Selasa, 18 April 2017

Berwisata Kuliner Ala Best Western OJ

Best Western OJ bekerjasama dengan Best Western Papilio baru saja menyelenggarakan sebuah Culinary Tour.  Acara yang di helad tanggal 11 April hingga 13 April 2017, mengambil start di kota Malang Jawa Timur.  Pada kesempatan ini, Best Western Indo yang berpusat Jakarta mengajak beberapa blogger dari Jakarta, Malang dan Surabaya untuk berkeliling Malang dan menikmati aneka kuliner andalan di kota Bunga ini.

Diawali sebuah perkenalan singkat yang penuh kehangatan, kami disambut dengan segelas minuman dingin yang disajikan dengan cantik.  Inilah dia minuman istimewa ala Best Western OJ, "Seger Sumiah".


Sumiah ini sendiri memiliki arti "senang".  Jadi seger sumiah bisa diartikan minuman segar yang membuat hati kita senang.

Usai berkenalan dengan team management Best Western, para peserta diajak untuk menikmati aneka suguhan istimewa  made in BW OJ.  Bersama mba Bella dari Best Western Indonesia, Bapak Anzar Maulana selaku General Manager BW OJ dan beberapa team marketing dari masing masing hotel acara lunch pun berlangsung penuh kekeluargaan.

Para Peserta Hotel Tour



Aneka menu yang terhidang menjadi sebuah sajian istimewa di siang itu.  Udara siang hari yang panas terobati dengan semangkuk es buah yang segar. puding dan aneka jus yang menggoda.  Siang itu kami tak melewatkan satu hidangan pun meski hanya icip seujung sendok, yang penting bisa mendeskripsikan rasanya.  Sekalian isi bahan bakar sebelum menjelajah Museum Angkut Batu.  Rencananya dari museum angkut kami akan melanjutkan perjalanan ke Pos Ketan Legenda.

Apes, hari itu aku terlalu banyak tertawa dengan guyonan Bang Burhanudin Abe, seorang blogger hitz dari Jakarta.  Blogger yang memiliki wajah komersil ala ala artis hollywood itu sukses membuatku terpingkal, sampai aku lupa membawa tas yang berisi dompet saktiku.

Alhasil aku berangkat ke Museum Angkut tanpa memegang uang satu rupiahpun, oh nasib!
Tapi keramahan team marketing Best Western terutama si mas Ganteng Rio, sukses membuatku lupa pada dompet kesayanganku dan dahaga yang menyerang.  Perjalanan menjelajah salah satu destinasi wisata beken di kota Batu ini pun berjalan lancar.


Seluruh peserta tampak menikmati setiap sudut museum sambil berselfie dan wefie ria.  Aneka transportasi kuno mulai kereta kuda, sepeda kuno hingga mobil mewah dan pesawat terbang  berdiri dengan gagahnya.

 Gadis Penjual Bunga

 Jangan sedih ya..




Bukan itu saja, museum ini sangat lengkap. berbagai miniatur kota di luar negeri ada disini.  Hollywood, las vegas bahkan miniatur kota Paris pun bisa anda jumpai.  Tak bisa dibayangkan, berapa aset tempat ini.  Tak heran bila tiket masuknya pun menggila. Satu kepala dikenakan tiket Rp. 70.000,- di weekday dan Rp.100.000,- di weekend.  Namun harga itu memang cukup pantas untuk sebuah perjalanan yang mengesankan.

Pasar Terapung

Salah satu yang menarik dari museum angkut ini adalah Pasar Terapung.  Di area ini pengunjung dapat menjumpai aneka oleh -oleh dan berbagai  kuliner dari seluruh nusantara.  Mulai gudeg hingga pempek dan sate madura semua lengkap.  Bukan itu saja, tak jauh dari pasar terapung ada sebuah museum topeng yang memajang berbagai macam topeng dan pernak pernik budaya.  Perjalanan kali ini memang benar - benar berbeda meski ini bukan kunjungan pertama ku ke Museum Angkut.  Lokasinya yang sangat luas dan obyeknya yang banyak membuat waktu terasa begitu cepat berlalu, sementara belum seluruh areal lokasi terjelajah.  Namun karena kami masih punya beberapa agenda jelajah kuliner, petualangan seru di tempat ini harus segera kami akhiri.  Perjalanan kami lanjutkan ke Pos Ketan Legenda.


Pesona Wisata Kuliner Malam

Spot kuliner ini cukup hitz di kalangan penikmat kuliner.  Di sini berbagai jenis sajian ketan bisa anda request. Mulai ketan bubuk original hingga aneka ketan rasa rasa dan ceker pedas yang maknyus siap menggoyang lidah para penikmatnya.

Ceker Pedassss

Kami memesan aneka menu yang berbeda, tentunya ceker pedas menjadi salah satu menu favorit kami malam itu.  Kalau menurutku rasanya lumayan sih.   So..so lah seperti rasa ceker.  Tapi terus terang cekernya mumut  alias lumer lembut. Menu ketannya juga nothing special.  Saus duriannya kurang kuat.  Nah yang ngga bisa dikomentari adalah ketan legendanya...hohoho..

Ketan Pancake durian Susu Vla

Saya  justru tertarik dengan namanya Pos Ketan Legenda.  Ternyata pemilihan nama ini sangat simple yaitu dari kata warung yang menjual ketan di mana salah satunya ada ketan yang melegenda (jadul) yaitu ketan bubuk.  Jangan salah ucap..bubuk bukan bobok.
Ketan Bubuk

Nah bagi penikmat makanan jadul tentu tempat ini seperti golden memories, mengingatkan kita pada masa kita muda.. (ceilaaa..sekarang juga masih muda neng).  Di sini kita bisa menikmati aneka wedang rempah, salah satunya adalah wedang uwuh (uwuh dalam bahasa jawa artinya sampah. ).  Dinamakan wedang uwuh karena disajikan lengkap dengan aneka rempah yang membuat penampilannya seperti "resek" atau kotor penuh ampas.  Tapi meski tampilannya rusuh, rasanya joss.

Tentu santapan malam ini membuat tubuh sedikit hangat dan kami bisa melanjutkan petualangan kuliner selanjutnya bersama Bapak Anzar Maulana di sky room.

Santap Special Di Keremangan Sky Room

 Bersama Managemen Best Western

Ihiiir.. akhirnya bisa juga menatap bulan bintang.  Tau ngga sky room? Pasti belum tau kan? Jangan kuno ah!  Makanya sesekali mainlah sama kekasih ke sky room BW OJ.  Tempatnya romantis banget.  Ala ala anak muda yang lagi dimabuk cinta. Kamu bisa menyantap aneka kuliner lezat di restoran kece ini.

Sky room adalah nama salah satu restoran milik Best Western OJ.  Letaknya di lantai 12.  Pemandangannya asiik banget, terutama di saat petang dan malam hari.   Kebetulan kemarin kami menikmati dinner dari atas sky room.  




Pemandangan malam di sky room saat itu, membawa saya pada kenangan puluhan tahun silam di ketinggian Bukit Panderman.  Rasanya begitu syahdu. Ah,.. kerinduanku pada malam dan kerlip bintang rasanya terbayar.  Kerlip lampu perkotaan, pendar bintang di langit, benar -benar  membuat ku berkelana jauh.  Lamunan itu akhirnya pecah saat sebuah lagu dinyanyikan oleh pengisi acara.



Malam itu, ditemani iringan musik, saya menikmati semangkuk tomyam.  Hmmm suegerr rek kalau kata orang Malang.  Gimana ngga seger setelah setengah hari ngukur museum angkot dan kena AC di jalan, trus disuguhin soup tomyam yang nikmat ala BW OJ.  Asli nikmat.  Setelah itu lanjut ikutan atraksi membuat mie Lamien bersama mas Chef yang manis.

                     Belajar Membuat Lamien
                     (Foto milik Yuniari Nukti)

Unik juga loh cara membuatnya.  Tepung terigu, telur dan air dicampur jadi satu lalu diuleni.  setelah itu siap dibentuk dengan teknik banting, gulung, dan putar tarik sampai menjadi lembaran mie.  Nah yang paling sulit itu proses menarik dan putar. adonannya rentan putus. jadi kita membutuhkan bantuan tepung untuk memisahkan lembar adonan sehingga bisa menjadi lembaran mie.  Kita juga butuh minyak, fungsinya agar adonan tidak lengket di tangan.  

Hmm jika semua wanita bisa bikin lamien, itu penjual gilingan mie ngga laku kayanya deh hehehe.  Nah, abis bikin lamien kita cobain deh .. sayangnya hari sudah larut malam dan saya harus segera pulang untuk persiapan perjalanan esok hari.  

4 komentar:

Sandi Iswahyudi mengatakan...

cakep, skyroom buat foto2 malam uhuy, sambil ngopi2 santai.

Nurul Rahmawati mengatakan...

wohoo, ikut acara ini adalah extraordinary experience buat saya.
Tengkyuuu sharingnya mbaa
--bukanbocahbiasa(dot)com--

sri rahayu mengatakan...

iya mba. selalu berkesan

sri rahayu mengatakan...

yuk ngopi santai sama om Assaifi

Total Absen

Pengikut