Tampilkan postingan dengan label Jalan jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan jalan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Januari 2017

Kota malang kian cantik dan mengundang pesona lewat berbagai taman yang tercipta. Tak mau tertinggal Batu pun kian memoles diri.  Berbagai destinasi kuliner dan wisata mulai tumbuh seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke dua kota ini.  Gambaran sebuah kota yang sepi tak lagi tampak.  Bahkan tak berapa lama lagi Malang akan memiliki Taman Antariksa.

Taman ini rencananya akan berdiri di atas lahan milik Mitra Garden Rest Area, tak jauh dari lokasi Taman Kelinci dan Wisata Petik Stroberi di Areal Gunung Banyak Kabupaten Malang. Yups!  Taman Antariksa memang satu manajemen dengan 2 lokasi yang saya sebutkan terakhir.  Tempat wisata ini merupakan pengembangan dari wisata edukasi yang digagas oleh Pak Budi Santosa, SP selaku pemilik lahan dan Pak Ali selaku pengelola wisata.  Bersanding dengan Rabbit Field yang telah lebih dulu hadir tampaknya taman ini pun akan menyedot banyak pengunjung yang haus akan wisata edukasi.


Rabbit Field  kini menjadi salah satu wisata hitz keluarga.  Di lokasi ini wisatawan dapat berwefie ria dengan rumah hobbits mirip di Film Lord Of The Ring.  Kalian tentu masih ingat dong dengan film yang pernah booming ini?  Yes!  Apalagi kalau bukan yang bercerita tentang perjuangan Frodo, Bilbo  dan  Penyihir Putih.  Bukan itu saja, pengunjung juga bisa belajar tentang bagaimana  cara memegang kelinci yang benar, cara merawat dan memberi makan, atau mau sekedar bermain dengan hewan hewan menggemaskan ini juga boleh.

 Kelinci Jenis Anggora Inggris Koleksi Taman Kelinci Pujon


Rumah Hobbit Spot Wefie Di Taman Kelinci

Tips Bermain Dengan kelinci

Hmm ..ternyata menggendong kelinci tidak boleh sembarangan loh, ada tipsnya agar kelinci itu tidak lari dan mencakar.  Mau tau? Ini dia tips bermain dengan kelinci a la taman kelinci Malang :

  1. Hindari memegang kelinci di bagian telinganya, alasannya di sana banyak terdapat syaraf, so kelinci akan merasa kesakitan dan tidak nyaman
  2. Gendong kelinci dengan posisi seperti menggendong seorang bayi.  Satu tangan memegang punggung sementara tangan satunya memegang "pantat" kelinci
  3. Jangan mengejar -ngejar kelinci.  Sebab kelinci merupakan salah satu hewan yang mudah stress.  So bila anda kejar dia bisa ketakutan dan sakit.
  4. Beri makan secukupnya.  Kelinci termasuk hewan yang rakus, dia tak pernah berhenti makan, tapi bila terlalu banyak makan perutnya bisa kembung.  Kasihan kan?
  5. Usap lembut kepalanya.  Kelinci suka sekali diusap di bagian ini, Biasanya dia akan meresponnya dengan membaringkan tubuhnya
Nah sudah taukan sekarang?
                     Cici Kelinci jangan lari ya

Seorang pengunjung tampak mengabadikan  seekor kelinci

Melepaskan Dahaga Di Kafe Kampong

Selain bermain dengan kelinci-kelinci lucu anda juga bisa melepaskan penat di sini dan menikmati aneka menu yang di sajikan di Kafe Kampong.  Menu special yang ditawarkan adalah  Sate Kelinci.  Namun bila anda punya hati selembut sutra seperti saya (cie..cie) jangan khawatir, anda dapat menikmati menu yang lain seperti Ayam goreng, cap cay atau sekedar camilan ringan seperti roti bakar, sosis bakar, pisang goreng keju dan berbagai menu lainnya seperti aneka minuman.  Harga makanan dan minumannya pun masih relatif standar berkisar antara Rp. 4000 hingga Rp.35.000,-.



Kenyang bersantap anda dapat beristirahat sejenak di Taman Stroberi sambil menikmati panorama Gunung Banyak yang instragamable .  Taman yang berlokasi di Desa Pandesari Pujon Kidul ini berada tepat di atas Kafe kampong.  Di sini pengunjung bisa melihat-lihat tanaman stroberi dan menikmati wisata petik stroberi.  Stroberi yang anda panen bisa ditimbang dan dibawa pulang setelah melakukan pembayaran.

Terus Berbenah Demi Kepuasan dan Layanan Pada Pengunjung

Sebagai sebuah destinasi wisata baru, tentu tempat ini masih memiliki kekurangan di sana-sini,  jadi sebaiknya jangan berekspektasi terlalu tinggi dan membandingkannya dengan tempat wisata sekelas Jatim Park.  Tentu sangat jauh berbeda dan itu wajar, melihat harga tiket masuknya pun berbeda.  Tapi yang perlu diacungi jempol adalah pihak pengelola sangat welcome terhadap masukan dan kritik membangun dari setiap pengunjung.

Pengelola pun tidak tinggal diam dan santai, mereka berusaha melengkapi berbagai fasilitas yang belum ada seperti tempat ibadah, alat peraga, pelayanan dan hal-hal lain yang dapat meningkatkan kepuasan pengunjung yang datang.  Rencananya di bagian depan akan ada sebuah saung untuk tempat beribadah.

Sarana Transportasi

Taman antariksa dan taman kelinci memiliki akses masuk yang sama dengan wisata Paralayang dan Omah Kayu, sebuah destinasi wisata yang telah lebih dulu hadir dan menjadi favorit penguji adrenalin.  Namun sayangnya kondisi jalannya masih rusak sehingga sedikit licin di saat musim hujan seperti sekarang ini.  Oleh karena itu kita mengharapkan Pemerintah Kabupaten Malang segera turun tangan membantu perbaikan jalan ini.  Semua demi Malang juga kan?

Sejauh ini para pengunjung banyak yang menggunakan moda transportasi sepeda motor dan mobil pribadi.  Tapi bila anda ingin jadi backpacker anda bisa menggunakan angkutan umum ke lokasi ini, dengan rute sebagai berikut:
  • Bila Start dari Arjosari ➨ Anda bisa naik angkot AL / ADL menuju Landungsari  (tiket Rp. 6000 ) ➨ lanjutkan dengan kendaraan Bis Bagong tujuan Jombang (turun di Pandesari Pujon dengan harga tiket Rp. 15.000) ➨Sesampai di Pandesari perjalanan bisa dilanjutkan dengan ojek motor (Rp. 10.000)
  • Bila dari Kediri anda bisa naik bis ke Pandesari Pujon ➨ Lanjutkan dengan ojek motor
  • Bila dari Blitar anda bisa menggunakan jasa Kereta Api, turun di stasiun Kota Malang ➨Lanjutkan dengan AL/ADL ke terminal Landungsari ➨ Naik Bis Bagong (turun Pandesari Pujon) ➨ojek menuju lokasi

Tiket masuk

Tempat ini merupakan salah satu spot wisata yang memiliki tiket masuk cukup murah.  Untuk bisa bermain dengan kelinci-kelinci lucu anda bisa membayar Rp. 10000 dengan mendapatkan fasilitas 3 buah wortel untuk si kelinci ( usia 5 tahun ke bawah GRATIS).

Jam Operasional Taman Kelinci adalah jam 07.00 WIB - !7.00 WIB

Lokasi





0

Selasa, 27 Desember 2016



Malang adalah kota yang memiliki pesona alam yang indah.  Deretan gunung dan perbukitan yang mengelilingi, serta hamparan pantai yang tersebar luas menjadi sebuah potensi pariwisata yang bila dikelola secara baik akan menjadi sumber devisa yang tak ternilai.  Sebut saja salah satunya adalah Sumber Maron yang terletak di Gondanglegi Dusun Adiluwih Desa Karangsuko Kecamatan Pagelaran. Spot wisata ini adalah sebuah sumber air yang sangat jernih dengan aliran air yang cukup tenang dan dangkal.  Karena kejernihannya mata kita bisa menembus hingga ke dasar kolam dan menyaksikan ratusan ikan warna-warni berenang.
Lokasi ini cukup mudah dijangkau, berjarak kurang lebih 3 KM dari Stadion Kanjuruhan Malang. Hanya saja untuk mencapai lokasi pemandian pengunjung harus berjalan kaki kurang lebih 300 m melewati jalan setapak. Untuk pengunjung yang membawa kendaraan roda 4 bisa memarkir kendaraannya di pinggir jalan utama yang berjarak 500 m dari lokasi.  Selama perjalanan pengunjung bisa menikmati pemandangan sawah dan gemericik air sungai. Bila lelah hinggap anda bisa menikmati secangkir kopi ataupun segelas minuman dingin sambil mengunyah sepotong gorengan di kedai-kedai yang ada di sepanjang jalan.

Pemandian ini merupakan salah satu spot wisata yang tergolong sangat murah.  Tiket masuknya hanya Rp.3000,-.  Biaya parkir kendaraan Rp.1000,- dan bila anda ingin menyewa pelampung ban, anda cukup membayar Rp.5000,-/ ban untuk menikmati permainan air sepuasnya.  Dari lokasi parkir pengunjung dapat mengikuti jalan setapak yang menurun dan sedikit licin di saat hujan.

Areal wisata sumber maron ini termasuk cukup luas dan bisa menampung ratusan pengunjung setiap harinya di beberapa titik kolam. Setelah kolam utama pengunjung akan mendapati sebuah air terjun yang dikenal dengan sebutan "Grojokan Sewu".  Sebutan ini untuk menggambarkan banyaknya titik aliran air yang jatuh ke bawah dengan deras.  Kami bersama komunitas blogger Malang Citizen  serasa di buai oleh jernihnya air dan buih-buih air yang mengalir bebas ke permukaan dan kemudian bermuara ke sebuah sungai yang cukup tenang.  Anak-anak tampak tak bisa menahan diri untuk terjun ke dalam air dan turut berenddam bersama pengunjung lainnya.  Tua muda dan anak-anak berbaur menjadi satu di sumber yang memiliki kedalaman kurang lebih 30 - 70 cm.

Air terjun yang terbentang di atas tumpukan bebatuan alam terlihat amat mempesona, meski sedikit licin tak mampu menyurutkan hasrat pengunjung untuk berselfi dan wefie ria di atasnya.  Pengunjung juga  bisa bermain perahu karet dan river turbing di sini. Bila bosan bermain air, pengunjung bisa berjalan ke arah perbukitan dan menikmati aroma dedaunan basah sambil memandang keriuhan suasana air terjun Sumber Maron.  Bila matahari mulai beranjak ke peraduan anda dapat menikmati indahnya pendar jingga di ufuk barat yang beralaskan sesawahan, itu tandanya anda sudah harus beranjak pergi dari lokasi sumber.
                     Foto milik Misbach

                   Senja di Sumber Maron


Oh, iya di sumber ini ada beberapa peraturan, salah satunya adalah "dilarang mengambil ikan hias", mungkin agar populasinya tidak berkurang dan keseimbangan ekosistemnya dapat terjaga.  Bila anda tertarik untuk mengunjungi tempat ini siapkan pakaian ganti yaa dan perlengkapan mandi tentunya.  Tempat ini dibuka mulai jam 07.00 - 18.00 WIB
Sumber Maron Dahulu Sebelum ada Kedai 
(Foto milik https://www.malang-guidance.com/sumber-maron-malang/)


Sumber Maroon Kini
(dokumen Pribadi)

Ibarat sebuah mutiara, sumber maron adalah mutiara yang terabaikan, pesonanya seolah terenggut dengan menjamurnya kedai-kedai yang berdiri di sepanjang aliran sungai.  Andai lokasi wisata ini ditata dengan lebih apik, sumber maron akan menjadi potensi wisata yang tidak boleh diremehkan dan tentu akan memberi manfaat besar bagi masyarakat sekitar.  Nama sumber maron ini sendiri memiliki kisah yang panjang.  Maron berasal dari kata kemaron yaitu sebuah kuali dari tanah yang berfungsi untuk menggoreng kopi.  Jadi konon di desa itu ada sebuah sumber yang airnya jatuh ke atas sebuah batu cadas yang cekung, mirip sebuah kemaron yang ditemukan oleh Raden Jaya Kandara, Putra dari Ki Panji Bayu seorang Punggawa Keraton Majapahit.
0

Kamis, 08 September 2016


Pantai Mertasari merupakan salah satu pantai yang masuk dalam gugusan pantai Sanur Bali. Pantai ini memiliki banyak keistimewaan, salah satunya adalah anda bisa menyaksikan matahari terbit sekaligus matahari terbenam di pantai ini, hanya berbeda sudut saja. Bila umumnya gugusan pantai Sanur merupakan pantai matahari terbit, maka pantai Mertasari justru istimewa.


Pantai ini memiliki lokasi yang berdekatan dengan hutan mangrove. Sehingga anda akan menjumpai banyak ikan air tawar yang berenang di sungai yang membelah pantai ini dan bermuara ke laut. Tentu kondisi ini tidak disia-siakan oleh para pengunjung untuk sekedar mancing dan bermain  air.



Saat sore menjelang, matahari akan memperlihatkan pesonanya. Malu-malu dia akan beranjak keperaduan dan menyisakan rona emas di atas pesisir pantai. Anda yang hobi berburu foto bisa mengabadikan momen ini dengan kamera anda.



Selain menikmati sunset, anda dapat juga menyaksikan festival layang-layang, pun sekedar melihat atraksi water sport dari bibir pantai. Menyaksikan kapal-kapal besar yang bersandar di pelabuhan Benoa, mencari kerang pantai, bermain bola pun sekedar berkecipak di air yang jernih.


Semakin sore akan semakin banyak wisatawan yang turun ke laut, terlebih lagi bila laut sedang surut seperti kemarin. Begitu banyak wisatawan yang datang. Rata-rata mereka mengajak keluarga untuk bermain air di pantai yang dipenuhi hamparan kulit kerang dan pasir yang brrwarna coklat. Ya! Pasir pantai ini tidak hanya putih, di beberapa bagian pantai pasirnya berwarna coklat bata. Saat terkena pendar cahaya matahari warnanya menjadi begitu eksotis.






Pantai dengan area luas ini juga acap dijadikan pilihan tempat untuk menerbangkan layang-layang raksasa. Layang-layang berukuran hampir 3 meter ini diterbangkan dengan tali kampar dan melibatkan 4-6 orang untuk menerbangkannya.

Di sisi pantai yang lain ada sebuah lokasi yang bernama Taman Inspirasi. Tempat ini menawarkan permainan watersport, berkuda, bersepeda, naik unta, lapangan mini futsal untuk anak, bungalow, restoran dan sebuah ayunan di atas laut. Tempat ini juga dikenal dengan sebutan Dream Island.  Untuk bisa masuk ke lokasi ini pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk sebesar Rp.20.000,- yang nantinya dapat ditukarkan dengan welcome drink dan snack dikedai yang berdiri persis di bibir pantai.



 Pesona pantai ini begitu tersohor, sehingga banyak calon pengantin menggunakan tempat ini sebagai lokasi prewed. Sebuah ayunan yang berdiri kokoh di atas air seolah menjadi monumen cinta bagi pasangan muda -mudi yang ingin mengabadikan kisah mereka. Tak heran bila anda akan menyaksikan antrian yang cukup panjang hanya untuk berfoto saat senja menjelang di atas ayunan "cinta".
Anda penasaran dan ingin megunjunginya? Yuk rencanakan liburan anda ke pulau Dewata Bali mulai sekarang, karena ada banyak tempat istinewa yang bisa anda jelajahi.





0

ASUS OLED WRITING Competition

atau

Intellifluence

Intellifluence Trusted Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Part of BloggerHub

Total Absen


Pengikut