Selasa, 07 Juni 2016

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Melanda Gatot Subroto, Jamaah Al Furqon Tak Bergeming Dari Shoff nya

Malam ini adalah tarawih ke dua di hari pertama Ramadhan, sama seperti kemarin kami sekeluarga memutuskan untuk sholat tarawih di Masjid Al Furqon, Gatot Subroto Barat depan swalayan bangunan Mitra 10.  Magrib tadi suasana cerah, hawanya pun cukup gerah.  Tak satupun mengira akan turun hujan deras yang disertai angin kencang.  Jamaah Pria sholat di bangunan utama, sedangkan jamaah wanita di halaman masjid yang sudah di beri canopy dan karpet tebal.

Di awali dengan sholat Isya berjamaah, semua jamaah tampak tertib dan tenang sampai memasuki waktu untuk sholat taraweh. Pada saat rakaat kedua berjalan, tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras, dan tak berapa lama angin kencangpun ikut mewarnai malam gelap dan membuat bulir-bulir air hujan berhamburan ke segala penjuru.  Tak ada yang berubah.  Semua jamaah tetap tenang dalam barisannya.

Ketika imam mengucap salam kedua, jamaah wanita saling berpandangan dengan sebagian mukena yang basah diterpa hujan, wajah mereka sejenak terlihat bingung.  Hujan pun berhenti, namun tiba-tiba dalam sekejap hujan datang kembali seolah ingin menghamburkan semua yang ada.  Hamparan karpet sudah mulai basah terkena hujan, pohon-pohon meliuk-liuk.  Lampu di atas kepalaku berayun kencang tertiup angin yang seperti badai.

Malam itu air hujan terberai seperti butir-butir  salju berwarna bening, menghambur kemana-mana tertiup angin.  Hatiku sempat berpikir, seandainya atap-atap ini terbang terbawa angin... sungguh kejadian ini menunjukkan betapa kita hanyalah manusia yang tak berdaya.  Betapa kuasa Allah itu sangat nyata, dan hanya dalam sekedipan mata bila Dia mengijinkan, maka kami yang berada di situ bisa saja tercerai berai dan hancur.

Allahu Akbar...Allahu Akbar..Allahu Akbar Walilla ilham

Malam itu kusaksikan, betapa jamaah begitu pasrah pada suratan-Nya.  Tak tampak rasa takut yang bisa membuat mereka kocar kacir dari barisannya.  Hujan dan angin tak mampu goyahkan semangat mereka untuk terus melanjutkan ibadah sholat tarawih.  Meski berbasah-basah, para jamaah tetap melanjutkan sholat sampai witir selesai. Masya Allah... pemandangan ini membuat mataku menangis haru dan juga malu. Meski rasa khawatir sempat terbersit kala itu, bilakah akan terjadi bencana menimpa kami, tapi melihat semangat mereka aku pun pasrah pada suratanku," Kun fayakun!" bila Allah berkehendak maka tak satu manusiapun bisa mencegah, dan aku bukanlah pemilik hidup dan tubuh ini,  aku berpasrah padaMu.. wahai zat pemilik hidup!
Sambil meneguhkan niat, aku pun kembali melanjutkan sholat hingga usai.

Tidak ada komentar:

Total Absen

Pengikut