Jumat, 15 Desember 2017

Tips Cerdas Tangani Demam Pada Anak

Tak satu ibupun ingin anaknya sakit, termasuk saya.  Namun tatkala Allah berkehendak lain, sanggupkah kita menolak?  Ataukah kita akan marah atas garis takdir yang kita miliki? 

Marah dan menolak takdir bukanlah tindakan bijak, sebab siapa tau itu hanyalah ujian agar kita lebih kuat, kreatif dan ikhlas.  Bagaimana kita bisa belajar tangguh kalau hidup kita mulus bagai jalan tol?  Mungkin kita takkan pernah bisa memecahkan masalah karena kita tidak pernah berhadapan dengan masalah.  Inilah sebab mengapa saat ini saya lebih suka berdamai dengan keadaan.  Saya percaya apa yang Allah gariskan kepada keluarga kami adalah bentuk kasih sayang Allah pada kami, termasuk dengan diberikannya amanah seorang bocah yang sangat special.



Saat pertama harus menghadapi kenyataan bahwa putra kedua kami memiliki hipersensitivitas tinggi dan harus menghabiskan masa kecilnya di bangsal anak, kami begitu terpukul.  Kami seperti hilang akal mendapati demam yang tak kunjung turun hingga berbulan-bulan.  Kami begitu panik dan hampir stress dibuatnya.  Segala usaha kami lakukan untuk membuat putra kedua kami sehat, mulai cara medis hingga cara yang tidak masuk akal (minum rendaman air bertuliskan huruf arab gundul).  Suhu tubuhnya mencapai 42 derajat celcius.  Matanya tampak berair terus dengan wajah merah seperti kepiting rebus.  Sementara jari, kaki dan telinganya sedingin es.  Tubuh mungilnya tampak lemah lunglai meski tak ada tangis yang keluar.
Keluar masuk rumah sakit bukan lagi hal besar untuk kami.  Bahkan rumah sakit seperti rumah kedua bagi kami. Uh..uh..kebayangkan betapa rempong dan paniknya kami?  Kami berontak, marah pada nasib..namun semua itu tak mampu memberi kesembuhan.  Akhirnya kami hanya bisa pasrah dan ikhlas.  Kami hanya melakukan ikhtiar untuk kesembuhan buah hati kami.

Ternyata ikhlas justru membuat kami lebih bijak dan lebih siap menghadapi apapun yang Allah tetapkan atas kami.  Kami belajar ikhlas dari bocah kecil yang tak pernah menangis pun rewel menghadapi sakitnya.  Dia tersenyum, dia memotivasi ayah bundanya agar terus semangat dan yakin akan kekuatannya.  Hmm..jika bocah kecil saja mampu, kenapa kita yang dewasa mudah putus asa?

Dari situ kami akhirnya belajar.  Menikmati setiap proses, mencari tau bagaimana cerdas tangani demam pada anak.  Ada berbagai metode menurunkan panas tubuh pada anak menurut dokter salah satunya adalah dengan menempelkan tubuh bayi dengan tubuh sang Ibu., namun yang terpenting perhatikan beberapa tips berikut:
  1.  Hindari panik.  Panik hanya akan membuat pikiran kita terlalu pendek.  Slow saja sambil memeriksa bagian tubuhnya dengan seksama
  2.  Siapkan kompres.  Kompres air biasa efektif untuk meredakan panas sementara.  Lakukan terus untuk menjaga agar suhu tubuh stabil
  3. Siapkan obat penurun panas yang sesuai dengan usianya.  Untuk anak-anak Tempra Syrup  adalah pilihan terbaik.  Rasanya yang manis dengan aneka rasa buah yang disukai oleh anak, selain itu produk ini juga aman di lambung, dengan dosis tepat .  Penurun panas Tempra tidak perlu dikocok, larut 100%.  Berikan pada anak yang panas dengan interval pemberian setiap 4 jam
  4. Peluk tubuhnya dengan penuh kasih.  Langkah ini secara tidak langsung mampu mentransfer panas di tubuh anak ke tubuh kita.  Bukan itu saja, pelukan juga bisa semakin mendekatkan anak dengan ibu.  Kedekatan yang mungkin jarang kita jalin.
  5. Berikan air putih sesering mungkin untuk mencegah anak kekurangan cairan (dehidrasi)
  6. Bawa anak ke klinik terdekat bila panas tak kunjung turun setelah 3 hari, agar bisa diperiksa penyebabnya dengan tes darah.
  7. Bila anak punya riwayat kejang, jangan tunda memberi obat panas saat suhu tubuhnya mencapai 38 derajat celcius.

Semoga tips ini dapat memberi manfaat buat para bunda dalam menangani demam.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra

9 komentar:

  1. cepat sehat ya Bang Fian, biar bisa beraktivitas kembali seperti biasa

    BalasHapus
  2. Yes, hal pertama banget yang harus dilakukan saat anak demam adalah "Jangan Panik", supaya kita bisa berpikir jernih dan cari pertolongan pertama buat si kecil.
    Trims tipsnya ya mbak

    BalasHapus
  3. Terima kasih tipsnya mbak, saya juga pakai Tempra kalau anak saya demam, cepat redanya

    BalasHapus
  4. Terus sekarang anaknya udah sehat kembali kan bun? Maksdnya gak sakit2 lagi.. Semiga sehat2 selalu ya bunda vian..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..aamiin. Alhamdulillah semoga saja.makasi doanya ya mba

      Hapus
  5. Semoga duo F sehat selalu ya mbak. Eh bunda dan adiknya juga harus selalu sehat

    BalasHapus
  6. Kasian banget kalau anak yang sakit ya, mbak. Tempra manjur untuk anaknya mbak? Panasnya bisa segera turun kah?

    BalasHapus

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

Total Absen

Pengikut