Kamis, 11 Desember 2014

"Bete!!!!" 
Keisya tampak jengkel sekali hari itu, dibukanya pintu dengan kasar dan melempar tasnya ke atas kasur.  Bik Wien hanya bisa menghela nafas panjang melihat gadis muda yang diasuhnya ngomel tanpa ada juntrungan.

"Napa sih, Neng? Pulang  kok langsung marah-marah gitu?  coba lihat.kan jadi jelek wajahnya" goda wanita paruh baya itu.  Keisya memang anak majikannya, tapi bik  Sinta menyayanginya seperti saudaranya sendiri.

"Bibik tau ngga?  Masa Juna tiba - tiba nyuekin aku.  Padahal aku ngga punya salah apa-apa! Kenapa sih tuh orang?" .  Juna adalah sahabat Keisya, tepatnya sahabat pena.  Keisya menganggap Juna sudah seperti kakak baginya. Maklumlah dia adalah anak tunggal di rumah itu.  Setiap hari ada saja yang dia ceritakan pada Arjuna.  Tapi beberapa bulan ini terjadi perubahan yang sangat mencolok.  Tanpa sebab dan alasan yang jelas tiba- tiba Arjuna tak lagi mau bicara dengannya.  Kalaupun keisya cerita panjang kali lebar... balasannya hanyalah emot-emot saja yang membuat Keisya menjadi semakin bertanya-tanya dan jengkel.

Mungkin apa yang dialami Keisya pernah juga kita alami.  Memang rasanya menjengkelkan sekali saat tiba-tiba sahabat kita diam dan menjauh, padahal persahabatan adalah hubungan silahturahmi yang cukup kuat dan saling memahami satu sama lain.  Saya pribadi pernah mengalami hal itu dan rasanya seperti ingin teriak saja.

Ketika kamu Diam, apa yang dipikirkan sahabatmu?
1. Diam tanpa alasan menimbulkan prasangka buruk
2. Diam secara tiba-tiba memunculkan sejuta tanya di hati
3. Membuat hati dan pikiran orang yang kamu diamkan menjadi bete
4.Sedih itu pasti.  Bisa jadi diammu membuatnya menjadi tak bersemangat sehingga melewatkan waktu sia sia demi mencari tau penyebabnya
5. Diam atau mendiamkan seseorang tentulah tidak bijak

Bila kamu merasa ada sesuatu yang tidak kamu sukai pada sahabatmu, lebih baik kamu utarakan...karena sebagai sahabat tentu kalian saling mengenal dan saling memahami bagaimana tipikal masing-masing.  Pecahkan setiap masalah dengan terbuka dengan begitu takkan ada yang disakiti hatinya
0

Jumat, 28 November 2014




KATARAK BUKAN HARGA MATI!

Gambar dipinjam dari sini


Pernahkah anda mendengar penyakit yang satu ini? Katarak, penyakit mata yang banyak diidap oleh sebagian besar lansia memang tampak menakutkan, namun benarkah katarak seseram itu?
Katarak adalah satu kondisi dimana lensa mata bagian belakang terlihat berkabut sehingga mempengaruhi pandangan dan menyebabkan pengelihatan menjadi samar.  Katarak bisa dialami oleh siapa saja tak hanya orang berusia lanjut.  Pada orang berusia lanjut katarak lebih banyak disebabkan oleh kerusakan jaringan lensa mata sehingga lensa menjadi tidak cerah lagi dan kehilangan kelenturannya.  Sedangkan pada anak muda maupun paruh baya, katarak dapat disebabkan karena pola hidup seperti kebiasaan merokok, minum-minuman keras juga penggunaan steroid. Tidak hanya itu saja, seorang wanita  bisa terkena katarak akibat proses persalinan yaitu saat proses mengejan yang menyebabkan otot mata tertarik begitu kuat.
Wow! Menakutkan bukan?  Kondisi seperti ini dapat membuat rasa percaya diri kita menjadi hilang, terlebih saat menyadari bagaimana pandangan orang saat melihat bola mata kita yang tampak menyeramkan.  Ketampanan dan kecantikan menjadi berkurang. Lalu, apakah kondisi ini sudah menjadi harga mati saat kita mengidapnya? Dapatkah katarak disembuhkan?  Dapatkah katarak dicegah?
Insya Allah, katarak dapat dicegah pun disembuhkan.  Untuk mencegahnya sebaiknya kita banyak mengkonsumsi makanan dan minuman yang  mengandung vitamin A, karotenoid, dan vitamin C, olahraga dan menghentikan kebiasaan merokok maupun minum minuman beralkohol, memakai kaca mata pelindung serta bagi mereka yang menderita diabetes dan darah tinggi diwajibkan memeriksakan diri secara berkala.  Sedangkan bagi wanita yang akan melahirkan sebaiknya berkonsultasi kepada dokter kandungannya jenis persalinan mana yang aman untuknya.
Katarak dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1.      Katarak Nuklear
Jenis katarak ini terjadi pada pusat lensa mata, dapat menyebabkan rabun jauh atau pandangan ganda. Lensa mata terlihat berwarna kekuningan dan berkabut.  Lama kelamaan warna kuning pada lensa mata menjadi semakin pekat dan berubah coklat.  Bila sudah demikian mata akan kehilangan kemampuan dalam membedakan warna.
2.      Katarak kortikal
Bagian yang diserang pada katarak kortikal adalah tepi lensa bagian luar yang lama kelamaan akan semakin merambat ke bagian tengah lensa.  Bila dilihat akan tampak seperti coretan putih.  Penderita katarak jenis ini sangat rentan terhadap cahaya yang menyilaukan
3.      Katarak subkapsular posterior
Katarak ini ditandai  munculnya area buram yang terdapat di belakang lensa. Keadaaan ini menyebabkan cahaya tidak dapat masuk sehingga penderita akan mengalami penurunan kemampuan dalam melihat di malam hari maupun saat terdapat cahaya yang sangat terang.

Lalu bagaimana cara mendeteksi penyakit ini?

Perkembangan dunia kedokteran begitu pesatnya sehingga banyak penyakit yang awalnya tidak diketahui sebabnya kini bisa dideteksi melalui serangkaian test, begitu juga dengan penyakit katarak ini.  Kini kita dapat mendeteksi penyakit ini dengan menjalani rangkaian pemeriksaan yang dimulai dengan cara paling sederhana yaitu melalui pembacaan serangkaian huruf dan angka yang terdapat pada sebuah bagan dan ditempel di dinding.  Selain itu dapat juga dengan menggunakan sebuah alat berbentuk mikroskop mata yang berfungsi untuk memeriksa celah lampu, atau bisa juga dengan melebarkan mata menggunakan tetesan pelebaran mata, tujuannya adalah untuk melihat kondisi retina.

Kini kita tak perlu khawatir lagi sebab penyakit katarak bukanlah harga mati, kecanggihan teknologi di bidang kedokteran membuka peluang pengobatan dan kesembuhan bagi para penderita katarak melalui tindakan operasi atau pengangkatan katarak.  Proses ini bertujuan untuk mengangkat selaput yang berkabut tersebut dan mengimplannya dengan lensa plastik yang baru.  Proses pengangkatan ini dapat dilakukan para tenaga medis yang berkompeten dengan menggunakan pisau bedah  maupun dengan menggunakan  laser seperti yang dilakukan di Rumah Sakit Gleneagles Singapore.

Metode yang digunakan di rumah sakit Gleneagles ini dikenal dengan sebutan Bedah Katarak Refraksi Laser.  Konon  metode ini memiliki tingkat ketepatan yang tinggi.  Waktu pembedahan dan pemulihan juga sangat singkat dengan hasil yang dipastikan lebih baik.
Selain RS Gleneagles, RS Mata JEC pun punya metode yang tak kalah canggih sehingga pasien tak perlu merasa takut ataupun cemas sebab teknologi bedah katarak yang digunakan tidak lagi membutuhkan sayatan yang lebar.  Dengan teknologi Fakoemulsifikasi yang telah disempurnakan maka jarum gelombang ultrasonik yang digunakan tidak lagi menyebabkan iritasi pada mata pasien dan dengan luka sayatan yang kecil menyebabkan masa penyembuhan menjadi lebih cepat

0

Jumat, 21 November 2014

"Hallo, Bunda Vian..assalamu alaikum!"

Sebuah suara kudengar dari smartphoneku.  Itu suara Bunda Alif, guru Favian di TK Aisyiyah Bustanul Atfal V Ubung , Denpasar Bali.  Suara bunda Alif terdengar sangat gugup hingga terbata membuatku sedikit khawatir.
"Bunda...maaf, saya mau mengabarkan bahwa Favian sekarang sedang dilarikan ke UGD"

Jlegarrrrrrrr!! Rasanya seperti mendengar suara petir di siang bolong.  Ada apa dengan jagoan kecilku?  Bunda Alif tak banyak memberikan penjelasan, selain informasi bahwa kepala anakku bocor!

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun!!  Rabb...semoga Kau selalu melindungi nyawa bocah kecilku itu.  Pintaku saat itu sambil bergegas ganti baju dan berangkat ke Rumah Sakit.  Aku berusaha tuk menghubungi suamiku dengan kaki dan tangan bergetar mengikuti debar jantungku yang tak beraturan.  
Apess!! Saat dibutuhkan, handphoneku tiba-tiba ngadat tak bisa digunakan untuk menelpon.  Duuhhh!!! Kenapa seperti ini sihhh!!  Kalau saja harga handphone ini murah, mungkin sudah kubuang ke kali saking jengkelnya.  Tapi handphone ini seharga honor satu bukuku.

Huwaaaa!!! Hiks..hiks..
Setiba di UGD hatiku tercekat, tubuh bocah kecilku terbaring dengan baju bersimbah darah.  Emosi saat itu rasanya.  Bagaimana bisa itu terjadi??  Memangnya para guru tidak mengawasi?
Tiba --tiba Favianku menoleh,  tatapan matanya seolah memintaku untuk meredam semua emosiku.  Saat itu  telaga bening di mataku siap tumpah ruah.  Tapii.. melihat tatapannya yang tegar, membuatku menahan sekeras mungkin buncahan rasa yang bergejolak di hatiku saat itu.

"Bunda, Favian hebat loh...sama sekali tidak menangis" tutur sang Guru dan pengurus Ikwam yang mendampingi.  Aku tak heran mendengar semua itu, Favianku memang sangat tegar sejak bayi.  Dalam setiap sakitnya, tak sekalipun dia mengeluh dan menangis.. aku tau,  dia memang jagoanku.  Tetapi melihatnya seperti itu, jiwaku serasa hilang kesadaran, linglung.  Favianku diam mulai saat terjatuh sampai proses penjahitan luka selesai dilakukan.  Ah...hebatnya kau nak ganteng..., bahkan bundamu saja mungkin takkan mampu menahan rasa takut pada jarum dan darah,  tetapi kau??  Kau benar-benar lelaki-ku sayang, jagoan kecilku. 

Kugendong bocah kecilku pulang ke kamar kos kami dengan di antar sang Guru.  Rupanya Favianku di dorong oleh beberapa temannya sampai terjatuh dan terantuk lantai.  Ibu mana yang tak jengkel mengetahui itu.  Kucoba untuk bertanya padanya setelah suasana hatinya tenang tentang apa yang terjadi, walau aku sudah mendengar dari sang Guru.  Aku hanya ingin tahu siapa pelakunya??  Ini tidak bisa dibiarkan!  Tapi Favian hanya berkata bahwa ia terjatuh saat bermain lempar topi sendiri... sungguh bertolak belakang dengan yang kudengar!!  Bocah kecilku BERBOHONG!!

Aku tak memaksanya lagi, tentu dia punya pertimbangan mengapa dia berbohong padaku.  Sorenya, saat dia pergi bersama ayahnya menjemput sang kakak, dia bercerita pada sang ayah kalau dia terjatuh karena didorong oleh lima orang temannya, dan dia mampu menyebutkan nama para pelaku.  Kenapa dia mau jujur sama ayahnya tapi tidak padaku??

Malamnya sang ayah memintanya untuk menceritakan kembali peristiwa itu padaku,  lagi-lagi dia pasang aksi tutup mulut.  Setahun lalu Favian pernah di buly di sekolah.  Kepalanya dibenturkan ke tembok oleh seorang temannya dan aku marah sekali sama pihak sekolah.  Kudatangi sekolah anakku dan bertemu dengan guru yang bertugas saat itu.  Kucari orangtua sang anak tuk memintanya mengajari anaknya prilaku yang baik.  Tuk mengendalikan anaknya dan kuancam bila terjadi sesuatu pada putraku, aku akan menuntutnya!!  Mungkin  peristiwa inilah yang membuatnya tak ingin terbuka padaku...dia tak ingin melihatku marah.

Pagi ini aku mencoba lagi berbicara dari hati padanya.  Kutanyakan siapa yang telah mendorongnya,  namun bukan jawaban yang kuinginkan yang kudapat dari bibir mungil itu, melainkan sebuah kecupan, sambil berbisik pelan...,"Ngga papa... kan ade udah sehat. Ade cuma jatuh saja.  Ade udah maafin teman-teman ade,  bunda jangan marah lagi yaa..!"

Nyosss....nyesek!!  Anak sekecil itu sudah mampu memaafkan dan berpikir sangat bijak.  Dia mengajarkan padaku tentang arti legowo.  Kau memang mutiara hatiku nak,  aku bangga padamu.  Tidak saja tegar, tapi kau juga pemaaf dan berjiwa welas asih.  Tak ada sedikitpun dendam di hatimu, pun saat mereka yang mendorongmu datang ke rumah siang ini.  Kau menyambutnya dengan ramah dan mengajaknya bermain seolah tak pernah ada kejadian itu.

Para Bunda di sekolahnya siang itu pun bercerita tentang kekaguman mereka pada putraku ini.  Bahkan saat ditanya apakah mereka yang mendorongnya, dia tetap diam tak mengiyakan.

Hari ini aku belajar legowo darimu Nak,  aku belajar untuk meredam emosi dan memaafkan.  Terima kasih kau telah hadir di tengah kami tuk memberi kami banyak ilmu hidup.
0

Selasa, 26 Agustus 2014

Begadang jangan begadang
Tererereret...
Kalau tiada artinya
Begadang boleh sajaaaa ..aaaa
kalau ada perlunya


Nah ntu sih pesennye Bang Haji.  Temen-temen ada yang masih suka begadang? Melembur sampai pagi?  Hati-hati ya, karena ternyata begadang memberikan efek yang kurang baik untuk tubuh.  Tubuh manusia bukan robot yang bisa dipaksa bekerja sepanjang waktu.  Ibarat mesin, tubuh ini juga butuh istirahat yang cukup, kalau tidak tubuh akan panas sama seperti mesin yang dinyalakan nonstop.

Aye sendiri sebenernya sudah kapok begadang, sebab beberapa bulan lalu akibat sering begadang penyakit jadi jatuh cinte ama nih badan.  Duh.. nauzubillahi min dzalik dah.  Masih mending kali yak kalu yang jatuh cinte ame kite itu aktor tampan pemeran Arjuna dalam Mahabarata. wkwkwk.  Tapi bener kate Bang Haji tuh kalau ngga ada perlunya jangan begadang.

Malam ini Aye terpaksa dan harus begadang karena memang ada perlunya, jadi boleh deh kata Bang Haji.  Apa hayoo perlunya??

Apa lagi kalau bukan demi cah ngganteng yang selalu jadi mutiara hati aye.  Sejak kemaren sore si Dedek Vian panas dan sesak.  Wah nightmare banget kalau si Dedek dah sakit.  Berdasarkan pengalaman yang udah-udah nih panasnya di atas normal dan sewaktu-waktu bisa sesak.  Pernah kejadian saat dia sakit dulu, panas tinggi dan sesak setelah beberapa hari kagak sembuh juge akhirnya meluncur deh emak rempong ini ke UGD.  Sampai UGD langsung spot jantung aye sama perawat dan dokter jaga soalnye si Dedek udah lemas dan tidak bernafas lagi, badannya hampir biru semua.  Sejak ntu aye selalu waspade jangan ampe keulang deh.  Makanye ni malem aye belain begadang tuk jage ntu bocah ganteng.

Tadi ntu aye temp suhunya sampai 39,3 derajat trus badannya mulai menggigil dan menegang, ketar-ketir juga aye.  Emang sih Dedek Vian ngga punya riwayat kejang tapi melihat panasnya yang kadang mencapai 42 derajat itu bikin si emak jadi parno banget.  Semoga malam ini panasnya bisa turun ye..aamiin

Aamiinin dong man teman ..jangan cume baca doang :D

Hmm ..tapi sebenernya ape sih dampaknya begadang? Dan bagaimane tips begadang yang aman?
 Kate pak Dokter dampak dari begadang tubuh akan mengalami kelelahan akibat tubuh dan mental terforsir karena dipakssa beraktivitas melebihi kemampuan biasanya.  Kondisi ini dapat menyebabkan fatigue atau kelelahan dan bila berlanjut terus dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun, akibatnya berbagai penyakit akan mudah menyerang, virus dengan  mudahnya menginfeksi.

Begadang juga dapat menjadi pemicu munculnya penyakit jantung, dispepsia, stroke, magh, hipertensi, bahkan diabetes melitus seremkan?  ngga percaya?

Tetapi kalau memang tidak memungkinkan kite untuk  menghindari begadang saye mau kasih tipsnya deh buat kalian.
  1.  Penuhi kecukupan jam tidur.  Kebutuhan istirahat (tidur ) manusia adalah 6 jam .  so, usahakan bila kite begadang kite tetap mengalokasikan waktu untuk tidur selama 6 jam sehari.  agar tubuh tetap fresh, terutama jikan tubuh kite udah nampak tande -tande kelelahan
  2. Jaga asupan makanan dan minuman.  nah ini die yang kite suka salah kaprah.  Umumnya ni  yee kite selalu minum kopi, merokok dan nyamil makanan kemasan atau gorengan saat begadang.  Padahal semue ntu kagak baik buat kesehatan kite. Kandungan gulanye sangat tinggi dan kopi bisa menyebabkan asam lambung meningkat.  yang terbaik ntu kite kudu menuhin asupan nutrisi kite saat begadang.  banyak makan buah dan camilan bergizi tinggi
  3.  Rajin berolahraga.  Begadang membutuhkan stamina yang bagus itulah alasan kenape kita kudu olahraga
Nah itu die dampak dan tips begadang.  Siapa yang mau nemeni aye begadang malem ni?


0

Selasa, 19 Agustus 2014

Menghitung hari demi hari yang tersisa di kota ini.  Tempat pertama kali aku mengenal dunia literasi secara profesional dan berkumpul dengan emak-emak hebat yang saling menginspirasi.  Rasanya memang sedikit berat kaki ini melangkah, namun kusadari bahwa setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan.  Mungkin ini saatnya kami berpisah.

Tiga tahun lalu aku memberanikan diri untuk belajar menulis, dari sosok yang tidak tahu apa-apa, menjadi sedikit tahu asal tidak "sotoy" aja :D.  Bermula dari wanita tak percaya diri hingga tumbuhnya sedikit rasa percaya.  Suka duka sering kami rasakan.  Perselisihan pun kadang muncul.  Ego-ego bermain pada jiwa-jiwa yang masih muda, namun pada akhirnya kembali bersama.

Ada canda di tengah duka.  Ada Tawa terurai renyah

Kami berproses.  Kami belajar bersama dan kami saling berbagi.  Ibarat anak TK aku belajar mengenal rasa dan makna dari sebuah kalimat.  Belajar untuk lebih banyak tertawa dan banyak berbagi. Lewat mba Afin Murtiningsih aku mengenal agency penerbit dan mendapatkan job pertamaku.  Belajar mendokumentasikan tulisan ke dalam blog lewat mba Arin Murti sang Ratu Media dan Ratu Kontes.  Mengenal dunia fotografi makanan lewat Team re! Media mas Adhi Muhammad dan mba Ifah Hanifah.

Aku mengenal Nunu El Fasa yang ceria, Tatit Ujiani yang lucu,  Raditya Surya yang selalu memotivasiku, Candra Nila Murti si manis madu yang sederhana dan suka berpose manis serta Tri Wahyuni yang spesial. Tak tertinggal sosok mungil nan bersahaja yang kutemui hari ini,  Penulis buku Ping! serta novel novel bestseller, siapa lagi kalau bukan Shabrina WS.

Begitu banyak hikmah kupetik dari pertemuan dan perkenalan yang singkat.  Kini tiba saatnya aku melangkah ke kota yang baru, dan bertemu dengan keluarga yang baru.

Nah..mak, sebelum aku pergi aku coba nyempetin untuk menyapa teman-teman dan pamit dari dekat.  paling tidak aku ingin bisa memberikan sedikit kenang-kenangan untuk teman-teman lamaku ini.  Pertemuan pertama adalah dengan para emak di Ibu-ibu doyan nulis Jatim.  Awalnya kami janjian di foodcourt Royal Plaza, eh ngga taunya ada acara tupperware bagi hadiah disana.  Ting-ting...gratisan..gratisan .  Ngga perlu repot pesan tempat dan nyewa sound.  ngga perlu bayar MC dan ngga perlu modal malah dapat souvenir. Asik ngga? *putar otak namanya. Waktu itu yang hadir adalah mak Diana, mak Tri Nurhidayati, mak Chay Yani dan Mak Camelia.  Seru acaranya.  semua disponsori tupperware tidak secara langsung.  Abis itu baru deh kami heboh-hebohan sambil ngemil tahu crispy.

Ada yang belum pernah makan tahu crispi ngga mak?  Pasti semuanya sudah pernah ya, dicocol sambel kecap mantap jaya rasanya.  Setelah heboh-hebohan, aku berbagi sedikit info tentang teknik membuat sebuah outline, free loh makk... soalnya special.  Kapan lagi yak dapat pelatihan menulis outline gratis..wkwkwk,.. pede dikit ya mak, boleh kan?? Guyon mak.  Masih gratis karena aku juga dulu belajarnya gratis dan otodidak jadi itung itung cinderamata aja.  Seru banget lihat tingkah polah anak-anak kami yang seperti saudara kandung satu sama lainnya.  Sampai-sampai putrinya mak Tri Nurhidayati sampai mogok karena ngga mau pisah sama anakku.  Senangnyaa..semoga pertemanan emaknya juga sedekat anaknya

Sebenarnya begitu banyak teman yang ingin kupamiti langsung, tapi berhubung urusan administrasi pindah sekolah belum selesai..yah terpaksa peluk ciumnya lewat dunia maya aja.  Eh tapi ada yang special mak hari ini, aku bertemu dengan penulis buku Ping yang terkenal itu.  Orangnya imut, manis dan bersahaja..hei..hei siapa dia?

Mba Shabrina WS, begitu banyak ilmu yang kudapat dari sosokmu dari diskusi dan ocehan kita hari ini yang dapat aku simpulkan adalah..untuk menghasilkan sebuah tulisan yang baik dan menjiwai tulisan maka kita harus mendalami setiap unsur dan tokoh di dalamnya.  aku semakin kagum padamu yang rendah hati dan tidak sombong yang mau berteman dengan pemula seperti aku.  

Mak..jangan iri yaa.. pertemuan kali ini sungguh spesial karena tidak hanya orangnya spesial tapi ini adalah lepas kangen kami setelah setahun lebih tak bersua.  Terlebih lagi aku dapat bingkisan istimewa darinya..sungguh moment berbagi dan lepas kangen yang berkah

0

Sabtu, 09 Agustus 2014

LAPORAN  TANGKAPAN MATA DARI LOKASI
THE PACIFIC EARLY CHILDHOOD EDUCATION RESEARCH ASSOCIATION

Morning, Mak..!

"Mba Sri, ada undangan nih dari PECERA untuk meliput acara seminar pendidikan anak usia dini!", sebuah pesan singkat meluncur manis di dinding WA pagi itu.  Kalau denger liputan mata ini langsung berbinar, hihihi.. terbayang bisa eksis lagi nenteng kamera bergaya ala pewarta.  Memang menjadi blogger itu menyenangkan ya? Punya hoby nulis itu sangat positif.  Paling asiknya lagi, kita bisa kenal dengan para blogger di seluruh indonesia!  Trus ketemuan, eksis dan nampang bareng.
kali ini tugas meliput datang dari Ibu-Ibu Doyan Nulis Wilayah Bali.

Wkwkwk..
Ow..ow..ow. Tapi kok temen-temen ngga ada yang bisa datang nih? Jiperr juga sedikit, tapi demi sebuah eksistensi, petualangan emak rempong pun dimulai.  Pertama merayu si Arjuna dulu untuk mengantar ke lokasi.

Eng..ing..eng...
sambil nenteng anak dengan semangat 45 saya berangkat menuju alamat.  Sempat nyasar juga sih kemarin karena alamatnya tidak lengkap dan saya juga mungkin bertanya pada orang yang sedang sibuk, satu hal lagi hotel Inna itu ada beberapa lokasi di Bali.  Awalnya saya berpikir kalau acara berlangsung di hotel grand Inna Sanur, tapi seorang teman arjunaku bilang kalau lokasi hotel itu ada di puputan.. jadilah akhirnya aku di drop si arjuna yang keburu-buru mau sholat Jumat.

Aih-aih ..ternyata dan ternyata saya salah tempat mak.. :'( hiks.. pengen nangis tapi malu sama tentengan yang tampak cuek dan menikmati perjalanan.  Ternyata benar, acara di adakan di hotel Inna yang terletak di sanur!  Waduh.. mana jaraknya jauh!  Arjunaku dah melesat pergi lagi.  Parahnya lagi jam udah menunjukkan pukul 12.30 WITA...wes..wes.. si emak mulai sedikit linglung deh.. akhirnya tanya sana sini dan memutuskan naik taksi hotel ke sanur..

Sampai di sana acara penyambutan sudah hampir dimulai...eitsss.. tapi bukan nyambut kedatangan akyuu loh :D hahaha.  Ada Bu Linda Gumelar mau membuka acara.  Oh iya mak, tau kan bagaimana aktif dan nyentriknya anakku?  Melihat acara dan tempat yang begitu luas sebenarnya hati ini sedikit was-was kalau-kalau dia menghilang seperti biasanya.  Apalagi ini Bali mak! Dan tak ada satupun pewarta yang bawa anak, kecuali seorang peserta seminar dari Japan.  Untunglah panitia yang baik hati.. mba Dia Loreta mengijinkan saya bawa anak, dan di sana si kecil bermain di salah satu stan milik Plan, sebuah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan anak usia dini.
makasih ya rekan-rekan Plan Indonesia.

Singkat cerita.. acara pun di mulai  dan sambil menjaga si kecil saya mengikuti acara demi acara.  Seminar yang diikuti oleh berbagai peserta dari dalam dan luar negeri ini dan menghadirkan pemateri-pemateri internasional seperti Prof. Dr. Fasli Jalal, Sylvia C. Chard, Ph.D, Carol Vukelich, Ph.D, dan Dr. Jehyn Lee, dibuka oleh ibu Linda Gumelar dengan memberikan sambutannya dan beberapa point penting tentang pentingnya sebuah tanggung jawab dan perlunya koordinasi antara orang tua, anak dan pihak pendidik dalam menerapkan pendidikan anak usia dini. Bahwa pendidikan anak usia dini membutuhkan peran berbagai pihak dan element masyarakat.
Ini dia acara PECERA


Stand pengisi
 Aneka Mainan Edukasi yang dibuat para orang tua dari bahan bekas

 Si Favian bermain bersama team Plan Indonesia

Si Cantik Dia Loreta dari HIMPAUDI

Pembukaan Acara dimulai dengan sajian Tarian Tradisional Bali

Para peserta 
 Sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak


Opening Ceremony ditandai dengan penyerahan Cindera mata pada Dr. Betty Chan Po-King

 Sylvia.C. Chard, Ph.D

Carol Vukelich, Ph.D

Para peserta yang terdiri dari para guru Paud dan peneliti dari berbagai negara ini akan diajak untuk mengkaji berbagai hasil penelitian tentang konsep pendidikan anak usia dini, kurikulum, pembelajaran dan perkembangan anak, anak dengan berbagai kebutuhannya yang beraneka, bagaimana orangtua membangun kerjasama dengan keluarga, pendidikkan guru, nutrisi, kesehatan, kepemimpinan dan manajemen dan berbagai hal yang terkait dan menjadi satu kesatuan dalam pendidikan anak usia dini.  Konferensi ini juga membahas bagaimana pencapaian pendidikan anak usia dini dalam perkembangan anak, apa saja yang bisa di raih dan apa yang belum, teknologi dalam pendidikan anak usia dini dan beberapa hasil penelitian yang dilakukan oleh peserta dari indonesia Netti Herawati tentang  The Glutein Free Cookies Of Sukun Flavour, Shrimp Crackers And Tempe Flours and Red Palm Oil.

Selain itu ada yang menarik dari kegiatan ini, karena para peserta akan diajak mengunjungi 7 PAUD yang memiliki keunikan pendidikan dan melakukan workshop. Peserta juga akan berinteraksi secara langsung dengan para pemerhati anak usia dini dari negara Jepang, Malaysia, Srilanka, Canada, india, Mongolia, Timor Leste, Filipina, Australia, China, Taiwan, Hongkong, Korea, Singapura, dan Thailand.
 Beginilah para Pendidik di Luar Negeri mengenalkan tanaman dan alam
 Belajar tentang Ada tidaknya Tulang pada Ikan

Mengenal dan membuat miniatur Sepeda

Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Universitas Pendidikan Ganesha Bali, Himpunan Pendidik dan tenaga Kependidikan anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), Kementrian pendidikan dan Kebudayaan, KPPA dan BKKBN ini diharapkan dapat membuat PAUD menjadi hal penting yang harus terus dikembangkan, sehingga anak usia dini dapat menjadi generasi emas penerus kemajuan bangsa dengan mendorong para praktisi, akademi, dan para pendidik anak usia dini untuk melakukan banyak penelusuran untuk mengembangkan PAUD.

 Pada konferensi kali ini saya juga berkesempatan ketemu dengan teman lama loh mak.. rasanya sesuatu deh.  Kebetulan teman saya ini merupakan rombongan dari sebuah sekolah Islam Terpadu Fajar Hidayah, sebuah yayasan yang sangat peduli dengan anak dan pengembangan SDM nya
Saya dan Rombongan Guru SIT Fajar Hidayah

Nah.. mak, saat asik menyimak acara terdengarlah rintihan-rintihan yang membuatku harus meninggalkan acara.  Ada saja ulah si kecil, mulai minta buang air kecil, buang air besar, berjalan menuju podium, mainan mikrofon, dan ngajak main di pantai.. hehehe..  kadang kala kita suka loss kontrol ya mak saat kerja kita terganggu, Tapi ternyata itu salah loh mak karena memang begitulah ternyata normalnya anak kecil so, saya harus belajar sabar beneerrr kemarin.  Ulah si kecil yang sibuk menggambar juga menarik perhatian Mrs. Sylvia. C. Chard, Ph.D dan sebuah pinsil diberikan sebagai kenang-kenangan untuknya.  Ternyata jagoan kecilku malah lebih supel dari emaknya.  Sepanjang acara dia berkenalan dengan beberapa panitia dan pengisi stand, bermain menggunakan berbagai alat peraga yang dibuat dari barang bekas dan menjelajah pantai sendiri sampai emaknya bingung mencari.  Saat itu acara sudah usai tapi batang hidungnya tak jua kelihatan.  Setelah mencari ke seluruh penjuru hotel, akhirnya saya mendapatinya berjalan menuju hotel dari arah pantai, rupanya dia bermain di pantai selama sessi terakhir acara.
0

Kamis, 29 Mei 2014

OB atau office boy adalah sebuah profesi yang tidak boleh dipandang sebelah mata.  Keberadaan mereka membuat fasilitas umum menjadi bersih dan terawat.  Tanpa mereka sulit sekali menciptakan lingkungan umum yang nyaman dan bersih.  Yah.. semua karena masyarakat kita tidak sepenuhnya sadar kebersihan.

Saat ini jasa OB dikelola oleh sebuah perusahaan outsourcing yang bekerjasama dengan para pengelola mall, hotel dan kantor.  Tugasnya seputar  menjaga kebersihan lingkungan mulai dari ruangan hingga kamar mandi, walau tak jarang mereka diberi tugas membuatkan minuman.  Sering sekali saya menjumpai dan berinteraksi dengan mereka.  Ada yang memiliki loyalitas tinggi pada pekerjaannya ada pula yang hanya sebatas tugas karena kebutuhan materi.  Walau demikian saya selalu mengajarkan pada anak untuk menghargai kerja mereka, salah satunya adalah dengan membuang sampah pada tempatnya.

Saat berinteraksi dengan mereka ada saja hal menarik yang saya dapatkan.  Ada yang mengerjakan tugasnya dengan hati senang, ada pula yang sebatas kewajiban saja.  Tipe yang terakhir ini banyak sekali terjadi, dan biasanya mereka mudah sekali marah dan ngedumel saat pengunjung membuat kotor atau basah lantai toilet.

Namun OB yang satu ini sungguh membuat saya takjub dan benar-benar salut.  Menurut saya karyawan seperti dia layak untuk mendapatkan penghargaan atas dedikasi dan loyalitasnya.  Dia adalah seorang wanita bernama Indah yang bertugas di Lippo Plaza Sidoarjo Jawa Timur.  Seindah namanya, hatinya pun tak kalah cantik dengan wajah ddan namanya. Dia menjalankan tugasnya dengan penuh tanggungjawab dan hati yang senang.  Mengapa saya katakan demikian?  Ceritanya begini...

Siang itu saya berjalan-jalan di Lippo Plaza Sidoarjo bersama dua buah hati saya.  Tiba-tiba si sulung minta ijin untuk buang air kecil, namun tak disangkanya sesaat waktu dia menginjakkan kaki di toilet tiba-tiba dia BAK mancur begitu saja dan mengotori sebagian besar lantai toilet dan celananya.  Yah sebagai seorang anak tentu ada rasa takut dan malu.  Takut dimarahin oleh OB yang bertugas dan malu dilihat orang.  Sulungku pun hanya bisa berlari mencariku dalam keadaan memakai celana penuh kotoran.  Saat itu aku tak habis pikir kenapa dia bisa diare, tapi aku langsung menyuruhnya untuk kembali ke toilet dan membersihkan diri, sementara aku pergi untuk membeli celana dalam.

Rupanya si sulung takut sekali kena marah petugas.. dia pun keluar sambil menangis mencariku, tapi aku mencoba memintanya kembali dan memberi pengertian padanya.  Diapun kembali ke toilet ditemani sang adik.  Sampai di sana, menurut penuturannya mba OB yang cantik ini memintanya untuk ke ruang janitor dan membersihkan diri disana dan sang adik diminta untuk memberitahu saya.  OB itu membersihkan semua kotoran di lantai dengan senang, dia mencoba menenangkan sulungku yang terlihat takut.  Saat aku datang, aku meminta maaf padanya dan dia hanya tersenyum sambil berkata,"tak apa bu...namanya juga anak-anak" sungguh kaget mendengar responnya.  Terlebih saat si sulung membuat ruangan janitor menjadi banjir karena kotoran dan air cucian celana, saya berusaha untuk membersihkan ruang itu, namun dilarang oleh mba OB yang cantik dengan alasan itu adalah tugas dia.  Saat seorang OB temannya datang mendekat untuk mencari tahu, dia menyuruh temannya itu pergi dan bilang tak ada pekerjaan untuknya disitu, mungkin dia tidak ingin anakku malu dan takut, atau tak ingin temannya marah karena ulah anakku.  Kemudian dia membersihkan lantai yang penuh kotoran itu tanpa sedikitpun rasa jijik.

Mungkin bagi kita adalah hal yang wajar dia bersikap seperti itu karena memang tugasnya di toilet, tapi menurut saya yang sering berinteraksi dengan OB sikapnya ini luar biasa.  Sebagai customer saya sangat puas dengan pelayanannya.  Terlebih lagi saat saya tahu  bahwa wanita cantik ini mencari nafkah demi buah hatinya.  Bagi saya dia adalah sosok OB teladan yang layak mendapat penghargaan.  Semoga Allah memudahkan setiap langkahnya.
0

Jumat, 23 Mei 2014

Seharian kemarin hobi memasak saya kumat, mulai pagi sampai sore hari ublek di dapur padahal ngga ada pesanan buku kuliner ataupun pesanan makanan.  Semua murni karena rasa rindu saya ublek ublek.. hehehe..

Kali ini temanya adalah cake kukus bebas gluten.  Nah resep ini bisa jadi rekomendasi buat mereka yang tidak boleh mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten tinggi.  Tapi sebenernya cocok buat siapa saja sih..

Suatu hari seorang teman bertanya, " mba bagaimana bikin cake enak, hemat tapi tak mengandung baking powder atau soda kue? saya alergi dengan bahan pengembang tersebut"
Hmm.. putar otak deh, saat itu lagi tren eggless cake tapi sayangnya rata-rata pakai BPSK.  terus terang selama ini saya kurang tertarik di bakery, lebih suka ke masakan.  Tapi rasa penasaran akhirnya mendorong saya untuk utak atik resep.  Kebiasaan jelek saya adalah saya suka bereksperimen dalam masakan, kadang kala tidak suka pakai aturan yang saklek.  Nah suatu hari seorang tetangga mengantarkan sepiring cake kukus yang terbuat dari ketan hitam, tanya-tanya resepnya akhirnya saya tertarik untuk membuat cake sejenis dari tepung beras dengan menggunakan sedikit telur dan tanpa bahan pengembang buatan.  jadilah dia..Cake Kukus Pandan Gluten Free


Mau ikutan buat??  Hayuukk

Bahan :
100 gr tepung beras
100 gr gula pasir
2 butir telur
50 ml minyak goreng
2 sdm susu bubuk
 3 tetes pasta pandan
vanili secukupnya
Cara membuat
  1. ayak tepung beras, vanili dan susu bubuk bersamaan
  2. kocok telur dan gula hingga mengembang dan berwarna putih
  3. masukkan minyak goreng dan tepung bergantian sambil diaduk secara perlahan (ingat..ngaduknya harus satu arah yaa.. biar tidak bantat)
  4. bagi adonan menjadi dua bagian.  Kemiduan beri pasta pandan pada satu bagiannya, sisanya biarkan polos
  5. olesi loyang dengan margarin dan taburi sedikit tepung lalu tepuk-tepuk loyang hingga tepung jatuh
  6. tuang adonan ke dalam loyang bergantian
  7. kukus adonan hingga matang dan mengembang (kurang lebih 10 menit)

Yummy lohh.. so soft dan harum.. echoh tenann!!
0

Rabu, 21 Mei 2014

"Tiwul..tiwul...blendung jagung, gatot!"

Kulihat seorang penjaja makanan keliling dengan sepeda motornya menjajakan jualannya.  Jualannya ternyata adalah makanan tradisional Jawa Tengah yang sudah lama sekali tak kujumpai.  Rasa penasaran dan rindu tuk menyantapnya seketika hadir.  Awalnya sih aku hanya ingin mencicipi si tiwul manis saja dengan taburan kelapa, tapi melihat blendung jagung yang dulu biasa kumakan saat sekolah membuatku tergoda.  Akhirnya kubelilah semua jenis satu satu dengan porsi kecil.  Ada si hitam legam nan gurih yang bernama Gatot, ada si manis tiwul dan blendung jagung yang manis gurih.
Ditemani segelas wedang secang dan sepiring jajan ndeso ini rasanya pagiku begitu bermakna.  Teringat kembali beberapa puluh tahun silam saat pertama kali mengenal makanan ini.  Konon makanan ini adalah makanan kesukaan bapakku saat tinggal di Gunung Kidul Wonosari Jogyakarta dulu.
Saat pertama kali mencobanya aku agak ragu dan takut, apalagi saat melihat si hitam gatot.  Ada rasa takut keracunan karena berpikir warna hitamnya adalah jamur.  Ternyata tidak kok.  Enak dan penuh sensasi.


enak loh teman rasanya melepaskan kangen dengan cara seperti ini

"Nyam..nyam"

 Eh,  ada suara di belakangku... ternyata sulungku diam-diam menyantap makanan ndeso yang baru saja kujadikan object foto ini.  Hihihi.. rupanya tak jauh beda denganku, dia juga tak mau menyentuh si hitam gatot.

"Bunda makanan apa ini, kenapa warnanya hitam?" tanyanya penuh rasa heran.

"ini gatot mas.  Makanan ini berasal dari Jawa Tengah.  Dulu makanan ini adalah makanan kesukaan Akung Badrun"

"Tapi kenapa warnanya hitam Bunda? Apa tidak beracun?"

Ah pertanyaan yang tidak kuduga sebenarnya.  Kadang kala kita tak ingin tahu asal usul sebuah makanan tapi sulungku telah mengingatkanku akan hal penting, bahwa tak ada salahnya kita tahu dan memang sebaiknya kita tahu demi keamanan.

Jadi begini ceritanya nak..

Gatot adalah makanan yang terbuat dari singkong yang dikeringkan.  Warna hitamnya berasal dari proses pembuatannya.  Untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut

Cara membuat gatot
  1. Kupas singkong dari kulitnya lalu jemur di bawah sinar matahari hingga kering.  Singkong yang kering ini kita sebut dengan nama "gaplek"aplek ini kemudian kita rendam dengan air sampai lemas 
  2. Setelah direndam air gaplek kita tiriskan dan kita tutup dengan daun waru hingga warnanya berubah menjadi hitam (kira kira dua hari dua malam)
  3. Setelah berubah warna menjadi hitam gaplek ini kita iris-iris sesuai selera dan kita jemur kembali.  Gaplek yang telah dijemur kering dan diiris ini kita sebut dengan krecek
  4. Krecek yang telah kering kita rendam hingga empuk dan dicuci sampai air cuciannya bening, baru kemudian kita kukus selama kurang lebih satu jam setengah
  5. krecek yang telah dikukus inilah yang kita sebut dengan gatot dan biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut.
"Oo.. gitu ya Bunda? tapi aku ngga mau makan bunda..aku masih takut dan ngga suka"celotehnya

He he.he.. ngga apa nak, itu adalah pilihan.  kamu boleh makan boleh tidak, yang penting kamu masih mau makan yang lain.

0

Kamis, 20 Maret 2014

Sedih tidak sih kalau gadis kecil kita susah sarapan pagi?  Padahal sarapan pagi adalah kegiatan yang akan menunjang tumbuh kembang otak dan tubuhnya sebelum beraktivitas di sekolah.  Anak yang sarapan pagi dengan porsi yang cukup tentu terlihat lebih lincah, cerdas dan kuat.

Bila anda mengalami kendala untuk membuat si upik kecil sarapan pagi, mungkin anda bisa mencoba satu penyajian resep  di bawah ini.

Nasi Goreng Kelinci

Bahan:
100 gr udang tanpa kepala
1 butir telur (kocok)
1 piring nasi
1 siung bawang putih(cincang)
2 siung bawang merah (cincang)
2 sdm saus tomat
1/2 sdt garam
1/3 sdt merica
2 sdm margarin

Cara membuat:
  1.  panaskan wajan berisi margarin
  2.  tumis bawang putih cincang hingga harum, tambahkan bawang merah cincang lalu aduk hingga setengah matang
  3. Masukkan udang lalu aduk hingga berubah warna
  4. tuang nasi putih ke dalam tumisan udang dan bumbu
  5. Tambahkan merica bubuk, garam dan saus tomat.  Aduk hingga tercampur rata
  6. tuangkan telur kocok sambil diaduk dengan cepat agar telur membalut butir nasi dan tidak menyisakan aroma amis
  7. aduk terus nasi hingga telur matang
  8. angkat dan aduk sampai uap panas keluar
  9. tuang ke dalam cetakan berbentuk kelinci lalu hias  mata dan telinganya menggunakan nori dan tomat. Beri hiasan dari irisan tomat untuk pita dan cabai hijau untuk kakinya.  Beri satu ekor udang untuk ekor kelinci
Penyajian yang menarik dapat mengundang selera anak untuk mencobanya
1

Total Absen

Pengikut