Kamis, 29 Mei 2014

OB atau office boy adalah sebuah profesi yang tidak boleh dipandang sebelah mata.  Keberadaan mereka membuat fasilitas umum menjadi bersih dan terawat.  Tanpa mereka sulit sekali menciptakan lingkungan umum yang nyaman dan bersih.  Yah.. semua karena masyarakat kita tidak sepenuhnya sadar kebersihan.

Saat ini jasa OB dikelola oleh sebuah perusahaan outsourcing yang bekerjasama dengan para pengelola mall, hotel dan kantor.  Tugasnya seputar  menjaga kebersihan lingkungan mulai dari ruangan hingga kamar mandi, walau tak jarang mereka diberi tugas membuatkan minuman.  Sering sekali saya menjumpai dan berinteraksi dengan mereka.  Ada yang memiliki loyalitas tinggi pada pekerjaannya ada pula yang hanya sebatas tugas karena kebutuhan materi.  Walau demikian saya selalu mengajarkan pada anak untuk menghargai kerja mereka, salah satunya adalah dengan membuang sampah pada tempatnya.

Saat berinteraksi dengan mereka ada saja hal menarik yang saya dapatkan.  Ada yang mengerjakan tugasnya dengan hati senang, ada pula yang sebatas kewajiban saja.  Tipe yang terakhir ini banyak sekali terjadi, dan biasanya mereka mudah sekali marah dan ngedumel saat pengunjung membuat kotor atau basah lantai toilet.

Namun OB yang satu ini sungguh membuat saya takjub dan benar-benar salut.  Menurut saya karyawan seperti dia layak untuk mendapatkan penghargaan atas dedikasi dan loyalitasnya.  Dia adalah seorang wanita bernama Indah yang bertugas di Lippo Plaza Sidoarjo Jawa Timur.  Seindah namanya, hatinya pun tak kalah cantik dengan wajah ddan namanya. Dia menjalankan tugasnya dengan penuh tanggungjawab dan hati yang senang.  Mengapa saya katakan demikian?  Ceritanya begini...

Siang itu saya berjalan-jalan di Lippo Plaza Sidoarjo bersama dua buah hati saya.  Tiba-tiba si sulung minta ijin untuk buang air kecil, namun tak disangkanya sesaat waktu dia menginjakkan kaki di toilet tiba-tiba dia BAK mancur begitu saja dan mengotori sebagian besar lantai toilet dan celananya.  Yah sebagai seorang anak tentu ada rasa takut dan malu.  Takut dimarahin oleh OB yang bertugas dan malu dilihat orang.  Sulungku pun hanya bisa berlari mencariku dalam keadaan memakai celana penuh kotoran.  Saat itu aku tak habis pikir kenapa dia bisa diare, tapi aku langsung menyuruhnya untuk kembali ke toilet dan membersihkan diri, sementara aku pergi untuk membeli celana dalam.

Rupanya si sulung takut sekali kena marah petugas.. dia pun keluar sambil menangis mencariku, tapi aku mencoba memintanya kembali dan memberi pengertian padanya.  Diapun kembali ke toilet ditemani sang adik.  Sampai di sana, menurut penuturannya mba OB yang cantik ini memintanya untuk ke ruang janitor dan membersihkan diri disana dan sang adik diminta untuk memberitahu saya.  OB itu membersihkan semua kotoran di lantai dengan senang, dia mencoba menenangkan sulungku yang terlihat takut.  Saat aku datang, aku meminta maaf padanya dan dia hanya tersenyum sambil berkata,"tak apa bu...namanya juga anak-anak" sungguh kaget mendengar responnya.  Terlebih saat si sulung membuat ruangan janitor menjadi banjir karena kotoran dan air cucian celana, saya berusaha untuk membersihkan ruang itu, namun dilarang oleh mba OB yang cantik dengan alasan itu adalah tugas dia.  Saat seorang OB temannya datang mendekat untuk mencari tahu, dia menyuruh temannya itu pergi dan bilang tak ada pekerjaan untuknya disitu, mungkin dia tidak ingin anakku malu dan takut, atau tak ingin temannya marah karena ulah anakku.  Kemudian dia membersihkan lantai yang penuh kotoran itu tanpa sedikitpun rasa jijik.

Mungkin bagi kita adalah hal yang wajar dia bersikap seperti itu karena memang tugasnya di toilet, tapi menurut saya yang sering berinteraksi dengan OB sikapnya ini luar biasa.  Sebagai customer saya sangat puas dengan pelayanannya.  Terlebih lagi saat saya tahu  bahwa wanita cantik ini mencari nafkah demi buah hatinya.  Bagi saya dia adalah sosok OB teladan yang layak mendapat penghargaan.  Semoga Allah memudahkan setiap langkahnya.
0

Jumat, 23 Mei 2014

Seharian kemarin hobi memasak saya kumat, mulai pagi sampai sore hari ublek di dapur padahal ngga ada pesanan buku kuliner ataupun pesanan makanan.  Semua murni karena rasa rindu saya ublek ublek.. hehehe..

Kali ini temanya adalah cake kukus bebas gluten.  Nah resep ini bisa jadi rekomendasi buat mereka yang tidak boleh mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten tinggi.  Tapi sebenernya cocok buat siapa saja sih..

Suatu hari seorang teman bertanya, " mba bagaimana bikin cake enak, hemat tapi tak mengandung baking powder atau soda kue? saya alergi dengan bahan pengembang tersebut"
Hmm.. putar otak deh, saat itu lagi tren eggless cake tapi sayangnya rata-rata pakai BPSK.  terus terang selama ini saya kurang tertarik di bakery, lebih suka ke masakan.  Tapi rasa penasaran akhirnya mendorong saya untuk utak atik resep.  Kebiasaan jelek saya adalah saya suka bereksperimen dalam masakan, kadang kala tidak suka pakai aturan yang saklek.  Nah suatu hari seorang tetangga mengantarkan sepiring cake kukus yang terbuat dari ketan hitam, tanya-tanya resepnya akhirnya saya tertarik untuk membuat cake sejenis dari tepung beras dengan menggunakan sedikit telur dan tanpa bahan pengembang buatan.  jadilah dia..Cake Kukus Pandan Gluten Free


Mau ikutan buat??  Hayuukk

Bahan :
100 gr tepung beras
100 gr gula pasir
2 butir telur
50 ml minyak goreng
2 sdm susu bubuk
 3 tetes pasta pandan
vanili secukupnya
Cara membuat
  1. ayak tepung beras, vanili dan susu bubuk bersamaan
  2. kocok telur dan gula hingga mengembang dan berwarna putih
  3. masukkan minyak goreng dan tepung bergantian sambil diaduk secara perlahan (ingat..ngaduknya harus satu arah yaa.. biar tidak bantat)
  4. bagi adonan menjadi dua bagian.  Kemiduan beri pasta pandan pada satu bagiannya, sisanya biarkan polos
  5. olesi loyang dengan margarin dan taburi sedikit tepung lalu tepuk-tepuk loyang hingga tepung jatuh
  6. tuang adonan ke dalam loyang bergantian
  7. kukus adonan hingga matang dan mengembang (kurang lebih 10 menit)

Yummy lohh.. so soft dan harum.. echoh tenann!!
0

Rabu, 21 Mei 2014

"Tiwul..tiwul...blendung jagung, gatot!"

Kulihat seorang penjaja makanan keliling dengan sepeda motornya menjajakan jualannya.  Jualannya ternyata adalah makanan tradisional Jawa Tengah yang sudah lama sekali tak kujumpai.  Rasa penasaran dan rindu tuk menyantapnya seketika hadir.  Awalnya sih aku hanya ingin mencicipi si tiwul manis saja dengan taburan kelapa, tapi melihat blendung jagung yang dulu biasa kumakan saat sekolah membuatku tergoda.  Akhirnya kubelilah semua jenis satu satu dengan porsi kecil.  Ada si hitam legam nan gurih yang bernama Gatot, ada si manis tiwul dan blendung jagung yang manis gurih.
Ditemani segelas wedang secang dan sepiring jajan ndeso ini rasanya pagiku begitu bermakna.  Teringat kembali beberapa puluh tahun silam saat pertama kali mengenal makanan ini.  Konon makanan ini adalah makanan kesukaan bapakku saat tinggal di Gunung Kidul Wonosari Jogyakarta dulu.
Saat pertama kali mencobanya aku agak ragu dan takut, apalagi saat melihat si hitam gatot.  Ada rasa takut keracunan karena berpikir warna hitamnya adalah jamur.  Ternyata tidak kok.  Enak dan penuh sensasi.


enak loh teman rasanya melepaskan kangen dengan cara seperti ini

"Nyam..nyam"

 Eh,  ada suara di belakangku... ternyata sulungku diam-diam menyantap makanan ndeso yang baru saja kujadikan object foto ini.  Hihihi.. rupanya tak jauh beda denganku, dia juga tak mau menyentuh si hitam gatot.

"Bunda makanan apa ini, kenapa warnanya hitam?" tanyanya penuh rasa heran.

"ini gatot mas.  Makanan ini berasal dari Jawa Tengah.  Dulu makanan ini adalah makanan kesukaan Akung Badrun"

"Tapi kenapa warnanya hitam Bunda? Apa tidak beracun?"

Ah pertanyaan yang tidak kuduga sebenarnya.  Kadang kala kita tak ingin tahu asal usul sebuah makanan tapi sulungku telah mengingatkanku akan hal penting, bahwa tak ada salahnya kita tahu dan memang sebaiknya kita tahu demi keamanan.

Jadi begini ceritanya nak..

Gatot adalah makanan yang terbuat dari singkong yang dikeringkan.  Warna hitamnya berasal dari proses pembuatannya.  Untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut

Cara membuat gatot
  1. Kupas singkong dari kulitnya lalu jemur di bawah sinar matahari hingga kering.  Singkong yang kering ini kita sebut dengan nama "gaplek"aplek ini kemudian kita rendam dengan air sampai lemas 
  2. Setelah direndam air gaplek kita tiriskan dan kita tutup dengan daun waru hingga warnanya berubah menjadi hitam (kira kira dua hari dua malam)
  3. Setelah berubah warna menjadi hitam gaplek ini kita iris-iris sesuai selera dan kita jemur kembali.  Gaplek yang telah dijemur kering dan diiris ini kita sebut dengan krecek
  4. Krecek yang telah kering kita rendam hingga empuk dan dicuci sampai air cuciannya bening, baru kemudian kita kukus selama kurang lebih satu jam setengah
  5. krecek yang telah dikukus inilah yang kita sebut dengan gatot dan biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut.
"Oo.. gitu ya Bunda? tapi aku ngga mau makan bunda..aku masih takut dan ngga suka"celotehnya

He he.he.. ngga apa nak, itu adalah pilihan.  kamu boleh makan boleh tidak, yang penting kamu masih mau makan yang lain.

0

Total Absen

Pengikut