Sabtu, 09 Agustus 2014

KETIKA EMAK-EMAK HARUS MELIPUT BERITA

LAPORAN  TANGKAPAN MATA DARI LOKASI
THE PACIFIC EARLY CHILDHOOD EDUCATION RESEARCH ASSOCIATION

Morning, Mak..!

"Mba Sri, ada undangan nih dari PECERA untuk meliput acara seminar pendidikan anak usia dini!", sebuah pesan singkat meluncur manis di dinding WA pagi itu.  Kalau denger liputan mata ini langsung berbinar, hihihi.. terbayang bisa eksis lagi nenteng kamera bergaya ala pewarta.  Memang menjadi blogger itu menyenangkan ya? Punya hoby nulis itu sangat positif.  Paling asiknya lagi, kita bisa kenal dengan para blogger di seluruh indonesia!  Trus ketemuan, eksis dan nampang bareng.
kali ini tugas meliput datang dari Ibu-Ibu Doyan Nulis Wilayah Bali.

Wkwkwk..
Ow..ow..ow. Tapi kok temen-temen ngga ada yang bisa datang nih? Jiperr juga sedikit, tapi demi sebuah eksistensi, petualangan emak rempong pun dimulai.  Pertama merayu si Arjuna dulu untuk mengantar ke lokasi.

Eng..ing..eng...
sambil nenteng anak dengan semangat 45 saya berangkat menuju alamat.  Sempat nyasar juga sih kemarin karena alamatnya tidak lengkap dan saya juga mungkin bertanya pada orang yang sedang sibuk, satu hal lagi hotel Inna itu ada beberapa lokasi di Bali.  Awalnya saya berpikir kalau acara berlangsung di hotel grand Inna Sanur, tapi seorang teman arjunaku bilang kalau lokasi hotel itu ada di puputan.. jadilah akhirnya aku di drop si arjuna yang keburu-buru mau sholat Jumat.

Aih-aih ..ternyata dan ternyata saya salah tempat mak.. :'( hiks.. pengen nangis tapi malu sama tentengan yang tampak cuek dan menikmati perjalanan.  Ternyata benar, acara di adakan di hotel Inna yang terletak di sanur!  Waduh.. mana jaraknya jauh!  Arjunaku dah melesat pergi lagi.  Parahnya lagi jam udah menunjukkan pukul 12.30 WITA...wes..wes.. si emak mulai sedikit linglung deh.. akhirnya tanya sana sini dan memutuskan naik taksi hotel ke sanur..

Sampai di sana acara penyambutan sudah hampir dimulai...eitsss.. tapi bukan nyambut kedatangan akyuu loh :D hahaha.  Ada Bu Linda Gumelar mau membuka acara.  Oh iya mak, tau kan bagaimana aktif dan nyentriknya anakku?  Melihat acara dan tempat yang begitu luas sebenarnya hati ini sedikit was-was kalau-kalau dia menghilang seperti biasanya.  Apalagi ini Bali mak! Dan tak ada satupun pewarta yang bawa anak, kecuali seorang peserta seminar dari Japan.  Untunglah panitia yang baik hati.. mba Dia Loreta mengijinkan saya bawa anak, dan di sana si kecil bermain di salah satu stan milik Plan, sebuah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan anak usia dini.
makasih ya rekan-rekan Plan Indonesia.

Singkat cerita.. acara pun di mulai  dan sambil menjaga si kecil saya mengikuti acara demi acara.  Seminar yang diikuti oleh berbagai peserta dari dalam dan luar negeri ini dan menghadirkan pemateri-pemateri internasional seperti Prof. Dr. Fasli Jalal, Sylvia C. Chard, Ph.D, Carol Vukelich, Ph.D, dan Dr. Jehyn Lee, dibuka oleh ibu Linda Gumelar dengan memberikan sambutannya dan beberapa point penting tentang pentingnya sebuah tanggung jawab dan perlunya koordinasi antara orang tua, anak dan pihak pendidik dalam menerapkan pendidikan anak usia dini. Bahwa pendidikan anak usia dini membutuhkan peran berbagai pihak dan element masyarakat.
Ini dia acara PECERA


Stand pengisi
 Aneka Mainan Edukasi yang dibuat para orang tua dari bahan bekas

 Si Favian bermain bersama team Plan Indonesia

Si Cantik Dia Loreta dari HIMPAUDI

Pembukaan Acara dimulai dengan sajian Tarian Tradisional Bali

Para peserta 
 Sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak


Opening Ceremony ditandai dengan penyerahan Cindera mata pada Dr. Betty Chan Po-King

 Sylvia.C. Chard, Ph.D

Carol Vukelich, Ph.D

Para peserta yang terdiri dari para guru Paud dan peneliti dari berbagai negara ini akan diajak untuk mengkaji berbagai hasil penelitian tentang konsep pendidikan anak usia dini, kurikulum, pembelajaran dan perkembangan anak, anak dengan berbagai kebutuhannya yang beraneka, bagaimana orangtua membangun kerjasama dengan keluarga, pendidikkan guru, nutrisi, kesehatan, kepemimpinan dan manajemen dan berbagai hal yang terkait dan menjadi satu kesatuan dalam pendidikan anak usia dini.  Konferensi ini juga membahas bagaimana pencapaian pendidikan anak usia dini dalam perkembangan anak, apa saja yang bisa di raih dan apa yang belum, teknologi dalam pendidikan anak usia dini dan beberapa hasil penelitian yang dilakukan oleh peserta dari indonesia Netti Herawati tentang  The Glutein Free Cookies Of Sukun Flavour, Shrimp Crackers And Tempe Flours and Red Palm Oil.

Selain itu ada yang menarik dari kegiatan ini, karena para peserta akan diajak mengunjungi 7 PAUD yang memiliki keunikan pendidikan dan melakukan workshop. Peserta juga akan berinteraksi secara langsung dengan para pemerhati anak usia dini dari negara Jepang, Malaysia, Srilanka, Canada, india, Mongolia, Timor Leste, Filipina, Australia, China, Taiwan, Hongkong, Korea, Singapura, dan Thailand.
 Beginilah para Pendidik di Luar Negeri mengenalkan tanaman dan alam
 Belajar tentang Ada tidaknya Tulang pada Ikan

Mengenal dan membuat miniatur Sepeda

Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Universitas Pendidikan Ganesha Bali, Himpunan Pendidik dan tenaga Kependidikan anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), Kementrian pendidikan dan Kebudayaan, KPPA dan BKKBN ini diharapkan dapat membuat PAUD menjadi hal penting yang harus terus dikembangkan, sehingga anak usia dini dapat menjadi generasi emas penerus kemajuan bangsa dengan mendorong para praktisi, akademi, dan para pendidik anak usia dini untuk melakukan banyak penelusuran untuk mengembangkan PAUD.

 Pada konferensi kali ini saya juga berkesempatan ketemu dengan teman lama loh mak.. rasanya sesuatu deh.  Kebetulan teman saya ini merupakan rombongan dari sebuah sekolah Islam Terpadu Fajar Hidayah, sebuah yayasan yang sangat peduli dengan anak dan pengembangan SDM nya
Saya dan Rombongan Guru SIT Fajar Hidayah

Nah.. mak, saat asik menyimak acara terdengarlah rintihan-rintihan yang membuatku harus meninggalkan acara.  Ada saja ulah si kecil, mulai minta buang air kecil, buang air besar, berjalan menuju podium, mainan mikrofon, dan ngajak main di pantai.. hehehe..  kadang kala kita suka loss kontrol ya mak saat kerja kita terganggu, Tapi ternyata itu salah loh mak karena memang begitulah ternyata normalnya anak kecil so, saya harus belajar sabar beneerrr kemarin.  Ulah si kecil yang sibuk menggambar juga menarik perhatian Mrs. Sylvia. C. Chard, Ph.D dan sebuah pinsil diberikan sebagai kenang-kenangan untuknya.  Ternyata jagoan kecilku malah lebih supel dari emaknya.  Sepanjang acara dia berkenalan dengan beberapa panitia dan pengisi stand, bermain menggunakan berbagai alat peraga yang dibuat dari barang bekas dan menjelajah pantai sendiri sampai emaknya bingung mencari.  Saat itu acara sudah usai tapi batang hidungnya tak jua kelihatan.  Setelah mencari ke seluruh penjuru hotel, akhirnya saya mendapatinya berjalan menuju hotel dari arah pantai, rupanya dia bermain di pantai selama sessi terakhir acara.

Tidak ada komentar:

Total Absen

Pengikut