Jumat, 16 November 2012

ANDAI AKU JADI KETUA KPK



Korupsi, kolusi dan nepotisme sepertinya sudah mengakar di negeri ini.  Pergerakannya ibarat angin yang berhembus perlahan dan menyelinap di setiap celah yang bernama peluang, samar namun mengejutkan.  Korupsi adalah tindakan yang sangat merugikan negara yang dilakukan oleh orang-orang yang rakus dan tak pernah kenyang layaknya tikus.  Karenanya korupsi harus diberantas sampai ke akar-akarnya, bila tidak ia akan terus bercokol dan menggerogoti negeri ini, merusak mental generasi muda dan para pemimpin bangsa.  Untuk itulah dibentuk  Komite Pemberantasan Korupsi yang bertugas untuk melakukan pencegahan, penyelidikan dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi.  KPK ini juga bertugas untuk terus melakukan monitoring terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara.
Saya berpikir seandainya saya adalah ketua KPK hal pertama yang akan saya benahi adalah mengusut tuntas kasus korupsi yang terjadi di kepolisian, kejaksaan, serta lembaga lain yang banyak terlibat dalam penanganan penyelesaian kasus korupsi.  Bila tidak dilakukan maka kasus korupsi akan terus berlarut-larut, karena politik uang dapat terjadi untuk membeli sebuah nilai moral.  Hal kedua yang akan saya lakukan adalah, memperluas layanan dengan membuka kantor-kantor perwakilan KPK di setiap provinsi.  Hal ini dimaksudkan agar penanganan kasus menjadi lebih efisien.  Langkah lain yang akan saya lakukan adalah dengan membentuk lembaga penyidik independen, hal ini saya lakukan untuk menghindari intervensi dari lembaga penegak hukum. Selain itu, langkah penting yang juga akan saya lakukan adalah menempatkan anggota KPK di lembaga yang belum tersentuh, baik secara menyamar maupun terang-terangan.
Tulisan ini diikutkan dalam lomba blog KPK http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/759/Sri%20Rahayu.html

Tidak ada komentar:

Total Absen

Pengikut