Jumat, 18 Desember 2020

 Vaksin Corona, dan Fakta Di Baliknya

Tak terasa hampir dua tahun Ms. Corona menggempur dunia.  Selama itu korban terus  berjatuhan.  Asumsi yang awalnya mengatakan bahwa anak-anak memiliki resiko lebih kecil, akhirnya terbantahkan dengan mudah.  Hal ini dapat kita lihat dengan banyaknya jumlah pasien anak yang terpapar dalam beberapa bulan terakhir.  Kabar akan kehadiran vaksin corona pun menjadi angin surga bagi sebagian masyarakat yang sudah merindukan rasa aman beraktivitas. 



Benarkah vaksin ini aman?

Berbagai berita terkait vaksin corona pun mulai bertebaran  baik di media cetak maupun online. Ada yang menyikapinya dengan sebuah harapan, namun ada juga yang meresponnya dengan sebuah kekhawatiran, akan munculnya bencana baru.  Saya termasuk  satu di antara masyarakat yang mempertanyakan efektifitas penggunaan vaksin tersebut.  Benarkah vaksin ini aman dan mampu menjadi harapan baik bagi kita semua?.  Sebelum menjawab pertanyaan tersebut ada baiknya kita mencari tahu tentang kebenaran dan update perkembangan vaksin yang akan dilaunching. 

Pfizer,  salah satu perusahaan farmasi yang cukup ternama, kini sedang mengmbangkan vaksin corona  untuk mencegah serangan yang lebih masif.  Menurut pihak Pfizer dan BionTech ada beberapa fakta yang perlu diketahui masyarakat terkait vaksin yang sedang dikembangkan, seperti yang dilansir oleh The Guardian yang dikutip ulang di halodoc.



Fakta Penting Tentang Vaksin Corona Yang Wajib Kamu Tahu          

Simpang siur berita terkait ujicoba vaksin cukup membuat sebagian masyarakat resah dan bertanya.  Pencarian fakta perlu dilakukan secara seksama dengan menggali informasi dan jawaban  dari lima pertanyaan berikut:

1.    Bagaimana Tingkat Keamanan Vaksin?

2.       Benarkah Vaksin dapat Mengurangi Terjadinya Perburukan Kondisi?

3.       Apakah Vaksin Mampu Mencegah Terjadinya Penularan Virus?

4.       Berapa Persen Tingkat Keberhasilan Vaksin ?

5.       Bagaimana Efektifitas Vaksin Dalam Melindungi Tubuh?

Untuk menemukan fakta atas pertanyaan tersebut, sebaiknya kita bertanya atau mencari dari sumber terpercaya.  Kami pribadi lebih sering menggali informasi terkait kesehatan dengan bertanya di platform yang memang dikelola oleh tenaga medis atau orang-orang yang memang expert di bidang itu.  Salah satu platform yang kami percaya adalah aplikasi halodoc.  Aplikasi ini tidak hanya berisi artikel kesehatan, namun kita juga bisa konsultasi secara online dengan para pakar.  Tentu info yang kita peroleh bisa dipertanggungjawabkan dan bukan hoax. Masyarakat dan para pasien cukup banyak terbantu dengan kehadiran aplikasi ini, terlebih di masa pandemi ini.  Aplikasi yang kini sedang naik daun ini memiliki tarif konsultasi mulai gratis hingga berbayar.  Tentu dengan harga yang cukup terjangkau sehingga mampu menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan advice dokter terkait keluhan kesehatan yang di alami.






Aplikasi ini juga menayangkan banyak informasi untuk menjawab pertanyaan di atas.  Menurut informasi yang berhasil kami rangkum dari aplikasi ini serta diskusi dengan beberapa paramedis, kami menyimpulkan sebagai berikut:

Ada beberapa perusahaan suplier vaksin yang sedang melakukan uji efikasi vaksin corona.  Dua di antaranya adalah Pfizer dan BioFarma.  Pfizer dan BionTech belum berani mengatakan bahwa vaksin yang sedang mereka kembangkan 100% aman, sebab sampai sejauh ini ada 10 % dari sampling yang menunjukkan gejala efek samping.  Tingkat efektivitas vaksin pun belum berani disimpulkan sebab vaksin masih dalam proses pengujian, belum sampai tahap kesimpulan akhir.  Namun demikian Paul Hunter, seorang Profesor dari University of Anglia mengatakan oleh karena vaksin milik Pfizer dan BionTech adalah vaksin baru, maka bisa saja efek samping yang dialami oleh beberapa relawan hanyalah sebuah reaksi alergi terhadap salah satu komponen yang dimilikinya.

Pfizer sendiri belum berani menyimpulkan apakah vaksin ini bisa mencegah penularan virus.  Sebab jika yang dialami adalah infeksi tanpa gejala, artinya masih memiliki resiko menularkan ke orang lain.  Lewat uji klinis terhadap partisipan berusia 12 – 85 tahun, menampakkan kalau vaksin ini tidak bekerja secara efektif untuk lansia.

Demikian pula dengan Vaksin Sinovac yang distribusinya akan dilakukan oleh Bio Farma. Bambang Heriyanto, selaku Sekertaris Perusahaan Bio Farma mengatakan bahwa hingga saat ini efikasi vaksin Sinovac masih dalam tahap menunggu hasil dari uji klinis pada fase yang sedang dilakukan.   Perkiraan mereka uji fase 4  baru akan keluar hasilnya pada bulan Januari 2021.  Pernyataan Bio farma terkait efikasi vaksin juga diperkuat oleh produsen Sinovac langsung Sinovac Biotech.Ltd.  Uji klinis yang dilakukan yang dilakukan sejak Agustus 2020 ini diperkirakan rampung pada Mei mendatang.

Berangkat dari informasi  tersebut , Pemerintah harus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menetapkan kapan  vaksinasi massal dilakukan, agar vaksin corona tidak menjadi bencana baru bagi masyarakat indonesia.  Salah langkah sedikit saja, bencana baru akan muncul sebab seperti kita ketahui virus Covid -19 merupakan virus dengan karakteristik unik dan terus bermutasi.

 

0

Kamis, 03 Desember 2020

 "Aku cuti ya besok, badanku capek banget. Lemes dan agak demam" 

Ku amati lelakiku dari dekat. Periksa matanya, kukunya dan ukur suhu tubuhnya. Terakhir dia berkata seperti ini sebelas tahun lalu dan tidak lama tubuhnya tumbang sampai dirawat 15 hari di rumah sakit. Dokter bilang suamiku terkena hepatitis. Mata, kulit wajah dan kukunya tampak menguning. Sekejap kapal kami hampir karam diterpa ombak. Suami tidak bisa bekerja, anak tidak bisa minum susu karna tidak ada pemasukan dan biaya Wira Wiri rumah sakit yang kian membengkak. Semua membuat ku tak mampu  menarik nafas lega. 

Pakai masker Mampu Mencegah Penularan Virus

Sejak beberapa hari sebelumnya aku sudah curiga melihat dia tampak lemas, namun Karna beban kerja yang menumpuk membuatnya enggan untuk istirahat. Terlebih atasannya saat itu kurang bersahabat. Akhirnya karena kelelahan virus Hepatitis A pun masuk menginfeksi tubuhnya lewat makanan dan minuman. Konon virus ini dapat menyebabkan kerusakan hati jika tidak ditangani dengan baik dan tuntas.  Seorang perawat menyarankan agar suamiku mengkonsumsi rebusan temulawak dan madu untuk menghambat pertumbuhan virus ini.  Aku pun blusukan ke pasar cari temulawak, mencucinya, kupas lalu merebusnya. Setiap hari minuman ini menjadi suguhan rutin suamiku bahkan saat sudah sembuh.

Beberapa tahun lalu seorang teman mengenalkan sebuah produk minuman herbal berbahan temulawak kepadaku. Cara penyajiannya sangat praktis dan harganya pun cukup terjangkau. Herbadrink Sari Temulawak , sebuah minuman herbal yang diolah dengan teknologi modern dan menggunakan temulawak asli sehingga mengandung #KebaikanAlami . Rasanya enak, bahkan anak anak suka. Bisa dibawa kemana mana karna tidak perlu direbus. Pakai air dingin juga bisa. Sejak itu kami selalu simpan stock herbadrink aneka varian di rumah untuk menjaga kebugaran tubuh dan mencegah masuknya virus Hepatitis ke dalam tubuh.

Herbadrink Sari Temulawak  Praktis Dibawa kemana mana

Nah...mendengar keluhan suamiku dua Minggu lalu, aku mulai khawatir kalau kalau dia terpapar virus Hepatitis lagi. Aktivitasnya yang padat dan cukup menyita waktu serta energi tentu semakin membuat staminanya ngedrop. Virus ini menular dan sangat berbahaya jika sampai menginfeksi #babyfaiz . Untuk mencegah masuknya virus Hepatitis ke tubuh lelakiku, aku menerapkan 3 tips mudah ini :

1. Istirahat yang cukup dan makan makanan bergizi 



2. Jaga kebersihan. Cuci tangan dan selalu pakai masker. Jangan sampai virus masuk ke tubuh ataupun kita menularkan virus ke anak anak 

3. Konsumsi suplemen  berbahan temulawak dan madu untuk menjaga stamina tubuh. Suamiku memilih herbadrink Sari Temulawak untuk menjaga kesehatan hati. Kalau ditawari minum rebusan dia lebih milih buka sachetan herbadrink sari temulawak biar ngga nunggu lama katanya. Sempet parno juga khawatir terpapar Corona, mengingat teman teman di kantor banyak yang dinyatakan positif.

Minum Herbadrink Sari Temulawak
Untuk Mencegah infeksi virus hepatitis

Alhamdulillah setelah isolasi mandiri didampingi konsumsi vitamin C selama 14 hari tubuhnya berangsur pulih dan bisa beraktivitas seperti biasa.

Ada beberapa varian herbadrink yang pernah kami coba di antaranya, herbadrink Sari kunir asam, sari kunyit suruh, sari beraskencur, sari chrysantenum, Sari wedang uwuh dan sari jahe. Semuanya enak, praktis, harga terjangkau dan mudah didapat. Di mini market juga ada. 

Masing- masing varian ini punya manfaat sendiri-sendiri. Untuk daerah dingin herbadrink Sari wedang uwuh dan sari jahe paling cocok dikonsumsi pagi dan malam hari #KebaikanAlamiHerbadrinkReview









0

Sabtu, 30 Mei 2020

Sikapi Keluhan Kesehatan Anak Secara Bijak

"Bun, kaki dan tanganku sakit" keluh Favian Beberapa tahun lalu. Saat itu kami meresponnya biasa saja.  Bagaimana mau percaya, buah hati kami yang ke-dua ini hiperaktif banget.  Ngga bisa duduk anteng.  Bahkan dalam keadaan sakit sekalipun masih saja lompat-lompat..jadi terkadang ada rasa gemas jika mendengarnya mengeluh sakit.  Lebih dari separuh usianya dihabiskan di rumah sakit.  Ada saja keluhannya, yang robek bibirnya, kakinya kena pecahan kaca atau paku, pelipis yang bocor, tangan patah, kesleo, diare akibat makan tanah, gagal nafas akibat gigitan semut yang dia koleksi, lipan, tubuh bengkak karna ulat bulu, belum lagi penyakit akibat imun yang tidak baik. Bisa kalian bayangkan gemesnya kami? Padahal menurut sebagian  besar kerabat, kami sangat ketat menjaganya, namun tetap bisa kecolongan.




Keluhan nyeri pada sendi kami anggap sebagai hal biasa, dan hanya kami tangani dengan mengoleskan bagian yang sakit menggunakan balsam, ataupun cream yang mampu melemaskan otot yang kaku.  Mungkin nyerinya  akibat kecapean ataupun karna otot yang kaku ,pikir kami waktu itu.  Kami tak pernah berfikir ada penyebab lain di balik semua keluhan itu. Kejadia ini memberikan pean kepada kami agar sebagai orangtua ada baiknya kita sikapi keluhan kesehatan anak secara bijak, apapun latar belakang kebiasaan anak tersebut.

Langkah Yang Harus Dilakukan Saat Timbul Gawat Darurat Pada Anak

Tahun pun berganti, Favianku masih saja menjadi sosok yang menghebohkan dan menoreh kisah. Rumah sakit seolah menjadi rumah kedua bagi kami. Sampai - sampai berbagai macam antibiotik menjadi cemilan saja baginya.  
Dia suka sekali makan, namun mudah mengalami radang tenggorokan hingga amandelnya pun membesar jika mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG maupun pemanis. Nah..karna buah hati kami ini memiliki alergi antibiotik setiap radang menyerang, dokter terpaksa tidak meresepkan antibiotik, tentu dengan pertimbangan keselamatan.  soalnya jika alergi, tubuhnya acap bengkak dan sesak nafas.  Serem ya?  Kalau sudah muncul alergi dan radang tenggorokannya ataupun gawat darurat pada anak, saya segera menghubungi dokter terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.  Kami tidak ingin kejadian masa kecilnya terulang.  Waktu itu Favian sempat mengalami shock anafilatik akibat gigitan semut.  Saya membawanya ke RS yang biasa menangani dengan alasan rekam medisnya disana.  Namun akibat jarak yang terlalu jauh, anak kedua kami hampir tidak tertolong dan sempat mengalami henti jantung serta gagal nafas. Seharusnya saya membawanya ke dokter terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Tahun 2016 atas saran seorang dokter Anak, kami memeriksakan Favian ke dokter tumbuh kembang terdekat.  Hasilnya memperlihatkan kalau putra ke-dua kami tersebut mengalami gangguan konsentrasi yang dikenal dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Dissorder).  Hal inilah yang menyebabkan Vian"mengalami kesulitan dalam hal calistung.  ADHD ini bisa ditangani dengan terapi obat dan psikoterapi.  Lebih cepat diketahui lebih, cepat diobati.  Pada kasus Favian, kami terlambat mendeteksi gejalanya sehingga pengobatannya pun membutuhkan waktu dan usaha lebih.
Namun di balik kondisi dan kekurangannya, sosok Favian ini merupakan sosok yang rajin, penyayang dan baik hati.  Dia memiliki ambang batas sakit yang cukup tinggi.  Tak seperti anak pada umumnya, Favian hampir tidak pernah menangis kencang.  Dia hanya menitikkan air mata saat merasa sedih pun merasakan sakit.  Hening tanpa suara. Tiba-tiba terkapar dan kami pun merasa kecolongan.  Sejak beberapa kejadian yang membuat kami spot jantung, kami akhirnya mengajarkan kepadanya untuk bercerita jika dia merasakan sakit di tubuhnya.  

Baca juga Radang Tenggorokan Picu Penyakit Jantung Rematik

Kini Favian sudah bisa menyampaikan keluhannya dan sikapnya.  Selama libur covid ini dia bercerita kalau dadanya nyeri, sendinya sakit berpindah-pindah, demam dan sakit saat menelan. Kami ingin membawanya ke rumah sakit, namun kondisi imun Favian membuat kami khawatir dia akan terpapar virus jika kami membawanya ke rumah sakit.  Namun jika tidak diperiksa kami juga khawatir telat penanganan sseperti yang sudah-sudah.  Hmm..gimana ya?

Halodoc Solusi Pengobatan Online Cepat dan Mudah

"Konsul aja ke dokter via halodoc dulu mba.  Ibu juga kemarin aku konsulkan.  Nanti setelah tegak diagnosa dokter akan meresepkan obat, dan obat dikirim ke rumah kita"tutur adikku

Adikku menyarankan untuk melakukan pemeriksaan online lebih dahulu lewat aplikasi halodoc. Langkahnya sangat mudah dan bisa dilakukan  dari mana saja.
  • Instal aplikasi halodoc via playstore

  • Buka aplikasi untuk login dan melakukan verifikasi nomer telepon
  • Klik profilmu dan lengkapi


  • Klik lainnya dan kamu akan menjumpai berbagai info yang bisa kamu lengkapi.  Kamu bisa mengisi dompet virtualmu ataupun memilih paket berlangganan

  • Klik kolom bertuliskan semua layanan

  • Pilih chat dengan dokter.  Kamu akan menjumpai daftar dokter yang tarifnya promo dan daftar dokter spesialis

  • Agar lebih mudah konsulnya kamu bisa pilih dokter terdekat . Ada banyak pilihan dokter dengan tarif yang berbeda-beda

  • Jika diperlukan pemeriksaan lebih lanjut silakan buat janji kunjungan ke RS pilihan yang masuk dalam daftar, kemudian pilih dokter tujuan


Mudah sekali ya, dan kehadiran aplikasi halodoc sangat membantu orangtua seperti kami.  Tarifnya pun bisa disesuaikan dengan kantong.  Tidak ada lagi alasan untuk menunda memeriksakan kesehatan anak di masa pandemi.
Hubungi dokter terdekat, jika 3 gejala ini menyerang buah hati yaa
  1. Demam tinggi dan sakit saat menelan
  2. Nyeri pada dada dan sendi yang berpindah
  3. Sesak nafas disertai ruam ataupun pembengkakan pada tubuh


0

Jumat, 22 Mei 2020

Haii sobat IBV, apa kabar? 
Lama sudah kami berhibernasi nih, ada yang kangen nggak?  Maaf yaa, karena writing block... kita jadi tidak pernah berinteraksi. Writing block sampai saat ini masih menjadi masalah buat penulis pemula kaya saya, jadi terkadang kalau belum mood akhirnya semua konsep hanya ada di angan-angan.

Tapii..kamu ngga usah khawatir, cause i'm comeback dan insya Allah membawa konten-konten bermanfaat buat kamu.  Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang infeksi radang tenggorokan dan bahayanya bagi jantung.  Kamu pasti sudah familiar dengan penyakit yang satu ini.

Infeksi Radang Tenggorokan, Penyebab dan Gejalanya

Radang tenggorokan merupakan sebuah peradangan yang terjadi  di bagian belakang tenggorokan, atau dikenal dengan sebutan faring. Oleh sebab itu gangguan kesehatan ini diberi nama faringitis, namun orang Indonesia menyebutnya panas dalam. Penyakit ini dapat menyerang balita, anak-anak, remaja, dewasa bahkan lansia. Namun rentang usia paling banyak terinfeksi adalah usia 5 - 15 tahun.
Hampir sebagian besar anak-anak pernah mengalami radang tenggorokan.  Umumnya kondisi ini menyebabkan anak merasakan sakit saat menelan dan beberapa gejala lainnya seperti:
  • Demam tinggi
  • sakit kepala
  • nyeri sendi dan nyeri otot
  • Ruam Kulit
  • pembengkakan pada kelenjar getah bening
Sumber klikdokter.com

Pada beberapa kasus radang tenggorokan juga dapat menyebabkan gejala yang lebih speifik antara lain:

  • Amandel bengkak
  • Hilangnya selera makan
  • pembengkakan pada limpa
  • peradangan pada hati
  • suara serak
Bahkan pada kasus berat radang tenggorokan dapat menyebabkan sesak nafas, sakit pada telinga bahkan ada darah pada air liur.  Jika sudah seperti ini sobat IBV tidak boleh abai yaa, sebab ini bisa menjadi awal timbulnya infeksi lain seperti :


  1. Abses peritonsil, yaitu pembengkakan yang terjadi antara langit -langit tenggorokan dan bagian belakang amandel yang disertai timbulnya nanah
  2. Epiglotitiss atau peradangan pada epiglotis yaitu katup berbentuk daun di belakang pangkal lidah.  Kondisi ini bisa memicu terjadinya sesak nafas
  3. Infeksi  Mononukleous yang ditimbulkan oleh infeksi virus Epstein Barr, ditandai dengan adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening, demam dan sakit di tenggorokan
Wah... serem banget yaa sobat IBV, makanya penting banget buat kita mengetahui penyebab radang tenggorokan dan cara mengatasinya.  Infeksi radang tenggorokan yang berulang sangat beresiko memicu terjadinya demam rematik juga Penyakit Jantung Rematik.


Penyebab Infeksi Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain,infeksi virus dan bakteri, alergi, udara, irritan (bahan kimia), terjadinya ketegangan otot pada tenggorokan, gangguan lambung (GERD), infeki HIV dan tumor. Namun yang paling sering adalah virus dan bakteri.
Ada beberapa virus yang bisa menjadi penyebab infeksi tenggorokan di antaranya parainfluenza RSV, Adenovirus, campak dan virus influenza.  Sedangkan bakteri penyebabnya ada dua macam yaitu, Streptococcus pyogenes dan Streptococcus group A.

Gara-gara sering Radang Tenggorokan, Bocah 11 Tahun Diduga Mengidap Penyakit Jantung Rematik

Favian Attar Firdaus  seorang bocah lelaki berusia 11 tahun kini tidak lagi bisa bermain bebas seperti dulu.  Anak kedua kami ini sejak kecil acap menikmati fasilitas hotel berbintang-bintang di kota Surabaya alias rumah sakit.  Alergi yang amat parah membuat tubuhnya rentan terserang berbagai penyakit, salah satunya adalah bronchopneumoni, radang tenggorokan dan poliarthritis. Berbagai pengobatan sudah kami upayakan mulai medis hingga non medis.  Kesimpulan akhirnya adalah semua penyakit yang dideritanya disebabkan faktor alergi dan imun.  Kisah perjuangan saya membesarkan favian bisa dibaca FB @sri.rahayu.sp

Sumber healthline.com

Salah satu alergi yang dia alami adalah alergi MSG dan Aspartam. Setiap kali mengkonsumsi makanan yang mengandung kedua zat ini, hanya dalam beberapa menit saja Favian akan merasakan serik dan akhirnya demam, batuk serta sesak nafas.  Demamnya bisa mencapai 43⁰ C loh sobat. Jika harus menceritakan petualangan Favian dalam memperjuangkan kesembuhan rasanya ratusan tinta takkan cukup menorehnya.  Bayangkan.. 11 tahun dia acap mengkonsumsi obat-obatan sampai -sampai saat dilakukan test hampir seluruh antibiotik dia resisten dan alergi. Favian kami sering sekali terjangkit infeksi radangtenggorokan.  Sayangnya pengetahuan kedokteran kami yang minim membuat kami tidak menyadari ada bahaya besar yang mengincarnya..sampai akhirnya beberapa waktu lalu dokter mendiagnosa kalau Favian kemungkinan terjangkit penyakit jantung rematik.
Awal mula munculnya diagnosa tersebut adalah keluhan nyeri sendi berpindah dan nyeri dada yang setahun ini dikeluhkan oleh putra kami tersebut.  Bahkan beberapa waktu terakhir Favian sering mengalami ruam merah yang tidak jelas sebabnya.  Gejalanya makin hari makin sering dan berulang, sama seperti infeksi radang tenggorokan yang selalu berulang dia dapat.  Dokterpun kemudian melakukan rangkaian tes, pemeriksaan lab dan echocardiografi. Hasilnya membuat saya menangis, karena ternyata dari pemeriksaan labnya terbukti jagoan kami positif mengidap demam rematik.  Alhamdulillahnya belum terjadi kerusakan katup jantung.  
Dokter bilang penyebabnya kemungkinan karena radang tenggorokan yang berulang dan akibat infeksi bakteri Streptococcus group A.   Jika tidak tertangani baik demam rematik bisa berkembang menjadi penyakit jantung rematik.

Penyakit Jantung Rematik


Penyakit jantung rematik disingkat PJR dalam bahasa medisnya dikenal dengan Rheumatic Heart Disease (RHD).  Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan adanya kerusakan pada katup jantung.  Kerusakan ini bisa berbentuk penyempitan ataupun kebocoran dan umumnya menyerang katup mitral (stenosis katup mitral). Penyakit jantung rematik sebenarnya adalah gejala sisa dari demam rheumatic (DR). 
Sebelumnya kita sudah membahas sekilas tentang penyebab demam rematik. Demam ini merupakan komplikasi dari radang tenggorokan yang tidak tertangani secara baik. akibatnya terjadi peradangan pada sendi, jantung, kulit dan otak.  Jika dibiarkan peradangan dapat menyerang katup jantung.  Inilah yang dinamakan Penyakit Jantung Rematik.  Akibatnya bisa terjadi cacat permanen pada jantung dan otot jantung.  Jika dibiarkan bisa terjadi gagal jantung.
Sereeemmm...
Ibu mana yang mau anaknya gagal jantung?Pasti tidak satupun ibukan? Berangkat dari keprihatinan saya dengan kondisi Favian, maka saya bersama dokter Anak yang menangani Favian memutuskan untuk melakukan edukasi pada masyarakat awam tentang penyakit jantung rematik ini. Edukasi kami lakukan via instagram live pada tanggal 21 Mei 2020 .

Live IG

Untuk sobat IBV yang tidak sempat mengikuti live kami, bisa membaca blogpost saya  berikutnya yaa

0

Total Absen

Pengikut