Sabtu, 15 Oktober 2016

7 Jurus Ampuh Hidup Bersama Batu Empedu- My Healthiness My Precious Moment




Tak ada satupun manusia ingin sakit! Benar?  Tapi tak semua yang ingin sehat aware pada dirinya, betul?  Yah, begitulah umumnya kita.  Koar-koar ingin sehat tapi tak ada usaha untuk mencegah sakit.  Semua larangan dilanggar.  Makanan apapun disikat habis asal enak.  Padahal belum tentu yang enak itu sehat, dan belum tentu yang ngga enak itu buruk.  Sama, saya dulu juga begitu.  Sebagai petualang kuliner saya hobi banget nyobain berbagai menu yang katanya enak dan laris manis padang kimpul, eh tapiiiii ... sejak di vonis ada batu di kantung empedu saya dan cukup besar, dunia seperti terbalik. Tumpah! (air kali tumpah buuu!)

Apa sih batu empedu?
“Ngoleksi kok batu empedu...! Mending ngoleksi batu permata,Bu!”, gitu deh kira-kira celoteh para sahabat saat mengetahui saya rawat inap karena batu empedu.  Yah, sebenernya sih saya ngga bermaksud gaya-gayaan atau ngikutin trend batuan, jujur saya juga ogah sebenernya nyimpen batu di empedu.  Kalau nyimpen batu permata enak, bokek tinggal jual, lah ini batu empedu...siapa mau beli neng?? Dikasi juga ogah kaleee.  Tapi namanya juga musibah yak? Nasi udah jadi bubur, tinggal gimana ngolah ni bubur biar jadi enak.
Saya mau cerita dikit nih tentang si batu empedu,... jeng-jeng!!)

Tau empedu kan? Di dalam tubuh kita ada sebuah kantong yang dikenal dengan sebutan kantung empedu, atau lebih dikenal dengan sebutan empedu.  Organ ini berfungsi untuk menghancurkan lemak jahat  yang masuk dalam tubuh kita lewat saluran cerna. Letaknya ada di bawah hati. Organ yang tersusun atas bilirubin, garam dan kolesterol ini. Pada kondisi normal, kantung empedu berisi cairan pencernaan, yang nantinya akan dikeluarkan melalui usus kecil. Pada satu kondisi dimana kandungan kolesterol meningkat hingga sulit dikendalikan, cairan ini bisa mengendap, lalu mengkristal kian keras dan kian besar sehingga menjadi batu. Inilah yang dinamakan batu empedu.  Batu empedu sendiri dibedakan menjadi 2, yaitu batu kolesterol dan batu pigmen.  Jenis yang disebutkan terkakhir inilah yang berbahaya, karena fungsinya belum diketahui hingga sekarang, selain itu batu pigmen ini tidak bisa hancur, jadi akan sangat  mengganggu sekali.
Ukuran batu empedu ini pun bermacam-macam mulai dari sebutir pasir hingga sebesar kerikil. Bila ukuran batu sudah cukup besar, kemungkinan akan mengganggu cairan empedu untuk bisa keluar, akibatnya metabolisme tubuh terganggu.  Perut akan merasa sakit di bagian tengah hingga nembus ke punggung.  Rasanya assoyyy man... Yang jelas sangat tidak enak dan membuat kita menyesal, mengapa tidak menjaga kesehatan tubuh.
Gejala dari batu empedu ini sebagai berikut:
·         Demam tinggi, yang disertai keringat dingin dan mual

  • Sakit pada perut bagian kanan dengan kemunculan yang hilang timbul
  • Rasa tidak nyaman pada tubuh 
  •  Diare
  • Mata dan kuku berwarna kuning


Karena penyakit ini seluruh aktivitasku terhenti, boro-boro mau nulis, ngayal aja ngga bisa.  Parahnya lagi, kondisi tubuhku yang multiple alergi membuat dokter kesulitan memasukan antibiotik untuk mengobati radang pada kantung empeduku yang timbul akibat pergerakan batu empedu yang cukup besar (7 mm).  Dokterpun terpaksa memasukkan ku ke dalam ruang ICU untuk pengawasan pemberian obat ke tubuhku. Songong banget kan ni penyakit? Bayangin aja berapa banyak biaya yang harus dibayarkan suamiku untuk perawatan istri tercintanya?  Terlebih lagi gara-gara penyakit ini anakku jadi tidak terawat dan harus tinggal di rumah sakit menemaniku, makan junkfood tiap hari dan harus menikmati dinginnya lantai rumah sakit. 
Dokter sempat menawarkan opsi operasi untuk mengeluarkan si batu-batu empedu ini, tapiiii... karena berbagai pertimbangan aku memilih berdamai dan bersahabat dengan bebatuan non permata ini.  Yah, tentu seperti kata dokter Reni Danuarta SpD di Rumah Sakit Kasih Ibu Denpasar, resikonya adalah muncul gejala berulang yang bisa menurunkan kualitas hidup, harus menjauhi semua menu yang mengandung lemak, dan sebagainya.
Ngga mau dong jadi pesakitan lagi dan membuat anak anak terlantar, suami susah dan diri juga tak produktif, oleh karena itu aku menerapkan 7 jurus ampuh hidup bersama batu empedu, yaitu:

  1. Menghindari makanan berlemak dan kolesterol seperti makanan yang mengandung santan, susu, minyak, margarin, kacang-kacangan.  Makanan yang mengandung lemak inilah yang menjadi musuh terbesar para survivor batu empedu seperti saya.  Kandungan kolesterol dan lemak jahat dapat membuat batu empedu semakin banyak dan semakin besar, bila sampai terjadi demikian kantung empedu tidak mampu bekerja maksimal
  2. Olahraga teratur. Ini juga sangat penting dan sangat menentukan.  Dengan berolahraga segala lemak akan terbakar, sehingga mengurangi resiko terkena batu empedu.
  3. Istirahat yang cukup.  Nah ini tak kalah pentingnya, sedikit saja kurang istirahat tubuh saya akan mudah lemah, karenanya saya selalu menjaga tubuh dengan menghindari begadang
  4. Minum lebih banyak air putih.  Air putih ini sebenarnya salah satu kunci menjaga kebugaran tubuh.  kalau tubuh kurang air putih maka stamina akan terjun bebas (drop)
  5. Menjaga asupan gizi
  6. Berpikir Positif
  7. Minum suplemen



Bicara tentang suplemen nih,  saya mau sharing tentang pengalaman saya menggunakan Theragran-M. Ini adalah sebuah vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan pasca sakit, menjaga daya tahan tubuh agar tetap vit, serta memenuhi asupan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh agar tetap bugar.

Ceritanya nih, saya termasuk salah satu wanita yang ngga suka konsumsi obat, apalagi yang pahit.  Jadi hanya tablet-tablet salut gula seperti Theragran-M saja yang akan saya konsumsi (kecuali terpaksa banget).  Sejak menjadi survivor batu empedu, tubuh saya mudah sekali drop, dan suami serta dokter acap menyarankan saya untuk minum vitamin, menjaga asupan makanan dan olahraga.  Bila sudah drop biasanya saya akan terbaring berhari- hari (menyebalkan).  Untunglah ada yang mengenalkan saya dengan Theragran sebuah vitamin untuk memulihkan kondisi tubuh setelah sakit.
Vitamin berwarna merah dengan bungkus biru telor asin ini memiliki kandungan 10 jenis vitamin (Vitamin A, D, B1, B2, B6, B12, C, E, Niasinamida, dan Kalsium Pantotenat) dan 6 jenis mineral penting yang dibutuhkan tubuh di antaranya adalah Iodium, besi, magnesium dan seng).  Setelah mengkonsumsi theragran-M daya tahan tubuh menjadi semakin baik. Saya tidak ragu mengkonsumsi vitamin ini, sebab vitamin ini sudah diresepkan  sejak puluhan tahun oleh para dokter zaman itu. Saya referensikan vitamin ini untuk para pembaca. Anda bisa membelinya di apotik terdekat hanya dengan harga Rp. 17.500,00




"Artikel ini diikutsertakan alam lomba blog yang diselenggarakan  oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho
 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Absen

Pengikut