Minggu, 21 Februari 2016

Makanan Sehat seperti Apa?


Bicara tentang makanan sehat berarti kita akan bicara tentang banyak hal.  Bukan semata bicara tentang bahan baku saja, sebab untuk menghasilkan makanan sehat ada beberapa tahapan yang harus kita perhatikan, di antaranya:
1. Untuk siapa makanan itu disajikan.  Sebab kondisi kesehatan setiap penikmat yang beda tentu membutuhkan makanan yang berbeda dengan lainnya.  Contoh lodeh, menu ini sehat bila memenuhi standar kesehatan dan diberikan pada konsumen yang tidak memiliki gangguan lambung.  Tetapi menjadi menu yang tidak sehat bila anda sajikan pada pasien magh apalagi pasien dengan keluhan batu empedu.
Jadi perhatikan kondisi kesehatan dan usia konsumen
2. Perencanaan menu dan pemilihan bahan.  Kita mau masak apa? Butuh bahan apa saja? Jumlahnya berapa? Kandungannya apa saja?
Bila kita sudah menemukan jawaban pertanyaan tersebut barulah kita memilih bahan baku yang berkualitas.  Apa artinya? Pilihlah bahan-bahan yang masih segar, untuk sayuran daun sedikit berulat tidak apa sebab itu tandanya residu pestisidanya tidak terlalu tinggi.  Anda cukup menyingkirkan bagian yang berulat saja.  Sedangkan untuk buah-buahan, hindari menggunakan bahan yang sudah busuk walau hanya sebagian. Contoh tomat busuk.  Sebagian pelaku kuliner ada yang menggunakan bahan seperti ini dengan membuang bagian busuknya saja. Padahal sesungguhnya tomat seperti ini sudah tak layak digunakan walau bagian busuknya sudah kita buang.  Sebab dalam tomat yang busuk terdapat bakteri salmonela yang dapat menyebabkan penyakit pencernaan. Bakteri ini sangat kecil dan tak terlihat dengan mata telanjang dan dia bisa menyebar cepat pada buah tomat dan cabai yang busuk.  Salah satu penyakit yang disebabkan bakteri ini adalah diare, kram perut, kejang-kejang dan panas.
Kandungan bahan juga tidak boleh mengandung zat yang sekiranya dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh baik dalam jumlah sedikit ataupun banyak (contoh MSG berbahaya bagi penderita alergi dan kanker)
3. Kenali karakteristik bahan.  Tahap ini sangat penting karena setiap bahan memiliki karakteristik yang berbeda.  Tentu saja proses memasaknya pun berbeda.  Seafood memiliki karakteristik mudah mengeras bila terlalu lama memasaknya sehingga teksturnya menjadi liat seperti karet, oleh karena itu dianjurkan untuk memasak seafood tidak terlalu lama, cukup 2-4 menit saja setelah seafood masuk. Pun begitu dengan daun ginseng jawa yang mudah matang. Cukup satu menit saja lalu aduk aduk.
4. Perhatikan kebersihan bahan, alat masak dan tangan pemasak saat meracik masakan. Kebersihan yang tidak terjaga dapat menjadi vektor penyebar penyakit pada makanan walaupun bahan makanan berkualitas
5. Perhatikan metode memasak yang benar.  Metode memasak yang tidak tepat dapat menyebabkan zat gizi dalam makanan lenyap, dan bila demikian makanan tidak bisa dikatakan sehat.
Contoh minyak goreng, penggunaan bahan ini tidak boleh melebihi 3 kali pemakaian. Sebab ikatan molekulnya menjadi jenuh setelah 3 x penggorengan dan menimbulkan munculnya zat pemicu kanker. Jangan katakan makanan anda sehat bila anda masih menggunakan minyak dengan lebih dari 3 x penggiringan.
6. Penyajian. Penyajian di sini berkaitan dengan cara kita menyajikan termasuk properti yang kita gunakan(wadah). Bila kita menyajikan makanan panas dalam wadah piring plastik yang terbuat dari bahan daur ulang, atau menggunakan kresek, atau streofoam, maka makanan yang tadinya sudah memenuhi standar kesehatan menjadi tidak sehat ketika sampai di mulut konsumen.

Itulah 5 faktor penting yang harus kita perhatikan dalam menyajikan makanan sehat. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Total Absen

Pengikut