Kamis, 10 Desember 2015

Ter... Se-Dunia

Ada saat dimana kita merasa bahwa kita adalah manusia paling beruntung se-dunia.
Ada saat dimana kita merasa menjadi orang yang paling menderita, saat ujian bertubi datang
Ada saat dimana kita merasa begitu bahagianya, begitu merananya dan begitu lemah.
Tapi, pernahkah anda merasa seperti orang paling ter... se-dunia?

Mungkin bila aku yang ditanya aku akan menjawab lantang sambil tutup muka pakai serbet, "Akuuuuuuuuuu!!!
Hahaha... mau tau kenapa?
Hari ini, kekasihku harus pergi demi tugas ke suatu pulau yang cukup indah pantainya.  Entah kenapa aku ingin sekali mengantarnya ke Bandara, padahal aku tak bisa nyetir mobil.  Pagi itu, aku dan suami mengantar dua jagoan ke sekolahnya.  Sebelum berangkat suamiku bertanya," Kamu tidak sedang masak?"
Spontan aku menjawab,"Tidak!" kemudian dengan santai aku duduk di kursi depan samping pak supir yang ganteng.  Saat kami hampir tiba di sekolah anak-anak, tiba-tiba aku teringat bahwa aku sedang memasak kaldu, wajahku langsung pucat dan panik.  Takut-takut kusampaikan pada suamiku, bahwa aku lupa mematikan kompor.
Dag dig dug?  Jelas!  Bayangkan..., apa yang akan terjadi bila masakanku hangus sementara kompor gas masih menyala fulltank?  Sebenernya kompor itu didesain dengan tiga sensor perlindungan yang dapat mencegah terjadinya kebakaran maupun ledakan tabung..., namun bukan untuk si melon.  Kompor itu didesain untuk jeniss gas biru yang tidak di pasarkan di pulau dewata ini.  Oleh karena itu aku menggantinya dengan si melon agar kompor pemberian suamiku itu tidak merana dianggurin.  Konsekuensinya...3 sensor itu tak bisa berfungsi.  Seremkaaann??
    Mendinginkan kepala dengan Jus Buah bakau

Ah..saat itu aku begitu takuutttt.  Takut kena omel dan takut terjadi sesuatu di kosan.  Dengan menahan rasa jengkel karena kelalaianku, arjunaku segera melajukan mobilnya secepat kilat, sementara aku hanya bisa berdoa dalam hati...semoga semua baik saja.

Beberapa menit dalam situasi mencekam membuatku ingin segera melompat ke dapurku. Alhamdulillah semua masih terkendali tanpa hangus.  Allah kembali melindungiku dari masalah.
Perjalanan kami lanjutkan.  Anak - anak sudah masuk ke kelasnya, dan kami melaju ke Bandara Ngurah Rai.  Kulepas kekasihku pergi tuk mengumpulkan kepingan logam mulia.  Setelah berbincang-bincang sebentar, cipika - cipiki, kami pun berpisah.  Mobil kubiarkan di parkiran bandara, sementara aku melenggang menuju pintu keluar untuk mencari ojek yang akan membawaku ke ekspedisi.
Jam menunjukkan pukul 08.40 Waktu Bali.  Paket sudah meluncur ke customer, dan aku pun kembali sibuk dengan gadget tuk memesan ojek yang akan membawaku pulang.  Lama ku menunggu, namun tak satupun telpon dari ojek yang masuk.  Pengemudinya pun tak tampak batang hidungnya.  Jengkel, karena ternyata pulsaku habis dan aku tak bisa menghubungi ojek yang kupesan tuk menanyakan, kenapa tak jua datang.  Akhirnya order ku cancel. Aku pun melakukan re-order, namun kejadiannya berulang terus sampai tiga kali.  Padahal di layar tampak kalau  ojek tersebut sudah sampai di lokasiku, namun di hadapanku tak satupun ojek terlihat. Anehkann...  Rasa curiga mengusikku...jangan-jangan salah alamat. And... Gubraaakkkk!  Benar saja, ternyata  aku salah nulis alamat.  Mau ditunggu sampai tahun depan juga ngga bakal sampai! 

Tapi kenapa pak tukang ojek kok ngga telponnn...??
Akhirnya aku kembali memesan ojek dengan lokasi penjemputan berbeda,  kali ini pasti benar! Soalnya tadi aku sudah nanya detil ke CR nya JNE.  Tapiiii... kenapa si ojek belum kelihatan jugaaaa..?? padahal alamat sudah benar!  Huwaaaaa... rasanya jengkel mau nangis aja, kepikiran si kecil yang pasti sedang menungguku sendirian di rumah.

Ku lirik layar hapeku, tampak gambar sepeda motor di map persis seperti lokasiku... padahal tak ada siapa-siapa.  Barulah setelah beberapa menit, seorang ojek menghampiriku dan bertanya apakah aku memesan ojek? Beliau komplain katanya bolak balik telepon tidak bisa.  Ya ... aku ngga tau  dong, wong dari tadi juga aku bisa terima telpon dari suami.  Hmm... supir ojek-pung bingung dan akhirnya mengkonfirmasi nomer telponku.  Seketika aku baru ingat kalau nomer yang kudaftarkan di gojek berbeda dengan nomer yang ada di dalam hapeku  Oh My God...  betapa bodohnya akuu, rasanya sampai kapanpu ditelpon aku takkan pernah tau bila ada telepon untukku.  Rasanya ingin segera membenamkan diri ke wajan.

Jadi rupanya sejak tadi aku jengkel menunggu dan sebagainya hanya akibat kebodohanku.
Rupanya kejadian itu bukanlah akhir cerita ini.  Setelah bertengger di jok sepeda motor si ojek kamipun berangkat dan di tengah perjalanan, dua kali aku membuat pak supirnya kaget,  dia mengira aku dijambret makanya tubuhku hampir terjatuh di aspal, tapi ternyata saudara-saudara...,  saya mengantuk.!  Hiks..untungnya aku tak sampai jatuh dari motor...

Benar-benar deh membuatku merasa menjadi manusia terbodohhh se-dunia.

Hikmah yang dapat kita petik dari kejadian ini adalah.... "CEK & RICEK"

Pastikan semua sudah sesuai sebelum melakukan sesuatu ataupun meninggalkan sesuatu

Tidak ada komentar:

Total Absen

Pengikut