusi tema poligami menjadi sebuah perdebatan yang panas dan tak berujung. Penasaran ya, apa sih yang ditulis mba Naqiyyah dalam buku Gado-gado poligami?  Yuk, kita hubungi dia dan korek abis segala hal tentang alasan dia menulis kisah itu lewat sapa salam via inbox.  Jangan khawatir, kembaran saya ini sangat ramah kok, meski terkadang sering berapi-api kalau bicara. atau contact aja ke 085273656432 (telegram).

Selain menelurkan 100 buku antologi, wanita yang pernah berprofesi sebagai guru ini juga memiliki berbagai prestasi, di antaranya;
  1. Juara 3 Lomba Cerpen Islami FLP se Propinsi Bengkulu (2001)
  2. Juara 2 Lomba Menulis Cerpen HIMIKOM (2001)
  3. Juara 2 Lomba menulis Cerpen FOSI (2002)
  4. Juara 3 Lomba Essay Faperta UNIB (2002)
  5. Juara 2 Lomba Menulis Cerpen FLP wilayah Lampung
  6. Juara 3 Esai Kepemudaan Menpora (2010)
  7. Juara Harapan Menulis Resensi Penerbit Indiva (2013)
Wow! keren banget kan prestasinya?  Belum lagi prestasi nge-blognya wuihh...inspiring banget kan?  Meski kami memiliki nama yang sama, tapi saya mah apa tuhh..beda hoky.  Untuk lebih jelasnya kepoin yuk blognya Naqiyyah

Nah selain menulis, wanita ini juga merupakan ibu rumahtangga yang sangat peduli dengan anak-anak.  Beberapa tulisannya mengangkat tentang dunia anak dan tips- tips seputar pengalaman merawat buah hatinya.  Salah satu tipsnya adalah tentang MPASI ( baca di http://www.naqiyyahsyam.com/2016/01/mpasi-1-tahun-bola-tempe.html).

Satu hal lain yang saya kagumi dari si Pejuang Literasi ini adalah dia komitment untuk memajukan dunia tuli menulis, dia juga menyebarkan virus menulis kepada siapa saja bersama teman-temannya di FLP, contohnya dengan membuat sebuah perpustakaan keliling seperti gambar di bawah ini

 

Keren kan?
 Eh tapi ternyata wanita keren ini sangat takut sama binatang yang namanya ULAR, widiwww.. kalau ini mah saya juga takut, meski tidak sampai parah seperti mba Naqiyy yang melihat gambarnya saja sudah merinding. Pokoknya aku padamu deh mba... asal jangan galak- galak ya (takut ah ma mantan aktivis nih hihihi).

Penasaran dengan wanita inspiratif ini? yuk kepoin semua akun sosial medianya

Twitter :@Naqiyyah_syam
IG : @naqiyyahsyam
Email : naqiyyah_syam@yahoo.co.id
FB  :https://www.facebook.com/naqiyyah.syam?fref=ts

0

Selasa, 12 April 2016

Hingga saat ini Bali masihmenjadi primadona wisata di negeri ini.  Keindahan pulau berbentuk ubur-ubur ini tak dapat disanggah.  Kian hari jumlah wisatawan domestik kian bertambah seiring semakin meningkatnya jumlah fasilitas ibadah, rumah makan dan penginapan murah.
Dahulu saat akan memutuskan berwisata ke Bali, biasanya kami akan mempertimbangkan masak masak.  Sebab sebagai muslim kami harus menjaga betul segala makanan yang masuk ke perut kami, padahal kita semua tahu bahwa saat itu untuk mencari menu yang halal di bali sangat sulit, apalagi menu yang halal dan bebas MSG.
Kebetulan kami adalah keluarga yang sangat sensitif terhadap MSG.  Jika memakan menu ber MSG, bisa dipastikan kami langsung mengalami gangguan tenggorokan, radang dan panas dalam. Terlebih lagi bungsuku yang sangat sensitif.  Nah..ngga enak dong kalau pulang wisata malah opname...

Untuk mensiasatinya kami selalu membawa peralatan tempurku sendiri termasuk kompor dan kerabatnya, perbekalan dan gas kaleng. Meski terkadang repot juga sih...hehehe.

Namun kini untuk perjalanan ke wilayah Tabanan kami tidak perlu khawatir, sebab ada sebuah kedai ayam cepat saji yang halal dan bebas MSG.  Rasanya cukup nikmat dan varian menu cukup beragam, dengan harga yang sangat terjangkau. Mau tau kan???

Namanya Goerge Fried chicken.  Warung cepat saji milik mba Riena Rasta ini memiliki 3 cabang di Bali. Servis yang ramah dari pelayannya membuat saya senang untuk datang dan menikmati menu menu yang ditawarkan.
Pokoknya insya Allah aman


0

Senin, 11 April 2016

Karena cinta puisi ini tercipta. Kemarin seorang sahabat berkata..,"bisakah mba membuatkan ku sebuah puisi tentangku?"

Sedikit ternganga aku dibuatnya dengan permintaan itu...siapalah aku? Bukan pujangga pun sastrawan yang pandai merangkai kata.  Paling banter hanya ungkapkan rasa lewat gemulai pena bermakna. Ada rasa khawatir puisi ini akan menuai kecewa, sebab jalinan kata yang tak terangkai sempurna.

Namun biarlah diri ini mencoba demi cinta. Demi persahabatan yang terjalin indah tiada tara, agar kau tau bagaimana aku menggambarkan dirimu di antara larik kata, mengenangmu sebagai sosok nan perkasa.

Sahabatku sayang, ku tau beban hidup demikian berat kau rasa, meski senyum tetap saja  mengembang sempurna dalam raut wajahmu yang kian dewasa.  Namun aku percaya hatimu sekuat baja, semangatmu  sekokoh karang di lautan, layaknya  pohon kelapa dirimu menebar manfaat di setiap asa yang terpendam di hati para survivor kanker.

Kisahmu adalah tentang rindu dan cinta
Kekuatan yang dahsyat tiada tara
Keteguhan seorang pejuang berhati baja
Ketika harap tak lagi sempurna.

Namun percayalah ...
Suatu saat nanti mimpi pasti kau raih
Entah di sini atau di nirwana nanti
Gelapmu kan hilang disambut mentari pagi



KARENA CINTA

Karena cinta aku lahir
Arungi dunia fana lagi getir
Pahit manis hidup kujalani tegar
Karena cintaku yang telah mengakar

Demi cinta aku ada
Meski nyeri melanda dalam ribuan siksa
Kan kuhadapi hempasan badai yang mendera
Untukmu, Lutfi, Raysa dan Arya


Sakit dan derita takkan membuatku gundah gulana
Sebab kupercaya pada Dia yang kupuja
Yakin kisah kan tercipta indah pada akhirnya
Mengantarku menuju sebuah nirwana

Jika saatnya nanti aku tiada
Temukan aku dalam larik dan bahasa
Sebab jiwaku kan selalu ada
Dalam setiap gores pena yang tercipta

Hidupku adalah kisah dan rindu,
bila suatu saat nanti aku bertemu diriMu disana,
aku katakan tak gentar dgn sakit ini, karena aku bersamaMu,
hadapi semua suka dan duka, menanti dalam rindu tak bertepi....love you
0

Kamis, 07 April 2016

Jejak kehidupan tak selalu indah dikenang, ada tawa canda juga air mata tertumpah. Seperti halnya hidupku dan hidupmu. Saat letih melanda, berhentilah sejenak tuk sekedar membuang penat dan mencari sebuah sandaran. Memandangi setiap kelokan yang telah dilalui, memandang jalan setapak yang terbentang di hadapan.
Di sebuah persimpangan jalan aku tertegun, bertanya dalam hati kemanakah kaki ini harus melangkah








0

Selasa, 05 April 2016


"Apaan sih? Masa kamu ngga bisa ambil sikap tegas!" teriakku pada pria gembul yang berdiri di depanku.
"Sabarlah...bukan begitu maksudku. Tak semua hal harus disikapi dengan emosi" jawabnya sok diplomatis. Seperti biasa perdebatan kami acap terjadi dan berlalu dalam sekejap. Meski aku ditakdirkan untuk mendampinginya melakukan tugas-tugas negara setiap waktu, tapi tetap saja riak kecil sering terjadi.
Ah, aku dan si bonar memang partner yang antik di mata teman-teman.  Sejenak berkelahi, namun tak lama kemudian sudah seperti Mimi lan Mintuno dalam menjalani aktivitas.
Sosok Bonar si orang Medan yang lama tinggal di Aceh membuat dia seperti galau dalam menunjukkan jatidiri.  Entah mana yang lebih dominan antara darah Medan nya atau darah Aceh nya.  Namun bila kulihat bentuk tulang wajahnya...tak dapat dibantah bahwa si Bonar adalah orang Medan asli.
Kedekatan kami acap membuat orang berbisik-bisik, seolah ada udang di balik lumpia...aw...aw..enak dong hahaha.

Tak jarang canda nakal pun dihembuskan oleh teman - teman satu perjuangan kala itu. Gosip nakal yang mengatakan aku adalah istri Bang Bonar pun mulai tak dapat di bendung.  Pasukan kompor dan kipas pun seolah senang mendapat mangsa.  Sementara kami santai mengikuti angin berhembus. Kadang kami pun iseng ngerjain balik para pasukan kipas dan kompor, bertindak seolah ada hubungan istimewa di antara kedekatan kami sebagai presiden dan sekertaris jendral Badan Eksekutif Mahasiswa saat itu. Bagai dua orang aktor yang sedang bermain peran di atas panggung, atau aku mengistilahkannya dengan kegilaan.

Sapa mesra dan panggilan sayang di telpon acap terlontar, bahkan terkadang kami sengaja mengeraskan volume suara agar teman satu kos mendengar kegilaan kami.
Ah..Bonar..Bonar, kau memang sahabat yang unik.
Sampai suatu ketika, saat Bang Bonar Jatuh cinta pada sesosok  gadis yang sangat dekat denganku, tanya pun hadir. Gadis  periang yang memiliki nama panggilan yang sama denganku, menghampiriku dengan rasa was-was di hatinya.  Ada rona cemburu kutangkap di wajahnya.
" Hei..hei..ada apa adik manis? Kenapa wajahmu tampak bingung seperti itu?" Tanyaku sambil menatap wajah sang gadis

"Mbak... bolehkah aku bertanya padamu?" tanyanya dengan penuh kehati-hatian dan terbata.

"Ada apa pula denganmu? Tanyalah saja...bila kutau jawabnya, pasti kan kujawab jujur.

"Mba...benarkah kamu pernah dekat dengan bang Bonar? Apakah kalian pernah berpacaran?"

"Hua..ha.ha.ha...kamu dapat gosip dari mana pula itu?" tanyaku terbahak.  Sambil geleng kepala aku terus saja terpingkal sambil memegangi perutku yang seperti dikocok.

Tapi tawaku seketika terhenti saat kulihat wajah itu tertunduk. Hmm...kupegang pundaknya.
"Maaf..tapi pertanyaanmu sungguh membuatku tergelitik.  Aku tak ada hubungan apa-apa dengan Bang Bonar.  Hanya kedekatan antara partner kerja saja, bahkan mungkin sedikitpun tak pernah terlintas di benak kami untuk saling tertarik" tuturku.

"Sungguh mba?" tanyanya dengan mata berbinar. Dia pun bercerita bahwa sesungguhnya dia dan Bonar sedang merajut kisah asmara... dan dia tak ingin berselisih denganku.

Bonar...Bonar! Bisanya kau sembunyikan kabar bahagia ini dariku.  Gadis yang menganggapku sebagai kakaknya kini menjadi pacar dari sahabatku Bonar.

Yah, aku pun tak tau mengapa setiap berbincang dengannya kegilaan muncul. Candaku seolah gayung bersambut, ceria dan mengalir begitu saja  tanpa ada rasa yang bermain. Aku merasa dukaku hilang saat berbincang dengannya. Sejak itu aku tak hanya memiliki Bonar sebagai sahabatku, tetapi juga Adela.

Kini setelah 15 tahun berlalu, dan kami telah terpisah jarak dan waktu, kedekatan itu masih tetap ada.  Sesekali aku dan Bonar  masih saling sapa dan kumat bersama meski lebih tertata...sebab kini kami bukan lagi gadis dan jejaka...kami adalah sosok pria dan wanita matang yang masing -masing telah memiliki perahu dan nahkoda. Canda dan tegur sapa pun lebih sopan dan tertata meski tak dapat dihindari untuk cekakak bersama.



Kisah cinta Bonar dan Adela yang kandas di tahun-tahun terakhir masa studi Bonar, rupanya menimbulkan jarak di antara mereka. Aku seolah jembatan di antara keduanya.
Sementara persahabatanku dan Adela kian semakin dekat. Kami dipertemukan kembali setelah 15 tahun berpisah dan kembali merajut silahturahmi indah, hanya saja... kini tak bisa sebebas dan selugas dulu. Ada hati yang harus kami jaga dan lindungi agar tidak terluka.

"Cit,...hatiku sedih. Kalau tau dia akan seperti ini... aku takkan pernah melepasnya pergi. Aku takkan membiarkannya melewati sakitnya sendiri.  Aku akan membawanya berobat hingga ia sembuh!" tutur Bonar dari line telpon miliknya.

Aku hanya bisa merenungi...tak ada manusia yang bisa menduga masa depannya, pun demikian dengan Adela.  Dia tak pernah mengira bahwa dia akan bersahabat dengan kanker, sebuah mesin pembunuh nomer satu di dunia.  Dia tak pernah mengira akan menjalani usia paruh bayanya di atas ranjang dan menghabiskan sisa usianya dengan sebuah harapan

"HOPE"

Masih ada harapan yang kau punya sahabatku.  Kupercaya liku hidup akan membuatmu semakin tangguh, semakin berjiwa besar dan semakin menebar kebaikan. Sebab di mataku, selalu terpancar sebuah harapan untukmu entah hari ini, esok atau lusa. Sama seperti bang Bonar dan aku yang juga harus menjalani lika liku hidup yang tak mudah. Kehancuran mahligai pernikahan Bonar tak membuatnya larut dalam keputus asaan.. pun begitu denganku sebab antara aku, kamu dan dia ada sebuah persahabatan yang indah yang melahirkan doa -doa terbaik meski kita tak harus bertatap muka.  Doa dari aku, kamu dan dia untuk kebahagiaan kita semua.

Jangan ada lagi airmata  ... dan hapuslah semua duka... badai pasti akan berlalu.  Bidukmu akan sampai pada sebuah dermaga yang indah.  Suatu saat kita akan dipersatukan kembali sebagai sebuah keluarga dalam indahnya jalinan silahturahmi.

0

Sabtu, 02 April 2016



Bikin yang seger seger di weekend ini
Stup Buah Naga

Bahan :
100 gr buah naga(potong dadu)
100 gr buah apel (potong dadu)
1 buah kiwi (iris -iris)
1 genggam daun mint
100 gr  kolang - kaling
100 pepaya (potong dadu)
250 gr es batu
150 ml sirup gula
1500 ml air
SKM
Cara membuat 
1. Potong -potong semua buah dan kolang kaling lalu tempatkan dalam wadah mangkuk besar khusus coktail .
2. Tuangkan sirup gula, air dan daun mint. Aduk hingga tercampur rata
3. Siapkan gelas -gelas saji lalu isi masing -masing gelas dengan 2 sdm susu kental manis.
4. Masukkan beberapa butir es batu ke dalam gelas berisi susu
5. Tata buah coktail bergantian, pertama buah naga, kolangkaling, pepaya, apel, daun mint dan terakhir nata de coco
6. Isi dengan kuah coktail hingga penuh, sajikan.

Nikmati weekend anda dengan kesejukan dan warna -warni buah.
0

Total Absen

Pengikut