Rabu, 21 November 2018

Travelling Versus Kuliner, Tema Favorit Untuk Ditulis

Haiii..
Memasuki tantangan hari ke 2 #BPN30dayChallange2018 dari #Bloggerperempuan kita akan bicara tentang "Tema Yang Paling Disuka".  Kalau ditanya tema apa yang paling disuka, jawabnya agak-agak sulit.  Kenapa begitu? Yaa soalnya hampir semua tema ditulis di blog gado-gado ini.  Tidak ada yang dominan.  Tapii jujur sih sebenarnya saya lebih menguasai kalau disuruh nulis soal kuliner sehat, because of..hampir tiap hari saya harus meramu aneka menu sehat buat Dapur Sehat Bunda Sri.  Namun karena hoby saya adalah travelling gaya gypsi, sebenarnya saya punya banyak bahan ditulis tentang Travelling Versus Kuliner.  
Travelling gaya gypsi? Kamu pasti heran kan? Oke kalau gitu saya mau cerita dulu kenapa kami suka travelling gaya gypsi, salah satunya berkaitan dengan kuliner.

Bincang Kuliner

Kami adalah keluarga yang membawa gen "alergi dan hipersensitif".  Bahkan semua anak-anak kami mengidap alergi yang bisa dikatakan "parah" terutama soal obat dan makanan.  Salah sedikit aja liburan kami bisa berantakan karena keracunan ataupun panas akibat alergi bahan.  Bete-in kan.. tapi disyukuri saja lah, sebab dengan rasa syukur hidup kita akan lebih indah.  Sebenarnya kami ini family travelblogger yang hoby jajan dan icip menu di tempat-tempat makan menarik.  Pernah suatu ketika saya diajak untuk mencicipi menu favorit Jatim yaitu "Kupang".  Menu ini banyak dijumpai di daerah sidoarjo dan surabaya.  Bahannya adalah kerang-kerang kecil yang konon di jaring dengan bantuan kotoran manusia (itu dulu.. sekarang tidak loh..). Kupang ini disiramkan pada potongan lontong lalu diberi sambel dan biasanya disajikan dengan minuman degan ijo sebagai penawar kalau-kalau tidak tahan dengan menu ini. Seger sebenarnya rasanya.. tapi setiap kali saya menyantap menu ini, saya selalu terdampar di UGD dengan kondisi dehidrasi berat karena muntah dan diare. Akhirnya buyar deh rencana liburan.

Pernah juga liburan kami menjadi staycation di RS akibat mas Vian (anak ke dua) diare berat dan panas tinggi setelah menyantap cilok yang kami beli di  jalan. Maksud hati emak ingin mengenang masa kecil yang hoby makan cilok lah ternyata dan ternyata. Nah dua kisah itu hanya sebagian saja dari kisah pilu akibat alergi penyedap masakan dan seafood yang pernah kami alami, sampai akhirnya kami sepakat untuk membawa perbekalan sendiri setiap melakukan travelling dengan berkendara.
Kondisi hipersensitif ini memaksaku untuk menjadi seorang ibu yang kreatif dalam meramu menu-menu praktis saat travelling salah satunya adalah Nasi Bakar.
Sebelum berangkat biasanya saya menyiapkan terlebih dahulu nasi yang diisi aneka isian mulai daging giling, ayam, atau bahkan hanya tempe yang dimasak kemangi. Nasi ini kita gulung dengan daun pisang, dan kita hanya tinggal menghangatkan menggunakan panggangan saja saat lapar.  Nah salah satu resep nasi bakar murah meriah yang akan saya share kali ini adalah Nasi Bakar Kemangi

Nasi Bakar Kemangi

Bahan:
Nasi putih
1 papan tempe (uleg halus)
Daun pisang untuk membungkus
Lidi (untuk ngikat daun biar tidak lepas)

Bumbu
1 ikat kemangi (ambil daunnya saja)
5 siung bawang merah
2 siung bawang putih
3 cabai keriting
5 cabai rawit utuh
Gula dan garam sesuai selera
2 sdm minyak goreng

Cara Membuat

  1. Haluskan bawang merah, bawang putih dan cabai keriting lalu tumis dengan sedikit minyak
  2. masukkan tempe yang sudah diuleg halus ke dalam tumisan lalu aduk hingga tercampur dengan bumbu
  3. Tambahkan daun kemangi lalu aduk lagi
  4. Tambahkan gula dan garam sesuai selera, aduk sampai tempe matang
  5. Angkat dan matikan
  6. Ambil setengah centong nasi dan letakkan di atas daun pembungkus.  Ratakan dan beri isian tempe serta cabai rawit utuh
  7. Gulung nasi beserta daun pembungkusnya lalu kunci daun menggunakan lidi yang runcing
  8. Bakar jika saat makan tiba hingga daun pembungkusnya mulai sedikit kering.

Begitulah setiap travelling kami, selalu ada kuliner di dalamnya dan kamu tau.. kami selalu bawa perlengkapan tempur setiap travelling ( kaya gypsi yang selalu bawa perlengkapan masak) seperti tenda, tikar, alat masak dan sebagainya.

Traveling Selalu Menjadi Tema Menarik

Tema travelling selalu menjadi tema menarik untuk ditulis.  Pembacanya juga cukup lumayan.  Sebab umumnya para wisatawan membutuhkan aneka informasi berkaitan dengan tempat yang akan mereka kunjungi.  Biasanya tema-tema seperti ini fee nya juga lumayan dan acap membuat kita bisa mendapatkan banyak teman serta relasi.
Biasanya saya mengulas tentang pengalaman selama di lokasi, tips nyaman traveling bersama keluarga serta tips memilih hotel yang ramah anak. maklum anak kami spesial semua.  Tema travelling so far selalu menjadi tema yang dinanti pengunjung blog saya.  Sedangkan bagi saya pribadi, ini menjadi semacam jejak dan dokumentasi bahwa kami pernah singgah di sana.

Pantai Goa Cina Malang

2 komentar:

  1. Menarik banget tulisan Mbk dengan jalan-jalan bersama keluarga, masak sendiri itu keren banget keingat sampai sekarang loh

    BalasHapus
  2. Cayo tim bawa bekel kemana mana 🤗

    BalasHapus

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

Total Absen

Pengikut