Kamis, 31 Maret 2016


Siapa suka telur?
Biasanya anda mengolahnya menjadi menu apa ya?
Hmm...dua jagoanku punya selera berbeda dengan telur, si ragil menyukai telur apa adanya, sementara si sulung hanya menyukai putihnya saja.  Untuk mensiasati perbedaan itu minggu kemarin saya mengolahnya menjadi omelet daging asap, kebetulan ada stok daging asap yang belum dimasak.
Bahan-nya

4 butir telur
1 ikat daun kucai
5 lembar smookedbeef (gulung, lalu iris iris)
2 siung bawang putih (cincang halus)
1/3 sdt merica bubuk
1/3 sdt garam
1 sdt margarin
Cara membuat
1. Pecahkan telur dan tuang ke dalam mangkuk
2. Masukkan bumbu (merica, bawang dan garam), daun kucai dan daging asap.
3. Kocok telur dan pelengkapnya hingga menyatu sempurna
4. Panaskan fry pan dan beri margarin.  Tuang adonan telur yang telah dikocok ke dalam fry pan lalu masak hingga matang.  Angkat dan sajikan dalam piring bersama saus sambal

Untuk 5 potong
Nah, it's so simple food.  Selamat Mencoba
0


Saat seorang wanita menikah, maka di pundaknya dia menyandang tugas yang boleh dikatakan tidak mudah namun diganjar surga bila dia mampu menjalaninya, apakah itu? Ya,...tugas itu adalah menjadi "IBU" dan menjadi "RATU" di rumahnya.  Belum lagi saat wanita itu juga memiliki aktivitas lain baik di luar rumah maupun di dalam rumah.  Tidak bisa dibayangkan betapa luar biasanya seorang wanita, mungkinkah ada wanita sekuat itu?  Jawabannya banyak!  Namun mungkin yang berprestasi di tengah segudang aktivitasnya sebagai ibu dan istri bisa dihitung jari. Salah satunya adalah wanita bernama Ernawati Lilys, seorang wanita yang menasbihkan dirinya sebagai momwriter, mompreneur dan blogger.

Kasak - kusuk cantik tentang dirinya yang dihembuskan para blogger membuat saya tertarik ingin mengenalnya lebih jauh. Lewat sebuah group Blogger Perempuan saya berhasil menghubungi wanita yang ramah dan inspiratif ini. Wanita dengan dua anak balita yang salah satunya sedang aktif-aktifnya bergerak dan bertanya ini itu, sementara satunya lagi masih sangat kecil.  Wow..bisa dibayangkan repotnya ya?  Mungkin kalau aku ada di posisinya tubuh ini takkan kuat menjalaninya, kapan bisa punya Me Time?

Ah, ternyata tidak!  Wanita yang pernah menjalani hidup sebagai mahasiswa, karyawan dan istri pada saat bersamaan ini ternyata tetap dapat menikmati Me Time di sela-sela kesibukannya.  Wuih ..jadi penasaran ingin mengorek lebih jauh lagi.  Tau ngga, kalau wanita yang memiliki nama pena lisojungchan memiliki portofolio dalam dunia tulis menulis yang cukup mencengangkan.  Selain menulis di blog, mba Erna demikian aku memanggilnya juga menulis ratusan artikel di beberapa media online dan media cetak. wanita ini juga telah menerbitkan banyak buku, di antaranya Kuliah VS Kuli-ah.  Buku ini terinspirasi dari kejadian yang dia lalui saat menjadi seorang mahasiswa yang bekerja di sela -sela waktunya, tentang suka dukanya menjalani kuliah sambil kerja.  Sebagian besar tulisannya dia dapatkan melalui hasil pengamatannya yang jeli terhadap keseharianya dan berita - berita yang sedang menjadi trendingtopic.
Selain itu, mba Erna juga beberapa kali mengulas tentang resep-resep kuliner yang lezat, salah satunya adalah resep Onigiri yang dimuat dalam majalan Potret Edisi Januari 2015, Resep Bakso Tempe di IlmuNutrisi, Resep Donut Kentang serta resep -resep lainya.  Ikut penasaran juga? kepo-in aja blognya di www.ernawatililys.com. Baca juga.

Bunda dari Fatih ini merupakan alumni dari satra Jepang, hmm bisa dibayangkan ya kemampuannya menterjemah.  Kerennya lagi, emak blogger ini pernah menjuarai Lomba Cerita Mini FLP Saudi Arabia.  Ih... bikin makin takjub.  Saat beberapa wanita galau dengan kejenuhannya sebagai IRT, mba Erna ini justru membuktikan bahwa jadi IRT bukan mimpi buruk!  banyak hal yang bisa kita lakukan untuk eksistensi diri, yang penting enjoy. Jadi siapa bilang jadi IRT itu membosankan?  Kayanya tergantung cara pandang kita dan cara kita melaluinya, betul ngga? Contohnya mba Erna ini.

Sebagai penulis freelance, ibu dua anak ini juga begitu perhatian pada dunia anak, salah satu bentuk kepeduliannya adalah dengan terbitnya buku solo pertamanya yang berjudul Cerita Seru dan fakta Unik Tentang Burung.  Buku ini lahir dilatarbelakangi kebiasaannya membacakan cerita untuk buah hatinya.  Anak-anak bisa memetik hikmah dari cerita yang tertulis di buku ini.  Selain itu buku ini juga dilengkapi dengan lembar untuk mewarnai sehingga sangat cocok buat anda yang punya anak balita.  Keren abiss deh bukunya.



Oh iya, ada hal menarik dari mba Erna ini yang membuat saya salut, yaitu prinsipnya untuk tidak pacaran!  Mba Erna sejak gadis memiliki orientasi membangun keluarga sakinah  bukan untuk pacaran sesaat, bahkan ceritanya waktu itu dia pernah diminta seorang seniornya untuk menjadi pacarnya, tapi karena prinsipnya itu maka dia menolaknya,  tapi siapa yang mengira penolakannya membuat sang senior bersedih dan menangis.  Akhirnya dia pun mengajak seniornya untuk menikahinya dan apa jawabannya??  sang seniorpun menolak sambil mundur teratur. wkwkwk... Tapi memang bener kata mba Erna, bahwa lelaki yang baik adalah lelaki yang berani meminta restu pada ayah kita untuk menikah.  Wuihh keren ya prinsipnya, meski banyak lelaki yang menyukainya dan mengajaknya pacaran dia bisa memegang teguh prinsipnya,..ih saya mah apa atuh dibanding mba Erna.  Jadi cocok kiranya kalau dia pegang prinsip Jomblo Sampai halal.

Wanita yang sangat hobi menulis menghabiskan waktu luangnya dengan menulis.  Kesibukannya sebagai IRT tak pernah membuatnya berhenti menulis dan merajut impiannya. Apa ya tipsnya?  Kata mba Erna tips utamanya adalah pandai membagi waktu.  Nah tips ini bener-bener teruji saat dia menjalani kehamilan anak pertamanya,  saat dia masih menjalani kehidupan sebagai karyawati sebuah perusahaan elektronik, menjadi istri, sekaligus menjadi mahasiswa.  Beliau harus bangun pagi-pagi untuk berangkat ke kantor, lalu pulang ke rumah untuk membersihkan badan dan memasak buat suami tercinta, lalu cap cus ke kampus.  Bahkan tidak jarang mba Erna terpaksa harus makan di kampus karena berlomba dengan waktu, dan sepulang dari kampus sebagaimana seorang istri dia melakukan tugas rumahtangga, baru deh istirahat.  Semua rutinitas dia jalani dengan senang, itu sebabnya dia merasa tak pernah jenuh dengan aktivitasnya.  Setiap kali mulai timbul tanda kejenuhan, mba Erna langsung menuangkan waktunya untuk menulis.  Keren kan tipsnya?

Bagaimana Saat Sudah Memiliki Anak?
Apa mungkin menulis di antara kesibukan sebagai ibu dengan dua anak yang masih kecil dan sedang aktif-aktifnya?  Bisa!  Mba Erna acap melibatkan anaknya saat menulis, selain untuk mengenalkan dunianya pada sang anak, mba Erna juga tidak ingin aktivitas menulisnya membuatnya mengabaikan anak-anaknya.  Jadi saat anaknya sedang rewel, dia akan tinggalkan aktivitas menulisnya dan mulai bermain bersama anak -anak sampai mereka tertidur, barulah dia bisa menulis setelah anak-anaknya tidur.  Ow..ow..ow... T.O.P B.G.T bangettt deh ibu ini.

Jadi, kalau kita terapin tips nya mba Erna dan menikmati aktivitas IRT dengan enjoy maka kehidupan IRT bukan mimpi buruk, justru sebaliknya penuh tantangan dan mengesankan

Nah buat yang baca tulisan ini dan makin penasaran dengan sosoknya, kunjungi aja blognya, IG, dan twitternya di bawah ini:

IG dan twitter @ernawatililys
FB :ERnawati Lilys


0

Senin, 28 Maret 2016


Cuciwis?
Apa sih itu, namanya aneh banget!" ucap selingkuh kemarin.  Yah, memang kemarin aku membuatkan sayur cuciwis teri untuk makan pagi kami.  Entah kenapa hari itu aku kangen banget dengan sayur ini.  Selain nikmat dan crunchy, cara mengolahnya mudah dan cepat, so cocok banget buat aku yang sedang males ribet beberapa hari ini.

Eh..tapi siapa mengira, ternyata si cuciwis ini bikin kedua jagoanku jadi ceriwis. Ada saja komplain dia dengan si mungil nan lezat ini.
So far  sih rasanya lezatt bangett dan sehat loh, apalagi dipadu dengan teri medan asin dan cabai hijau, oooowh....mantap.  Tapi justru saking renyahnya, dan nuansa pedasnya itu, membuat dua lelaki kecilku komplain, walaupun akhirnya tetap dimakan juga hihihi. Kalau suamiku senang banget dimasakin sayur ini.  Sebagai pendampingnya, aku membuatkan Omelet Daging Asap.

Eh..eh..Aku lupa mengenalkan tentang si cuciwis ini ya? Cuciwis ini mungkin lebih dikenal dengan kol mini, nama ilmiahnya  Brasica oleraceae.  Merupakan sayuran daun yang mempunyai kandungan serat cukup tinggi dan citarasa yang crunchy. Masyarakat Eropa  mengenalnya dengan nama Brussel sprout.
Nah ini penampakkan dari cuciwis (gambar pinjam di sini

Sayuran ini sangat mudah mengolahnya, cukup di tumis, atau cah sudah dapat dinikmati dengan lezat.  Hanya memang si cuciwis ini mudah sekali bikin orang ceriwis, kalau bukan karena renyahnya pasti karena lezatnya sehingga satu porsi tidak cukup untuk orang dua.

Nah kemarin saya mengolahnya  menjadi oseng cuciwis teri pedas. Nikmat loh..
Bahan-bahannya mudah di dapatkan:
3 bungkus cuciwis
50 gara teri medan goreng
2 siung bawang putih
4 buah cabai hijau
Garam dan merica sesuai selera
1 sdm minyak goreng

Cara membuat:
1. Cuci bersih  semua sayuran dan bumbu
2. Panaskan wajan  dan tuangkan minyak goreng.
3. Tumis bawang putih dan cabai hingga harum
4. Tuangkan cuciwis ke dalam wajan lalu aduk aduk
5. Tambahkan  50 ml air
6.Lalu taburkan teri medan goreng. Aduk terus hingga cuciwis sedikit layu.
7. Angkat dan sajikan

Cuciwis teri cabai hijau siap anda santap.
0

Sabtu, 26 Maret 2016


Kalau tadi saya posting ikan pari asap masak sambal lu'at, maka kali ini masih menggunakan bahan yang sama saya akan mengajak anda membuat ikan pari asap masak kucai

Resepnya sangat mudah
Bahan yang dibutuhkan adalah:
5 potong Ikan pari asap
50 gr daun kucai
1 sdm bumbu putih
1 sdt daun jeruk purut yang sudah dirajang
1/2 sdt lada bubuk
Garam sesuai selera
1/2 sdm gula pasir
100 ml santan kental
500 ml air
2 sdm minyak untuk menumis

Cara Membuat:
1. Panaskan wajan berisi minyak goreng. Tumis bumbu putih hingga harum bersama daun jeruk
2. Masukkan ikan pari dan aduk-aduk hingga bumbu meresap
3. Masukkan air ke dalam wajan berisi ikan pari lalu masak hingga mendidih
4. Beri lada bubuk, gula dan garam aduk rata hingga tercampur
5. Langkah terakhir masukan santan kental, dan kucai. Masak hingga santan matang sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.. Ikan pari asap masak kucai sangat nikmat di makan dengan nasi hangat.

Selamat mencoba!

@festivalkulinernusantara
#pesonakulinernusantara2016
@resep.id
@dapurhangus
#myrecipe
#dapursehatbunda
#dapuronline
0



Ada yang pernah makan sambal Lu'at?  Ya, bener banget..ini sambal khas NTT.  Rasanya sangat unik di lidahku, ada kecut, pedes, dan asin yang sangat dominan.  Mungkin aku tidak terbiasa saja dengan citarasa seperti ini.

Nah loh...kok dibeli kalau ngga suka? Hehehe, ...sebenernya rasa penasaran lah yang mendorongku untuk membelinya di sebuah pusat oleh-oleh di NTT.

Nah karena sudah dibeli, jangan sampai mubazir yaa...Allah tidak suka hambanya mbuang buang makanan.  Akhirnya aku punya ide untuk mengolahnya bersama ikan asap kegemaran suamiku.  Jadilah  akhirnya menu baru yang sangat mudah memasaknya..ikan pari asap masak sambal lu'at.
Bahannya apa aja sih?
5 potong ikan pari asap
3 sdm sambal lu'at
1 genggam kucai
100 ml air
1 sdm gula
2 sdm minyak untuk menumis

Hahaha...aku ngga pernah ketinggalan nambahin gula dalam tiap masakanku..soalnya suka manis, sama seperti aku yang manies...cie..cie muji diri sendiri wkwkkw.
Baiklah kita lanjutkan memasak ya...
Cara membuat:
1.panaskan wajan dengan minyak, lalu tumis sambal lu'at sebentar, masukkan ikan asap
2. Aduk-aduk hingga bumbu meresap
3. Tambahkan air, masak hingga mendidih
4. Masukkan daun kucai dan gula.  Masak jingga air berkurang dan ikan matang.

Mudah bukan??
SELAMAT MENCOBA
0

Jumat, 25 Maret 2016


Siapa yang tidak kenal dengan menu yang satu ini, Martabak Mie.  Menu anak kos yang ngetrend di tahun 2000 ini merupakan satu di antara sekian banyak menu favoritku.  Tetapi kalau dulu aku membuatnya dengan bumbu instan, kali ini aku pakai bumbu alami ...lebih sehat dan tidak kalah lezatnya.

Martabak mie ini merupakan salah satu menu yang sangat mudah buatnya, sehingga saya memilihnya menjadi menu special pagi hari ini. Mau tau bumbu alaminya? Yuk ahhh..cap cyuss...

Bahan:
2 buah mie instan
2 butir telur
1 buah sosis jumbo (iris serong)
1/2 sdt bawang putih bubuk
1/3 sdt merica bubuk
1/2 sdt garam
1/2 sdt gula
1 sdm kecap manis
2 sendok makan minyak bumbu
1 sdm bawang merah goreng
500 ml air untuk merebus
2 sdm margarin

Pelengkap : cabai rawit
Cara membuat:
1. Rebus mie selama 2 menit, angkat dan tiriskan. Tuang ke dalam wadah atau mangkuk
2. Tambahkan bumbu -bumbu, kecap,  dan telur. Kocok hingga tercampur rata.
3. Panaskan cetakan kue lumpur dan beri sedikit margarin.
4. Ambil sesendok demi sesendok mie berbumbu lalu letakkan ke dalam cetakan. Letakkan seiris sosis jumbo di atasnya. Tutup. Masak dengan api sedang hingga matang.
5. Angkat dan sajikan dengan pelengkap.

Mudah bukan? Yuk kita buat.  Jangan lupa baca juga artikel ini

0

Kamis, 24 Maret 2016

Gambar dipinjam dari sini
Selamat pagi ...
Pagi ini kita akan belajar tentang inspirasi menulis.  Semua pasti sudah tau apa itu inspirasi bukan?
Dalam menulis, inspirasi merupakan faktor lahirnya sebuah tulisan atau dengan kata lain ide sebuah tulisan.  Bagaimana cara menggalinya?
Sebenarnya inspirasi atau ide sebuah tulisan dapat kita peroleh dengan menajamkan panca indra, dengan begitu kita akan bisa melihat dan menemukan betapa banyaknya ide yang berseliweran di sekitar kita.  Tugas kita adalah menangkap ide yang bertebaran itu agar tidak menguap dan pergi.  Bagaimana caranya?
Jawabnya adalah dengan menuliskannya.
Tulislah ide-ide yang ada di sekeliling kita kemudian kembangkan menjadi poin demi poin.
"Mba, saya sulit sekali dalam mencari dan menemukan ide..padahal saya sudah menajamkan panca indra."
Sebenarnya bila kita sudah benar -benar menajamkan panca indra, kita takkan sulit menemukan ide, tapi baiklah ...bila ada di antara teman -teman yang merasa seperti itu, mungkin kalian bisa melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Pergilah ke toko buku, walau hanya untuk melihat judul buku apa saja yang banyak diminati, judul buku apa atau tema apa yang kurang disukai dan judul apa saja yang belum ada ...pikirkan. Nah anda bisa membuat sebuah tulisan dari buku -buku yang banyak diminati, ambil contoh buku Kanker bukan Akhir Dunia.
Mengapa buku ini banyak diminati?
Siapa penulisnya?
Berapa harganya?
Apa isinya?

Dari 4 point tersebut kita sudah bisa mendapat ide menulis hanya dengan menjawab pertanyaan tersebut.
Bila kita menjawab pertanyaan nomer satu, kita bisa membuat sebuah tulisan profil tokoh.

Contoh lagi...

Buku KBAD ditulis oleh Tri Wahyuni.
Eh, siapakah dia?
Dimana tinggalnya?
Apa aktivitasnya?
Mengapa dia menulis buku dengan judul itu?
Dan berbagai pertanyaan lain tentangnya.  Jawaban dari pertanyaan tersebut kita susun menjadi sebuah tulisan.

2. Bacalah sebanyak -banyaknya...sebab buku adalah jendela ilmu.  Kita  akan menemukan banyak ide di dalam buku buku yang kita baca
3. Pergilah ke taman, perhatikan gerak gerik pengunjung, burung, bunga, fasilitas taman dan pemulung sekalipun.  Semua bisa menjadi ide cerita
4. Pergi ke bioskop.  Manusia butuh merefres pikiran nya, salah satunya dengan cara nonton film.  Lewat aksi-aksi yang ditayangkan dan otak yang mulai fresh...ide akan datang dengan sendirinya.
5. Pergilah ke restoran dan nikmati kelezatan menu -menunya..lalu ceritakan dengan bahasa anda. Deskripsikan mulai nama menu, bahan dan bumbu, tampilan, rasa, serta harga.  Jadikan sebuah ulasan ringan
Sampai sini, saya harap teman -teman pita tiada bisa memahami cara menggali inspirasi dan menuliskan sebuah ide
0

Selasa, 22 Maret 2016

Gambar pinjam disini

Dia datang lagi...sama seperti hari hari sebelumnya, hinggap dan bertengger di sudut halaman...
Mempesona

Tiada hari  tanpa celoteh riangnya yang riuh rendah tanpa sapa manis lewat warna warni nan menggoda
Terpesona

Burung cekakak warnanya,
Biru, hitam warna bulunya
Paruh merahnya yang panjang seolah menjadi tanda
Dia seorang burung pejuang tangguh dan tiada takut mengembara

Cekakak...kak..kak

Begitulah suaranya
Terbang demikian rendah seolah lelah
Singgah di halaman sebuah rumah
Terpana

Hadirmu tlah menggoda jemariku tuk torehkan warna dengan sebuah pena tak bertinta
Gemulai jari menggores kata bak seorang pujangga.

Kaulah inspirasi pagi ini..
hingga kalimat demi kalimat mengalir tiada henti,
Menggugah rasa
Bangkitkan sebuah asa

Inilah goresanku
Yang terlahir dari otak yang telah lama membeku
Kaku
Namun tidak buntu

0

BALI BUKAN TANAH LOT!

Bali selalu identik dengan Bedugul dan Tanah Lot, bicara tentang Bali ingatan kita langsung melayang pada icon pura di tepi danau yang menjulang, pada indahnya debur pantai tanah lot, serta kisah tentang sang ular suci.

Tapi Bali bukan Tanah Lot.  Bali tak sesempit Bedugul, keindahannya bahkan dapat memasung anda agar tidak melangkah pergi. Bagi seorang emak petualang seperti Rahayu, pulau dewata ini mampu membangkitkan jiwa petualangnya yang lama dorman.  Adrenalinnya meningkat, hingga mematahkan berbagai pendapat miring yang menghinggapinya. Bali yang dipenuhi Ratusan ekor lebih anjing liar yang membuat wanita ini harus memasung diri di rumahnya kini tak lagi menjadi momok baginya.

Rahayu Sang Emak Petualang
Bali tak sesempit Tanah Lot.  Anda dapat menikmati jelajah pantai yang tiada habisnya di pulau yang menjadi habitat asal burung Jalak Bali.  Menginjakkan kaki ke Bali terasa tidak lengkap tanpa bertualang menyusuri pantai pandawa, Bali Clif, Blue Point, Virgin, Tulamben dan sebagainya.  pantai -pantai asli yang masih sepi pengunjung dan dihuni oleh berbagai jenis kera yang salah satunya adalah Kera Ekor panjang.
 Senja di pantai kuta

 Pesona Pantai Virgin



 Kera ekor panjang
Bicara tentang Bali berarti kita akan bicara tentang banyak hal, tentang keindahan panorama gunung batur, pesona Kintamani, budaya, keragaman masyarakat, serta aneka kuliner khas
 Kaldera Gunung Batur

 Aneka kuliner halal dan non halal


Budaya ngerupuk saat menjelang Hari Raya Nyepi

Pesona Gunung Batur
Pulau Bali...pulau dengan sejuta pesona memiliki koleksi satwa yang juga mempesona.  Satwa-satwa yang hidup liar dan bebas ini dapat anda jumpai di sepanjang perjalanan menuju ke tempat tempat wisata.  Bahkan anda dapat menjumpai aneka jenis burung di tempat anda bermukim.  Sebutlah salah satunya burung Cekakak, burung ini hampir setiap pagi singgah di muka rumah kami. Warna-warni tubuhnya yang indah menjadi pemandangan yang cukup menghibur dan menyegarkan mata.
Foto milik https://kabarburungkibc.wordpress.com/edisi-november-2008/burung-burung-di-bali-nusa-penida-dalam/
Kekayaan kuliner di Bali akan membuat anda selalu terkenang dan ingin kembali lagi ke sini.  Nikmatnya ayam betutu, kelezatan sate lilit, segarnya es daluman serta aneka jajan pasarnya yang mengingatkan kita akan keberagaman budaya negeri ini.

Meski ancaman teroris acap mengincar pulau berbentuk ubur -ubur ini, namun tak membuat jumlah wisatawan yang berkunjung menjadi hilang.  Kepercayaan wisatawan akan jaminan keamanan dan kepuasan yang mereka dapatkan membuat hati mereka seolat tertaut pada pulau sejuta pesona ini.

Anda tak perlu ragu lagi untuk mengunjunginya, sebab berbagai tempat ibadah bisa anda jumpai di pulau ini.  Aneka menu halal non halal bisa anda dapatkan dengan mudah.
Jadi kenapa harus gundah untuk memutuskan?
Segera rencanakan destinasi wisata, dan nikmatilah keindahannya.  Menjadi Rahayu -Rahayu lainnya.  Astungkara.
0

Senin, 14 Maret 2016

Di kalangan blogger wanita, nama Muna Sungkar seolah tak asing di dengar. Betapa tidak, wanita yang dikenal sebagai momtraveler's ini acap membuat sebuah tulisan yang mengundang iri sebagian blogger wanita lainnya.  Smart, lincah dan cantik adalah kesan pertama yang kutangkap saat singgah di rumah mayanya. Ya, semua goresan yang di torehnya membuatku larut menikmati setiap alur kisah perjalanan karirnya sebagai seorang blogger dan mom writer.  Betapa banyak pengunjung yang mendapat informasi dan tips bepergian baik ala koper maupun backpacker  setelah membaca setiap artikel perjalanan yang di tulisnya di www.momtravelerblog.com
Foto koleksi Muna Sungkar

Muna Sungkar, ibu dari Nadia gadis kecil berusia 8 tahun ini ternyata juga menjadi ibu dari puluhan mahasiswa yang di didiknya.  Gayanya yang khas membuat sebuah jalinan yang istimewa antara dosen dan mahasiswa. Dia menerapkan sistem belajar di luar kelas untuk menghidupkan semangat belajar para peserta didiknya sehingga setiap materi yang disampaikan tidak menguap sia sia.  Cara belajar seperti inilah yang acap disebut kekinian dan banyak disukai oleh para siswa.

SEMUA BERAWAL DARI HOBY
Membaca lembar demi lembar kisahnya membuat saya menyimpulkan bahwa profesi yang digelutinya saat ini berawal dari hoby traveling dan hobby menulisnya yang telah lama dia geluti. Sesuatu yang awalnya menghabiskan uang saat ini justru mendatangkan uang masuk baginya, inilah salah satu hal yang membuat banyak wanita terinspirasi padanya.
Uniknya lagi, ibu muda yang berprofesi sebagai dosen ini menjalani hobinya dengan menyertakan suami dan putri kecilnya.  Padahal kita tau kan membawa anak di bawah umur untuk sebuah perjalanan menantang itu susah -susah gampang, tapi rupanya itu tidak berlaku buat wanita ini, beliau rupanya punya tips dan trik khusus yang bisa anda baca di rumah mayanya Baca juga Tips Sukses Berkemah Bersama Balita).
Setiap kisah perjalanannya  selalu dia abadikan dalam bentuk sebuah tulisan, salah satunya adalah buku "3 Emak Gaul Keliling Kota " yang ditulisnya bersama dua sahabatnya.  Banyak suka duka yang dia lalui dalam menyulap hoby menjadi profesi, namun menurut wanita berdarah Aceh ini lebih banyak sukanya, sebab menulis sudah menjadi jiwanya dan dia tidak merasakan satu beban saat menjalaninya, semua hoby yang kini ditekuninya sebagai sebuah profesi dia jalani dengan suka cita.

Oh, iya ternyata untuk mewujudkan setiap hoby jalannya ada tips khusus yang selalu dia terapkan, yaitu dia selalu menyisihkan setiap pendapatannya untuk bekal perjalanannya dan dia rajin mengikuti perkembangan info tiket dan promo travel yang murah.  Nah artinya bila kita ingin mewujudkan mimpi kita, maka kita harus berusaha menemukan jalannya dan mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk mewujudkannya, sehingga tak ada satu mimpi pun yang luput terwujud.

Menurut mak Muna, menulis buku traveling itu tidaklah mudah,  sebab beliau harus melakukan banyak riset untuk mengumpulkan bahan dan informasi yang lengkap serta akurat, di sinilah pentingnya jaringan pertemanan.  Tak dipungkiri olehnya bahwa dia banyak terbantu oleh para teman sesama blogger dalam menyusun buku terbarunya yang berjudul "Jelajah Ujung Barat Indonesia Banda Aceh & Sabang".  Nah berarti kita benar-benar harus menjaga hubungan baik dengan siapapun kan?  Siapa tau suatu saat kita butuh bantuan mereka.  Sebab teman dan jaringan merupakan sebuah aset yang tak ternilai.  Terima kasih mak Muna Sungkar, dirimu memberiku banyak pelajaran lewat catatanmu..

Kalian ingin mengenalnya juga? Kepoin aja akun-akunnya
https://www.facebook.com/muna.sungkar
www.momtravelerblog.wordpress.com
@momtraveler

0

Rabu, 09 Maret 2016


Malam....
kemanakah hendak kau bawa anganku pergi
sementara kelam
tak jua beranjak hilang

Malam...
kemanakah harus kusimpan lara hati
Sedang pagi, seolah enggan menjemput hari

Aku tau hati ini beku karenamu
Aku tau bintang ini takkan bersinar tanpamu
Tapi...pernahkah kau tau...
Hatiku tak pernah berpaling darimu

Entah apa yang membuatku tertaut kuat padamu
Tapi, rona mu se lalu membawa damai di hatiku

pada malam dan kerlip bintang
pada pendar cahaya lampu
pada temaram dan sinar bulan yang berpendar terang
ku sampaikan...
Aku slalu merindumu
0

Liburan Yang Gagal
Ini adalah tahun keduaku di pulau Bali, pulau yang sering dikonotasikan dengan singkatan BAnyak LIbur.  Tidak 100% salah  sebenernya, sebab kenyataannya penduduk di pulau ini memiliki hari libur lebih banyak bila dibandingkan pulau lainnya. Pulau yang mayoritas penduduknya beragama Hindu ini sangat memegang kuat adat dan tradisi budaya setempat, itulah yang menyebabkan libur di pulau ini lebih banyak, setiap upacara keagamaan biasanya diiringi dengan libur sekolah, contoh adalah galungan, kuningan, nyepi, dan saraswati. Nyepi dan galungan adalah hari raya umat Hindu yang memiliki libur paling panjang di antara hari raya lainnya.
Selama ini kami selalu menghabiskan waktu libur kami dengan pulang ke kampung halaman suamiku, Surabaya.  Kali ini sebenarnya kami juga sudah merencanakan untuk pulang ke Surabaya, namun apa daya, insentif bulan ini tertahan, sehingga kami harus mengencangkan ikat pinggang dan memutuskan liburan nyepi di kota Denpasar.  Awalnya ada alternatif pilihan yuk mengungsi selama nyepi yaitu bermalam di hotel selama 3 hari dua malam.
Kok mengungsi?  Iya, istilah itu kami gunakan karena kami memang tidak terbiasa dengan tradisi yang satu ini. Kami tidak bisa membayangkan hidup dalam kegelapan walau hanya semalam dan dalam keterpasungan karena seluruh siaran televisi ditiadakan saat itu, jalan pun dijaga agar kami tidak berkeliaran di luar. Tak boleh ada kendaraan lalu lalang, tak boleh ada nyala api dan lampu, tak boleh ada kegaduhan...bila kami tak ingin pecalang menggelandang kami ke banjar.
Namun sepertinya kali ini kami memang harus menikmati keheningan di hari catur brata.  Mungkin kami disuruh menikmati betapa damai nya dunia tanpa kebisingan dan polusi, betapa indahnya langit malam tanpa cahaya lampu.

Hari raya Nyepi adalah hari raya umat Hindu untuk membersihkan diri dari segala hawa nafsu dan angkara. Saya disini tidak akan cerita dan membahas tentang falsafah Nyepi, hanya sedikit bercerita tentang pengalaman menikmati keheningan saat nyepi.
Satu hari sebelum Nyepi tiba, masyarakat berbondong bondong mendatangi pusat perbelanjaan untuk membeli logistik selama libur nyepi, sebab saat nyepi tak ada toko maupun perkantoran yang buka, apalagi restoran dan parahnya lagi kita tidak boleh keluar rumah kecuali untuk satu hal yang mendesak seperti sakit parah dan itupun harus dikawal oleh pecalang. Selama nyepi berlangsung jangan harap anda bisa menyaksikan pertunjukan televisi, kecuali bila anda langganan TV cable. Seluruh stasiun TV nasional pemancarnya di non aktif kan.  Itulah sebabnya toko -toko dvd juga menjadi penuh oleh pengunjung yang ingin membeli kaset sebagai hiburan selama nyepi, terutama kaset anak-anak, sebab anak-anak salah satu yang mudah bosan dengan keheningan.  Agar mereka tidak rewel dan bikin gaduh, banyak orangtua yang menyetelkan film- film kartun kegemaran anak.
Sehari menjelang nyepi, antrian di Tiara Dewata salah satu swalayan lokal terbesar di Bali tampak mengular, padahal kasir yang dibuka cukup banyak.  Saya mendapati pemandangan troli-troli belanja yang penuh oleh berbagai kebutuhan rumahtangga, terutama snack dan sayuran.  Sepanjang perjalanan, kita dapat melihat aneka rupa ogoh-ogoh yang melambangkan nafsu, kejahatan, angkara dan syetan yang siap di arak pada sore harinya.

 Ogoh-ogoh simbol nafsu angkara, kejahatan dan setan(gambar milik Anis member LE JEGEG)
 Masyarakat mengabadikan ogoh-ogoh

 Persiapan upacara "ngerupuk"

Gambar milik Anis(member LE JEGEG)

Saya tak habis pikir bila melihat ogoh-ogoh yang dibuat masyarakat Bali.  Betapa tinggi imajinasi mereka dalam mengejawantahkan sosok iblis ke dalan bentuk ogoh -ogoh, betul -betul sebuah karya patung yang luar biasa sehingga menimbulkan kengerian  saat menatapnya. Karya yang hampir sempurna.
Sore harinya jalan di beberapa sudut kota Denpasar mulai lenggang, sebagian pendatang sudah berlalu meninggalkan pulau Bali untuk mudik ke kampung halaman, sebagian lagi sibuk memasak di rumah untuk persiapan nyepi, sebagian lagi memenuhi jalan -jalan untuk siap mengikuti tradisi "ngerupuk", yaitu mengarak ogoh -ogoh untuk kemudian dihancurkan dengan cara dibakar.
Esok paginya ritual nyepi dimulai, tak ada cahaya, tak ada api, tak ada kegaduhan. Jalan menjadi begitu lengang, hanya tempat tinggal saya saja yang gaduh dengan celoteh dua bocah lelaki saya.  Setiap mereka berteriak sedikit, saya langsung ingatkan agar diam, kalau tidak nanti mereka akan diangkut ke banjar.  Hmm..ternyata peringatan itu tak membuat mereka jera... terpaksa deh senjata pamungkasnya keluar, setelkan dvd dan ajak mereka lihat gerhana. So far kami masih aman karena lokasi tempat tinggal kami jauh dari tepi jalan. Jauh dari jangkauan pecalang.


Pagi datang membawa kedamaian, sebagian umat muslim terpaksa berjalan kaki menuju masjid terdekat tuk melaksanakan sholat gerhana, sebagian yang lain ada yang menikmati wisata gerhana dengan alat seadanya seperti saya (kebetulan lagi berhalangan sholat). Nyepi pertama di Bali sedikit berwarna dengan adanya gerhana matahari total yang mengajak seluruh umat muslim untuk bermuhasabah dan banyak berdoa. Inilah penampakan gerhana matahari di kota Denpasar.

Malam nanti kami akan menikmati keheningan malam di hari catur brata umat Hindu.
0

Hari ini adalah hari yang istimewa, sebab di beberapa belahan negeri ini kita bisa menyaksikan gerhana matahari total yang terjadinya tidak setiap tahun.  Gerhana matahari total sebelumnya terjadi pada tahun 1983 dan hanya melewati 11 kota saja di Indonesia.  Tetapi saat itu aku masih kecil, masih belum mengerti tentang keindahan gerhana, yang kutau saat itu adalah betara kala sedang memakan matahari karenanya semua anak dilarang keluar, sementara para orang tua sibuk membuat kegaduhan untuk mengusirnya. Begitupun dengan ibuku yang menyuruhku diam di rumah selama gerhana terjadi.
Tapi gerhana kali ini berbeda, masyarakat sudah semakin cerdas dan melek teknologi, sehingga kehadiran gerhana matahari total justru menjadi ajang wisata yang menarik dan eksklusif.  Salah satunya dengan diselenggarakannya berbagai kompetisi berhadiah wisata gerhana ke beberapa kota yang dilalui gerhana matahari total (GMT). Kayanya asik ya? Akupun mencoba mengadu peruntungan dengan mengikuti lomba fotonya, tapi...sayang aku tidak beruntung.  It's okelah, aku masih bisa menikmatinya lewat berita dari teman teman yang ikut.
Loh, kenapa harus jauh -jauh untuk menikmati gerhana?
Ya, karena GMT  hanya terjadi di beberapa kota saja di indonesia, seperti yang tertera pada foto di bawah ini:

Gambar dipinjam dari sini
Nah posisiku ada di kota Denpasar, salah satu kota di Pulau Dewata.  Memang sih aku masih bisa menikmati gerhana matahari sebagian dari kotaku, hanya saja di tempat kami umat Hindu sedang menjalani catur brata, dan seluruh masyarakat diharuskan berdiam di rumah masing-masing untuk menghormati tradisi umat Hindu Bali.
Kebetulan kondisi tubuhku juga sedang tidak baik, demam dan batuk pilek membuatku tak berdaya di tempat tidur.  Tubuh serasa lemah, muka panas, kepala berat dan hidung tersumbat, pokoknya ngga enak deh.  Tapi kupikir aku tak boleh menyerah dengan keadaan. Sakit ini tak boleh merenggut kesempatanku untuk berwisata gerhana.
Loh...loh..loh kok nekat? Ya, iyalah...karena ini akan menjadi pengalaman pertamaku melihat langsung seperti apakah gerhana matahari?
Eh, emang boleh lihat langsung? Bukannya itu sangat berbahaya?
Ya, iya sih..kalau lihat langsung pakai mata telanjang pasti berbahaya! Mata kita bisa buta.  Nah aku punya trik wisata gerhana yang murah meriah dan asik.  Trik ini aku dapat dari Mister Google, caranya dengan manfaatkan barang-barang bekas.  Barang bekas yang kugunakan adalah kotak kemasan makanan dan selembar foto rongent paru milik anak bungsuku favian.
Caranya sebagai berikut:
Bahan: kotak kardus, alumunium foil, jarum, pisau, kertas putih, isolasi

1. Dilubangi bagian samping kotak dengan pisau kurang lebih 3 cm. Kemudian tutup lubang dengan alumunium foil ,rekatkan dengan isolasi
2. Lubangi alumunium dengan jarum untuk lubang masuk cahaya
3. Di sisi kotak yang berlawanan beri kertas putih sebagai tempat jatuhnya cahaya
4. Pada sisi yang lain biarkan terbuka agar kita bisa mengintip gerhana.
Nah inilah hasilnya dan cara menggunakannya


Sekarang mari kita mengintip gerhana...
Selain dengan cara mengintip kita juga bisa memanfaatkan rongent bekas untuk membantu kita menikmati wisata gerhana, caranya hanya dengan mengarahkan lembar rongent ke arah matahari dan kita bisa saksikan gerhana matahari lewat langsung dengan alat bantu ini.  Mudah dan seru loh... bahagianya lagi dengan alat sederhana ini aku bisa membuat orang lain senang karena mereka juga bisa menikmati gerhana dengan alat yang dibuat ini.  Indahnya berbagi.
Ini dia hasil pengamatan gerhana dengan barang bekas, ternyata mengasyikkan
 Nah ini penampakan gerhana lewat lembar rongent bekas

 Sedangkan ini adalah teleskop sederhana yang kita buat dari kotak bekas

Ini adalah penampakan gerhana dari BMKG Denpasar.

Sekarang saatnya pasien kembali istirahat. Selamat menikmati liburan.
0

Total Absen

Pengikut