Selasa, 12 Juli 2016

Mudik Asyik A la Mba Sri

Mudik tlah tiba.. mudik tlah tiba.. Horeee!! Hatiku gembira...

Siapa sih yang ngga seneng mudik? Semua pasti menantikan saat-saat mudik kan? Sammmaaaa dong! akyu juga loh (alay).  Eh...eh tapiii, tau ngga kalau kata orang gaya mudikku nyeleneh bin asyik.  Kok gitu??
Iya gimana ngga nyeleneh, kalau orang-orang mudik kan bawa oleh-oleh plus dompet penuh terisi lembaran merah 100 ribuan, nah aku??? Aku mudik bawa tenda, kompor, alat masak dan kawan-kawannya.  Coolbox juga penuh logistik, pokok jangan sampai kelaparan dijalan akibat terjebak macet.  Tau sendiri kan, mendekati H-1 arus pemudik selalu padat berjubel.  Kemacetan merajalela,  bahkan di Brexit kemarin sempat pecah telor tuh!  Gimana ngga pecah telor, macet sampai 36 jam, sampai-sampai jatuh korban jiwa karena kepanasan dan kelaparan.  Ngga mau dong sampai kaya gitu..dan untuk antisipasi kami selalu bawa perbekalan yang lebih dari cukup, bahkan kalau perlu kami masak di pinggir jalan.
Tapi mudik kali ini agak berbeda, akibat kurang tidur karena begadang semalaman, jadi kurang fokus. Alat masaknya tertinggal di rumah, untung saja logistik cukup meski hanya makanan ringan dan jus buah, perjalanan tetap asik. Mudik kali ini urusan nata menata bagasi aku serahkan pada belahan jiwa. Doi paling pinter tuh bikin hotel berjalan.  Bagian bagasi mampu disulap jadi tempat tidur yang nyaman buat Duo jagoan Farhan Favian.  Untuk bisa menahan kuat tubuh kedua bocah, Doi meletakkan coolbox dan koper di bawah kasur kecil tepat di bagian tengah sehingga kasur darurat menjadi kuat dan nyaman dipakai.
Bagasi Yang Disulap Jadi Tempat Tidur
Tampil Cantik Saat Mudik

Perjalanan kami mulai pada pukul 10.00 WITA, dan kami sempat berhenti di Museum Ogoh-ogoh untuk menunaikan sholat Dzuhur dan rehat sejenak.  Lokasi ini merupakan salah satu lokasi yang acap menjadi tempat singgah para wisatawan karena memiliki restoran, mini market, tempat ibadah dan taman di tepi pantai dengan resort dan panorama yang cantik (secantik yang cerita). Jadi anda bisa berfoto-foto ria di tempat ini untuk mengabadikan perjalanan anda (seperti saya). Baru deh lanjutkan perjalanan lagi.  Bila hati kita senang puasa pun tetap terjaga walau traveling.  Tapi, kami ngga nyangka guys...ternyata di daerah  Melaya terjadi kemacetan panjang yang menjebak perjalanan kami.  Mulai jam 13.00 WITA hingga 20.00 WITA kami terjebak antrian kendaraan pemudik yang mengular hingga pelabuhan Gilimanuk.  Tampak di kanan kiri jalan warung-warung dadakan bermunculan untuk menangkap peluang pasar di tengah kemacetan, arus lalulintas pun dibuang melalui perkampungan penduduk.  Sayangnya kemacetan dan arus pemudik tidak hanya mendatangkan rezeki bagi masyarakat sekitar, melainkan juga mendatangkan tumpukan sampah akibat prilaku para oknum pemudik yang tidak bertanggungjawab (jangan ditiru ya guys), sedih banget melihatnya.  Apalagi setelah membaca berita di media cetak bahwa kemacetan telah meninggalkan sampah berton-ton, malu ngga sihhh? Bisa beli mobil tapi ngga bisa buang sampah pada tempatnya.
 Sampah dan kemacetan

 Warung -warung kaget







Kemacetan yang mengular memaksa Mba Sri untuk berbuka puasa di jalan, namun meski begitu tidak membuat kenikmatan berbuka menjadi hilang. Kami tetap ceria menikmati perjalanan walau harus antri 7 jam lamanya untuk bisa sampai di pelabuhan ketapang.  Mau tau rahasianya? Simak catatan tips mudik di bawah ini:

Tips Mudik A la Mba Sri
Aktivitas mudik di hari raya merupakan sebuah rutinitas yang acap mengundang haru dan menguras air mata, baik itu airmata bahagia pun airmata duka karena ditinggal orang -orang terkasih yang mengalami kemalangan dalam perjalanan mudiknya.  Tentu semua pemudik berharap bisa tiba dengan selamat dan berkumpul dengan keluarga demikian pula dengan kami. Untuk mempersiapkan mudik yang nyaman, aman dan lancar kami punya beberapa tips yang mungkin bisa pembaca praktekkan.
1. Siapkan stamina tubuh dan cek kondisi kendaraan
2. Jangan lupa untuk membawa perbekalan dari rumah  karena kita tidak bisa memprediksi arus mudik yang berubah setiap saat. Ini merupakan antisipasi bila kita terjebak dalam kemacetan panjang di daerah hutan. Bawa juga obat-obatan P3K, dan mainan anak -anak. Buat jaga -jaga bila ada yang membutuhkan dan mengusir kebosanan
3. Bawa tenda, alat masak, kasur dan batal sebagai antisipasi bila kita tak mendapat hotel namun kondisi tubuh sudah lelah
4. Tata barang-barang dengan baik sehingga anda bisa menempatkan sebuah kasur kecil di dalam mobil untuk beristirahat.
5. Pastikan ban serep anda berada dalam kondisi siap digunakan, so anda tidak akan mengalami apa yang saya alami tahun lalu. Terjebak di hutan dengan kondisi ban bocor, jauh dari pemukiman dan bengkel dengan cuaca hujan
6. Siapkan selalu kamera anda untuk menangkap kejadian -kejadian menarik. (Siapa tau dapat kejutan mudik MetroTV)
7. Selalu mengucap doa sebelum berangkat
8. Pantau terus laporan arus mudik.
9. Selalu waspada dengan segala bentuk kejahatan. Sediakan semprotan cabai, tongkat bisbol atau apapun yang bisa melindungi anda dari kejahatan
Nah itulah beberapa tips mudik ala Mba Sri.
Kami tidak memasang target pada perjalanan kami kali ini, yang penting bisa tiba dengan selamat dan berkumpul dengan keluarga, bahkan kami sempat beristirahat di sebuah SPBU langganan kami yang merupakan salah satu rest area favorit para traveller. Meluruskan kaki beberapa jam hingga waktu sahur tiba.  Setelah itu kami menyempatkan diri untuk membasuh tubuh dengan air hangat di Toilet VIP nya.  Untuk fasilitas ini anda akan dikenakan biaya Rp. 7000,- dan mendapatkan fasilitas sabun, shampoo dan air panas, tubuhpun menjadi bugar.  Tapi sayangnya mandi air hangat justru membuat pak Supir kesayangan menjadi mengantuk, so perjalanan kami jadi banyak istirahatnya untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Ini adalah perjalanan mudik tahun lalu (masak di jalan)

Menjaga fokus selama perjalanan merupakan salah satu tips mudik  a la mba Sri, tidak perlu ngebut kaya diuber setan, yang penting selalu menjaga sholat, istirahat pada waktunya dan penuhi asupan gizi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Absen

Pengikut