Sabtu, 04 Maret 2017

Jepret Kuliner Di Pasar Laron Batu


Jalan-jalan dan wisata kuliner kini menjadi 2 hal yang menjadi magnet blogger masa kini.  Keduanya selalu tertaut di setiap postingan para traveller. Photo-photo yang menarik telah menyedot pengunjung untuk bertandang ke rumah maya para "travellerian".  Bukan hanya bercerita tentang kisah perjalanan, kehadiran photo yang menarik menjadikan postingan itu lebih bernilai.  Hal inilah yang menjadi latar belakang para pengusaha telekomunikasi berlomba menciptakan produk dengan kualitas kamera yang menunjang fotografi.

Hoby photografi, selfie on the spot  dan merekam jejak perjalanan  membuat para travelblogger melengkapi perjalanan mereka dengan kamera baik pocket maupun SLR.  Biasanya, setiap perjalanan pasti akan bermuara di sebuah tempat makan favorit kala dahaga dan lapar hinggap.  Tentu saja hal ini pun takkan pernah luput dari jepretan para pemburu gambar, seperti saya tentunya.


Jepret Kuliner Hoby Asik Penuh Tantangan

Yup, saya memang suka eksis, suka jepret kuliner, wisata kuliner dan travelling.  Bicara soal jepret kuliner, baru-baru ini saya dan teman-teman menjelajah kota Batu, di alun-alun Kota Batu ada spot kuliner namanya "Pasar Laron".  Pasar ini buka mulai sore hingga malam.  Aneka jajanan  banyak dijajakan di sini, mulai jagung bakar, sosis bakar, es serut wana warni, dan yang paling saya sukai adalah Cenil-Lupis.  Entah kenapa saya selalu suka jajan pasar yang isinya campur campur ini.


Cenil lupis adalah salah satu kuliner nusantara yang tak pernah dilupakan para pemburu kuliner,  setiap saat selalu hadirkan "rindu".  Warna warni menarik dengan taburan kelapa dan gula merah membuat jajan pasar ini tampak seperti pelangi.  Kenapa saya suka cenil lupis di pasar laron ini?
alasannya adalah karena komposisinya lengkap, ada sawut, grontol, lupis, cenil, tiwul, dan tidak ketinggalam ongol-ongol.  Satu porsinya dibandrol Rp. 5000.- cukup murah kan


Pesona Kota Batu di Malam Hari


Cenil adalah makanan berbahan tepung kanji yang di beri pewarna makanan dan diproses dengan cara direbus di air setengah panas hingga mengapung.  Sedangkan lupis terbuat dari beras ketan yang dibungkus daun lalu direbus seperti lontong.  Bedanya dalam membuat lupis daunnya akan diikat agar lupis yang dihasilkan bisa padat.

Selain cenil di sini juga ada pos ketan.  Kedai ini menyajikan aneka menu tradisional berbahan ketan seperti jadah (uli ketan) dan ketan bubuk.  Kedai yang beroperasi mulai pagi ini tak pernah sepi pengunjung, kadang saya sampe heran apa yang di cari oleh para pengunjung tersebut?  Ternyata jawabnya adalah "rindu".  Kerinduan akan masa kecil lah yang membuat mereka rela antri berjam-jam hanya tuk menikmati sepotong uli ketan dan secangkir kopi.  Bisa di bilang kedai ini begitu melegenda karena kerinduan.  Yah, kalau soal rasa sih memang standar aja.. begitu deh rasanya uli ketan goreng pun yang bakar. gurih!

Setiap mengunjungi spot kuliner ini tangan selalu gatal untuk ambil gambar.  Tapi tentu saja untuk mendapatkan gambar yang bagus di remangnya malam tidak mudah.  Untunglah saya selalu membawa si Gold Asus Zenfone kemanapun pergi, dengan bantuan kamera handphone Asus 13 Mega Pixel saya bisa mendapatkan gambar sesuai harapan saya tanpa harus kesulitan mengoperasikannya.  Hasilnya cukup memuaskan  di kamera ini juga  ada settingan yang bisa menjaga gambar tetap stabil.  Terus terang sih keberadaannya sangat membantu aktivitas wisata kuliner dan travelingku.
Lihatlah salah satu foto ini, ini adalah foto yang saya ambil dengan pencahayaan yang terbatas sekali, tapi berkat kecanggihan teknologi Asus Zenfone, saya bisa menghasilkan gambar dengan warna yang mendekati aslinya.


Asus Zenfone dengan berbagai fiturnya sangat membantu para foodblogger yang belum memiliki SLR untuk tetap mendapatkan gambar yang cakep.  Kok bisa?  ya karena di kameranya terdapat mode manual seperti kamera SLR, dengan mode ini ada dapat mengatur fokus, warna dan pencahayaan sesuai yang anda butuhkan.  Teknologi PixelMaster Camera menjadi sebuah keunggulan dari smartphone ini dan menghadirkan warna-warna tampak seperti aslinya.  Kini saya tidak perlu mati gaya pas wisata kuliner sama rombongan,  sebab asus membuat saya menjadi semakin percaya diri.

Artikel ini disertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel.

1 komentar:

Wuri Nugraeni mengatakan...

jadi lapeeer

Total Absen

Pengikut