Kamis, 23 Maret 2017

Malang tak ubahnya kota Bandung kini, bahkan sebagian wisatawan seolah tak lagi berada di kota apel.  Di setiap sudutnya berbagai sentra kuliner menawarkan aneka menu yang mampu membuat gelap mata.  Pertumbuhan usaha kuliner memang semakin pesat, kedai, warung, resto bahkan bistro banyak bermunculan salah satunya adalah Kendi Indonesian Bistro.

Istilah bistro sendiri berasal dari Prancis untuk menggambarkan sebuah restoran kecil yang menyajikan aneka menu Prancis dengan dekorasi ruangan yang homy dan casual.  Bistro memiliki banyak perbedaan dengan  kedai kopi baik dari segi, menu, layanan maupun kenyamanan tempat.  Umumnya bistro menyajikan aneka menu yang lebih beragam bila dibandingkan kedai kopi yang hanya menawarkan minuman dan cemilan ringan.

Documen pribadi

Menu-menu di bistro umumnya berbeda di setiap lunch dan dinner, tidak seperti kedai kopi yang menunya tidak berubah setiap waktunya.  Kenyamanan dan pelayanan  yang ditawarkan bistro tak ubahnya dengan sebuah restoran besar.  Nah itulah yang saya rasakan saat menikmati santap siang di Kendi Bistro.  Penampilan yang menarik dari setiap sajian yang ditawarkan membuat saya tidak sedang berasa di sebuah resto kecil tapi berada di sebuah restoran berbintang.


Siang itu saya bersama suami berkesempatan menikmati aneka hidangan special dari dapur Kendi Indonesian Bistro.  Restauran yang terletak di Jl. Ciliwung Malang ini menawarkan konsep utama menu nusantara dengan beberapa tambahan menu western seperti pizza dan spagethi.  Tempatnya luas dengan didominasi unsur kayu membuat tempat ini terlihat elegan dan lux.

Seorang pelayan menyodorkan buku menu kepada kami.  Tertera berbagai menu pembuka, menu utama dan dessert. Semuanya terlihat menarik,  namun ada 5 menu yang wajib dicoba bila anda berkunjung ke bistro ini.  Kelima menu tersebut adalah

1. Sego Ndeso
 Menu ini adalah salah satu menu utama yang lagi di perkenalkan di sini.  Sego yang artinya "nasi" dan ndeso yang artinya desa ini disajikan untuk para penikmat kuliner yang mendambakan makanan khas desa.  Menu yang dibandrol dengan harga Rp. 57.000 disajikan lengkap dengan lauk pauknya seperti sayur podomoro, empal gepit, oseng daun pepaya, aneka sambal, ayam bumbu rujak, peyek dan udang gremut ini sangat menggoda.  Peyeknya begitu renyah, dan oseng daun pepayanya pun tidak terasa pahit.  Porsi nasinya memang tidak terlalu banyak tetapi aneka pelengkapya membuat perut menjadi kenyang.
Sayur podomoro sendiri mirip seperti orem-orem.  Hanya karena saya kurang begitu suka sayur bersantan, saya tidak sampai menikmatinya.


Picts belongs to Ammamamo


2. Sego Mulhuk
Menu yang satu ini merupakan salah satu menu yang lagi trend di Malang.  Konsepnya adalah bancakan yaitu menu rame-rame.  Dengan konsep ini, ada sebuah harapan bisa tercipta kekeluargaan dan kebersamaan.  Meniadakan kesenjangan di antara penikmatnya.  Menu ini ditawarkan per paket seharga Rp. 60.000,-.  Minimal pemesanan 4 paket.   Per paketnya terdiri dari Nasi uduk, ayam bakar, telur dadar, tempe bacem, kulit ayam goreng, ikan asin jambrong, dadar jagung, mie goreng, oseng daun pepaya, sambal pencit, sambal teri, sambal terasi, lalapan komplit, kerupuk dan teh tawar.



3. Sego Bakar Kendi
Nah kalau yang satu ini juara banget.  Istimewa.  Nasi yang dibalut daun pisang dan dibakar ini disajikan bersama ayam panggang, tempe bacem, kerupuk, sambal pencit, dan lalapan.  Kenapa saya bilang istimewa?  karena di dalam nasinya terdapat ikan pedanya dan rasanya menjadi sempurna, asin alami tanpa tambahan garam.  Satu paketnya dibandrol Rp. 53.000,00.

Paduan sambel pencitnya melengkapi citarasa ayam panggangnya..sayangnya kurang banyak sambelnya hehehe..

Sego Bakar Kendi picts belongs to Ammamamo


4. Nasi Goreng Kendi
Menu ke empat yang tidak boleh dilewatkan adalah nasi goreng kendi.  Menu ini takkan anda jumpai di tempat manapun, sebab menu istimewa ini diracik khusus oleh seorang chef piawai jebolan Timur Tengah.  Namanya chef Pandi.  Beliau meramu menu nasi goreng yang tidak biasa ini menjadi luar biasa.  Kok tidak biasa? mau tau kenapa?

Pertama adalah penyajiannya yang unik, dibungkus daun pisang dan daun jati.  Nah loh.. aroma daun pisang aja udah nambah lezat aroma makanan apalagi di dobel ama daun jati?  kaya gimana rasanya? Hanya ada satu kata jawabannya "UNIK"

Kedua, anda akan menemukan taste kemangi di dalam nasi ini.  ya pastilah soalnya memang di dalamnya diberi daun kemangi, sehingga aroma 3 dedaunan ini mengeluarkan sebuah aroma khas yang sulit saya deskripsikan

Ketiga, full seafood.  Keberadaan seafood di nasi goreng ini tidak hanya sebagai pelengkap gizi, melainkan juga penyempurna rasa.. yaa,,,paling tidak rasanya tidak hanya rasa kemangi tapi ada gurihnya udang, cumi dan jamur. Duh jadi pengen lagi nih bayanginnya.

By Ammamamo

5. Lumpia
Nah ini salah satu menu kesukaan suami saya, lumpia.  Cemilan berisi rebung dan parutan wortel ini sedikit berbeda dengan yang kita beli di pinggir jalan.  Kulitnya tidak keras dan isinya juga padat, so berasa banget nikmatnya guys.

Pict belongs to Ammamamo

Kelima menu ini menurut kami adalah menu andalan di Bistro ini tapi banyak menu lain yang juga nikmat, misalnya es manohara. es teler, es dawet, wedang pokak, pinacolada dan aneka jejamuan.  Untuk ulasannya baca juga Menikmati Minuman Tradisional di Kendi .

Selain menu yang lezat, bistro  berlantai 3 dengan konsep yang unik di setiap lantainya ini sangat nyaman untuk acara keluarga, di lantai 2 ada sebuah meeting room yang mampu menampung 16 pengunjung dan free of charge.  Jadi recomended banget buat bawa keluarga, teman dan relasi sekalipun.


Documen pribadi

Photo milik MalangCitizen


Nah buat yang pengen menikmati aneka menu tersebut ..saya mau info nih, bistro ini buka mulai pukul 11 siang - 11 malam dan lokasinya bisa dilihat di maps ini ya


3

Kamis, 16 Maret 2017

Siapa yang hoby makan dimsum? Aku dong, kalian juga iyakan?
Menu yang asalnya dari Hongkong ini memang cukup favorit di kalangan masyarakat Indonesia.  Bentuknya yang unik dan rasanya yang nikmat acap membuat orang ingin lagi dan lagi.  Kaya si Duo F yang hoby banget menyantap menu ini.

Menu yang memiliki nama lain Dianxin ini asalnya dari Canton (Guangdong), salah satu kota di Cina Selatan. Kata dianxin ini sendiri memiliki arti menyentuh hatimu, wow ya?  Menu ini sendiri juga mulai familiar di masa Dinasti Han (206 SM). Variannya ada 2000 macam dengan aneka nama yang berbeda pula di antaranya hakau, bakpao, lumpia, wotiek, dan lain lain.

Nikmatnya menyantap Shabu 

Aneka Dimsum di Shabu Soup

Di negara asalnya, menu yang biasa disajikan dalam wadah kukusan bambu ini biasanya disantap sebagai sarapan pagi dengan ditemani teh khas dari cina dan sambil bermain mahjong.  Bentuknya yang mini memudahkan kita menyantapnya dalam satu suapan.  Tapii di Indonesia justru kebalikannya.  Menu ini acap dinikmati pada sore hari terutama di sore yang dingin.

Berbagai rumah makan Cina menjadikan menu ini sebagai salah satu andalannya.  Saat kami tinggal di Bali, kami sering sekali menikmatinya, terutama saat tanggal muda.  Maklum saja, untuk menikmati menu ini, kami harus merogoh kocek agak dalam, sebab tidak cukup satu porsi.  Rata-rata kami harus mengeluarkan biaya Rp.200.000,- untuk sekali makan.  Cukup berat kan?

Alhamdulillah sekarang saya telah kembali ke kampung halamannya Si sulung, yaitu Malang!  Di kota ini kamu yang suka wisata kuliner akan dimanjakan dengan aneka spot nongkrong yang ngga bikin kantong bocor.  Cari aja Shabu Soup street food junction.

Asiknya Berburu Shabu Soup Street Food, Jajanan Berkelas Harga Kaki Lima

Kota Malang kini memang tak lagi sama seperti dulu.  Bukan lagi kota sepi dan dingin, melainkan kota cantik yang telah dipoles dengan warna warni kehidupan dan wisatanya.  Di kota ini kamu ngga perlu khawatir lagi mau makan apa, soalnya semua menu yang cocok dengan lidah lokalmu ada di sini.  Mulai dari yang berkelas sampai yang kaki lima semua bisa menggugah selera makan.  Tak ubahnya seperti kota Bandung.

Duo F sendiri sudah memiliki tempat favorit buat nongkrong di sore hari tuk menikmati aneka satay, dimsum dan shabu.  Lokasinya di Jl. Bunga Coklat No.1 Malang- Jawa Timur.  Tempat yang menyajikan aneka hidangan  Cina ini, menawarkan satu kenikmatan makan tanpa harus bikin kantong tekor.  Cocok banget buat mahasiswa. Kedai yang terletak tepat di belakang De Duren Suhat ini,  juga menawarkan beberapa promo menarik di antaranya

1. Paket Reguler
- shabu soup reguler
- Nasi
- Es Teh


2. Jumbo Single
 - shabu soup Jumbo
- 1 nasi
- 1 Es Teh



3. Jumbo Double
 - 1 shabu soup jumbo
 - 2 nasi
 - 2 es teh


Nah asik kan?  buat kamu yang tanggal tua tapi hoby makan enak cuss aja ke Shabu Soup.  Tempat ini juga punya lahan parkir yang cukup luas loh.  Minumannya juga mampu mendinginkan kerongkongan yang kering "nyess" deh.  Yang paling disuka Duo F adalah es Teh tarik.  Sedangkan saya?  Saya tetap setia dengan segelas teh manis hangat.

 Salah satu menu favorit di kedai ini adalah Shabu Soup, sebuah hidangan yang menyajikan aneka bakso seafood, sayur, tofu dan jamur dalam sebuah kuah hangat nan nikmat.  Senikmat sajian hotel bintang lima dengan harga kaki lima.

Shabu soup

Menu ini paling nikmat bila disantap hangat hangat.  Anak-anak sangat suka bakso seafood in, Untuk menambah sempurna citarasanya kita bisa mencampurkan kecap asin ke dalam soup ini.


Pandangi dulu sebelum menyantap

Selain shabu, kedai yang buka di sore hari pukul 17.00 WIB ini juga menyajikan satay.  tapi bukan satay ayam atau satay kambing loh.. Satay yang ditawarkan adalah satay dimsum, sosis dan bakso . Jenisnya sangat bervarian.  Semua satay ini disajikan dengan pelengkap mayonaise dan saus.. #dimsumkekinian


satay dimsum

Duo F suka sekali dengan dimsum yang bernama Hakau.  dimsum yang dibalut kulit tipis transparan ini disajikan dalam bentuk cantik sehingga mampu membangkitkan selera makan si Picky eater ini.  Isiannya adalah udang dan sayuran seperti kacang polong dan wortel.

Hakau Favorit Duo F

Selain harga yang terjangkau, pelayanannya pun sangat ramah.  Bahkan pengunjung bisa bincang santai dengan pemiliknya sekedar bertanya tanya sedikit.  Yah maklumlah, dengan dua anak aktif seperti Duo F yang punya rasa ingin tahu tinggi tentu saya harus memilihkan tempat makan yang ramah anak, dimana mereka bisa memuaskan rasa ingin tahunya tanpa takut.

Harga menunya bervariasi mulai Rp. 4000 - Rp.  30.000.  Tunggu apalagi? Yuk kita hangout ke sini sekedar melewatkan malam sama teman sehobi.


0

Foto pinjam disini

Sosok itu dikenal sangat bijak dan tegas.  Dia adalah KH. Hasyim Muzadi, salah satu ulama besar di negeri ini.  Tokoh NU itu hari ini Kamis, 16 Maret 2017 menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 06.15 di kediamannya di Pondok Pesantren Al Hikam Jl. Cengger Ayam Malang.

Padahal baru saja kemarin orang nomer satu Indonesia Joko Widodo menengoknya.  Sejak Januari kemarin, kesehatan salah satu tokoh besar kita ini memang menurun drastis, bahkan sempat dilarikan ke ICU Rumah Sakit Lavalette Malang.  Namun beberapa waktu terakhir, Pak Kyai meminta untuk dirawat di rumah hingga ajal menjemputnya.

Pemilik dan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam itu kini tlah tiada.  Kepergiaannya meninggalkan duka mendalam di kalangan santri dan keluarganya.  Rencananya Jenazah akan diberangkatkan ke Pondok Pesantren AL Hikam Depok dari Kota Malang pada Siang ini setelah sholat Dzuhur.

Selamat jalan pak Kyai, semoga Allah menempatkannya pada surgaNya.
0

Senin, 06 Maret 2017

  Foto by Richoku

Pagi ini suasana di depan Balaikota Malang tampak dipadati kendaraan berwarna biru.  Rupanya sedang berlangsung Demo angkutan umum menolak kehadiran "transportasi online".  Demo yang bukan pertama kali terjadi ini memang cukup ramai diberitakan mulai beberapa minggu lalu.  Keberatan para supir transportasi konvensional ini dilatarbelakangi oleh semakin sepinya penumpang yang menggunakan jasa mereka untuk sampai ke tujuan.  Menurut mereka penyebabnya adalah keberadaan transportasi online seperti Gojek, Uber dan Grab.

Tuntutan demo kali ini sepertinya harga mati.  Para pendemo menuntut kepada walikota untuk mencabut ijin operasi ojek online.

             Foto by Richoku.com

Murahnya tarif yang dibebankan pada penumpang membuat mereka lebih memilih transportasi online dibandingkan angkot atau ojek pangkalan.  Tapi benarkah demikian alasan penumpang? Rasa penasaran mengusik saya untuk bertanya dan melakukan semacam jajak pendapat terhadap beberapa pengguna angkutan umum baik online maupun offline.  Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sempat di tanyakan pada para pengguna jasa transportasi

Transportasi Online, Perlukah?

Kehadiran transportasi online memang tak ubahnya dua sisi mata uang.  Satu sisi kehadiran moda transportasi ini sangat membantu para penumpang yang tidak memiliki kendaraan atau tidak bisa menyetir seperti saya.  Munculnya transportasi online membuat saya lebih mobile beraktivitas dan tidak harus naik turun kendaraan di saat hujan.  Bukan itu saja, pelayanan yang diberikan juga cukup memberi kepuasan.  Armadanya lebih terawat dan mereka lebih hati-hati mengendarai kendaraan sehingga penumpang pun merasa nyaman.  Enaknya lagi mereka bisa jemput hingga ke depan rumah.  Entah bagaimana aktivitas saya tanpa bantuannya, mungkin saya akan terus membuat repot suami.

Tetapi di sisi lain kehadirannya memberi imbas berkurangnya jumlah pengguna transportasi konvensional, namun persentasenya tidak diketahui berapa besarnya.  Sebenarnya berkurangnya jumlah penumpang angkutan umum sudah berlangsung jauh sebelum masuknya transportasi online.  hal ini disebabkan tingkat pendapatan rumahtangga yang semakin baik, sehingga sepeda motor tidak lagi menjadi barang mewah.  Hampir setiap rumah memiliki lebih dari satu kendaraan bermotor.  Kalau melirik pada poin ini sepertinya transportasi online hanyalah kambing hitam saja.

Joko mengatakan bahwa kemajuan teknologi membuat kita harus siap menerima perubahan termasuk dalam masalah transportasi ini.  Kini hampir semua lini usaha digerakkan dengan basis online.  Pendaftaran sekolah, warung makan, bahkan mall pun kini hadir secara online.  Semua tidak lain karena tuntutan pasar yang harus dipahami oleh para supir transportasi konvensional


Bagaimana pendapat ibu tentang demo angkutan hari ini?

Rahayu (35), seorang ibu rumahtangga menjawab," yah tentu saja saya susah kalau semua angkot demo.  Bagaimana tidak, saya setiap hari mengandalkan jasa angkutan umum untuk bepergian.  Maklum saya tidak bisa nyetir sepeda maupun montor (istilah orang malang untuk kendaraan roda 4).  Nah kalau semua demo, gimana saya bisa jemput anak sekolah, belanja ataupun melakukan aktivitas bepergian?  Sebel deh!"

Lain lagi pendapat Rangga (bukan nama sebenarnya).  Pemuda  berusia 28 tahun ini berpendapat demo seperti ini harusnya tidak terjadi karena menurut dia, setiap moda transportasi punya massanya sendiri.  Tak semua orang punya aplikasi gojek, ataupun taxi online, so pastinya tidak semua orang bisa menggunakan jasa transportasi online.

Alasan-alasan tersebut bisa diterima, namun ternyata ada beberapa isu yang berkembang di kalangan para supir angkot yang akhirnya membuat mereka merasa penumpangnya dirampas.  Isue isue tersebut antara lain
1. adanya oknum ojek online yang "nakal" dan sengaja mangkal untuk menjaring penumpang
2. Tarif yang terlalu murah dan tidak sehat dalam persaingan

Menyikapi masalah ini, memang ada baiknya dilakukan cek ricek dan penertiban di perusahaan armada ojek dan taxi online terhadap para supirnya.  Mereka sebaiknya hanya mengambil penumpang yang memang memesan lewat online, bukan mangkal seperti ojek pangkalan.

Para penumpang sendiri sebenarnya mereka berharap agar angkutan konvensional bisa bijak menyikapi masuknya angkutan online ini, caranya adalah dengan meningkatkan layanan pada konsumen, jangan ugal-ugalan saat nyetir, jangan ngetem terlalu lama dan banyak lagi keluhan mereka terhadap para supir ini.  Rupanya pengusaha angkutan online ini bisa menangkap keluhan ini sebagai peluang dengan mencoba menghadirkan sebuah moda transportasi yang ramah penumpang.

Hal ini adalah sebuah tantangan bagi para supir angkot..mampukah mereka memperbaiki kualitas layanan?



0

Lili tampak gusar melihat Bruno.  Tubuhnya bergetar kencang menahan rasa geram.  Betapa tidak?  Bruno datang tiba-tiba dan mengambil semua miliknya. Kasih sayang, perhatian Bunda dan bahkan tempat tidur kesayangannya.

Ah..siapa yang menyangka bahwa kelinci pun bisa cemburu? Awalnya kami hanya ingin mencarikan pasangan buat Lili agar tidak sendiri.  Sebab tentu saja kami tidak bisa selalu menemaninya bermain.  Keberadaan sosok teman kami harap dapat membuatnya lebih ceria.

Hari itu juga kami memutuskan untuk pergi ke peternakan kelinci dan membeli seekor kelinci jantan dari jenis Fuzzy Loop.  Tapiiiii....uwowww..
Harga kelinci jenis ini cukup mahal. Kelinci berusia 7 bulan itu dihargai 750 rb rupiah. Ih.. mana bisa aku keluarkan uang segitu hanya untuk membeli kelinci.  Iya kalau hidup..kalau tidak bertahan??? Nangis deh buang uang.

Setelah lama mencari, kami memutuskan untuk membeli kelinci jenis Rex Carpet. Harganya hanya 150 rb saja (bagiku masih mahal). Rex adalah sosok pemuda yang tampan dan sangat gesit. Lompatannya cukup tinggi seperti kangguru, begitupun wajahnya..mirip kangguru.

Sepanjang perjalanan Bruno tak bisa diam, dia berusaha keluar dan melompat.  Sepertinya dia tidak suka dielus apalagi di gendong.

Sementara ini kami menempatkannya di kandang milik Lili, dan sepertinya itu membuat Lili cemburu dan marah.
Ternyata kelincipun bisa marah dan cemburu ya ...hhahaha
0

Sabtu, 04 Maret 2017


Jalan-jalan dan wisata kuliner kini menjadi 2 hal yang menjadi magnet blogger masa kini.  Keduanya selalu tertaut di setiap postingan para traveller. Photo-photo yang menarik telah menyedot pengunjung untuk bertandang ke rumah maya para "travellerian".  Bukan hanya bercerita tentang kisah perjalanan, kehadiran photo yang menarik menjadikan postingan itu lebih bernilai.  Hal inilah yang menjadi latar belakang para pengusaha telekomunikasi berlomba menciptakan produk dengan kualitas kamera yang menunjang fotografi.

Hoby photografi, selfie on the spot  dan merekam jejak perjalanan  membuat para travelblogger melengkapi perjalanan mereka dengan kamera baik pocket maupun SLR.  Biasanya, setiap perjalanan pasti akan bermuara di sebuah tempat makan favorit kala dahaga dan lapar hinggap.  Tentu saja hal ini pun takkan pernah luput dari jepretan para pemburu gambar, seperti saya tentunya.


Jepret Kuliner Hoby Asik Penuh Tantangan

Yup, saya memang suka eksis, suka jepret kuliner, wisata kuliner dan travelling.  Bicara soal jepret kuliner, baru-baru ini saya dan teman-teman menjelajah kota Batu, di alun-alun Kota Batu ada spot kuliner namanya "Pasar Laron".  Pasar ini buka mulai sore hingga malam.  Aneka jajanan  banyak dijajakan di sini, mulai jagung bakar, sosis bakar, es serut wana warni, dan yang paling saya sukai adalah Cenil-Lupis.  Entah kenapa saya selalu suka jajan pasar yang isinya campur campur ini.


Cenil lupis adalah salah satu kuliner nusantara yang tak pernah dilupakan para pemburu kuliner,  setiap saat selalu hadirkan "rindu".  Warna warni menarik dengan taburan kelapa dan gula merah membuat jajan pasar ini tampak seperti pelangi.  Kenapa saya suka cenil lupis di pasar laron ini?
alasannya adalah karena komposisinya lengkap, ada sawut, grontol, lupis, cenil, tiwul, dan tidak ketinggalam ongol-ongol.  Satu porsinya dibandrol Rp. 5000.- cukup murah kan


Pesona Kota Batu di Malam Hari


Cenil adalah makanan berbahan tepung kanji yang di beri pewarna makanan dan diproses dengan cara direbus di air setengah panas hingga mengapung.  Sedangkan lupis terbuat dari beras ketan yang dibungkus daun lalu direbus seperti lontong.  Bedanya dalam membuat lupis daunnya akan diikat agar lupis yang dihasilkan bisa padat.

Selain cenil di sini juga ada pos ketan.  Kedai ini menyajikan aneka menu tradisional berbahan ketan seperti jadah (uli ketan) dan ketan bubuk.  Kedai yang beroperasi mulai pagi ini tak pernah sepi pengunjung, kadang saya sampe heran apa yang di cari oleh para pengunjung tersebut?  Ternyata jawabnya adalah "rindu".  Kerinduan akan masa kecil lah yang membuat mereka rela antri berjam-jam hanya tuk menikmati sepotong uli ketan dan secangkir kopi.  Bisa di bilang kedai ini begitu melegenda karena kerinduan.  Yah, kalau soal rasa sih memang standar aja.. begitu deh rasanya uli ketan goreng pun yang bakar. gurih!

Setiap mengunjungi spot kuliner ini tangan selalu gatal untuk ambil gambar.  Tapi tentu saja untuk mendapatkan gambar yang bagus di remangnya malam tidak mudah.  Untunglah saya selalu membawa si Gold Asus Zenfone kemanapun pergi, dengan bantuan kamera handphone Asus 13 Mega Pixel saya bisa mendapatkan gambar sesuai harapan saya tanpa harus kesulitan mengoperasikannya.  Hasilnya cukup memuaskan  di kamera ini juga  ada settingan yang bisa menjaga gambar tetap stabil.  Terus terang sih keberadaannya sangat membantu aktivitas wisata kuliner dan travelingku.
Lihatlah salah satu foto ini, ini adalah foto yang saya ambil dengan pencahayaan yang terbatas sekali, tapi berkat kecanggihan teknologi Asus Zenfone, saya bisa menghasilkan gambar dengan warna yang mendekati aslinya.


Asus Zenfone dengan berbagai fiturnya sangat membantu para foodblogger yang belum memiliki SLR untuk tetap mendapatkan gambar yang cakep.  Kok bisa?  ya karena di kameranya terdapat mode manual seperti kamera SLR, dengan mode ini ada dapat mengatur fokus, warna dan pencahayaan sesuai yang anda butuhkan.  Teknologi PixelMaster Camera menjadi sebuah keunggulan dari smartphone ini dan menghadirkan warna-warna tampak seperti aslinya.  Kini saya tidak perlu mati gaya pas wisata kuliner sama rombongan,  sebab asus membuat saya menjadi semakin percaya diri.

Artikel ini disertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel.
1

Total Absen

Pengikut