Recent Post

Sabtu, 17 April 2021

 Hai moms, apa kabar?

Dua Minggu lalu kita sudah belajar tentang Gen Z dan profesi yang akan banyak dicari di masa mendatang. Nah kali ini aku mau ajak moms untuk mengenali gaya belajar gen Z agar mom's bisa lebih mudah dalam mendampingi proses tumbuh kembang remajanya.

Pas banget! Minggu lalu, aku dan beberapa mom blogger berkesempatan untuk mengikuti sebuah webinar yang diselenggarakan oleh SMA PINTAR LAZUARDI Blended Learning. Lembaga ini merupakan lembaga pendidikan online di level universitas dan SMA. Sebuah trend baru yang lahir di tengah polemik dunia pendidikan selama pandemi covid. Kita sama -sama tau, bahwa pandemi yang melanda berbagai negara ini, memaksa dunia pendidikan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh dengan cara daring. Nah model pembelajaran seperti ini ternyata melahirkan sebuah tantangan baru bagi orangtua dalam mendampingi buah hati.  Anak -anak didik yang terbiasa belajar tatap muka di sekolah, kini dihadapkan pada pembelajaran daring di rumah.

  Alhasil..untuk menunjang keberhasilan penyerapan materi dibutuhkan penguasaan teknologi secara mutlak. Orangtua pun mau tidak mau dituntut untuk melek digital jika ingin putra -putrinya sukses melaluinya.  Situasi ini terbaca oleh para praktisi yang tergabung di Sekolah Lazuardi Group sebagai sebuah peluang untuk berperan aktif dalam rangka memberikan kontribusi pada sistem pendidikan negeri ini. Caranya adalah dengan menggunakan  Learning Managemen System (LMS) yang diberi nama PINTAR. Untuk mengetahui apa itu LMS dana bagaimana programnya silakan   Baca Orangtua Melek Digital, Anak Gen Z Melenggang Jadi CEO

Setelah orangtua melek digital, parents juga dituntut untuk Kepoin gaya belajarnya. Nah menurut Dya Loretta, S.E, M.I.Kom, CSP,CPM salah satu pemateri webinar Kepoin Gaya Belajar Gen Z, seperti ditampilkan dalam pemaparannya, diketahui gen Z memiliki gaya belajar seperti yang terpampang dalam gambar di bawah ini.

                  Gambar 2. Gaya Belajar Gen Z

Webinar yang diselenggarakan pada tanggal 10 April 2021 lalu, dihadiri oleh ibu Sonya Sinyanyuri (Kepala SMA Lazuardi) , Bapak Muhammad Ikhsan (Direktur Lazuardi Attailah Makasar, Eliza Korag (mom blogger), para mom's blogger, dan praktisi pendidikan.  Para narasumber memaparkan pengalamannya dalam membersamai proses belajar anak anak gen z. Dari pengalaman itu mereka menyimpulkan bahwa parents harus tau gaya belajar anak.

Kenapa kita harus mengenal gaya belajar mereka? 

Tujuannya adalah untuk memudahkan kita dalam mendampingi mereka, sehingga bentrok antara orangtua dan anak bisa diminimalisir.  Umumnya parents pasti #ngomel melihat anak remajanya terlena dengan gawainya sampai lupa waktu. Bilangnya daring ternyata main game. Akhirnya menerapkan disiplin keras pada anak untuk melakukan apa yang mereka mau. Ternyata tindakan seperti ini tidak bisa kita terapkan pada gen Z. 

Anak-anak golongan gen z ini memang sangat addict pada gawai. Kurang lebih 48,7 % generasi Z adalah addict user. Mereka lebih suka berselancar daripada belajar dari buku. Apakah salah? Sebenarnya tidak, tinggal kita pantau dan arahkan saja. Kita harus memberikan arahan pada mereka informasi apa saja yang boleh mereka konsumsi dan apa yang tidak. Nah untuk menyampaikan hal ini diperlukan sebuah kemampuan berkomunikasi karena tipikal anak gen z yang Boss for my self, sehingga umumnya tidak begitu suka diatur-atur. 

Tipsnya menurut mba Dya Loretta untuk bisa berkomunikasi dengan mereka adalah dengan memposisikan diri kita sebagai teman mereka, bukan boss, sehingga bisa terjadi sebuah komunikasi yang baik.

Anak -anak gen z menyukai pembelajaran audio visual. Selain itu mereka juga lebih butuh suasana yang nyaman untuk mendukung proses belajar mereka. Music dan cafe merupakan 2 hal yang kini melekat pada gen Z. Katanya kalau ngga denger musik pelajaran ngga #nyantol.  oleh karena itu gen Z ering streaming music dan menggunakan headset saat belajar.



Anak gen z merupakan anak anak yang open minded . Mereka mampu menerima masukan poitif maupun  negatif dari siapa saja.  Di inilah peran orangtua sangat dibutuhkan untuk membantu mereka mengetahui dan memilih mana info baik dan mana yang tidak, mana yang boleh mereka adopsi mana yang tidak.  Jangan sampai pengaruh buruk teknologi lebih mendominasi.

Nah parents, semua materi yang dipaparkan didukung juga oleh pengalaman yang dialami oleh Mom Eliza Korag.  Beliau mengatakan bahwa dengan memposisikan sebagai teman, orangtua akan lebih mudah menyampaikan saran dan masukannya daripada jika kita bossy pada mereka. Hmm menarik dan gampang-gampang susah menerapkannya ya mom.



Karakteristik gen Z yang sedemikian unik dan kesenjangan yang tercipta akibat beda generasi, mendorong SMA Pintar Lazuardi untuk  membantu para parents dalam memenuhi kebutuhannya, moto nya adalah "KEPO BANGET". Lembaga ini juga menekankan pembelajaran yang menggunakan 5 prinsip di antaranya

1. Pendidikan Karakter

2. Growth Mindset Approach

3. Fleksibel

4. Interaksi Kuat antara Orangtua dan Guru

5. Berorientasi Masa Depan



22



Masa anak -anak adalah masa terindah dalam perjalanan hidup manusia. Pada masa ini berbagai kebahagiaan tercurah, perhatian orangtua pun lebih banyak, Karena ini adalah masa penting dalam awal pertumbuhan anak untuk membentuk dan menanamkan ilmu ilmu dasar yang harus mereka kuasai. 
Pendampingan pada setiap anak tentu tak sama. Teknik, strategi dan model pembelajaran harus kita sesuaikan dengan kondisi anak itu. Contoh Faiz yang merupakan anak penyandang #Tunagrahita , yaitu satu kondisi yang mungkin membutuhkan effort lebih untuk membuatnya ingat dan menguasai apa yang kita ajarkan. Nah untuk mengenalkan berbagai ilmu dasar padanya, saya harus menggali lebih dalam tentang kekuatan anak Downsyndrom, kekurangannya, kesukaannya dan gaya belajarnya agar saya bisa menemukan teknik pembelajaran yang cocok untuknya.
Berdasarkan berbagai informasi yang kami dapat, anak anak Downsyndrom adalah seorang duplikator ulung. Dia akan menguasai suatu ilmu jika dilakukan pengenalan secara berulang -ulang. Jadi kuncinya yang harus digarisbawahi adalah #lakukanberulang .
Nah kali ini kami sedang berproses untuk mengenalkan bentuk dan warna pada Faiz. Tipikal anak Downsyndrom yang sering tidak fokus memaksa kami untuk lebih kreatif agar dia tertarik untuk belajar. Salah satunya adalah dengan menggunakan alat bantu ataupun peraga. Pemilihan alat bantu pun harus mempertimbangkan berbagai hal, seperti bentuk yang menarik, warna yang cerah, ataupun kemudahan penggunaannya.
Kebetulan kemarin Faiz mendapatkan kiriman dari seorang teman, dua buah buku cantik yang mengajarkan pengenalan Bentuk dan. warna .




Wah Faiz senang sekali mendapat buku ini. Dia selalu minta belajar dan belajaršŸ˜. Apa yaa yang membuat Faiz suka?

Ternyata Faiz suka karena bukunya full colour, gambarnya menarik dan isinya juga lengkap.
Buku karya Winarti Juliet Venin ini memang sedikit berbeda dengan buku umumnya.  Buku yang diterbitkan oleh penerbit Bhuana Ilmu Populer ini dikemas sedemikian cantik berkat tangan emas sang ilustrator Anom Prasetyo dan mba Winarti sang penulis.
Cocok sekali digunakan sebagai buku panduan untuk PAUD dan alat bantu belajar Ananda di rumah bareng mama papa.


Buku ini dilengkapi dengan alur cerita yang menarik

Penulis mampu menuangkan materi dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga mudah dipahami oleh anak usia balita.  Dilengkapi dengan teks narasi dan gambar sederhana yang menarik, anak diajak mengenal bentuk lewat benda benda yang ada di sekitarnya.
 

Di dalam buku ini, ayah bunda bisa menemukan lembar pemilik, isi buku, stiker dan lembar catatan untuk menuliskan hasil belajar. Anak juga bisa mewarnai bagian - bagian gambar yang belum diberi warna. Ini merupakan salah satu teknik untuk mengajarkan bagaimana mewarnai gambar.

Buku yang baik adalah buku yang mampu membawa pembacanya larut dalam cerita dan mampu membacanya dalam waktu yang cukup panjang.   Nah ini dirasakan saat membaca buku ini.



Menggunakan buku ini sebagai alat bantu untuk memperkenalkan bentuk dan warna pada anak bisa menjadi bounding positif antara orangtua dan anak.

Nah buat ayah bunda yang mungkin kesulitan menemukan buku panduan belajar yang cocok, buku ini bisa menjadi pilihan loh.. langsung aja order di toko buku kesayanganmu yaa..
Sampai jumpa pada review buku selanjutnya.
21

Jumat, 26 Maret 2021

 Digitalisasi menjadi sebuah tantangan bagi orangtua di masa kini, kami dituntut untuk bisa mengikuti arus perkembangan teknologi untuk bisa mendampingi anak belajar. Kita sering salah menafsirkan istilah mendampingi.  Perlu kita pahami bahwa 'mendampingi bukan memerintahkan'.  Saat pandemi begini pembelajaran secara daring suka tidak suka menuntut kita untuk mendampingi anak secara ekstra.  Artinya orangtua juga harus mau belajar bersama anak dan mengenal berbagai aplikasi digital.

Pernah satu ketika kami ngobrol ringan dengan anak - anak tentang apa sih harapan mereka kepada kami.  Memang sih kami sadari, sering banget kami tidak punya jawaban atas pertanyaan mereka terkait teknologi, ataupun materi pembelajaran. Nah rupanya inilah yang menjadi akar masalah.  Ternyata anak generasi Z seperti mereka berharap ortu mereka update, bisa menjadi teman berselancar di dunia digital terutama saat mendampingi mereka belajar.  Bukan malah sebaliknya, kudet (kurang update),  apalagi sering menyalahkan mereka saat pegang smartphone.

Anak Bangga Jika Orangtua Melek Digital 


Hikss sedih dengernya, menyadari selama ini kami mungkin membuat mereka kecewa dengan ke-kudetan kami.  Sering  menyalahkan mereka saat pegang smartphone," Mas! letakkan hapenya. Jangan main hape terus" , begitulah kira kira.

Tapi..sejak kami mengikuti webinar Jadi Parent Melek Digital Ala Gen Z  yang diselenggarakan oleh SMA PINTAR Lazuardi Blended Learning High school, mata kami menjadi terbuka dan bertekad untuk berubah. Event yang dihelad pada tanggal 20 Maret 2020 Pukul 13.30 - 15.30 WIB lewat platform zoom terebut, telah membuat ratusan mata yang menyaksikan menjadi terbuka.

               Event Parents Update

Lewat informasi yang ditayangkan selama zoom, para orangtua menjadi sadar, bahwa sebagai orangtua kita perlu mempelajari gaya komunikasi anak kita yang memang lahir di era digital.  Bagaimana pola bermain mereka, seperti apa pola belajar yang mereka lakukan serta cara- cara bersosialisasi, ternyata semua tak luput dari teknologi. Generasi Z seperti mereka berkembang dan tumbuh di dalam lingkungan serba digital, tentunya sebagai orangtua kita memiliki kontribusi dalam memperkenalkan gawai pada anak.dan sebagai ortu kita tetap harus mendampingi mereka, catat yaa, anak akan bangga jika orangtuanya Update not kudate.

Berikut ini adalah Data Tren 10 Profesi Masa Mendatang Yang Paling Diminati Gen Z 

Yuk kita dampingi anak gapai cita-citanya..

Trend Profesi Masa Depan 


By the way, kamu penasaran ngga sih dengan Sekolah PINTAR Lazuardi? 

Saya aja tertarik banget loh untuk kenal lebih dekat. programnya keren banget ih..Nah buat mom yang belum sempat ikut webinar kemarin, yuk simak tulisan ini. 

SEJARAH SMA PINTAR LAZUARDI

SMA PINTAR LAZUARDI -BLENDED LEARNING HIGH   SCHOOL, mulai beroperasi sejak tahun ajaran 2021 - 2022 dan merupakan pengembangan dari sekolah Lazuardi Group.  Sekolah ini merupakan lembaga pendidikan online di level Universitas dan SMA.  SMA PINTAR Lazuardi sepertinya akan menjadi trend sekolah alternatif yang tidak terhindarkan.  Lembaga ini konsisten dan berkomitmen untuk ikut serta berkontribusi pada sistem pendidikan di negeri ini dengan cara menyelenggarakan SMA Blended Learning tanpa meninggalkan kreativitas secara optimum.

Bagaimana Caranya? 

Salah satu programnya adalah dengan menambahkan aktivitas hand on mandiri siswa lewat project base learning.  Selain itu SMA PINTAR ini juga didukung Learning Managemen System (LMS) yang diberinama PINTAR.

Apa Itu Blended Learning High School


SMA PINTAR LAZUARDI-BLENDED LEARNING HIGH SCHOOL menggabungkan kegiatan tatap muka dan pembelajaran online dengan prosentase pembelajaran online lebih besar.  Seminggu sekali akan diadakan kegiatan tatap muka di sekolah homebased.  Kegiatan tatap muka ini difokuskan untuk 
  1. Pembentukan Karakter
  2. Pengembangan Ketrampilan Social
  3. Coaching Tentang karir
kegiatan praktikum yang tidak dapat dilakssanakan melalui kegiatan pembelajaran online. Untuk peserta didik yang wilayahnya belum memiliki home based ,maka kegiatan tatap muka diganti dengan program pengayaan dan coaching yang dilakukan secara online.

KURIKULUM

Kurikulum di SMA PINTAR ini mengacu pada kurikulum Nasional yang sedang berlaku, selain itu juga diperkaya dengan konten kurikulum dari berbagai negara dan kurikulum keahlian.

Apa ya visi misinya sekolah ini?

VISI   : Masyarakat berbudaya luhur berlandaskan kebaikan, welas asih dan kebahagiaan spiritual
MISI  : menggali dan mengembangkan potensi setiap individu dalam menciptakan perbaikan kehidupan
Pengertian  LMS

LEARNING MANAGEMENT SYSTEM

Pedagogical Intelligence Architektur (PINTAR) merupakan sebuah strategi pedagogi  (pembelajaran) yang diterapkan melalui sebuah Learning Management System (LMS) online yang memperhatikan keterikatan antar peserta didik dengan proses pembelajaran melalui feedback process

PINTAR (pedagogical Intellegence Architektur) 

PINTAR merupakan LMS pendukung pembelajaran online di SMA PINTAR Lazuardi yang didukung oleh aplikasi canggih sehingga bisa digunakan dan diakses dimana saja dan kapan saja

KEUNGGULAN LMS PINTAR

  1. MULTIPART artinya materi dsampaikan dalam bagian-bagian kecil dan dipilih hanya materi fundamental dari sebuah mata pelajaran. upaya ini dimaksudkan agar mudah dipahami secara mandiri oleh siswa
  2. FEEDBACK SYSTEM fungsinya untuk memastikan peserta didik terlibat aktif,berinteraksi,saling memberi,dan menerima umpan balik (feedback) untuk efektivitas belajar,sehingga bisa diketahui capaian hasil belajar,dan terbentuklah komunitas belajar. feedback system ini juga dipakai untuk mendokumentasikan portofolio yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja
  3. DIFFERENTIATED LEARNING dimulai dengan diagnostik assessment, sehingga dapat memandu learning path yang akan dilalui siswa  dari urutan materi, sehingga memungkinkan siswwa memiliki tahapan belajar yang berbeda.
  4. LEARNING PATH peserta didik akan memiliki 'jalur/peta' untuk mencapai hasil belajar yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan pembelajaran
  5. MULTI-FRIENDLY CONTENT materi dan media pembelajaran dikemas dalam beragam bentuk sesuai kebutuhan dan tujuan pembelajaran. disajikan sedemikian rupa sehingga mudah dipahami oleh peserta didik.
  6. GAMIFICATION pembelajaran online juga mempertimbangkan kesenangan dan keseruan. ini dilakukan dengan menambahkan unsur games dalam pembelajaran
Nah dengan fitur dan sistem yang dimiliki  tentu mau tidak mau kita sebagai orangtua harus mau update. Kita harus mampu menjadi tempat bertanya anak anak generasi Z. Dengan begini apapun cita cita yang ingin mereka raih tentu berpeluang besar untuk digapai. 
Mau jadi dokter, bisa aja. 
Mau jadi wakil rakyat, bisa banget
karena ada emak update yang siap membantu dan menjadi tempat bercerita memecahkan masalah yang mereka hadapi . 
So jadilah Emak Update, yang Melek Digital. Orangtua melek digital anak  gen Z melenggang jadi CEO
0

Jumat, 18 Desember 2020

 Vaksin Corona, dan Fakta Di Baliknya

Tak terasa hampir dua tahun Ms. Corona menggempur dunia.  Selama itu korban terus  berjatuhan.  Asumsi yang awalnya mengatakan bahwa anak-anak memiliki resiko lebih kecil, akhirnya terbantahkan dengan mudah.  Hal ini dapat kita lihat dengan banyaknya jumlah pasien anak yang terpapar dalam beberapa bulan terakhir.  Kabar akan kehadiran vaksin corona pun menjadi angin surga bagi sebagian masyarakat yang sudah merindukan rasa aman beraktivitas. 



Benarkah vaksin ini aman?

Berbagai berita terkait vaksin corona pun mulai bertebaran  baik di media cetak maupun online. Ada yang menyikapinya dengan sebuah harapan, namun ada juga yang meresponnya dengan sebuah kekhawatiran, akan munculnya bencana baru.  Saya termasuk  satu di antara masyarakat yang mempertanyakan efektifitas penggunaan vaksin tersebut.  Benarkah vaksin ini aman dan mampu menjadi harapan baik bagi kita semua?.  Sebelum menjawab pertanyaan tersebut ada baiknya kita mencari tahu tentang kebenaran dan update perkembangan vaksin yang akan dilaunching. 

Pfizer,  salah satu perusahaan farmasi yang cukup ternama, kini sedang mengmbangkan vaksin corona  untuk mencegah serangan yang lebih masif.  Menurut pihak Pfizer dan BionTech ada beberapa fakta yang perlu diketahui masyarakat terkait vaksin yang sedang dikembangkan, seperti yang dilansir oleh The Guardian yang dikutip ulang di halodoc.



Fakta Penting Tentang Vaksin Corona Yang Wajib Kamu Tahu          

Simpang siur berita terkait ujicoba vaksin cukup membuat sebagian masyarakat resah dan bertanya.  Pencarian fakta perlu dilakukan secara seksama dengan menggali informasi dan jawaban  dari lima pertanyaan berikut:

1.    Bagaimana Tingkat Keamanan Vaksin?

2.       Benarkah Vaksin dapat Mengurangi Terjadinya Perburukan Kondisi?

3.       Apakah Vaksin Mampu Mencegah Terjadinya Penularan Virus?

4.       Berapa Persen Tingkat Keberhasilan Vaksin ?

5.       Bagaimana Efektifitas Vaksin Dalam Melindungi Tubuh?

Untuk menemukan fakta atas pertanyaan tersebut, sebaiknya kita bertanya atau mencari dari sumber terpercaya.  Kami pribadi lebih sering menggali informasi terkait kesehatan dengan bertanya di platform yang memang dikelola oleh tenaga medis atau orang-orang yang memang expert di bidang itu.  Salah satu platform yang kami percaya adalah aplikasi halodoc.  Aplikasi ini tidak hanya berisi artikel kesehatan, namun kita juga bisa konsultasi secara online dengan para pakar.  Tentu info yang kita peroleh bisa dipertanggungjawabkan dan bukan hoax. Masyarakat dan para pasien cukup banyak terbantu dengan kehadiran aplikasi ini, terlebih di masa pandemi ini.  Aplikasi yang kini sedang naik daun ini memiliki tarif konsultasi mulai gratis hingga berbayar.  Tentu dengan harga yang cukup terjangkau sehingga mampu menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan advice dokter terkait keluhan kesehatan yang di alami.






Aplikasi ini juga menayangkan banyak informasi untuk menjawab pertanyaan di atas.  Menurut informasi yang berhasil kami rangkum dari aplikasi ini serta diskusi dengan beberapa paramedis, kami menyimpulkan sebagai berikut:

Ada beberapa perusahaan suplier vaksin yang sedang melakukan uji efikasi vaksin corona.  Dua di antaranya adalah Pfizer dan BioFarma.  Pfizer dan BionTech belum berani mengatakan bahwa vaksin yang sedang mereka kembangkan 100% aman, sebab sampai sejauh ini ada 10 % dari sampling yang menunjukkan gejala efek samping.  Tingkat efektivitas vaksin pun belum berani disimpulkan sebab vaksin masih dalam proses pengujian, belum sampai tahap kesimpulan akhir.  Namun demikian Paul Hunter, seorang Profesor dari University of Anglia mengatakan oleh karena vaksin milik Pfizer dan BionTech adalah vaksin baru, maka bisa saja efek samping yang dialami oleh beberapa relawan hanyalah sebuah reaksi alergi terhadap salah satu komponen yang dimilikinya.

Pfizer sendiri belum berani menyimpulkan apakah vaksin ini bisa mencegah penularan virus.  Sebab jika yang dialami adalah infeksi tanpa gejala, artinya masih memiliki resiko menularkan ke orang lain.  Lewat uji klinis terhadap partisipan berusia 12 – 85 tahun, menampakkan kalau vaksin ini tidak bekerja secara efektif untuk lansia.

Demikian pula dengan Vaksin Sinovac yang distribusinya akan dilakukan oleh Bio Farma. Bambang Heriyanto, selaku Sekertaris Perusahaan Bio Farma mengatakan bahwa hingga saat ini efikasi vaksin Sinovac masih dalam tahap menunggu hasil dari uji klinis pada fase yang sedang dilakukan.   Perkiraan mereka uji fase 4  baru akan keluar hasilnya pada bulan Januari 2021.  Pernyataan Bio farma terkait efikasi vaksin juga diperkuat oleh produsen Sinovac langsung Sinovac Biotech.Ltd.  Uji klinis yang dilakukan yang dilakukan sejak Agustus 2020 ini diperkirakan rampung pada Mei mendatang.

Berangkat dari informasi  tersebut , Pemerintah harus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menetapkan kapan  vaksinasi massal dilakukan, agar vaksin corona tidak menjadi bencana baru bagi masyarakat indonesia.  Salah langkah sedikit saja, bencana baru akan muncul sebab seperti kita ketahui virus Covid -19 merupakan virus dengan karakteristik unik dan terus bermutasi.

 

2

Kamis, 03 Desember 2020

 "Aku cuti ya besok, badanku capek banget. Lemes dan agak demam" 

Ku amati lelakiku dari dekat. Periksa matanya, kukunya dan ukur suhu tubuhnya. Terakhir dia berkata seperti ini sebelas tahun lalu dan tidak lama tubuhnya tumbang sampai dirawat 15 hari di rumah sakit. Dokter bilang suamiku terkena hepatitis. Mata, kulit wajah dan kukunya tampak menguning. Sekejap kapal kami hampir karam diterpa ombak. Suami tidak bisa bekerja, anak tidak bisa minum susu karna tidak ada pemasukan dan biaya Wira Wiri rumah sakit yang kian membengkak. Semua membuat ku tak mampu  menarik nafas lega. 

Pakai masker Mampu Mencegah Penularan Virus

Sejak beberapa hari sebelumnya aku sudah curiga melihat dia tampak lemas, namun Karna beban kerja yang menumpuk membuatnya enggan untuk istirahat. Terlebih atasannya saat itu kurang bersahabat. Akhirnya karena kelelahan virus Hepatitis A pun masuk menginfeksi tubuhnya lewat makanan dan minuman. Konon virus ini dapat menyebabkan kerusakan hati jika tidak ditangani dengan baik dan tuntas.  Seorang perawat menyarankan agar suamiku mengkonsumsi rebusan temulawak dan madu untuk menghambat pertumbuhan virus ini.  Aku pun blusukan ke pasar cari temulawak, mencucinya, kupas lalu merebusnya. Setiap hari minuman ini menjadi suguhan rutin suamiku bahkan saat sudah sembuh.

Beberapa tahun lalu seorang teman mengenalkan sebuah produk minuman herbal berbahan temulawak kepadaku. Cara penyajiannya sangat praktis dan harganya pun cukup terjangkau. Herbadrink Sari Temulawak , sebuah minuman herbal yang diolah dengan teknologi modern dan menggunakan temulawak asli sehingga mengandung #KebaikanAlami . Rasanya enak, bahkan anak anak suka. Bisa dibawa kemana mana karna tidak perlu direbus. Pakai air dingin juga bisa. Sejak itu kami selalu simpan stock herbadrink aneka varian di rumah untuk menjaga kebugaran tubuh dan mencegah masuknya virus Hepatitis ke dalam tubuh.

Herbadrink Sari Temulawak  Praktis Dibawa kemana mana

Nah...mendengar keluhan suamiku dua Minggu lalu, aku mulai khawatir kalau kalau dia terpapar virus Hepatitis lagi. Aktivitasnya yang padat dan cukup menyita waktu serta energi tentu semakin membuat staminanya ngedrop. Virus ini menular dan sangat berbahaya jika sampai menginfeksi #babyfaiz . Untuk mencegah masuknya virus Hepatitis ke tubuh lelakiku, aku menerapkan 3 tips mudah ini :

1. Istirahat yang cukup dan makan makanan bergizi 



2. Jaga kebersihan. Cuci tangan dan selalu pakai masker. Jangan sampai virus masuk ke tubuh ataupun kita menularkan virus ke anak anak 

3. Konsumsi suplemen  berbahan temulawak dan madu untuk menjaga stamina tubuh. Suamiku memilih herbadrink Sari Temulawak untuk menjaga kesehatan hati. Kalau ditawari minum rebusan dia lebih milih buka sachetan herbadrink sari temulawak biar ngga nunggu lama katanya. Sempet parno juga khawatir terpapar Corona, mengingat teman teman di kantor banyak yang dinyatakan positif.

Minum Herbadrink Sari Temulawak
Untuk Mencegah infeksi virus hepatitis

Alhamdulillah setelah isolasi mandiri didampingi konsumsi vitamin C selama 14 hari tubuhnya berangsur pulih dan bisa beraktivitas seperti biasa.

Ada beberapa varian herbadrink yang pernah kami coba di antaranya, herbadrink Sari kunir asam, sari kunyit suruh, sari beraskencur, sari chrysantenum, Sari wedang uwuh dan sari jahe. Semuanya enak, praktis, harga terjangkau dan mudah didapat. Di mini market juga ada. 

Masing- masing varian ini punya manfaat sendiri-sendiri. Untuk daerah dingin herbadrink Sari wedang uwuh dan sari jahe paling cocok dikonsumsi pagi dan malam hari #KebaikanAlamiHerbadrinkReview









0

Sabtu, 30 Mei 2020

Sikapi Keluhan Kesehatan Anak Secara Bijak

"Bun, kaki dan tanganku sakit" keluh Favian Beberapa tahun lalu. Saat itu kami meresponnya biasa saja.  Bagaimana mau percaya, buah hati kami yang ke-dua ini hiperaktif banget.  Ngga bisa duduk anteng.  Bahkan dalam keadaan sakit sekalipun masih saja lompat-lompat..jadi terkadang ada rasa gemas jika mendengarnya mengeluh sakit.  Lebih dari separuh usianya dihabiskan di rumah sakit.  Ada saja keluhannya, yang robek bibirnya, kakinya kena pecahan kaca atau paku, pelipis yang bocor, tangan patah, kesleo, diare akibat makan tanah, gagal nafas akibat gigitan semut yang dia koleksi, lipan, tubuh bengkak karna ulat bulu, belum lagi penyakit akibat imun yang tidak baik. Bisa kalian bayangkan gemesnya kami? Padahal menurut sebagian  besar kerabat, kami sangat ketat menjaganya, namun tetap bisa kecolongan.




Keluhan nyeri pada sendi kami anggap sebagai hal biasa, dan hanya kami tangani dengan mengoleskan bagian yang sakit menggunakan balsam, ataupun cream yang mampu melemaskan otot yang kaku.  Mungkin nyerinya  akibat kecapean ataupun karna otot yang kaku ,pikir kami waktu itu.  Kami tak pernah berfikir ada penyebab lain di balik semua keluhan itu. Kejadia ini memberikan pean kepada kami agar sebagai orangtua ada baiknya kita sikapi keluhan kesehatan anak secara bijak, apapun latar belakang kebiasaan anak tersebut.

Langkah Yang Harus Dilakukan Saat Timbul Gawat Darurat Pada Anak

Tahun pun berganti, Favianku masih saja menjadi sosok yang menghebohkan dan menoreh kisah. Rumah sakit seolah menjadi rumah kedua bagi kami. Sampai - sampai berbagai macam antibiotik menjadi cemilan saja baginya.  
Dia suka sekali makan, namun mudah mengalami radang tenggorokan hingga amandelnya pun membesar jika mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG maupun pemanis. Nah..karna buah hati kami ini memiliki alergi antibiotik setiap radang menyerang, dokter terpaksa tidak meresepkan antibiotik, tentu dengan pertimbangan keselamatan.  soalnya jika alergi, tubuhnya acap bengkak dan sesak nafas.  Serem ya?  Kalau sudah muncul alergi dan radang tenggorokannya ataupun gawat darurat pada anak, saya segera menghubungi dokter terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.  Kami tidak ingin kejadian masa kecilnya terulang.  Waktu itu Favian sempat mengalami shock anafilatik akibat gigitan semut.  Saya membawanya ke RS yang biasa menangani dengan alasan rekam medisnya disana.  Namun akibat jarak yang terlalu jauh, anak kedua kami hampir tidak tertolong dan sempat mengalami henti jantung serta gagal nafas. Seharusnya saya membawanya ke dokter terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Tahun 2016 atas saran seorang dokter Anak, kami memeriksakan Favian ke dokter tumbuh kembang terdekat.  Hasilnya memperlihatkan kalau putra ke-dua kami tersebut mengalami gangguan konsentrasi yang dikenal dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Dissorder).  Hal inilah yang menyebabkan Vian"mengalami kesulitan dalam hal calistung.  ADHD ini bisa ditangani dengan terapi obat dan psikoterapi.  Lebih cepat diketahui lebih, cepat diobati.  Pada kasus Favian, kami terlambat mendeteksi gejalanya sehingga pengobatannya pun membutuhkan waktu dan usaha lebih.
Namun di balik kondisi dan kekurangannya, sosok Favian ini merupakan sosok yang rajin, penyayang dan baik hati.  Dia memiliki ambang batas sakit yang cukup tinggi.  Tak seperti anak pada umumnya, Favian hampir tidak pernah menangis kencang.  Dia hanya menitikkan air mata saat merasa sedih pun merasakan sakit.  Hening tanpa suara. Tiba-tiba terkapar dan kami pun merasa kecolongan.  Sejak beberapa kejadian yang membuat kami spot jantung, kami akhirnya mengajarkan kepadanya untuk bercerita jika dia merasakan sakit di tubuhnya.  

Baca juga Radang Tenggorokan Picu Penyakit Jantung Rematik

Kini Favian sudah bisa menyampaikan keluhannya dan sikapnya.  Selama libur covid ini dia bercerita kalau dadanya nyeri, sendinya sakit berpindah-pindah, demam dan sakit saat menelan. Kami ingin membawanya ke rumah sakit, namun kondisi imun Favian membuat kami khawatir dia akan terpapar virus jika kami membawanya ke rumah sakit.  Namun jika tidak diperiksa kami juga khawatir telat penanganan sseperti yang sudah-sudah.  Hmm..gimana ya?

Halodoc Solusi Pengobatan Online Cepat dan Mudah

"Konsul aja ke dokter via halodoc dulu mba.  Ibu juga kemarin aku konsulkan.  Nanti setelah tegak diagnosa dokter akan meresepkan obat, dan obat dikirim ke rumah kita"tutur adikku

Adikku menyarankan untuk melakukan pemeriksaan online lebih dahulu lewat aplikasi halodoc. Langkahnya sangat mudah dan bisa dilakukan  dari mana saja.
  • Instal aplikasi halodoc via playstore

  • Buka aplikasi untuk login dan melakukan verifikasi nomer telepon
  • Klik profilmu dan lengkapi


  • Klik lainnya dan kamu akan menjumpai berbagai info yang bisa kamu lengkapi.  Kamu bisa mengisi dompet virtualmu ataupun memilih paket berlangganan

  • Klik kolom bertuliskan semua layanan

  • Pilih chat dengan dokter.  Kamu akan menjumpai daftar dokter yang tarifnya promo dan daftar dokter spesialis

  • Agar lebih mudah konsulnya kamu bisa pilih dokter terdekat . Ada banyak pilihan dokter dengan tarif yang berbeda-beda

  • Jika diperlukan pemeriksaan lebih lanjut silakan buat janji kunjungan ke RS pilihan yang masuk dalam daftar, kemudian pilih dokter tujuan


Mudah sekali ya, dan kehadiran aplikasi halodoc sangat membantu orangtua seperti kami.  Tarifnya pun bisa disesuaikan dengan kantong.  Tidak ada lagi alasan untuk menunda memeriksakan kesehatan anak di masa pandemi.
Hubungi dokter terdekat, jika 3 gejala ini menyerang buah hati yaa
  1. Demam tinggi dan sakit saat menelan
  2. Nyeri pada dada dan sendi yang berpindah
  3. Sesak nafas disertai ruam ataupun pembengkakan pada tubuh


0

Jumat, 22 Mei 2020

Haii sobat IBV, apa kabar? 
Lama sudah kami berhibernasi nih, ada yang kangen nggak?  Maaf yaa, karena writing block... kita jadi tidak pernah berinteraksi. Writing block sampai saat ini masih menjadi masalah buat penulis pemula kaya saya, jadi terkadang kalau belum mood akhirnya semua konsep hanya ada di angan-angan.

Tapii..kamu ngga usah khawatir, cause i'm comeback dan insya Allah membawa konten-konten bermanfaat buat kamu.  Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang infeksi radang tenggorokan dan bahayanya bagi jantung.  Kamu pasti sudah familiar dengan penyakit yang satu ini.

Infeksi Radang Tenggorokan, Penyebab dan Gejalanya

Radang tenggorokan merupakan sebuah peradangan yang terjadi  di bagian belakang tenggorokan, atau dikenal dengan sebutan faring. Oleh sebab itu gangguan kesehatan ini diberi nama faringitis, namun orang Indonesia menyebutnya panas dalam. Penyakit ini dapat menyerang balita, anak-anak, remaja, dewasa bahkan lansia. Namun rentang usia paling banyak terinfeksi adalah usia 5 - 15 tahun.
Hampir sebagian besar anak-anak pernah mengalami radang tenggorokan.  Umumnya kondisi ini menyebabkan anak merasakan sakit saat menelan dan beberapa gejala lainnya seperti:
  • Demam tinggi
  • sakit kepala
  • nyeri sendi dan nyeri otot
  • Ruam Kulit
  • pembengkakan pada kelenjar getah bening
Sumber klikdokter.com

Pada beberapa kasus radang tenggorokan juga dapat menyebabkan gejala yang lebih speifik antara lain:

  • Amandel bengkak
  • Hilangnya selera makan
  • pembengkakan pada limpa
  • peradangan pada hati
  • suara serak
Bahkan pada kasus berat radang tenggorokan dapat menyebabkan sesak nafas, sakit pada telinga bahkan ada darah pada air liur.  Jika sudah seperti ini sobat IBV tidak boleh abai yaa, sebab ini bisa menjadi awal timbulnya infeksi lain seperti :


  1. Abses peritonsil, yaitu pembengkakan yang terjadi antara langit -langit tenggorokan dan bagian belakang amandel yang disertai timbulnya nanah
  2. Epiglotitiss atau peradangan pada epiglotis yaitu katup berbentuk daun di belakang pangkal lidah.  Kondisi ini bisa memicu terjadinya sesak nafas
  3. Infeksi  Mononukleous yang ditimbulkan oleh infeksi virus Epstein Barr, ditandai dengan adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening, demam dan sakit di tenggorokan
Wah... serem banget yaa sobat IBV, makanya penting banget buat kita mengetahui penyebab radang tenggorokan dan cara mengatasinya.  Infeksi radang tenggorokan yang berulang sangat beresiko memicu terjadinya demam rematik juga Penyakit Jantung Rematik.


Penyebab Infeksi Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain,infeksi virus dan bakteri, alergi, udara, irritan (bahan kimia), terjadinya ketegangan otot pada tenggorokan, gangguan lambung (GERD), infeki HIV dan tumor. Namun yang paling sering adalah virus dan bakteri.
Ada beberapa virus yang bisa menjadi penyebab infeksi tenggorokan di antaranya parainfluenza RSV, Adenovirus, campak dan virus influenza.  Sedangkan bakteri penyebabnya ada dua macam yaitu, Streptococcus pyogenes dan Streptococcus group A.

Gara-gara sering Radang Tenggorokan, Bocah 11 Tahun Diduga Mengidap Penyakit Jantung Rematik

Favian Attar Firdaus  seorang bocah lelaki berusia 11 tahun kini tidak lagi bisa bermain bebas seperti dulu.  Anak kedua kami ini sejak kecil acap menikmati fasilitas hotel berbintang-bintang di kota Surabaya alias rumah sakit.  Alergi yang amat parah membuat tubuhnya rentan terserang berbagai penyakit, salah satunya adalah bronchopneumoni, radang tenggorokan dan poliarthritis. Berbagai pengobatan sudah kami upayakan mulai medis hingga non medis.  Kesimpulan akhirnya adalah semua penyakit yang dideritanya disebabkan faktor alergi dan imun.  Kisah perjuangan saya membesarkan favian bisa dibaca FB @sri.rahayu.sp

Sumber healthline.com

Salah satu alergi yang dia alami adalah alergi MSG dan Aspartam. Setiap kali mengkonsumsi makanan yang mengandung kedua zat ini, hanya dalam beberapa menit saja Favian akan merasakan serik dan akhirnya demam, batuk serta sesak nafas.  Demamnya bisa mencapai 43⁰ C loh sobat. Jika harus menceritakan petualangan Favian dalam memperjuangkan kesembuhan rasanya ratusan tinta takkan cukup menorehnya.  Bayangkan.. 11 tahun dia acap mengkonsumsi obat-obatan sampai -sampai saat dilakukan test hampir seluruh antibiotik dia resisten dan alergi. Favian kami sering sekali terjangkit infeksi radangtenggorokan.  Sayangnya pengetahuan kedokteran kami yang minim membuat kami tidak menyadari ada bahaya besar yang mengincarnya..sampai akhirnya beberapa waktu lalu dokter mendiagnosa kalau Favian kemungkinan terjangkit penyakit jantung rematik.
Awal mula munculnya diagnosa tersebut adalah keluhan nyeri sendi berpindah dan nyeri dada yang setahun ini dikeluhkan oleh putra kami tersebut.  Bahkan beberapa waktu terakhir Favian sering mengalami ruam merah yang tidak jelas sebabnya.  Gejalanya makin hari makin sering dan berulang, sama seperti infeksi radang tenggorokan yang selalu berulang dia dapat.  Dokterpun kemudian melakukan rangkaian tes, pemeriksaan lab dan echocardiografi. Hasilnya membuat saya menangis, karena ternyata dari pemeriksaan labnya terbukti jagoan kami positif mengidap demam rematik.  Alhamdulillahnya belum terjadi kerusakan katup jantung.  
Dokter bilang penyebabnya kemungkinan karena radang tenggorokan yang berulang dan akibat infeksi bakteri Streptococcus group A.   Jika tidak tertangani baik demam rematik bisa berkembang menjadi penyakit jantung rematik.

Penyakit Jantung Rematik


Penyakit jantung rematik disingkat PJR dalam bahasa medisnya dikenal dengan Rheumatic Heart Disease (RHD).  Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan adanya kerusakan pada katup jantung.  Kerusakan ini bisa berbentuk penyempitan ataupun kebocoran dan umumnya menyerang katup mitral (stenosis katup mitral). Penyakit jantung rematik sebenarnya adalah gejala sisa dari demam rheumatic (DR). 
Sebelumnya kita sudah membahas sekilas tentang penyebab demam rematik. Demam ini merupakan komplikasi dari radang tenggorokan yang tidak tertangani secara baik. akibatnya terjadi peradangan pada sendi, jantung, kulit dan otak.  Jika dibiarkan peradangan dapat menyerang katup jantung.  Inilah yang dinamakan Penyakit Jantung Rematik.  Akibatnya bisa terjadi cacat permanen pada jantung dan otot jantung.  Jika dibiarkan bisa terjadi gagal jantung.
Sereeemmm...
Ibu mana yang mau anaknya gagal jantung?Pasti tidak satupun ibukan? Berangkat dari keprihatinan saya dengan kondisi Favian, maka saya bersama dokter Anak yang menangani Favian memutuskan untuk melakukan edukasi pada masyarakat awam tentang penyakit jantung rematik ini. Edukasi kami lakukan via instagram live pada tanggal 21 Mei 2020 .

Live IG

Untuk sobat IBV yang tidak sempat mengikuti live kami, bisa membaca blogpost saya  berikutnya yaa

0

Sabtu, 30 November 2019


Memiliki anak yang kreatif merupakan satu asset yang berharga.  Namun kreatifitas tidak bisa tumbuh begitu saja.  Peran lingkungan dan orang tua sangat berperan dalam merangsang ide-ide cerdas  mereka.  Kemajuan teknologi membuat semua sektor menjadi serba  gadget.  Berbagai informasi, transaksi, pemenuhan kebutuhan hidup bahkan silahturahmi kini dapat  dilakukan hanya  menggunakan jempol. Anak-anak menjadi kehilangan kepedulian, males bergerak dan menutup diri dari lingkungannya, sebab semua tantangan mampu dia gapai lewat sebuah gawai.  Begitu banyak kasus yang kemudian muncul akibat kecanduann gawai. Lalu adakah solusinya? Gramedia bekerjasama dengan hellopanda, bank BTN, Meiji, Yan Yan, Lucky Sticky mencoba untuk mengatasi masalah ini lewat sebuah event Gramedia Science Day 2019.  Even yang digelar tanggal 24 November 2019 lalu bertempat di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang ini, menerapkan model pendidikan informal berbasis kompetisi yang dikemas secara menyenangkan dan seru. Harapannya dengan adanya event ini anak menjadi cerdas dan kreatif serta mampu menumbuhkan inovasi anak melalui permainan sains.


Gramedia Science Day kali ini bukanlah kegiatan pertama. Pada Tahun 2016 PT. Gramedia Asri Media ini juga menggelar acara serupa.  Kehadiran event ini menurut Public Relation Gramedia merupakan bentuk kepedulian Gramedia untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sains dan ilmu pengetahuan sehingga anak anak menjadi generasi pencipta bukan hanya pengguna dan pengikut. Tak kurang dari 200 siswa SD kelas 4-6 dari beberapa kota di Jawa Timur terlibat  dalam event yang berfokus pada Social Emotional Aspect, Physical Aspect Individu dan Intellectual Aspect Individu ini.

Bertabur Ilmu  Gramedia Sains Day Sukses Atasi Kecanduan Gawai

Hari itu Graha Cakrawala diwarnai hiruk pikuk keceriaan anak anak millenial. Dominasi ungu dan kuning mampu menghaditrkan suasana berbeda di gedung milik Universitas Negeri Malang tersebut.  Agendanya adalah Theory Science, experiment science, presentation Entertainment, dan Parent Talkshow. Acara yang dihadiri oleh Presiden Direktur Hello Panda Mr. Fuji Iwaka ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB - 15.00 WIB.  Syarat untuk bisa menjadi peserta acara ini adalah dengan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 250.000,- per team.  Fasilitas yang didapat adalah kaos, tas, snack, makan siang dan 1 buah buku acuan teori Gramedia Science Day 2019.  Hadiahnya tidak main main loh.  Bagi kelompok yang berhasil menjadi pemenang akan mendapatkan uang tunai senilai puluhan  juta rupiah yang terbagi sebagai berikut:
  • Juara 1 mendapatkan uang tunai Rp. 5.000.000
  • Juara 2 mendapat uang tunai Rp. 4.000.000
  • Juara 3 mendapat uang tunai Rp. 3.000.000
  • Harapan 1, 2, dan 3 mendapat uang tunai Rp. 1.000.000
  • Peserta terbaik mendapat uang tunai Rp. 500.000
Hari itu anak milenial yang dikenal setia dengan gawainya larut dalam rangkaian acara. Tahap demi tahap lomba diikuti penuh antusias.  Tak satupun bermain gawai.  Ini adalah sebuah prestasi besar untuk mereka. Nyata benar bahwa Gramedia Science Day sukses atasi kecanduan gawai.
Kebersamaan, dan tantangan dalam mengerjakan setiap tugas yang diberikan mampu mengalihkan perhatian mereka dari keinginan bermain gawai.

Tahap pertama dimulai dimulai dengan menjawab soal-soal yang terkait informasi dari buku Sains Seru.  


Sesi kedua peserta diajak untuk memunculkan kreativitas, kerjasama, dan kekompakan team untuk membuat sebuah kendaraan dari botol bekas.  

Membuat Kendaraan


Sesi ketiga adalah membuat rail untuk mobil balap, 


sesi ke empat adalah membuat pesawat terbang lalu ditutup dengan sesi presentasi

Keren kan karya Kami?

Selama acara berlangsung area disterilkan dari pengunjung umum, orangtua dan guru.  Untuk mengisi waktu selama anak anak berkompetisi para orangtua, guru pendamping dan pengunjung diajak mengikuti talkshow Sains Seru bersama Kartika Oktorina, penulis buku Sains Seru.  Mereka diajak untuk mempraktekkan beberapa eksperiment yang dibahas pada buku tersebut.  Kartika Oktorina juag menyampaikan betapa pentingnya menghargai area berkreasi anak.

Eksperiment Yuk.
Mendampingi mereka dalam memanfaatkan waktu yang mereka punya agar tidak terlalu larut dengan gawainya.  Lewat sains seru anak dirangsang kreatif dan berinovasi.
Bukan hanya anak yang ceria hari itu, para orangtua dan guru pun ikut berbagia dan mendapatkan ilmu bermanfaat.  Sebagai penutup talkshow diadakan lomba membuat sandwich yang dipandu oleh para chef dari Santika Hotel Malang.  Seru banget loh teman .


Sandwich Hasil Karya Para Peserta Talkshow


Sebagai salah satu strategi Bussiness Unit Gramedia membuktikan diri bahwa mereka hanya mengejar profit semata tapi mereka ingin tumbuh bersama dengan para orangtua untuk mencetak generasi unggul. Di usianya yang menginjak 49 tahun Gramedia telah melebarkan sayapnya menjadi  perusahaan yang tidak hanya menjual buku melainkan juga usaha ekspor buku, stationary, penerbitan dan multimedia.

Profesor Melakukan supervisi

Presiden Direktur PT.Meiji

Selamat Gramedia, semoga event Gramedia Science Day terus berlangsung setiap tahun 
1

Part of BloggerHub

Total Absen

Pengikut