Kamis, 18 Oktober 2012

PLN, AKU, DAN MASA DEPAN PUTRAKU

             Hidup dalam gelap merupakan sesuatu yang mengganggu bagiku.  Semua tak lain karena gangguan keseimbangan dalam tubuhku yang selalu merespon negatif dalam gelap.  Sesak, takut, dan gangguan pengelihatan kerap kualami saat aku berada dalam kegelapan.  Imajinasiku selalu bermain liar saat hari menjelang malam, saat minyak tanah atau pun spirtus yang menjadi bahan bakar lampu petromaks di rumahku habis dan kami kebetulan sedang tak memiliki uang untuk membelinya.  Bayangan-bayangan mahluk tinggi besar yang menghuni rumahku kerap hadir dalam pikiranku, membuatku histeris dan tak mampu terpejam.
             Kini semua telah berbeda.  Kehadiran PLN dalam kehidupanku telah berpengaruh besar bagiku.  Melalui energi listrik yang terdistribusi dari rumah ke rumah, kota ke desa, telah menjadikan dunia ini menjadi cantik dengan gemerlap lampu di malam hari.  Aku tak takut lagi tidur seorang diri di kamar, aku tak khawatir lagi petromaksku mati saat aku harus membaca di malam hari.  Secara tidak langsung PLN telah membantuku menjadi pandai.  Tak sanggup kubayangkan, apa yang terjadi saat ini bila kita belum menemukan listrik.  Mungkin kita masih seperti suku pedalaman yang tak terjamah teknologi.  Tak mungkin kita bisa berselancar di dunia maya sebebas sekarang, Pekerjaan rumah tangga takkan bisa diselesaikan dengan cepat.
          Saat malam datang kita tak perlu lagi berjalan dalam gelap, karena lampu-lampu jalan menerangi di setiap sisi dengan begitu resiko kecelakaan karena kegelapan semakin kecil.  Kejahatan yang biasa beraksi dalam gelap akan semakin berkurang, karena kejadiannya akan lebih mudah terlihat dengan adanya penerangan jalan seperti lampu di penerangan jalan ini.


          PLN telah semakin maju dan berkembang.  Program-program pemerataan listrik kian luas dan gencar dilaksanakan, namun ada satu ganjalan bagiku yaitu cara penyelesaian masalah yang tidak memihak rakyat.
         Bagi seorang ibu rumah tangga sepertiku, setiap pengeluaran bulanan harus di atur secara ketat, listrik, belanja, dana kesehatan, dana hajatan, biaya pulsa, biaya sekolah, semua harus diperhitungkan.  Apa lagi kegiatan sehari-hariku berpusat di dalam rumah yang tidak semuanya menggunakan listrik.  Aku berusaha sehemat mungkin menggunakan listrik, mengingat suamiku hanyalah seorang karyawan swasta biasa dengan gaji UMR.  Suatu hari saat aku baru pindah ke rumah yang kami huni sekarang, aku begitu kaget saat harus membayar tagihan listrik.  Tertera di lembar tagihan besarnya biaya yang harus kami bayar untuk pemakaian satu bulan mencapai Rp.300.000 lebih.  Tentu saja kami terkejut, di rumah kami tak ada perabot berharga yang menggunakan listrik kecuali lampu dan handphone, itu pun kami menggunakan lampu hemat energi.  Bagaimana mungkin tagihannya mencapai sedemikian tingginya.
        Kejadian berulang hingga ke tiga kalinya, meski kami telah berusaha menghemat penggunaannya.  Tak ada yang berubah dalam angkanya, ini pasti ada yang tidak beres pikirku.  Nilai 300 ribu sangat besar dan berat bagi kami, karenanya aku pun berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan mengirim laporan ke kantor PLN Geluran.  Saat itu kebetulan pelayanannya cukup cepat dan ternyata dasar pengenaan tarif didasarkan pada tagihan bulanan yang selama ini sering dibayarkan.  Pikirku saat itu, betapa tidak profesionalnya kerja perusahaan sebesar PLN.  Harusnya biaya yang dibayarkan sesuai pemakaian bukan diambil rata-ratanya.  Alasan yang diungkapkannya adalah saat itu mereka belum mendapatkan tenaga outsource yang baru.  Sebagai solusinya mereka memintaku tetap membayar sesuai tagihan bulan itu dan untuk bulan selanjutnya aku hanya perlu membayar abonemen saja hingga seluruh uangku lunas.
      Terus terang bagiku itu bukanlah win-win solution, saat itu delik aduan sudah mereka terima harusnya aku dapat membayar sesuai pemakaian aku, dengan begitu aku bisa mengalokasikan dana itu untuk kebutuhanku yang lain.  kenapa PLN tidak memikirkan pelanggannya?  Padahal bila pelanggannya telat satu bulan saja mereka tak memberi toleransi, tapi ini mereka yang salah kenapa harus pelanggan juga yang menanggung?

     Namun aku pun tak menafikkan bahwa PLN telah berusaha untuk memperbaiki diri dan meningkatkan pelayanan masyarakat, salah satunya adalah dengan menyelenggarakan lomba menulis bekerjasama dengan BLOGDETIK.  Suatu terobosan yang patut dihargai dan diberi dukungan penuh kiranya dapat dilakukan setiap tahun.

      PLN BAGI MASA DEPAN PUTRAKU
       Masuknya penerangan membawa satu perubahan  bagi hidupku.  PLN telah hadirkan terang dalam gelapku, kehadirannya membuat pekerjaan menjadi lebih mudah.  Kini tak perlu aku membeli arang untuk bahan bakar setrika, tak perlu antri minyak tanah di saat harga minyak tanah melambung tinggi hanya sekedar untuk menyalakan lampu, dan kini aku pun tak takut lagi kala harus ke kamar mandi di malam hari.  Sungguh kini aku bergantung pada energi listrik untuk menunjang aktivitasku menulis.
       Tidak hanya aku, putraku juga terbantu dengan adanya listrik yang menerangi rumah kami.  Tak ada lagi rasa khawatir bahwa anakku akan terancam sakit mata karena kurang pencahayaan saat belajar.  Penerangan yang memadai telah membantu anakku untuk belajar dengan nyaman.  Masa depan anakku secara tidak langsung dimudahkan dengan kehadiran listrik di rumah kami.  Suatu saat dimana teknologi sudah menjadi yang utama, kebutuhan akan listrik semakin meningkat. Saat dimana semua alat rumahtangga menggunakan energi listrik untuk menjalankan fungsinya.
       Tanpa listrik, putraku takkan nyaman belajar, takkan mudah berselancar di dunia maya, dan akan menemui kendala mengoperasikan robot-robot rancangannya.  Semoga PLN dapat terus berinovasi dengan menemukan sumber-sumber energi listrik yang baru.  bukan mustahil bila suatu hari nanti putraku akan menemukan sumber energi listrik lainnya dan maju bersama Perusahaan Listrik negara.
Harapanku adalah...
  1. PLN semakin meningkatkan pelayanan pelanggan, walau bagaimanapun mereka tak tumbuh besar dengan sendirinya mereka besar karena kepercayaan pelanggan.  Wajar bila pelanggan pun mendapat pelayanan yang memuaskan
  2. Aku sangat berharap bahwa PLN memberikan pemberitahuan kala akan memadamkan listrik, agar pelanggan dapat mempersiapkan diri, sebab pemadaman sepihak sangat merugikan pelanggan yang notabenenya telah membayar kewajiban atas pemakaian daya listrik
  3. Aku berharap ada sebuah reward bagi pelanggan yang berhasil menghemat penggunaan listrik agar pemakaiannya bisa lebih tepat guna dan efisien.
  4. Semoga PLN dapat  menjadikan kegiatan lomba ini sebagai kegiatan rutin tiap tahun tentunya dengan tema-tema yang lain.


Tidak ada komentar:

Total Absen

Pengikut