Selasa, 29 September 2015

BLOG TOUR DAN GIVE AWAY BUKU "It's Me"




BLOG TOUR
It’s Me
SUPERBRAND DIRI UNTUK JADI BEDA


Penulis             : Dya Loretta, SE., M.Ikom
Jumlah Hal      : 96 halaman
Penerbit           : Lintas Kata


            Beberapa waktu yang lalu saya ditawari oleh mba Dya Loreta untuk menjadi satu di antara sekian pembaca pertama calon bukunya.  Terus terang di tengah kesibukan saya sebagai mompreneur akhir- akhir ini berdampak terhadap menurunnya intensitas aktivitas saya dalam membaca.  Saat disodorkan  judulnya, saya penasaran ingin mengetahui lebih jauh tentang isi dari buku tersebut.
             Dya Loretta cukup jeli dalam menangkap ide yang menjadi tema utama buku ini.  Sebab tema ini merupakan topik yang kini sedang   menjadi buah bibir di kalangan pelaku bisnis maupun profesi lainnya.  Wanita yang berprofesi sebagai dosen dan penggiat komunitas ini mampu menyajikan tema personal branding dengan lebih eye catching.
 Profil Penulis

            Awalnya saya memiliki gambaran bahwa buku ini sejenis dengan buku pengetahuan populer lainnya yang sarat informasi, tebal dan menggunakan bahasa ilmiah ( bagi sebagian orang buku model ini menjadi sangat membosankan).  Ternyata saya salah saudara-saudara!  Tahukah anda bahwa buku ini telah merubah niat saya dari  yang awalnya hanya akan membaca garis besarnya saja, menjadi tertarik tuk membaca tuntas.  Mengapa demikian?
            Buku It’s Me, merupakan  buku yang memiliki tampilan yang berbeda, tidak monoton, sarat pengetahuan dan dihiasi dengan ilustrasi yang menarik yang membuat pembaca tak pernah bosan untuk membuka halaman demi halaman.  Buku yang mengupas habis tentang personal branding ini tidak hanya bercerita tentang teori, namun juga menyajikan tips-tips menarik untuk membuat diri tampil beda.









 Langkah membangun personal branding

            Apa sih sebenarnya personal branding?
            Dya Loreta dalam bukunya menjelaskan bahwa secara teori personal branding adalah, diri pribadi dengan segala kekuatan yang dimiliki diri dan memiliki nilai bagi diri sendiri dan tersampaikan dalam bentuk kegiatan, sehingga mampu meraih hati  para khalayak dengan harapan mendapatkan nilai, citra, dan pengakuan dari masyarakat luas.

            Seberapa penting personal branding bagi seorang penikmat dan peramu makanan seperti saya?
            Beberapa bulan terakhir saya memang menggiatkan personal branding saya sebagai salah satu upaya untuk meraih kepercayaan konsumen dan publik pada umumnya.  Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena personal branding memiliki peranan besar dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh konsumen terhadap produk dan jasa yang saya tawarkan.  Membangun personal branding yang positif akan meningkatkan daya tarik dan daya jual dari sebuah produk (dalam hal ini adalah produk dan jasa yang ditawarkan oleh Dapur Sehat Bunda, dimana saya bertindak sebagai owner di dalamnya).  Sebab seperti yang diulas oleh Dya Loretta di halaman 28, “ Produk tanpa merek adalah hanya sebuah bentuk fisik yang meskipun mempunyai kelebihannya sendiri, tidak akan dapat memberikan nilai tambah bagi dirinya sendiri.  Merek lah yang memberikan value benefit bagi dirinya sendiri lewat serangkaian kegiatan branding”.
 Produk ini alasan saya membangun Personal branding
            Sejak saya mulai membangun personal branding yang positif, berbagai tawaran kerjasama banyak berdatangan, aura positif  tidak hanya mempengaruhi diri saya melainkan juga lingkungan saya dan komunitas di mana saya ada.  Semakin banyak orang yang termotivasi dan menjadi terinspirasi untuk maju dan bangkit.  Sebagai peramu masakan, personal branding yang saya bangun dapat menumbuhkan rasa percaya diri  saya dalam menampilkan kreasi-kreasi menu terbaru dan melebarkan sayap bisnis kuliner lebih jauh lagi. Hal ini merupakan salah satu manfaat psikologis dan aplikatif dari  personal branding seperti yang diulas buku #It’sMe di halaman 32 tentang manfaat personal branding.
            Dalam buku ini juga dikatakan bahwa untuk membangun personal branding yang positif, kita harus mencari dan menemukan ataupun menumbuhkan self uniqueness ( keunikan diri).  Untuk itu diperlukan knowledge, skill dan capability dari sesuatu yang umum menjadi kekhususan.  Selain itu, buku setebal 96 halaman ini juga mengupas tentang “How to Be Interesting”
            Seperti yang dikatakan Jessica Hagy bahwa tidak ada orang yang normal, setiap orang memiliki keanehan khusus dan keunikan. Nah salah satu cara untuk jadi menarik dan berbeda menurut Jessica Hagy dalam buku It’s Me adalah “Ubahlah gaya anda”.  Menjadi menarik tidaklah harus memiliki wajah yang cantik ataupun tubuh yang seksi dan ramping bak gitar spanyol.  Menjadi menarik adalah bila anda mampu menjadikan segala yang ada di diri anda menjadi sesuatu yang memiliki value.  Contohnya adalah Ririe Bogar, anda tentu pernah mendengarnya.  Wanita yang merupakan founder komunitas extra- Large ini telah menjadi inspirasi bagi wanita lain yang mungkin selama ini merasa minder dengan postur tubuh mereka yang besar.  Beliau telah menunjukkan bahwa menjadi cantik dan menarik tidak harus kurus, sebab kecantikan dapat ditampilkan dengan menunjukkan apa adanya diri.
            Wah..jadi penasaran kan? Pasti kalian juga ingin jadi menarik.  Makanya pantengin terus tanggal launching buku keren ini, sebab banyak ilmu bermanfaat yang akan membantu anda membangun personal branding.  Yuk, diburu bukunya dan catat tanggal mainnya 3 Oktober 2015.
            Oh iya, ada #giveAway berhadiah satu buah buku It’s Me dari lintas kata, caranya
  1. Bagi teman teman yang memiliki twitter bisa follow twitter @itsme_book dan @rahayu_sp
  2. Upload foto sampul it’s Me Book pada twitter dan ketik jawaban dari pertanyaan ini,” apa yang melatar belakangi terbentuknya komunitas Extra-large yang digawangi Ririe Bogar?”  Gunakan hastag #itsmebook#giveawayimb dan ajak tiga orang temanmu untuk ikutan.
  3. Periode lomba akan berlangsung hingga 6 Oktober 2015

           

Tidak ada komentar:

Total Absen

Pengikut