Minggu, 14 Oktober 2018

Shalimar Hotel; Hotel Boutiq Bergaya Kolonial Heritage


Menyusuri sore di tengah kota Malang, kami singgah sejenak di sebuah taman dengan gramophon besar bertengger kokoh di tengah taman.  Taman Cerme namanya, sebuah taman yang terletak di Jl. Cerme Malang.  Tak jauh dari situ terdapat sebuah bangunan peninggalan Belanda yang difungsikan sebagai hotel boutiq. Sebuah plank bertuliskan Shalimar Hotel menjadi petunjuk bagi para wisatawan yang sedang mencari tempat bermalam.  Penasaran kami bersama team Travelling Yuk pun singgah untuk melewati sore santai  menikmati secangkir teh di Hemel restoran. Memasuki area hotel kita akan melihat sebuah pintu gebyok berukir terbuat dari kayu jati, kokoh dan klasik, di baliknya sebuah ruangan dengan nuansa putih bergaya Belanda tertata apik dengan sebuah Piano besar di atas stage. Rasanya seperti memasuki masa-masa orde lama dimana bangunan kolonial banyak dijumpai di kota Malang.  Kota Malang termasuk salah satu kota yang memiliki cukup banyak cagar budaya di antaranya candi dan bangunan bersejarah peninggalan zaman Belanda.




Hotel Shalimar ini termasunk salah satu bangunan Cagar Budaya.  Dulunya gedung ini adalah Gedung RRI yang kemudian berubah fungsi menjadi Hotel Grand Cakra dan akhirnya di re-branding menjadi Hotel Shalimar.  Sejak memasuki area hotel konsep hotel boutiq sudah terlihat ditandai dengan sebuah mobil Mercedes Benz tahun 1950 an.  Hotel yang diresmikan tahun 2015 ini memiliki 44 kamar dengan kelas Deluxe, superior Deluxe, Executive dan Presiden Suite.


Hotel ini memiliki banyak ruangan yang sarat ornamen antik dan klasik.  Kita bisa menemukan banyak guci antik, lampu dan lemari menghiasi beberapa ruangan


Hotel berstandar bintang lima ini memilik fasilitas yang lengkap, yang tidak dimiliki semua hotel, salah satunya adalah library.  Hotel ini juga dilengkapi dengan boutiq, kolam renang, gym center, ruang meetingdan restoran. Hotel ini juga sangat instagramable. Banyak sudut menarik untuk spot foto.


Salahsatu spot menarik untuk berfoto adalah di area boutiq dan sun terrace.  Namun buat yang suka berfoto ala kutu buku, library menjadi satu pilihan cerdas untuk dipilih.
Library


hiasan dinding
Kesan vintage juga terasa kental dengan  kehadiran sebuah motor kuno di depan library.  Jadi buat yang penasaran bisa showing dulu kesini atau booking langsung aja.

motor antik





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

Total Absen

Pengikut