Senin, 24 September 2012

DEMI SEBUAH IMPIAN

         
 
          Sebal rasanya melihat anakku selalu menjadi bulan-bulanan teman-temannya, pulang dengan tubuh yang kotor dan kesakitan, sampai kapan?  Tidak!  Kupikir hal ini tidak bisa dibuat berlarut-larut, aku harus mulai menumbuhkan keberanian pada diri anakku untuk menjaga dirinya sendiri tentunya sebagai salah satu usaha pertahanan diri.

           Aku mencoba berpikir keras, menggali informasi ilmu beladiri yang aman bagi anakku yang terlihat lemah.  Setiap informasi tentang berbagai ilmu beladiri kukumpulkan, mulai silat, taekwondo, karate dan Wushu.  Setelah melalui berbagai pertimbangan waktu, biaya, lokasi dan keamanan, aku menjatuhkan pilihanku pada olahraga wushu.  Sebuah seni beladiri dari daratan China yang menitikberatkan pada keindahan dan kelenturan gerakan serta kecepatan dan teknik bermain tongkat dan pedang. 

         Aku merasa beladiri ini cukup aman buat anakku, dan suatu ilmu beladiri yang mengutamakan pada gerakan pertahanan dan kuncian bukan menyerang.  Sesi demi sesi latihan kudampingi, kupelajari setiap gerakan yang diajarkan sang Suhu.  Demi melihat anakku tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan tahan banting.

         Masa depan anakku adalah sebuah impian bagiku, karenanya aku akan memperjuangkannya dengan sepenuh hati, apapun usaha yang harus kujalani untuk membuat langkahnya menjadi mudah akan kulakukan.  Salah satunya adalah dengan menjadi partner latihan di rumah.  Bisa dibayangkan bagaimana tubuh wanita berusia 36 sepertiku harus melakukan gerakan split dan kayang, melakukan gerakan-gerakan dasar yang kian hari kian cepat dan membutuhkan kelenturan.  Memukul, menendang dan berlari.

         Yah, kusadari tubuh ini tidaklah muda lagi, aku harus cukup hati-hati dalam melakukan gerakan,  Salah sedikit saja bisa-bisa tulangku bergelotakan. Beginilah tekadku untuk mewujudkan impianku, demi anakku, buah hatiku tersayang, akan ku jalani setiap kesempatan tuk bisa mendidikmu, membekalimu dengan ilmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Absen

Pengikut