Kamis, 02 Juni 2016

Ade Anita, Disleksia Bukan Harga Mati!

Menuliskan profil seseorang itu sungguh menantang.  Saya membutuhkan satu kemampuan memilah dan menyatukan info yang ada untuk menghasilkan untaian kalimat yang menarik.  Tentu buat blogger pemula seperti saya hal ini tidak mudah. Ada proses membaca yang harus saya lakukan tentang sosok tamu ini. Kali ini tamu istimewa kita adalah sosok ibu cantik yang humble, jail tapi ngangeni.

Eng..ing..eng...
siapa dia ya? Ok, mari kita buka kartunya...eh buka blognya.


Namanya Ade Anita, wanita kelahiran 1970.  Ibu dari 3 orang anak yang mulai beranjak dewasa (aslinya 6 anak). Saya berkenalan dengan wanita yang sarat prestasi menulis ini melalui sebuah group WA yang beranggotakan para blogger. Orangnya lucu, ramah dan tidak pelit ilmu.  Ada saja kisahnya yang kadang membuat kami ngakak kepingkel.  Mungkin andai mba Ade mau ikut Stand up Comedy bisa jadi  pemenang.

Kalau saya melihat sosok mba Ade ini sebagai wanita yang jail abis.  Bayangkan aja... masa ada wanita yang komat-kamitin brosur yang didapat dari SPG rumah di mall?  Ceritanya...Mba Ade bersama suami dan anak-anaknya suatu hari berjalan-jalan ke mall, lalu datanglah seorang SPG menawarkan apartemen dan memberikan brosur sambil menjelaskan.
"Bu...kami mau menawarkan apartemen baru..."
"Hmm... nggadeh mba" jawab Mba Ade.
"Ngga papa Bu, ini brosurnya.  Dibaca-baca aja dulu Bu, siapa tau tertarik!"
Tapi apa yang dilakukan mba Ade saat itu sungguh membuat si SPG terbengong-bengong,  dia komat-kamit seolah membaca mantra pada brosur yang dipegangnya kemudian dikembalikan kepada SPG nya kembali.  Hahaha... tentu saja menuai protes anak-anaknya yang langsung menarik tangan sang ayah untuk menjauhi sang Bunda dan berlaku seolah tak mengenal.

Mba Ade..mba Ade, ada-ada aja ya? Itu hanyalah satu dari sekian kejailannya.  Masih banyak kejailan-kejailan serta kelucuan yang terjadi karena ulahnya yang kadang mengundang protes buah hatinya yang sudah beranjak besar. Mungkin justru ini yang membuat anak-anak selalu merindukan sang Ibu.  Wanita yang tidak suka kelihatan tua ini memang awet muda karena hobi melucunya.  Dia seperti anak kecil yang terperangkap dalam tubuh wanita dewasa.  Meski usianya sudah 40 tahun lebih mba Ade masih suka sama artis-artis korea seperti anak ABG loh.

Sebenarnya bakat ngelawak dari mana sih Mba Ade?
Mba Ade dibesarkan oleh keluarga yang memiliki selera humor.  Kedekatan dengan kedua orang tua membuat Ade kecil tumbuh menjadi sosok yang riang.  Meskipun di balik itu ternyata Ade kecil mengalami masalah yang cukup serius.

Disleksia Bukan Harga Mati!

Ya, mba Ade didiagnosa menderita disleksia.  Awalnya kedua orangtuanya tak pernah mengetahui kondisi mba Ade.  Tapi setelah duduk di bangku sekolah Mba Ade terlihat kesulitan dalam mengikuti pelajaran berhitung, membaca dan menulis, sampai akhirnya dia harus mengikuti les tambahan untuk membantunya belajar.  Namun betapa sedihnya orangtua mba Ade saat sang guru kelas menyampaikan sarannya untuk menyekolahkan mba Ade di Sekolah Luar Biasa, alasannya Mba Ade ngga bisa mengikuti pelajaran.
Akhirnya kedua orang tua Mba Ade mencoba mencari solusi dengan konsul ke seorang Psikolog dan diketahui bahwa mba Ade menderita Disleksia.
Mendengar kata disleksia tentu pikiran kita akan langsung tertuju pada anak ABK (Anak Kebutuhan Khusus) dan itu pun yang mungkin terpikir saat itu, terlebih Mba Ade tidak bisa membedakan mana kiri mana kanan.  Akhirnya untuk mencari solusinya  Mba Ade dipakaikan gelang dan cincin di tangan kanannya agar dia tau bahwa itu adalah kanan.

Lalu bagaimana dengan prestasi belajar di sekolah?
Anak-anak disleksia memang cenderung jatuh akademisnya, tapi mba Ade mensiasati kekurangannya dengan belajar lebih keras dibandingkan anak normal.   Dia selalu menuliskan ulang semua pelajaran yang di dapat di sekolah saat sampai di rumah, kemudian membuat pertanyaan/soal yang harus ia jawab sendiri. Setelah itu baru ia bisa bermain seperti anak lainnya. Penderita disleksia umumnya mudah sekali lupa, begitu pula dengan mba Ade, tapi ketekunannya berbuah manis hingga ia bisa menyelesaikan kuliahnya dengan baik dan karena kebiasaannya menulis ulang pelajarannya mba Ade menjadi begitu mencintai dunia menulis dan menjadi seorang penulis sarat prestasi.  Wanita yang bisa membuktikan bahwa disleksia bukan harga mati ini telah memiliki dua novel solo islami, ratusan artikel di www.kafemuslimah.com, puluhan buku antologi dan dua buah buku duet.  Wanita yang mengawali kegiatan blognya dengan tujuan mengabadikan foto-fotonya serta tulisannya ini telah berkali-kali memenangkan lomba blog, dan kuis.


Nah ibu-ibu dengan anak disleksia... kita harus belajar pada sosok mba Ade ini, ambil hikmah dari setiap kejadian dan sikapi dengan baik.  Seperti apapun kondisi anak kita pasti ada jalan keluar bila kita mau berusaha dan berpikir jernih.  Setiap anak pasti memiliki masa depannya sendiri.  Baik atau buruk tergantung bagaimana orangtua mendidik dan membimbingnya.

Terima kasih Mba Ade sudah menjadi inspirasiku pagi ini... Buat yang ingin mengenal lebih jauh sosok ini yuk kita kepoin semua akun media sosialnya
https://www.facebook.com/ade.anita.5?fref=ts
Twitter : @ADEANITA4
Instagram : @ADEANITA4
Email: ADEANITA4@Yahoo.co.id


Tidak ada komentar:

Total Absen

Pengikut