Selasa, 06 Desember 2016

Saatnya Kita Bergerak, Wujudkan Indonesia Sehat Dengan Germas

1 Desember ditetapkan sebagai Hari AIDS sedunia. Pada hari itu semua relawan dan pejuang AIDS seluruh dunia memperingatinya dengan berbagai kegiatan positif, tidak terkecuali Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Kamis 1, Desember 2016 bekerjasama dengan elemen masyarakat peduli AIDS, LSM, dan blogger dihelad sebuah talkshow ringan bertajuk "Menuju Indonesia Sehat" . Acara yang dihelad di Ruang Mawar Hotel Tunjungan Surabaya, ini dihadiri kurang lebih 50  peserta, terdiri dari blogger, tenaga medis, LSM, perwakilan dinkes dan Kemenkes.

Ada beberapa hal yang dibahas berkaitan upaya -upaya mewujudkan indonesia sehat, di antaranya:
1. Mengkampanyekan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat)
2. Kampanye Peduli Aids
3. Peningkatan layanan dan fasilitas kesehatan
4. Mengubah stigma negatif tentang ODHA

Acara ini dipandu Pak Indra dengan menghadirkan 4 pemateri tamu yaitu:
- dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes selaku Direktur P2PML Kemenkes RI
- Bapak Oscar Permadi MPN
- Bapak Ansharul Fahruda Selaku kepala P2MK Jawa Timur
- Pak Farid Hafifi dari Yayasan Mahameru Surabaya, sebuah lembaga yang bergerak dalam pendampingan ODHA (Orang Dengan HIV AIDS).

Diawali dengan pembahasan tentang GERMAS oleh Bapak Oscar, audience diajak untuk memahami seberapa penting dampak kepedulian masyarakat terhadap terciptanya Indonesia Sehat 2030. Gerakan yang lahir karena adanya pertumbuhan jumlah pasien penyakit  Menular dan tidak menular, yang secara langsung menyebabkan pembengkakan anggaran kesehatan ini ditujukan untuk:
1. Menurunkan beban penyakit
2. Mencegah penurunan produktivitas penduduk
3. Mengurangi beban pembiayaan layanan kesehatan
4. Menunbuhkan prilaku sehat pada masyarakat, sehingga lingkungan terjaga agar tetap bersih, jumlah penyakit berkurang, dan produktivitas masyarakat meningkat





Siapakah Pelaksana GERMAS?
Sasaran germas adalah masyarakat luas, jadi diharapkan peranserta aktif masyarakat untuk melaksanakan gerakan ini. Bentuk kegiatannya bermacam-macam, di antaranya dengan melakukan berbagai aktivitas yang mengarah pada pola hidup sehat, contohnya adalah mengkonsumsi sayur dan buah, tidak merokok dan menjaga kebersihan lingkungan.
Berdasarkan data 30 tahun terakhir, Indonesia mengalami perubahan pola penyakit terkait pola hidup manusia, dan menyebabkan peningkatan jumlah pasien Katastropik yang cukup significant. Peningkatan ini mengakibatkan beban biaya kesehatan yang harus ditanggung pemerintah semakin berat.


Dampaknya menjadi meluas dan berakibat pada penurunan kualitas hidup, sehingga kita tidak bisa lagi menunda untuk bergerak, dan melakukan upaya -upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit.

Terlebih lagi jumlah penderita penyakit menular seks pun kian hari kian meningkat, terutama di Jawa Timur. Bahkan menurut data dinkes Jawa Timur, tak kurang dari 64 % (36881 jiwa /september) positif mengidap HIV AIDS. Sebuah angka yang cukup besar dan parahnya justru penderita terbanyak berasal dari ibu rumahtangga (17,74%).  Hal ini tentu menjadi PR besar buat kita, bukan saja pemerintah. Sebab untuk menekan jumlah penderita AIDS dibutuhkan perab serta aktif baik dari pasien, medis, pemerintah dan lingkungan masyrakat. Stigma negatif yang selama ini berkembang tidak boleh lagi beredar, justru sebaliknya, kita harus memberikan pendampingan pada ODHA agar mereka memiliki kualitas hidup lebih baik dan tidak menjadi penyebar penyakit.

Tidak ada komentar:

Total Absen

Pengikut