Rabu, 18 Mei 2016

5 Alasan Utama Mengapa Istri Harus Pintar



            Pada zaman penjajahan bangsa asing di negeri ini, pemerintah kolonial melarang para wanita untuk menuntut ilmu, hanya kaum lelaki bangsawan saja yang berkesempatan untuk menuntut ilmu.  Akibatnya, kaum wanita hanya menguasai pengetahuan seputar, dapur, sumur dan kasur. Terlebih lagi doktrin yang memang ditanamkan oleh para orangtua zaman itu bahwa wanita tak perlu belajar kecuali seputar 3 M (masak, macak, manak).   
Namun kini zaman sudah semakin maju, menuntut ilmu bagi wanita kini bukan lagi hal yang tabu, bahkan kalau bisa seorang wanita tak boleh berhenti belajar. Loh? Kenapa seorang wanita harus belajar setinggi langit kalau nanti larinya ke dapur juga? Sia-sia dong yang dipelajari.  Begitulah kira-kira pemikiran sebagian orang tentang kodrat seorang wanita.  Pemikiran yang sangat salah!  Tak ada yang sia-sia untuk seorang wanita yang berpendidikan.   Wanita yang mengenyam pendidikan mempunyai bekal lebih banyak untuk mendidik putra-putrinya menjadi generasi yang tangguh.
Seorang ibu dan seorang istri harus pintar, mengapa demikian?  Ada 5 alasan utama mengapa seorang istri harus pintar, yaitu:
1. Istri adalah ibu bagi anak-anak mereka.  Sebagai ibu, dia memiliki waktu interaksi dengan anak lebih banyak di banding seorang ayah (umumnya).  Beliau adalah guru pertama bagi seorang anak.  Di pundaknya seorang ayah mempercayakan anaknya untuk dididik agar memiliki ilmu agama dan prilaku yang baik sebelum dia mampu berinteraksi dengan masyarakat. Untuk bisa menjadi seorang pendidik, dia harus mempunyai ilmu, harus punya stratak.  Bagaimana cara dia membujuk seorang anak yang picky eater agar mau menyantap makanan yang disajikan, tentu akan bisa dilihat perbedaannya.  Seorang wanita yang berpendidikan takkan mudah menyerah pada kecerdikan seorang anak menolak makanan.  Tapi, bila dia tidak pintar dan tidak menguasai pendekatan yang tepat, yang terjadi adalah emosi tingkat tinggi, bahkan tak jarang tanpa disadari tangannya akan menyakiti buah hatinya sendiri.
2.Istri adalah partner suami, tidak hanya sebagai lawan tanding di ranjang, seorang istri harus bisa menjadi teman diskusi yang asik.  Lalu bagaimana dia bisa menjadi partner diskusi yang baik kalau wawasannya hanya seputar dapur, sumur dan kasur?  Tentu akan membuat suami jenuh dan akibatnya mencari partner diskusi lain di luar.  Berawal dari teman diskusi biasa, lama-lama tumbuh rasa suka, lalu saling tergoda dan menggoda.  Ini adalah bahaya laten! Setiap hari suami kita selalu belajar tentang berbagai hal terkait bidang kerjanya ataupun perkembangan bisnis,  sementara wanita dituntut untuk bisa mengelola keuangan rumah tangga, dan ini butuh kepintaran.
3. Seorang istri harus kreatif, dia harus bisa menyulap segala hal menjadi sesuatu yang bermanfaat. Mampu membaca peluang bisnis, sehingga dapat membantu perekonomian keluarga. Mengelola ruang yang sempit agar cukup dihuni dan nyaman, untuk bisa seperti ini dibutuhkan ilmu! Itu sebabnya seorang istri tak boleh berhenti belajar
4. Seorang istri harus pintar merawat diri, pintar mengambil hati suami, pintar melayaninya dan membaca situasi.  Tujuannya satu, untuk menciptakan rumahtangga yang harmonis.  Dia juga harus menguasai ilmu pengobatan, ketrampilan memasak, mendongeng dan mengaji, dan semua ini bukan simsalabim! Semua ada sekolahnya.
5.  Seorang istri harus pandai berdebat, sebab yang dihadapi adalah generasi-generasi cerdas yang kritis, dan tanpa ilmu seorang istri dan ibu akan sulit menemukan jawaban dari setiap pertanyaan yang terlontar dari celoteh-celoteh spontan buah hatinya yang beranjak besar

Tidak ada komentar:

Total Absen

Pengikut