Sabtu, 31 Agustus 2013



Kopi dan aku ibarat dua sahabat karib yang selalu bergandengan.  Kemanapun aku pergi, aku selalu menyimpan kopi sachet di dalam tas ranselku.  Tau ngga kalau kopi itu tidak hanya bermanfaat untuk menahan kantuk loh.  Menurut hasil penelitian kopi terbukti dapat mencegah penyakit diabetes mellitus, pertumbuhan sel kanker dan menghilangkan ketegangan otot.  Percaya ngga sih?
Kopi merupakan sejenis minuman yang dihasilkan dari proses ekstraksi biji kopi.  Kata kopi ini sendiri berasal dari bahasa Belanda Koffie yang mengalami serapan dalam bahasa indonesia menjadi kopi.  Jenis minuman ini kini mulai banyak beredar dengan berbagai merek yang berbeda-beda dan citarasa berbeda yang berbeda pula.
                Namun buat saya kopi instan & cappucino good day, kopi instan paling enak.  Mengapa?  Dahulu saya sempat mengalami kecanduan kopi yang menyebabkan asam lambung saya meningkat tajam, jantung berdebar, sesak hingga harus dilarikan ke UGD.  Sejak itu saya mulai mengurangi minum kopi meski tidak bisa menghindarinya seratus persen.  Karena walau bagaimana pekerjaan saya sebagai penulis lepas membutuhkan suplemen yang dapat menahan kantuk yang menyerang.  Sebenarnya khasiat kopi ini berkaitan dengan kafein yang dikandungnya.  Kafein berperan dalam meningkatkan kerja psikomotor.  Akibatnya timbul efek fisiologis berbentuk peningkatan energi yang berdampak pada kemampuan tubuh untuk tetap terjaga.  Tubuh seolah mendapat energi tambahan untuk melanjutkan aktivitas.  Namun tubuh manusia juga memiliki ambang batas kafein yang boleh masuk dalam tubuh perhari yaitu 100-150 mg.
Kopi instan& cappucino good day, kopi instan paling enak juga memiliki kandungan kafein yang dalam batas aman yaitu jauh di bawah 100 mg.  Itu sebabnya kopi instan good day tidak menyebabkan asam lambung saya meningkat, justru sebaliknya.  Saya menjadi lebih segar, apalagi dengan banyaknya varian rasa yang dimilikinya.  Mau rasa apa saja lengkap di sini.  Ada vanila, moccacino, original, chocolate, carrebian, bahkan mau yang cool  seperti beku pun ada yaitu freeze.  Berbagai varian rasa yang ada cocok sekali untuk menemani setiap momen yang aku punya.  Biasanya saat lagi membahas topik-topik yang tegang dan berat saya pilih freeze kopi instan & cappucino good day, kopi instan paling enak, membuat ketegangan saraf sedikit mengendur karena sensasi rasa yang dimilikinya.
Sementara kalau saya mulai diserang kantuk, saya lebih suka minum kopi instan Good day original yang rasanya sedikit pahit, dengan begitu saya yang memang tidak suka rasa pahit serta merta akan membuka mata lebar-lebar dengan sensasi kopi original yang pahit-pahit manis seperti yang minumnya.  Saya tak perlu lagi khawatir magh kambuh karena kopi.  Apalagi setelah saya tahu bahwa kafein dalam kopi mengandung banyak antioksidan yang berfungsi menangkal radikal bebas penyebab tumbuhnya sel kanker, penurunan respon imun dan mencegah serangan jantung.
0



            Cerita ini terjadi pada tahun 1994.  Waktu itu adalah liburan sekolah, aku yang duduk di kelas satu SMU Negeri di bilangan Taman Mini, merupakan anggota baru di Himpunan Pelajar Pecinta Alam Semesta.  Sebuah wadah yang emang aku banget deh pokoknya.  Mimpi untuk bisa naik gunung seolah sudah mencapai ubun-ubun kepalaku.  Makanya pas denger berita klub ini akan melakukan pendakian ke gunung ciremai hati ini langsung berbunga-bunga.
            Apes!  Meski sudah berusaha membujuk rayu Bapak, ijin tidak juga didapat.  Terus darimana aku bisa dapat uang saku dan dana untuk membeli perbekalan? 
H-2 sebelum keberangkatan rombongan kami belum juga mendapat surat jalan dari sekolah.  Aku pun tak punya sedikitpun uang yang bisa kugunakan untuk berangkat.  Namun hasrat hati ini begitu menggebu untuk bisa melakukan pendakian yang penuh tantangan ini.  Gunung ini seolah misteri buatku.  Sepuluh tahun sebelumnya  Kakak pertamaku beserta rombongannya tersesat di gunung ini dan baru diketemukan di dasar sebuah jurang ditolong oleh sekumpulan kera dan monyet liar, subhanallah...
Tim nekad memutuskan berangkat.  Beranggotakan kurang lebih 12 orang yang salahsatunya adalah guru kami.  Tanpa surat jalan dan tanpa persiapan fisik dan terutama aku yang tanpa persiapan dana juga.
Hari itu aku memutuskan untuk menjual cincin emasku untuk biaya perjalananku.  Aku pun terpaksa berbohong dengan mengatakan bahwa aku akan berkemah di daerah Cileungsi Jawa Barat.  Kesalahan yang fatal!
Diantara 12 anggota tim ekspedisi nekat ini, dua di antaranya adalah wanita, yaitu aku dan temanku Siti.  Ternyata Siti juga berangkat dengan kenekatan.  Sesungguhnya dia sudah diberitahu bahwa wanita yang sedang berhalangan tidak boleh melakukan pendakian ke gunung ini.  Tetapi keinginan yang meluap memaksanya untuk tidak berterusterang tentang kondisinya, khawatir tidak diperbolehkan ikut.
Esok harinya, tepat pukul 08.00 WIB, tim Nekad ini berangkat juga dengan daftar panjang kenekatan masing-masing anggota tim.  Kami berangkat menuju terminal bis dan memilih jurusan kuningan.  Jalur pendakian yang kami lalui adalah Palutungan dengan pertimbangan jalurnya landai sehingga tidak begitu memberatkan bagi pendaki amatir seperti aku dan Siti.
Sejak awal tiba di pos kedatangan, kondisi dan stamina Siti menurun.  Tubuhnya demam tinggi dan menggigil.  Aku mulai berpikir yang tidak-tidak terkait mitos larangan bagi wanita haid menginjakkan kaki di gunung ini.  Mungkinkah penguasa gunung keramat ini murka? ( maklum agama masih cetek, kejawen pula).
Kami memutuskan untuk bermalam hingga kondisi Siti membaik.  Hari itu aku betul-betul harus menjadi perawat yang baik untuk tim ini.  Aku bertanggungjawab atas kesehatan sahabat baikku ini.  Malam itu kami terpaksa ngecamp.  Terdengar lolongan anjing dan suara binatang malam yang membuat suasana kian mencekam.  Terlebih lagi sore tadi kami mendapat informasi bahwa ini adalah musim harimau turun gunung.
Parahnya ternyata tim kami hanya membawa 1 tenda dome!  Oh, my God... dan itu pun kapasitasnya hanya untuk dua orang, padahal anggota tim kami ada 12.  Yah...beruntunglah kami yang wanita.  Kami mendapat kehormatan untuk tidur dalam tenda, sementara lainnya tidur beratap langit.
Saat kondisi Siti membaik, kami melanjutkan perjalanan.  Namun tak berapa lama tubuhnya kembali demam.  Sebenarnya sejak masih di bawah tim sudah menyarankan untuk mengurungkan pendakian karena alasan kesehatannya.  Tapi Siti berkeras untuk lanjut.  Perbekalan yang kami bawa hanya cukup untuk 5 hari saja, dan kami sudah melewati 2 hari padahal puncak masih sangat jauh dan kondisinya kembali drop.  Perjalanan kali ini betul-betul butuh kesabaran.  Medannya memang landai tetapi sedikit memutar jauh.
Akhirnya kami tiba di puncak pada hari ke-3.  Medan menuju puncak adalah medan pasir dengan tingkat kemiringan yang cukup curam.  Satu langkah kami maju, kami harus turun 3 langkah.  Sulit sekali menjejakkan kaki di pasir ini, pikirku saat itu.  Kondisi kesehatan anggota tim mulai menurun, perbekalan mulai menipis terutama air.  Kami tak menemukan dataran yang cukup luas di bibir kawah.
Keindahan pemandangan dari puncak Ciremai menghapuskan segala penat dan letih yang ada.  Subhanallah indah...subhanallah luar biasa.  Puas menikmati keindahan alam tersebut, kami harus bergegas turun menuju jalur Linggarjati dengan harapan kami akan tiba lebih cepat, karena perbekalan kami sudah menipis dan kami berharap bisa mendapatkan air di Sanggabuana II.  Medan di jalur ini sangat curam dan banyak kerikil, kami menyebut medan ini batu runtuh.  Hati-hati sekali kami melaluinya agar tidak terpleset kerikil dan batuan kecil.  Aku dan Siti turun dengan cara merosot.  Malang tak dapa ditolak!  Sebuah kerikil kecil dari atas jatuh dan tepat mengenai tempurung lutut Siti hingga retak.  Pertolongan pertama coba kami berikan.  Mencoba membuat tandu untuk membawanya turun, sayang tubuh-tubuh tipis anggota tim tak mampu mengangkat sahabatku ini yang bobotnya lebih dari 70 kg.  Lagi pula jalannya terlalu sempit dan tak mungkin dilalui oleh iring-iringan orang mengangkat tandu.
Malam itu kami kembali memutuskan untuk ngecamp.  Sebagian anggota Tim harus turun untuk mencari bantuan.  Persediaan air hanya tinggal satu botol aqua untuk 7 orang anggota yang tersisa.  Yang sehat harus mengalah agar rekan yang sakit bisa segera pulih.
Retak itu membuat tubuh Siti kembali demam tinggi.  Semua jaket dan selimut kami gunakan untuk membungkus tubuhnya.  Benar-benar kesetiakawanan yang membuatku terharu.  Mereka mengalah berdingin ria demi seorang teman.  Malam itu aku benar-benar harus jadi satpam.  Udara dingin, lapar dan haus membuat anggota tim mulai mengalami halusinasi.  Sampai kapan kami akan disini?  Mungkinkah kami selamat?  Ataukah harimau gunung yang diberitakan akan menjadikan kami santapannya?
Satu persatu anggota tim berjalan ke arah tepi jurang.  Mereka seolah melihat sebuah warung kecil dihadapannya.  Itu hanyalah fatamorgana!  Kutarik satu persatu dari mereka menjauhi bibir jurang. Mencoba menyadarkan mereka dengan cara memukul wajah dan tangannya dengan sebuah tinjuku.  Meski sulit, namun akhirnya mereka berhasil kusadarkan.
Ketakutan akan kematian mulai membayang-bayangi kami.  Tak ada alat komunikasi yang kami bawa, yang bisa kami gunakan untuk menghubungi dan mencari bantuan.  Ego-ego asli mulai bermunculan.  Terlihatlah siapa yang memiliki hati yang ksatria dan siapa yang egois.  Esoknya, menjelang sore bala bantuan datang menolong kami dari Tim Sar Jawa Barat.  Rupanya berita kecelakaan yang kami alami telah terdengar hingga ke sekolah dan jaringan radio ORARI.
Setelah mendapat pertolongan dari tim SAR, Siti akhirnya bisa berjalan dengan kruk yang dibuat dari batang kayu.  Perjalanan pun aku lanjutkan.  Malam mulai merambat naik...suasana begitu hening dan mencekam.  Dinginnya udara gunung mencucup hingga ke sumsum tulang.  Tiba-tiba kepala rombongan Tim SAR menghentikan langkah kami.  Menggunakan isyarat jari telunjuk di bibir sebagai perintah untuk tidak bersuara.  Sang kepala rombongan ini meminta kami waspada.  Ada suara-suara mencurigakan dari balik rimbunnya semak.  Sepertinya seekor harimau harimau.  Bila harimau ini lapar, artinya kami harus berlari menyelamatkan diri, tapi bila tidak... cukuplah kami diam tak bersuara.  Mematikan semua senter yang kami bawa.
Tak berapa lama sang lakon akhirnya muncul.  Berlenggak-lenggok bak seorang peragawati di atas kanvas.  Berhenti sejenak dan menatap ke arah tempat kami terpaku.  Nafas kami tertahan.  Maut rasanya sudah di depan mata.  Bayang-bayang tubuh kami yang terkoyak harimau dan menjadi headline di surat kabar nasional seolah bermain di otak kami.
Tegang!  Itu pasti.  Tak berapa lama sepertinya harimau ini menunjukkan tanda-tanda kalau dia sudah kenyang.  Dia pun berlalu begitu saja.  Seperti lepas nyawa ini.  Tapi hati ini belum bisa tenang, karena perjalanan kami masih panjang.
Singkat cerita, akhirnya kami sampai di pos masuk Linggarjati saat dini hari.  Serombongan anggota ORARI Jakarta dan Jawa Barat serta polisi hutan sudah berkumpul menyambut kami.  Omelan, nasehat dan cerca kami terima saat mereka tahu bahwa ini adalah pendakian pertama yang bermodalkan kenekatan.  Tak menggubris semua itu, kami sujud syukur berjamaah di atas lautan pasir.  Setelah itu sebuah mobil milik ORARI membawa kami dengan tujuan rumah sakit.  Namun kami memilih untuk beristirahat di penginapan saja.
Ada sebuah pelajaran dari Tim Nekad ini, seperti halnya dengan tim nekad travelller lainnya di www.telkomsel.com/nekadtravellerPergilah dengan persiapan matang, stamina yang baik dan perhitungan yang tepat, perbekalan yang cukup, serta peralatan yang mendukung.  Restu orang tua dan surat jalan adalah hal yang harus kita miliki saat melakukan pendakian.  Jangan memulai suatu pendakian dengan ketidakjujuran.
TULISAN INI DIIKUTKAN LOMBA #NekadTraveller 
www.telkomsel.com/nekadtraveller
0

Kopi dan saya ibarat dua hal yang sulit berpisah.  Saya mulai mengenal kopi sejak saya masih kecil sekali.  Menurut kata orang tua-tua dahulu... kopi dapat mencegah step pada anak (ini sih belum ada penelitiannya, hanya kepercayaan saja) sehingga mereka memberikan sesendok teh kopi setiap pagi pada balita-balita mereka dan saya salah satunya.
      Kenikmatan rasa kopi menjadi candu bagi saya terutama saat saya mulai membutuhkan waktu lebih lama untuk berkonsentrasi.  Nah, saat itulah kopi membantu banyak bagi saya yang tukang tidur ini.  Kopi membuat mata saya mampu terjaga lebih lama dan membuat kerja saya lebih lancar.  Terutasa saat ini, kopi selalu menjadi teman wajib bagi saya dalam menulis bahkan mungkin sebagian besar penulis menyukai  kopi.
           Kopi yang paling saya suka adalah kopi susu dan espresso.  Saya tidak begitu menyukai kopi luwak karena imajinasi saya yang selalu bermain liar kalau sudah bicara tentang kopi luwak.  Yah...meski sebagian besar pecinta kopi bilang bahwa kopi luwak adalah kopi ternikmat di dunia tapi tidak bagi saya.  Ada sedikit rasa jijik saat meminumnya.  Tapi ini masalah selera, saya tak bermaksud mempengaruhi siapapun.

Segelas kopi susu dan roti sebagai sarapan pagi
         
         Kopi telah menjadi teman setia saya saat merajut aksara di pagi dan malam hari.  Tanpa kopi bisa dipastikan saya pasti tertidur di depan laptop kesayangan saya.  Bagaimana dengan anda?

Tak kenal maka tak sayang!

               Sebagai pecinta kopi sudah sepantasnya kita mengenal minuman ini lebih dalam, mulai kandungan bentuk hingga pangsa pasarnya.  Indonesia memiliki dua jenis kopi yang dikembangkan, yaitu Robusta,Arabika, liberika, ekselssa dan hibrida.  Namun sampai saat ini produksi kopi Arabika masih kecil sekali padahal permintaan ekspor untuk jenis kopi ini sangat besar.
               Kadang berawal dari hobi minum kopi dapat menciptakan peluang usaha di bidang perkopian juga loh, seperti teman saya yang satu ini yang telah mengelola usaha perkopian dengan label Mitrabhumi Coffe.

Rinto Rinaldi Pengusaha Industri Kopi Rumahan

             Pria dengan dua orang anak ini mengelola usaha kopinya bersama istri tercintanya.  Usaha yang sudah berjalan cukup lama ini telah memiliki pasar hingga ke beberapa daerah di luar pulau termasuk Sulawesi.  Varian produknya cukup banyak sehingga kita memiliki banyak pilihan saat melakukan order kopi padanya.
              

Biji Kopi mentah gambar dipinjam dari sini


Salah satu produk Mitra Bumi Kopi (sumber gambar)



 Standar kematangan kopi (sumber gambar)

Perkembangan Kopi
           Mendengar kata "Kopi" tentu kita sepakat bahwa itu adalah sebuah minuman yang diperoleh melalui proses pengolahan dan ekstraksi dari biji tanaman kopi.  Asal kata kopi ini sendiri berasal dari kata qahwah (bahasa arab) yang artinya kekuatan.  Kata ini kemudian mengalami perubahan menjadi Kahveh  dan mengalami penyesuaian dalam bahasa Belanda menjadi koffie.
           Kopi pertama kali ditemukan di benua Afrika oleh bangsa Ethopia pada 3000 tahun SM dan digunakan sebagai minuman berkhasiat dan memberi energi.  kopi ini kemudian mengalami perkembangan dan peningkatan permintaan karrena rasanya yang nikmat hingga akhirnya berkembang seperti sekarang.
            Negara penghasil kopi terbesar di dunia yang pertama adalah Brazil kemudian diikuti Vietnam  lalu Indonesia.  Vietnam.  Data ini akan terus berubah tergantung tingkat produksi masing-masing negara.  
             Rata-rata produksi kopi masing-masing negara digunakan untuk memenuhi kebutuhan kopi lokal dan internasional.  Namun hingga saat ini kebutuhan pasar kopi internasional masih belum terpenuhi.  Itu artinya Indonesia mempunyai peluang untuk mengisi dan memenuhi kebutuhan kopi ini.  negara tujuan ekspor kopi yang utama adalah Amerika, Jepang dan Eropa.
           Sampai saat ini baru 67% dari total produksi kopi Indonesia yang di ekspor ke luar negeri.  Sisanya masih untuk memenuhi kebutuhan lokal yang juga terus meningkat.  Semakin meningkatnya kebutuhan kopi lokal dan dunia merupakan peluang pasar yang baik bagi indonesia untuk mengembangkan usaha perkopian ini, sayangnya hingga kini Indonesia belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan kopi dunia yang terus meningkat.  Bagaimana dengan Vietnam?
            Vietnam sebagai salah satu negara Asia penghasil kopi kedua terbesar juga belum mampu untuk memenuhi permintaan pasar kopi dunia, meski areal perkebunan kopi terus diperluas tidak semua produksi dapat diekspor, karena ada standar ekpor yang harus dipenuhi yang terkait grade dan kualitas kopi.  Tentu setiap negara memiliki taste kopi yang berbeda-beda tergantung tempat tumbuhnya hal ini dapat dijadikan sebagai daya tarik dan nilai jual tersendiri.
           Sebagai sesama negara ASEAN, Indonesia dan Vietnam bisa menjalin kerjasama yang menguntungkan dalam  memenuhi kebutuhan pasar kopi dunia ini.  Bukan hanya sebagai pesaing, melainkan sebagai mitra yang saling menguntungkan.  Saling belajar dan bertukar informasi untuk meningkatkan produksi dan kualitas kopi.
             Vietnam memang menghasilkan kopi cukup banyak namun hanya pada kuantiti bukan kualiti, sementara Indonesia memiliki kualitas kopi yang sudah diakui dunia contohnya adalah kopi luwak, hanya saja tingkat produksi kopi Indonesia belum mampu melampaui tingkat produksi Vietnam.  kekurangan dan kelebihan ini sebenarnya dapat dijadikan sebagai sarana saling mengisi dan bekerjasama.
        Struktur tanah di vietnam yang merupakan pegunungan api sangat cocok untuk membudidayakan kopi.  Kopi-kopi yang dibudidayakan di vietnam adalah kopi liberika, catimor, arabika dan robusta..  Meski menjadi komiditas utama penyumbang devisa negara, kopi Vietnam memiliki kendala dalam pemenuhan standarisasi ekspor.  Ini yang menjadi penyebab sulitnya kopi Vietnam yang memiliki harga tinggi ini untuk menguasai pasar dunia.
            Kondisi ini sangat berkebalikan dengan Indonesia.  Indonesia sejauh ini telah berada beberapa level di atas Vietnam untuk standarisasi ekspor.  kenikmatan biji kopi asal Indonesia telah di akui oleh negara-negara Eropa, Amerika dan 50 negara lainnya di dunia.  sebuah peluang ekspor yang sangat besar, sayangnya di tingkat produksi Indonesia belum mampu memenuhi kuota ekspor tersebut akibat adanya serangan hama dan penyakit yang tinggi yang menyebabkan tingginya tingkat kegagalan panen.
             Permintaan ekspor kopi terbesar saat ini adalah untuk kopi jenis Arabika namun baik Vietnam maupun Indonesia masih memiliki nilai ekspor yang kecil untuk jenis ini.  Tentu ada beberapa faktor yang melatarbelakangi hal tersebut.  Kesulitan dalam standarisasi budidadaya, standarisasi kualitas maupun standar ekpor yang ditetapkan dunia.
          Sampai saat ini baru 47 % pangsa pasar dunia yang terpenuhi, meskipun begitu banyak negara pengekspor kopi yang ada.  Masih ada 53% kebutuhan kopi dunia yang belum mampu dipenuhi oleh negara-negara penghasil kopi.
         
0

Jumat, 30 Agustus 2013

            Perkembangan sektor wisata, perdagangan dan kerjasama pendidikan terus meningkat di antara negara-negara anggota ASEAN seiring usaha masing-masing negara dalam menyambut era perdagangan bebas.  Kesiapan dalam tenaga ahli, menuntut masing-masing negara untuk memberikan pelatihan dan pendidikan yang mumpuni hingga mengirim sebagian generasinya untuk belajar ataupun hanya sekedar magang di negara yang lebih mumpuni di bidang yang dimaksud. 
           Selain usaha-usaha meningkatkan kualitas SDM melalui pertukaran pelajar, magang, maupun kerjasama lainnya, setiap negara juga berusaha untuk menarik minat para wisatawan mancanegara untuk datang dan berkunjung ke negaranya.  Tujuannya tidak lain untuk menaikkan pendapatan negara melalui sektor wisata.  Indonesia, Singapura, Malaysia, Philipina, Thailand bahkan tidak terkecuali Myanmar mencoba menonjolkan sektor wisata sebagai salah satu daya tarik negaranya.  Tentu saja setiap negara punya tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi, mulai bangunan sejarah, pusat perbelanjaan, atau pun tempat bermain seperti Lego Land atau Disney.
           Pastinya setiap orang punya impian untuk bisa mengunjungi tempat-tempat tersebut, namun sebelumnya jangan lupa untuk mempersiapkan surat-surat perjalanan yang dibutuhkan seperti paspor dan visa.  Bila kita hanya ingin mengunjungi wilayah ASEAN, sebenarnya prosedurnya tidaklah terlalu sulit karena hampir sebagian besar negara-negara ASEAN  telah  membebaskan visa bagi para wisatawan untuk memudahkan mereka memasuki negara tersebut, kecuali Myanmar.
            Mengapa keberadaan visa bagi Myanmar masih menjadi keharusan?  Sebelum menjawab hal tersebut mari kita cari tahu apa sih visa itu dan perbedaannya dengan paspor apa?

Apa sih Visa? 
             Saat kita akan memasuki suatu negara, seorang petugas imigrasi di negara tersebut akan menanyakan surat/dokumen yang kita miliki termasuk visa dan paspor.  Oleh karena itu kita harus mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan sebelum keberangkatan.
            Sebuah dokumen yang berfungsi sebagai surat ijin masuk ke suatu negara yang diterbitkan oleh negara yang didatangi dan berlaku dalam rentang waktu yang ditetapkan disebut dengan Visa.  Dokumen ini di dalamnya diberi stempel tanda bahwa dokumen ini asli lalu ditempel pada paspor penerima.
           Visa sendiri dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Visa Kunjung yang berlaku sementara untuk para wisatawan
2. Visa kunjung untuk tujuan bisnis yang berlaku untuk kurun tertentu
3. Visa Khusus bagi pelajar, pekerja maupun mereka yang menjalani pelatihan di negara tersebut
4. Visa transit

Apa bedanya visa dengan paspor?

         Paspor merupakan sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh badan imigrasi di negara asal yang didalamnya berisi biodata pemegangnya dan digunakan untuk melakukan perjalanan antar negara.  Paspor dilengkapi dengan foto, tandatangan, informasi kebangsaan dan informasi negara-negara mana saja yang tidak bleh dikunjungi.  Bentuknya seperti buku saku yang terdiri dari beberapa lembar dan berlaku untuk kurun waktu tertentu.

Seberapa penting visa dan paspor untuk suatu negara?
           
           Paspor merupakan dokumen yang sangat penting dan wajib dimiliki bagi mereka yang ingin melakukan perjalanan antar negara, sementara visa saat ini sudah lebih dipermudah, karena untuk beberapa negara ASEAN sudah bukan lagi merupakan kewajiban, kecuali Myanmar.
            Tanpa paspor seseorang tidak diperbolehkan melalukan perjalanan ke luar negeri, dan tanpa visa  di beberapa negara seseorang tidak boleh memasuki wilayah negara tersebutHal yang dikhawatirkan adalah bila orang tersebut menetap tanpa ada ijin resmi, atau bahkan melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan negara tersebutNamun dengan adanya visa ini seorang wisatawan hanya bisa melakukan kunjungan sesuai ijin yang didapatnya untuk kurun waktu tertentu yang selanjutnya bisa diperpanjang.

Seberapa penting visa bagi Myanmar?
            Sama seperti negara lainnya, Myanmar pun memiliki daya tarik wisata yang tidak kalah yang dijadikannya sebagai sumber pemasukan bagi negaranya.  Kehadiran wisatawan mancanegara memberi pengaruh yang sangat besar bagi negara ini.  Namun, mengingat situasi politik di negara ini yang relatif tidak stabil dengan beberapa konflik yang terjadi belakangan ini, membuat negara ini harus tetap meningkatkan kewaspadaannya terkait isu-isu politik yang ada, salah satunya dengan mewajibkan kepemilikan visa bagi para wisatawan asing.
       Negara  yang dikenal dari istilah Junta militer, Aung San Suu Kyi dan konflik Rohinga ini memang masih dalam reformasi politik, sehingga cukup dapat kita pahami mengapa negara ini masih belum bisa menerima masuknya wisatawan asing secara bebas.  Tentunyan banyak kekhawatiran yang dirasakan, salah satunya adalah peningkatan penduduk gelap, munculnya konflik baru, maupun masalah ekonomi.  Yah ini adalah hak asasi negara ini untuk melindungi negaranya yang memang sedang dalam tahap perbaikan dan reformasi.  Sebagai negara anggota ASEAN kita harus menghormatinya tanpa harus mengurangi kerjasama yang ada.  Tentu kita tidak bisa memaksakan kebijakan bebas visa untuk suatu negara.  Kita hanya bisa membantunya bila mereka mebutuhkan dan meminta bantuan.  Kita hanya bisa membantunya untuk mempermudah akses dalam rangka kerjasama ekonomi, pendidikan dan memberi bantuan sebagai juru damai dalam penyelesaian konflik yang berkepanjangan.  Dengan demikian. Myanmar akan mampu menata negerinya untuk lebih siap lagi hingga bukan mustahil dalam waktu dekat kebijakan free visa pun bisa diterapkan di negara ini.  Tentunya bila Myanmar telah merasa mampu mengatasi konflik yang ada. Walau bagaimana kebijakan bebas visa dapat memberi pengaruh positif untuk negara ini,  hanya menunggu waktu.

#10daysforASEAN

0

Kamis, 29 Agustus 2013

Indonesia negeriku, tanah kelahiranku yang penuh pesona.  Meski kemanapun kakiku melangkah, pun ke tempat yang jauh lebih indah, dirimu kan tetap kupuja.
Indonesiaku..., walau beribu cerca ada ditengah hiruk pikuk politik yang menggila.  Namun takkan berkurang cinta dan banggaku padamu hai tanah negeri.
Biarlah...
orang boleh mencaci, tingkah para oknum yang ada, karena di dunia ini tak ada yang sempurna

Malaysia boleh berbangga dengan slogan "Truly Asia", tapi kau indonesiaku... "The Incredible of Asia".
Kau layak menyandang sebutan itu, karena kekuatan dan pesonamu yang tak terkira.  Kekayaan alam, budaya, agama dan bahasa yang kau miliki tak terbantahkan oleh siapapun.
Siapa yang meragukan keindahan Pulau Bali yang tersohor ke seantero dunia?
Siapa yang tak mengenal Bapak BJ. Habibie, yang kecerdasannya diakui oleh negara-negara maju?
Bukan sekali dua tim bulutangkis kita menyabet juara.
Bahkan para generasi muda yang berhasil memenangkan olympiade sience tingkat dunia.

Kupikir...kau Indonesia sangat layak menyandang gelar The Incredible Of Asia
Karena kau memiliki potensi yang tak terduga
Kau bagai roket yang siap melesat kapan saja ke angkasa tinggi
Kekuatanmu, kekayaanmu, kecerdasan rakyatmu adalah modal utama menyongsong ASEAN Economic Community 2015

          Indonesia...jangan hanya terpekur berdiam diri.  Indonesia lebih luas dari sekedar pulau Bali.  Negeri ini penuh pesona yang terbentang antara Sabang dan Merauke.  Masih ada Danau Toba, ada Borrobudur, ada NTB dengan pesona Gili Trawangan dan keindahan Pulau Moyo, ada Wakatobi, ada Borneo dan ada Raja Ampat yang kini termasyur.



 pesona alam indonesia

 Kekayaan budaya




Kekayaan Flora

Pesona Wisata Pulau dan Danau

Keindahan dan kekayaan terumbu karang    

    Buktikan kita memang pantas menyandang the Incredible of Asia.

                 Sebagai anggota ASEAN Blogger sudah selayaknya kita ikut memperjuangkan kemajuan negeri ini, menunjukkan pada dunia bahwa kita ada dan tak bisa dipandang sebelah mata.  Berjuang lewat pena,lewat goresan dan untaian kata-kata, karena kita mampu, kita ada dan kita akan berjaya.  tak satu dindingpun mampu membatasi dan menghalangi gerak kita, walau bibir terkunci dan mata terpejam, karya kita kan tetap mengalir menganak sungai.
               Kita sambut ASEAN Economic Community 2015

#10DaysForAsean

0

Rabu, 28 Agustus 2013




            Pada tanggal 7 Juli 2007 Yayasan New 7 Wonders menetapkan candi Angkor Wat sebagai salah satu finalis bangunan yang termasuk dalam 7 keajaiban dunia.  Meski akhirnya tidak terpilih dalam 7 keajaiban modern dunia, nama candi ini sempat menarik perhatian sebagian besar kalangan terutama saya sabagai orang awam.  Beberapa ahli sejarah mengatakan bahwa Candi Angkor Wat memiliki kemiripan relief dengan candi Borrobudur yang dibangun berabad-abad sebelum pembangunan candi Angkor Wat.  Sebenarnya apa yang menyebabkan adanya kemiripan tersebut?  Yuk kita telaah satu persatu sejarah dari masing-masing candi ini.
            Mendengar kata candi, yang terlintas dalam ingatan saya adalah jajaran candi-candi yang ada di Indonesia seperti Borrobudur, yah maklum saja saya belum pernah datang dan mengunjungi candi Angkor Wat yang sempat dipuji-puji oleh Henri Mahout, seorang ahli tumbuhan asal Prancis yang mengatakan bahwa kuil ini lebih indah dari Kuil Raja Sulaiman.  Selama ini saya memahami Borrobudur sebagai candi yang terbesar di Indonesia dan sangat menawan.  Candi yang dibangun pada abad ke-9 ini berada di wilayah Magelang tepatnya 3 km dari Ibukota kabupaten Magelang yaitu Kota Mungkid.
            Candi Borrobudur berdiri pada zaman Raja Samaratungga yang merupakan Raja Mataram yang berasal dari wangsa Syailendra.  Pembangunan dimulai pada tahun 824 M dan baru selesai setengah abad kemudian saat pemerintahan Ratu Pramudawardhani.  Merupakan peninggalan Agama Budha dan menjadi object wisata agama yang paling banyak dikunjungi setiap tahunnya.
gambar dipinjam dari sini
            Sementara Candi Angkor Wat merupakan bangunan kuil yang dibangun pada sekitar abad ke-12 M yang terletak di kota Angkor, Kamboja.  Kuil yang digunakan sebagai simbol bendera Kamboja sejak tahun 1863 ini selesai dibangun setelah 30 tahun kemudian, lebih cepat dari pembangunan candi Borrobudur.  Sekilas kuil ini mirip seperti pyramid yang besar dengan pagar berbentuk ular raksasa yang melambangkan kesuburan.  Kuil yang terdiri ddari beberapa bangunan tinggi dan beberapa bangunan kecil disekelingnya memiliki tiga lantai dan lima menara.  Pada dindingnya terdapat ukiran-ukiran yang melukiskan mitologi Hindu.  
 Gambar dipinjam dari sini
            Angkor wat adalah kuil yang berdiri pada zaman Raja Suryavarman dan merupakan bangunan keagamaan terbesar di dunia dan satu-satunya hasil binaan yang terbesar di Asia Tenggara.  Kuil ini meletakkan gunung Meru sebagai pusat dunia dan tempat dewa-dewi Hindu menetap.  Pada dindingnya terdapt relief yang menggambarkan Raja Suryavarman, pasukan Khmer dan relief negara dan surga.  Patung Dewa Wisnu menjadi hiasan utama di salah satu ruangan yang terdapat pada bangunan pertama kuil ini.
Kota Angkor tempat kuil ini berdiri merupakan ibukota Kerajaan Khmer dan sejarah Ankor wat dimulai sejak berdirinya Kerajaan Funan, yaitu kerajaan yang dibentuk oleh seorang warga India.  Kuil yang awalnya merupakan kuil agama Hindu ini pada akhirnya difungsikan sebagai tempat ibadah agama Budha.
Nenek moyang negara indonesia yang memang merupakan seorang pelaut telah mengenal hubungan kerjasama sejak dahulu.  Tak dapat dipungkiri bila ada kemiripan antara kedua kuil ini satu sama lain, karena kedua negara ini merupakan negara yang memang dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu dan Budha serta rumpun yang sama.
Adanya kesamaan budaya menyebabkan adanya kemiripan pada setiap relief yang terukir pada bangunan keagamaan yang dimiliki.  Kita sudah diajarkan tentang bagaimana menjalin hubungan dan kerjasama antar bangsa sejak jaman raja-raja bahkan mungkin sejak awal adanya kehidupan di negeri ini.  Kerjasama inilah yang melahirkan kemiripan dan kesamaan budaya seperti halnya kerjasama yang dilakukan oleh negara-negara ASEAN saat ini.
Sebagai anggota ASEAN blogger saya berharap bahwa kerjasama lebih ditingkatkan tidak hanya sebatas kenegaraan saja, melainkan juga dalam hal meneliti bukti-bukti sejarah, kemajuan iptek dan peningkatan kualitas generasi muda, diantaranya adalah:
1.      Meningkatkan kuota peserta pertukaran pelajar
2.      Melakukan kerjasama dalam meneliti sejarah
3.      Melengkapi sumber-sumber informasi masing-masing tempat wisata di tiap negara melalui internet agar mudah diakses siapa saja dengan menuliskannnya lewat Blog  yang bisa di share

#10DayForASEAN#2

0

Total Absen

Pengikut