Jumat, 22 Mei 2020

Radang Tenggorokan Picu Penyakit Jantung Rematik

Haii sobat IBV, apa kabar? 
Lama sudah kami berhibernasi nih, ada yang kangen nggak?  Maaf yaa, karena writing block... kita jadi tidak pernah berinteraksi. Writing block sampai saat ini masih menjadi masalah buat penulis pemula kaya saya, jadi terkadang kalau belum mood akhirnya semua konsep hanya ada di angan-angan.

Tapii..kamu ngga usah khawatir, cause i'm comeback dan insya Allah membawa konten-konten bermanfaat buat kamu.  Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang infeksi radang tenggorokan dan bahayanya bagi jantung.  Kamu pasti sudah familiar dengan penyakit yang satu ini.

Infeksi Radang Tenggorokan, Penyebab dan Gejalanya

Radang tenggorokan merupakan sebuah peradangan yang terjadi  di bagian belakang tenggorokan, atau dikenal dengan sebutan faring. Oleh sebab itu gangguan kesehatan ini diberi nama faringitis, namun orang Indonesia menyebutnya panas dalam. Penyakit ini dapat menyerang balita, anak-anak, remaja, dewasa bahkan lansia. Namun rentang usia paling banyak terinfeksi adalah usia 5 - 15 tahun.
Hampir sebagian besar anak-anak pernah mengalami radang tenggorokan.  Umumnya kondisi ini menyebabkan anak merasakan sakit saat menelan dan beberapa gejala lainnya seperti:
  • Demam tinggi
  • sakit kepala
  • nyeri sendi dan nyeri otot
  • Ruam Kulit
  • pembengkakan pada kelenjar getah bening
Sumber klikdokter.com

Pada beberapa kasus radang tenggorokan juga dapat menyebabkan gejala yang lebih speifik antara lain:

  • Amandel bengkak
  • Hilangnya selera makan
  • pembengkakan pada limpa
  • peradangan pada hati
  • suara serak
Bahkan pada kasus berat radang tenggorokan dapat menyebabkan sesak nafas, sakit pada telinga bahkan ada darah pada air liur.  Jika sudah seperti ini sobat IBV tidak boleh abai yaa, sebab ini bisa menjadi awal timbulnya infeksi lain seperti :


  1. Abses peritonsil, yaitu pembengkakan yang terjadi antara langit -langit tenggorokan dan bagian belakang amandel yang disertai timbulnya nanah
  2. Epiglotitiss atau peradangan pada epiglotis yaitu katup berbentuk daun di belakang pangkal lidah.  Kondisi ini bisa memicu terjadinya sesak nafas
  3. Infeksi  Mononukleous yang ditimbulkan oleh infeksi virus Epstein Barr, ditandai dengan adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening, demam dan sakit di tenggorokan
Wah... serem banget yaa sobat IBV, makanya penting banget buat kita mengetahui penyebab radang tenggorokan dan cara mengatasinya.  Infeksi radang tenggorokan yang berulang sangat beresiko memicu terjadinya demam rematik juga Penyakit Jantung Rematik.


Penyebab Infeksi Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain,infeksi virus dan bakteri, alergi, udara, irritan (bahan kimia), terjadinya ketegangan otot pada tenggorokan, gangguan lambung (GERD), infeki HIV dan tumor. Namun yang paling sering adalah virus dan bakteri.
Ada beberapa virus yang bisa menjadi penyebab infeksi tenggorokan di antaranya parainfluenza RSV, Adenovirus, campak dan virus influenza.  Sedangkan bakteri penyebabnya ada dua macam yaitu, Streptococcus pyogenes dan Streptococcus group A.

Gara-gara sering Radang Tenggorokan, Bocah 11 Tahun Diduga Mengidap Penyakit Jantung Rematik

Favian Attar Firdaus  seorang bocah lelaki berusia 11 tahun kini tidak lagi bisa bermain bebas seperti dulu.  Anak kedua kami ini sejak kecil acap menikmati fasilitas hotel berbintang-bintang di kota Surabaya alias rumah sakit.  Alergi yang amat parah membuat tubuhnya rentan terserang berbagai penyakit, salah satunya adalah bronchopneumoni, radang tenggorokan dan poliarthritis. Berbagai pengobatan sudah kami upayakan mulai medis hingga non medis.  Kesimpulan akhirnya adalah semua penyakit yang dideritanya disebabkan faktor alergi dan imun.  Kisah perjuangan saya membesarkan favian bisa dibaca FB @sri.rahayu.sp

Sumber healthline.com

Salah satu alergi yang dia alami adalah alergi MSG dan Aspartam. Setiap kali mengkonsumsi makanan yang mengandung kedua zat ini, hanya dalam beberapa menit saja Favian akan merasakan serik dan akhirnya demam, batuk serta sesak nafas.  Demamnya bisa mencapai 43⁰ C loh sobat. Jika harus menceritakan petualangan Favian dalam memperjuangkan kesembuhan rasanya ratusan tinta takkan cukup menorehnya.  Bayangkan.. 11 tahun dia acap mengkonsumsi obat-obatan sampai -sampai saat dilakukan test hampir seluruh antibiotik dia resisten dan alergi. Favian kami sering sekali terjangkit infeksi radangtenggorokan.  Sayangnya pengetahuan kedokteran kami yang minim membuat kami tidak menyadari ada bahaya besar yang mengincarnya..sampai akhirnya beberapa waktu lalu dokter mendiagnosa kalau Favian kemungkinan terjangkit penyakit jantung rematik.
Awal mula munculnya diagnosa tersebut adalah keluhan nyeri sendi berpindah dan nyeri dada yang setahun ini dikeluhkan oleh putra kami tersebut.  Bahkan beberapa waktu terakhir Favian sering mengalami ruam merah yang tidak jelas sebabnya.  Gejalanya makin hari makin sering dan berulang, sama seperti infeksi radang tenggorokan yang selalu berulang dia dapat.  Dokterpun kemudian melakukan rangkaian tes, pemeriksaan lab dan echocardiografi. Hasilnya membuat saya menangis, karena ternyata dari pemeriksaan labnya terbukti jagoan kami positif mengidap demam rematik.  Alhamdulillahnya belum terjadi kerusakan katup jantung.  
Dokter bilang penyebabnya kemungkinan karena radang tenggorokan yang berulang dan akibat infeksi bakteri Streptococcus group A.   Jika tidak tertangani baik demam rematik bisa berkembang menjadi penyakit jantung rematik.

Penyakit Jantung Rematik


Penyakit jantung rematik disingkat PJR dalam bahasa medisnya dikenal dengan Rheumatic Heart Disease (RHD).  Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan adanya kerusakan pada katup jantung.  Kerusakan ini bisa berbentuk penyempitan ataupun kebocoran dan umumnya menyerang katup mitral (stenosis katup mitral). Penyakit jantung rematik sebenarnya adalah gejala sisa dari demam rheumatic (DR). 
Sebelumnya kita sudah membahas sekilas tentang penyebab demam rematik. Demam ini merupakan komplikasi dari radang tenggorokan yang tidak tertangani secara baik. akibatnya terjadi peradangan pada sendi, jantung, kulit dan otak.  Jika dibiarkan peradangan dapat menyerang katup jantung.  Inilah yang dinamakan Penyakit Jantung Rematik.  Akibatnya bisa terjadi cacat permanen pada jantung dan otot jantung.  Jika dibiarkan bisa terjadi gagal jantung.
Sereeemmm...
Ibu mana yang mau anaknya gagal jantung?Pasti tidak satupun ibukan? Berangkat dari keprihatinan saya dengan kondisi Favian, maka saya bersama dokter Anak yang menangani Favian memutuskan untuk melakukan edukasi pada masyarakat awam tentang penyakit jantung rematik ini. Edukasi kami lakukan via instagram live pada tanggal 21 Mei 2020 .

Live IG

Untuk sobat IBV yang tidak sempat mengikuti live kami, bisa membaca blogpost saya  berikutnya yaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

Total Absen

Pengikut