Kamis, 11 Desember 2014

Ketika Kamu Diam

"Bete!!!!" 
Keisya tampak jengkel sekali hari itu, dibukanya pintu dengan kasar dan melempar tasnya ke atas kasur.  Bik Wien hanya bisa menghela nafas panjang melihat gadis muda yang diasuhnya ngomel tanpa ada juntrungan.

"Napa sih, Neng? Pulang  kok langsung marah-marah gitu?  coba lihat.kan jadi jelek wajahnya" goda wanita paruh baya itu.  Keisya memang anak majikannya, tapi bik  Sinta menyayanginya seperti saudaranya sendiri.

"Bibik tau ngga?  Masa Juna tiba - tiba nyuekin aku.  Padahal aku ngga punya salah apa-apa! Kenapa sih tuh orang?" .  Juna adalah sahabat Keisya, tepatnya sahabat pena.  Keisya menganggap Juna sudah seperti kakak baginya. Maklumlah dia adalah anak tunggal di rumah itu.  Setiap hari ada saja yang dia ceritakan pada Arjuna.  Tapi beberapa bulan ini terjadi perubahan yang sangat mencolok.  Tanpa sebab dan alasan yang jelas tiba- tiba Arjuna tak lagi mau bicara dengannya.  Kalaupun keisya cerita panjang kali lebar... balasannya hanyalah emot-emot saja yang membuat Keisya menjadi semakin bertanya-tanya dan jengkel.

Mungkin apa yang dialami Keisya pernah juga kita alami.  Memang rasanya menjengkelkan sekali saat tiba-tiba sahabat kita diam dan menjauh, padahal persahabatan adalah hubungan silahturahmi yang cukup kuat dan saling memahami satu sama lain.  Saya pribadi pernah mengalami hal itu dan rasanya seperti ingin teriak saja.

Ketika kamu Diam, apa yang dipikirkan sahabatmu?
1. Diam tanpa alasan menimbulkan prasangka buruk
2. Diam secara tiba-tiba memunculkan sejuta tanya di hati
3. Membuat hati dan pikiran orang yang kamu diamkan menjadi bete
4.Sedih itu pasti.  Bisa jadi diammu membuatnya menjadi tak bersemangat sehingga melewatkan waktu sia sia demi mencari tau penyebabnya
5. Diam atau mendiamkan seseorang tentulah tidak bijak

Bila kamu merasa ada sesuatu yang tidak kamu sukai pada sahabatmu, lebih baik kamu utarakan...karena sebagai sahabat tentu kalian saling mengenal dan saling memahami bagaimana tipikal masing-masing.  Pecahkan setiap masalah dengan terbuka dengan begitu takkan ada yang disakiti hatinya

Tidak ada komentar:

Total Absen

Pengikut