Jumat, 17 Juni 2016

In Harmony Clinic, "Bye-Bye Kanker"

Let’s talk about cancer!  What is it?
Cancer atau dalam bahasa indonesianya dikenal dengan kanker, kini telah menjadi momok menakutkan, tidak hanya bagi kaum wanita, namun pria dan anak-anak pun tak ter-elakan.  Bahkan data tahun 2012 menyebutkan 8,2 juta kematian di dunia disebabkan oleh kanker. Kasus kematian akibat kanker diperkirakan akan meningkat setiap tahunnya hingga 22 juta kasus hanya dalam dua dekade. Wow! Angka yang fantastis dan bikin hati teriris.




Sumber Departemen Kesehatan

Apa sih penyakit kanker itu?
Kanker dikenal sebagai penyakit yang disebabkan karena adanya pertumbuhan sel yang tidak normal di dalam tubuh kita dan berubah menjadi sel kanker.  Pertumbuhan sel kanker ini terjadi disebabkan tiga faktor, di antaranya:
1.      Faktor genetik
2.      Adanya zat karsinogen dalam tubuh
3.      Prilaku dan gaya hidup


Sumber Data Departemen Kesehatan

A.    Faktor Genetik
Seseorang yang di dalam keluarganya memiliki riwayat menderita kanker memiliki faktor resiko terkena kanker lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki riwayat kanker.  Oleh karena itu mereka harus betul-betul menjaga dan menghindari faktor pemicu kanker untuk mencegah terjangkit penyakit yang menjadi silent killer ini.

B.  Faktor Karsinogen
Adanya zat karsinogen dalam tubuh bisa disebabkan karena terkena paparan zat kimia, iritasi kronis, virus, radiasi juga pengaruh hormon.  Zat karsinogen inilah yang akhirnya memicu tumbuh dan berkembangnya sel kanker di dalam tubuh.

C.  Prilaku dan Gaya Hidup
Prilaku, gaya hidup dan pola makan tak sehat merupakan pemicu penting tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh.  Prilaku yang dimaksud adalah merokok, minum-minuman keras, kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat additive, obesitas, sering mengkonsumsi makanan berlemak, serta sering mengkonsumsi makanan yang dibakar atau dipanggang.
Berdasarkan hasil riset, kasus meningkatnya jumlah pasien kanker disebabkan karena kebiasaan malas makan sayur.  Padahal sayuran banyak mengandung zat gizi dan zat anti oksidan yang dibutuhkan tubuh untuk menangkal berbagai penyakit

Faktor-faktor tersebutlah yang menyebabkan munculnya pertumbuhan sel abnormal di dalam tubuh yang akhirnya banyak merenggut korban jiwa.
Loh, kenapa ya kok saya tiba-tiba bicara soal kanker?  Padahal ini bukan hari kanker. Alasannya adalah karena saya merasa ini sudah saatnya bagi kita untuk aware terhadap ancaman penyakit yang mengerikan ini.  Penyakit yang kehadirannya begitu tiba-tiba dan dalam waktu singkat siap merenggut jiwa orang-orang terkasih, seperti sahabat yang sangat saya sayangi.  Begitu banyak sahabat saya yang kini menjadi survivor kanker, dan sebagian besar dari mereka baru tahu bahwa ada sel ganas dalam tubuh mereka setelah menginjak stadium 3 ke atas.  Jadi awalnya mereka benar-benar tidak pernah mengira bahwa keluhan-keluhan ringan yang mereka rasakan pada tubuh mereka sebenarnya terjadi karena adanya pertumbuhan sel abnormal yang perlahan terus tumbuh dan menyerang organ-organ tubuh mereka.
Nah saya mau cerita sedikit nih, pada tahun 2011 dokter memvonis bahwa ada sel kanker dirahim saya akibat pertumbuhan hormon yang abnormal.  Setiap jamnya sel ini terus menyebar, dokter pun menyarankan saya untuk menjalani kemoterapi.  Jujur saat itu saya tidak siap mendengar vonis tersebut, rasanya seperti melihat malaikat maut di depan mata.  Terlebih saat itu saya harus merawat anak-anak kami yang masih kecil.  Si bungsu baru berusia 3 tahun dan sedang lincah-lincahnya, sedangkan si sulung duduk di bangku SD.
       Menjadi seorang single fighter dalam perawatan anak dengan kondisi kesehatan yang sedang drop seperti itu, tentu bukanlah hal yang mudah.  Sehingga vonis dokter itu terdengar bagai petir di siang bolong yang membuat tungkai kakiku seolah tak berfungsi.  Tak ada bahu tempatku bersandar sebab suami tersayang terpisah jarak dan waktu.  Hari itu hanya air mata dan sentuhan lembut kedua bocah kecilku yang menemaniku.  Sepanjang perjalanan pulang tak henti tangan kecil putra bungsuku mengusap bulir bening yang mengalir di sudut kelopak mataku.  Entah kenapa aku begitu rapuh hari itu.  Tak setegar Rahayu yang selama ini dikenal sebagai sosok wanita ceria.  Aku tak mampu berpikir positif.  Ketakutanku membuat tubuhku semakin lemah.  Setiap hari flek—flek merah selalu membekas di celana dalam yang kukenakan.
Haruskah aku kemoterapi seperti kata dokter? Tapi darimana biayanya? Kudengar biaya kemoterapi tidaklah murah, sementara aku harus menjalani tak cukup 1 kemoterapi dengan nilai Beta HCG di atas 8000 dan nilai CA yang juga tak kalah tinggi saat itu. Dokter mengatakan bahwa sel ganas ini dapat menyebar ke organ-organ lain bila tidak tuntas ditangani. Kalimat Pak Dokter seolah bergema terus di telingaku, meluluh lantakkan hati.  Aku tau, aku tak punya cukup uang untuk melakukan kemoterapi, pun kalau bisa kulakukan, pada siapa akan kutitipkan anak-anak?  Aku tak mungkin merepotkan tetangga, kedua orang tuaku telah menyatakan tak bisa mengunjungi kami. Aku seperti pohon toge yang tidak mendapatkan air, lunglai.
Sempat aku bertanya dalam hatiku, mengapa semua ini terjadi? Kusadari aku memang wanita yang suka sekali jajan di pinggir jalan dan kaki lima.  Aku suka sekali sate dan aneka menu bakar dan panggang,tak suka makan sayur, aku juga suka makanan kemasan ber-MSG saat itu untuk cemilanku saat menulis.  Terlalu banyak hal yang bisa menjadi pemicu sakit ini.  Aku hanya bisa berpasrah saat itu dan berdoa. Kulakukan ikhtiar yang aku bisa.  Andai saat itu aku mengenal in Harmony Clinic mungkin aku takkan larut dalam duka berkepanjangan.
Kurasakan betul betapa tak enak sakit itu.  Bayang-bayang kematian menghantui hari demi hari sampai akhirnya pengobatan ku berhasil.  Sejak itu aku bertekad takkan abai pada kesehatan. Pencegahan harus kulakukan agar hal ini tidak menimpa orang lain terutama anak-anak dan suami. Sejak itu aku ketat sekali mengatur menu untuk anak dan suami.  Sayur dan buah-buahan adalah menu wajib yang harus dikonsumsi.  MSG dan pengawet merupakan bahan terlarang di dapur kami.  Aku dan suami mulai mengurangi menu bakar dan panggang, menjauhi zat kimia berbahaya dari anak-anak.  Tak jarang aku melakukan penyuluhan kanker di sekolah anak-anakku. 
Ada 6 hal yang kulakukan untuk pencegahan penyakit ini, sesuai anjuran dinas kesehatan yaitu CERDIK.


Gambar Milik Departemen Kesehatan

Mari kita tekan jumlah penderita kanker dengan melakukan tindakan-tindakan pencegahan.  Sayangi diri dan keluarga anda.  Berilah mereka asupan yang bergizi dan tak perlu  sungkan untuk selalu melakukan pemeriksaan rutin.  Khusus untuk wanita usahakan rutin melakukan pemeriksaan SADARI dan PapSmear


Tidak ada komentar:

Total Absen

Pengikut