Senin, 05 Januari 2015

LOVE AND CANCER

LOVE (CINTA)

Karena Cinta Kami Tumbuh
Denting jam yang berdetak 1 kali membangunkanku dari tidur lelapku.  Seketika kudengar android mungilku berbunyi dan sebuah pesan singkat meluncur masuk.

"Aku kangen...padamu!"
Ah,...aku bisa rasakan itu.  Hatiku dan hatimu seolah kini selalu tersambung.  Aku tahu saat ini kamu pasti sedang berjuang melawan sakit yang mencucuk tulangmu.  Walau aku tak pernah merasakan sakitmu, tapi aku bisa membayangkan betapa kerasnya perjuanganmu melawan kanker yang menggerogoti tubuhmu sejak empat tahun terakhir.  Kanker yang berawal tumbuh pada tyroidmu dan telah beberapa kali diangkat kini telah metatasis ke beberapa bagian tubuh, sehingga sakit itu kau rasakan juga di bagian tubuh yang lain.

Sabarlah sahabatku...sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar !

Ku tak menampik rasa khawatir acap menderamu, terutama saat satu persatu survivor kanker sahabatmu beranjak pergi menemui Sang Khalik.  Saat bayang-bayang ajal bermain dalam pikirmu.  Sebab "cinta" membuatmu enggan berpisah dengan buah hatimu tersayang.

Maaf!  Bila kadang aku harus keras kepadamu.  Menegurmu tuk sekedar membuatmu kembali bangkit dan berjuang, sebab seperti katamu...Pemenang bukan hanya mereka yang berhasil sembuh dari kanker tetapi pemenang adalah mereka yang terus berjuang hingga ajal menjemput.

Please, jangan biarkan pikiran negatif terus bergelayut!  Jangan biarkan seorangpun melemahkan hatimu.  Bila itu terjadi, kanker akan semakin buas memangsamu.Teruslah  berjuang sampai akhir, sebab kematian hanyalah masalah waktu belaka, dan setiap yang hidup pasti akan mati tak peduli dia pasien kanker atau bukan!!

Beberapa tahun terakhir, sebab cinta... kami dipertemukan kembali.  Kami saling memotivasi, saling menyemangati dan menebar cinta kasih pada sesama survivor kanker.  Kulakukan itu, sebab akupun merasakan bagaimana rasanya divonis menderita kanker.

Tiga tahun lalu, saat mola hidatidosa menyerangku, dan hasil analisa jaringan menunjukkan bahwa mola yang ku derita adalah sejenis kanker yang ganas, tubuhku rasanya lunglai tanpa daya.  Terlebih saat pengangkatan jaringan itu tak berhasil menghambat tumbuh kembang sel tersebut.  Saat dokter memintaku tuk menjalani kemotherapi, namun ketakberdayaanku dan kesendirianku tak memungkinkan bagiku menjalani kemo.  Ah..rasanya saat itu hanya kematian yang ada dihadapanku.  Aku tau bagaimana rasanya takut.  Ketakutan tuk berpisah dengan buah hati dan suami yang kucintai.  Namun ketakutan ini hanya membuahkan kelemahan dan kesakitan. Membuat kanker itu semakin buas. Dalam hitungan hari beta HCG semakin meningkat nilainya, kadar CA cukup mencemaskan,  akhirnya kusadari bahwa beban pikiran takkan membawaku sembuh.  Beban pikiran hanya akan semakin melemahkan antibodiku.

Bagaimana dengan ajal?  Kupikir ajal hanyalah masalah waktu, yang terpenting adalah bagaimana usiaku bisa berkah.  Yang terpenting adalah bagaimana sisa umurku dan hidupku bisa menebar manfaat bagi sesama.  Yang paling penting lagi adalah bagaimana aku menyiapkan bekal untuk akhiratku, karena saat nyawa terlepas, usai semua usahaku memupuk amal.

MENEBAR CINTA... adalah langkahku untuk bangkit.

Kuawali langkahku dengan menebar cinta dan kasih.  Banyak mendengar dan memotivasi.  Kurasakan dan berempati pada setiap problem dan ujian yang orang lain rasakan. Bila harta tak kumiliki untuk berbagi, biarlah aku berbagi semangat yang terus membara ini pada mereka yang butuh.

Cinta, kesamaan rasa, ketakutan dan visi membuat aku dan dia tumbuh tuk saling memotivasi.  Kami sepakat tuk mengibarkan Panji perang pada sosok pembunuh nomer satu ini.  Sosok yang tak terlihat namun ganas.  The Silent Killer.

"Mba..mari kita berbagi mimpi dan imaji...apa mimpimu? Mimpiku adalah.. aku ingin menjadi motivator terkenal dan aku ingin membangun sebuah rumah singgah untuk para survivor kanker" 

Aku tersenyum bahagia...dan hanya mampu berkata
....maka wujudkanlah mimpimu! Mulailah dengan memotivasi dirimu, sebab bila kau lemah, bagaimana mungkin kau bisa menguatkan orang lain?  Berjuanglah dan aku akan mendukungmu...bersama kita wujudkan mimpumu.

Tidak ada komentar:

Total Absen

Pengikut