Kamis, 13 September 2012

IBU





Ibu..
Masih terngiang ditelingaku
Gelegar suaramu yang membahana hingga ke ujung gang
Saat kau marah
Karena kenakalanku

Panas hujan cubitmu
Meninggalkan bekas biru
Dipahaku, saat
Ku tak patuh padamu

Ibu...
dulu aku berfikir
Betapa tidak adilnya sikapmu
Padaku, atas setiap kasih sayang
Yang kau limpahkan pada saudaraku

Rasa ingintahu menggelitikku
Di malam yang kelam
Ditemani temaramnya cahaya bulan
Di teras rumah kita yang nyaman

Malam itu,
 aku melihatmu bersimpuh
berbalut rukuh
menengadah

getar suaramu
lirih kudengar
kau panjatkan setangkup doa
untukku

di antara isak tangis
dan derai airmata
kau memohon ampunan-Nya
tuk setiap sakit yang kurasa

Ibu ....
Kutahu betapa kau tersiksa
Dengan segala ulah kami
Kutahu kau dilema
Saat kau memarahi kami

Di balik kegaranganmu
Di balik kecerewetanmu
Di balik ketidak adilan yang kurasa
Kini kutahu kau miliki sejuta cinta untukku

Baru ku mengerti kini
Saat ku menjadi seorang ibu
Kemarahanmu, kecerewetanmu
Merupakan bukti kepedulianmu
Pada kami ...anak-anakmu

Tidak ada komentar:

Total Absen

Pengikut