Kamis, 26 Mei 2016

Filosofi dan Sejarah Sebutir Onde - Onde

Kisah Di Balik Sebutir Onde- Onde


Onde-onde dikenal hampir seluruh masyarakat Indonesia sebagai salah satu kue tradisional yang cukup favorit.  Kue berbentuk bulat dengan butir-butir biji wijen yang melekat ini terbuat dari tepung ketan dan terigu.  Isiannya adalah kacang hijau yang dihaluskan dan dimasak dengan santan dan gula hingga mengental.  Jajanan ini dapat dengan mudah kita jumpai di pasar traditional, toko kue, dan bahkan dijajakan di jalan-jalan.  Rasanya yang kenyal dan nikmat membuat jajanan ini begitu disukai oleh berbagai kalangan usia.  Tidak hanya anak-anak, bahkan yang berusia lanjutpun dapat menikmatinya karena teksturnya yang lunak sedikit kenyal.  Tapi benarkah menu ini berasal dari Indonesia, atau tepatnya Mojokerto?

Rasa penasaran mendorong saya untuk menyelidiki lebih jauh tentang asal-usul kue bertabur wijen ini. Setelah berselancar di dunia maya, ternyata tidak terlalu banyak informasi yang saya dapatkan berkaitan sejarahnya.  Lewat apa yang saya baca, ternyata onde-onde pertama kali dibuat di masa kekuasaan Dinasti Zhou, yaitu sekitar 1045 – 256 SM. 

Wow! Salah dong tebakan kita selama ini. Ternyata kue ini bukan kue asli Indonesia loh.  Konon kue ini dibuat untuk disajikan pada para tukang kayu dan tukang batu yang saat itu sedang membangun istana kekaisaran. Kue ini merupakan perlambang dari keselamatan dan kebersamaan. Dan uniknya Kue bertabur biji wijen ini ternyata memiliki banyak nama dan beraneka varian isi.  Pada masa kekaisaran Dinasti Tang, seorang sastrawan bernama Wang Fanzhi sempat menuliskan bahwa onde-onde merupakan salah satu makanan istimewa di Istana kekaisaran Chang’an dengan sebutan ludeui.  Sementara sebagian masyarakat di Tiongkok Utara mengenalnya dengan matuan.  Di daerah lain berbeda lagi,  ada yang menyebutnya ma yuan dan ada juga yang menamakannya jen dai. Perbedaan nama ini disebabkan karena adanya perbedaan latar belakang budaya.

Seiring dengan migrasi warga Tiongkok ke berbagai negeri hingga Asia Timur, penyebaran jajanan ini pun semakin luas hingga sampailah pada kerajaan Majapahit di Mojokerto (1300- 1500 M).  Kemungkinan jajanan tradisional ini dikenalkan oleh Laksamana Cheng Ho dari Dinasti Ming.
Jajanan yang awalnya diperuntukkan bagi para pekerja bangunan ini kemudian masuk ke dapur istana menjadi salah satu menu istimewa, dan akhirnya menjadi salah satu persembahan pada setiap upacara perayaan Tahun Baru Cina.  Sebagai kue persembahan, onde-onde memiliki filosofi sendiri yaitu  perlambang keberuntungan.  Bentuknya yang mengembang saat digoreng merupakan lambang harapan dari perkembangan usaha. 

Hmm, ternyata memang onde-onde ini sangat istimewa ya.  Lalu bagaimana dengan perkembangan onde-onde di Indonesia? Tidak banyak kisah terekam berkaitan penyebaran kue ini, hanya saja kekreativitasan masyarakat membuat kue ini hadir dengan berbagai varian rasa yang disesuaikan dengan selera masyarakat.  Ada onde-onde ketan hitam, ada onde-onde isi kacang hijau, ada yang isi kacang merah, ada yang berwarna merah dan ada juga yang putih.  Bahkan di masyarakat dikenal juga satu menu yang diberi nama keciput serta onde-onde ketawa.  Nah, kreatifkan masyarakat Indonesia? Bukan soal nama saja yang bervarian, bahan pembuatannya pun ada yang dari gandum dan dari tepung ketan yang dicampur kentang kukus.

Wah-wah, jadi ingin menikmati onde-onde yang nikmat dengan isi kacang hijau nih.  Gimana kalau kita buat saja?  Resep di bawah ini bisa menjadi referensi anda yang ingin berkreasi di rumah, simak yuk!
Onde-Onde Mini
Bahan Kulit:
200 gr tepung ketan
100 gr tepung terigu
1 sdt garam
150 ml santan hangat
50 gr gula
1/8 sdt vanili bubuk
2 lembar daun pandan
Minyak untuk menggoreng

Bahan Isi:
150 gr kacang hijau kupas (rendam 30 menit)
75 gr gula
100 ml santan kental
2 lembar daun pandan
½ sdt garam


Cara Membuat:

1.      Pertama kita buat isiannya dahulu.  Kacang hijau yang telah direndam dicuci bersih, lalu ditiriskan. Kukus hingga lunak bersama daun pandan.

2.      Campurkan kacang hijau kupas dengan gula, garam, dan santan.  Blender hingga halus kemudian masak dengan api kecil hingga adonan mengental dan bisa dipulung. Angkat dan dinginkan

3.      Bentuk adonan isi bulat –bulat seperti kelereng lalu sisihkan.

4.      Sekarang kita buat adonan kulitnya. Rebus santan hingga mendidih bersama daun pandan.  

5.      Campurkan seluruh tepung, gula, garam dan vannili dalam satu wadah, kemudian beri santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga kalis.

6.      Ambil 6 gr adonan, lalu bentuk bulat dan pipihkan.  Beri satu adonan isi, tutup lalu bulatkan.

7.      Gulingkan dalam wijen  sambil ditekan tekan agar tidak mudah lepas saat digoreng.

8.      Goreng dalam minyak panas hingga terendam dengan menggunakan api sedang agar kulit onde-onde tidak pecah.

9.      Bila onde-onde sudah berwarna keemasan angkat dan tiriskan.

Hmm...yummy.


Tidak ada komentar:

Total Absen

Pengikut