Jumat, 28 November 2014




KATARAK BUKAN HARGA MATI!

Gambar dipinjam dari sini


Pernahkah anda mendengar penyakit yang satu ini? Katarak, penyakit mata yang banyak diidap oleh sebagian besar lansia memang tampak menakutkan, namun benarkah katarak seseram itu?
Katarak adalah satu kondisi dimana lensa mata bagian belakang terlihat berkabut sehingga mempengaruhi pandangan dan menyebabkan pengelihatan menjadi samar.  Katarak bisa dialami oleh siapa saja tak hanya orang berusia lanjut.  Pada orang berusia lanjut katarak lebih banyak disebabkan oleh kerusakan jaringan lensa mata sehingga lensa menjadi tidak cerah lagi dan kehilangan kelenturannya.  Sedangkan pada anak muda maupun paruh baya, katarak dapat disebabkan karena pola hidup seperti kebiasaan merokok, minum-minuman keras juga penggunaan steroid. Tidak hanya itu saja, seorang wanita  bisa terkena katarak akibat proses persalinan yaitu saat proses mengejan yang menyebabkan otot mata tertarik begitu kuat.
Wow! Menakutkan bukan?  Kondisi seperti ini dapat membuat rasa percaya diri kita menjadi hilang, terlebih saat menyadari bagaimana pandangan orang saat melihat bola mata kita yang tampak menyeramkan.  Ketampanan dan kecantikan menjadi berkurang. Lalu, apakah kondisi ini sudah menjadi harga mati saat kita mengidapnya? Dapatkah katarak disembuhkan?  Dapatkah katarak dicegah?
Insya Allah, katarak dapat dicegah pun disembuhkan.  Untuk mencegahnya sebaiknya kita banyak mengkonsumsi makanan dan minuman yang  mengandung vitamin A, karotenoid, dan vitamin C, olahraga dan menghentikan kebiasaan merokok maupun minum minuman beralkohol, memakai kaca mata pelindung serta bagi mereka yang menderita diabetes dan darah tinggi diwajibkan memeriksakan diri secara berkala.  Sedangkan bagi wanita yang akan melahirkan sebaiknya berkonsultasi kepada dokter kandungannya jenis persalinan mana yang aman untuknya.
Katarak dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1.      Katarak Nuklear
Jenis katarak ini terjadi pada pusat lensa mata, dapat menyebabkan rabun jauh atau pandangan ganda. Lensa mata terlihat berwarna kekuningan dan berkabut.  Lama kelamaan warna kuning pada lensa mata menjadi semakin pekat dan berubah coklat.  Bila sudah demikian mata akan kehilangan kemampuan dalam membedakan warna.
2.      Katarak kortikal
Bagian yang diserang pada katarak kortikal adalah tepi lensa bagian luar yang lama kelamaan akan semakin merambat ke bagian tengah lensa.  Bila dilihat akan tampak seperti coretan putih.  Penderita katarak jenis ini sangat rentan terhadap cahaya yang menyilaukan
3.      Katarak subkapsular posterior
Katarak ini ditandai  munculnya area buram yang terdapat di belakang lensa. Keadaaan ini menyebabkan cahaya tidak dapat masuk sehingga penderita akan mengalami penurunan kemampuan dalam melihat di malam hari maupun saat terdapat cahaya yang sangat terang.

Lalu bagaimana cara mendeteksi penyakit ini?

Perkembangan dunia kedokteran begitu pesatnya sehingga banyak penyakit yang awalnya tidak diketahui sebabnya kini bisa dideteksi melalui serangkaian test, begitu juga dengan penyakit katarak ini.  Kini kita dapat mendeteksi penyakit ini dengan menjalani rangkaian pemeriksaan yang dimulai dengan cara paling sederhana yaitu melalui pembacaan serangkaian huruf dan angka yang terdapat pada sebuah bagan dan ditempel di dinding.  Selain itu dapat juga dengan menggunakan sebuah alat berbentuk mikroskop mata yang berfungsi untuk memeriksa celah lampu, atau bisa juga dengan melebarkan mata menggunakan tetesan pelebaran mata, tujuannya adalah untuk melihat kondisi retina.

Kini kita tak perlu khawatir lagi sebab penyakit katarak bukanlah harga mati, kecanggihan teknologi di bidang kedokteran membuka peluang pengobatan dan kesembuhan bagi para penderita katarak melalui tindakan operasi atau pengangkatan katarak.  Proses ini bertujuan untuk mengangkat selaput yang berkabut tersebut dan mengimplannya dengan lensa plastik yang baru.  Proses pengangkatan ini dapat dilakukan para tenaga medis yang berkompeten dengan menggunakan pisau bedah  maupun dengan menggunakan  laser seperti yang dilakukan di Rumah Sakit Gleneagles Singapore.

Metode yang digunakan di rumah sakit Gleneagles ini dikenal dengan sebutan Bedah Katarak Refraksi Laser.  Konon  metode ini memiliki tingkat ketepatan yang tinggi.  Waktu pembedahan dan pemulihan juga sangat singkat dengan hasil yang dipastikan lebih baik.
Selain RS Gleneagles, RS Mata JEC pun punya metode yang tak kalah canggih sehingga pasien tak perlu merasa takut ataupun cemas sebab teknologi bedah katarak yang digunakan tidak lagi membutuhkan sayatan yang lebar.  Dengan teknologi Fakoemulsifikasi yang telah disempurnakan maka jarum gelombang ultrasonik yang digunakan tidak lagi menyebabkan iritasi pada mata pasien dan dengan luka sayatan yang kecil menyebabkan masa penyembuhan menjadi lebih cepat

0

Jumat, 21 November 2014

"Hallo, Bunda Vian..assalamu alaikum!"

Sebuah suara kudengar dari smartphoneku.  Itu suara Bunda Alif, guru Favian di TK Aisyiyah Bustanul Atfal V Ubung , Denpasar Bali.  Suara bunda Alif terdengar sangat gugup hingga terbata membuatku sedikit khawatir.
"Bunda...maaf, saya mau mengabarkan bahwa Favian sekarang sedang dilarikan ke UGD"

Jlegarrrrrrrr!! Rasanya seperti mendengar suara petir di siang bolong.  Ada apa dengan jagoan kecilku?  Bunda Alif tak banyak memberikan penjelasan, selain informasi bahwa kepala anakku bocor!

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun!!  Rabb...semoga Kau selalu melindungi nyawa bocah kecilku itu.  Pintaku saat itu sambil bergegas ganti baju dan berangkat ke Rumah Sakit.  Aku berusaha tuk menghubungi suamiku dengan kaki dan tangan bergetar mengikuti debar jantungku yang tak beraturan.  
Apess!! Saat dibutuhkan, handphoneku tiba-tiba ngadat tak bisa digunakan untuk menelpon.  Duuhhh!!! Kenapa seperti ini sihhh!!  Kalau saja harga handphone ini murah, mungkin sudah kubuang ke kali saking jengkelnya.  Tapi handphone ini seharga honor satu bukuku.

Huwaaaa!!! Hiks..hiks..
Setiba di UGD hatiku tercekat, tubuh bocah kecilku terbaring dengan baju bersimbah darah.  Emosi saat itu rasanya.  Bagaimana bisa itu terjadi??  Memangnya para guru tidak mengawasi?
Tiba --tiba Favianku menoleh,  tatapan matanya seolah memintaku untuk meredam semua emosiku.  Saat itu  telaga bening di mataku siap tumpah ruah.  Tapii.. melihat tatapannya yang tegar, membuatku menahan sekeras mungkin buncahan rasa yang bergejolak di hatiku saat itu.

"Bunda, Favian hebat loh...sama sekali tidak menangis" tutur sang Guru dan pengurus Ikwam yang mendampingi.  Aku tak heran mendengar semua itu, Favianku memang sangat tegar sejak bayi.  Dalam setiap sakitnya, tak sekalipun dia mengeluh dan menangis.. aku tau,  dia memang jagoanku.  Tetapi melihatnya seperti itu, jiwaku serasa hilang kesadaran, linglung.  Favianku diam mulai saat terjatuh sampai proses penjahitan luka selesai dilakukan.  Ah...hebatnya kau nak ganteng..., bahkan bundamu saja mungkin takkan mampu menahan rasa takut pada jarum dan darah,  tetapi kau??  Kau benar-benar lelaki-ku sayang, jagoan kecilku. 

Kugendong bocah kecilku pulang ke kamar kos kami dengan di antar sang Guru.  Rupanya Favianku di dorong oleh beberapa temannya sampai terjatuh dan terantuk lantai.  Ibu mana yang tak jengkel mengetahui itu.  Kucoba untuk bertanya padanya setelah suasana hatinya tenang tentang apa yang terjadi, walau aku sudah mendengar dari sang Guru.  Aku hanya ingin tahu siapa pelakunya??  Ini tidak bisa dibiarkan!  Tapi Favian hanya berkata bahwa ia terjatuh saat bermain lempar topi sendiri... sungguh bertolak belakang dengan yang kudengar!!  Bocah kecilku BERBOHONG!!

Aku tak memaksanya lagi, tentu dia punya pertimbangan mengapa dia berbohong padaku.  Sorenya, saat dia pergi bersama ayahnya menjemput sang kakak, dia bercerita pada sang ayah kalau dia terjatuh karena didorong oleh lima orang temannya, dan dia mampu menyebutkan nama para pelaku.  Kenapa dia mau jujur sama ayahnya tapi tidak padaku??

Malamnya sang ayah memintanya untuk menceritakan kembali peristiwa itu padaku,  lagi-lagi dia pasang aksi tutup mulut.  Setahun lalu Favian pernah di buly di sekolah.  Kepalanya dibenturkan ke tembok oleh seorang temannya dan aku marah sekali sama pihak sekolah.  Kudatangi sekolah anakku dan bertemu dengan guru yang bertugas saat itu.  Kucari orangtua sang anak tuk memintanya mengajari anaknya prilaku yang baik.  Tuk mengendalikan anaknya dan kuancam bila terjadi sesuatu pada putraku, aku akan menuntutnya!!  Mungkin  peristiwa inilah yang membuatnya tak ingin terbuka padaku...dia tak ingin melihatku marah.

Pagi ini aku mencoba lagi berbicara dari hati padanya.  Kutanyakan siapa yang telah mendorongnya,  namun bukan jawaban yang kuinginkan yang kudapat dari bibir mungil itu, melainkan sebuah kecupan, sambil berbisik pelan...,"Ngga papa... kan ade udah sehat. Ade cuma jatuh saja.  Ade udah maafin teman-teman ade,  bunda jangan marah lagi yaa..!"

Nyosss....nyesek!!  Anak sekecil itu sudah mampu memaafkan dan berpikir sangat bijak.  Dia mengajarkan padaku tentang arti legowo.  Kau memang mutiara hatiku nak,  aku bangga padamu.  Tidak saja tegar, tapi kau juga pemaaf dan berjiwa welas asih.  Tak ada sedikitpun dendam di hatimu, pun saat mereka yang mendorongmu datang ke rumah siang ini.  Kau menyambutnya dengan ramah dan mengajaknya bermain seolah tak pernah ada kejadian itu.

Para Bunda di sekolahnya siang itu pun bercerita tentang kekaguman mereka pada putraku ini.  Bahkan saat ditanya apakah mereka yang mendorongnya, dia tetap diam tak mengiyakan.

Hari ini aku belajar legowo darimu Nak,  aku belajar untuk meredam emosi dan memaafkan.  Terima kasih kau telah hadir di tengah kami tuk memberi kami banyak ilmu hidup.
0

Total Absen

Pengikut