Kamis, 28 April 2016

ADHD Kenali Gejalanya dan Tangani Sejak Dini





            Anak adalah anugrah terindah yang Tuhan berikan pada setiap pasangan menikah.  Kehadirannya merupakan pelengkap sebuah mahligai rumahtangga, pun demikian dengan kami. Kehadiran anak di tengah-tengah kehidupan kami memberi warna tersendiri.  Tentu semua butuh perjuangan, kita harus merawatnya tidak hanya penuh cinta melainkan juga dengan perhatian dan kasih sayang yang tiada habis.  Sebab kita berharap anak tumbuh menjadi pribadi yang sempurna.

            Namun saat harapan  tak sesuai dengan kenyataan, bagaimana cara kita menyikapinya? Akankah kita diam dan saling menyalahkan  kualitas benih yang disemai?  Atau terus menolak dan meratapi kemalangan? Ya, mungkin sebagian orang akan berusaha membantahnya sambil terus menyalahkan diri, namun sebagian yang lain berusaha menerima dan mencari jalan untuk bisa menjadikan keadaan menjadi lebih baik.  Ibarat nasi yang sudah menjadi bubur, kita hanya tinggal memberikan pelengkapnya saja agar bubur tersebut menjadi enak untuk dinikmati. 

            ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah sebuah gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas pada anak.  Biasanya ditandai dengan ganguan prilaku, dimana anak memiliki gerak yang berlebih, tidak bisa diam, ceroboh, dan sulit konsentrasi.  ADHD disebabkan adanya kelainan pada struktur otak dan genetik, gangguan ini bisa ditangani dengan melakukan serangkaian proses mulai dari pemeriksaan, diet yang tepat, pengobatan dan serangkaian terapi prilaku.  50 % penderita ADHD umumnya memiliki orangtua yang juga ADHD.

            ADHD umumnya baru terdeteksi saat usia 3 tahun ke atas di mana anak mulai menunjukkan gerakan-gerakan yang tidak terkontrol, menyukai aneka makanan manis, sering reaktif terhadap suatu kondisi dan sebagainya.  Anak ADHD menurut dokter Trisna merupakan anak-anak yang istimewa, jadi orangtua harus mampu menerima mereka sebagai anugrah.

Secara umum gejala ADHD dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Hiperaktif, yaitu anak terlihat seperti tak pernah kehabisan energi, contohnya adalah
- Sulit bila diminta untuk duduk diam
- Selalu bergerak, berlari dan memanjat
- terlihat selalu gelisah
2.Tidak bisa konsentrasi, yaitu gangguan pemusatan pikiran dengan ciri sebagai berikut:
- Tidak bisa fokus
- Selalu terburu-buru
- Ceroboh
- Sering melupakan barang-barang kecil miliknya di sekolah seperti, pensil, penghapus dsb.
- Umumnya sulit menerima perintah dan menyelesaikan tugas yang diberikan
- Memiliki kebiasaan mengigau saat tidur
3. Impulsif, yaitu kecenderungan untuk bertindak tanpa berpiki denga  ciri:
- Tidak mau antri
- Sering memotong pembicaraan orang
- selalu terburu-buru dalam menjawab pertanyaan
- Mudah sakit hati (perasa)
- Kurang percaya diri
- Mudah bosan
- Sering menentang peraturan

Itulah beberapa ciri anak yang mengidap ADHD, dengan catatan ini Bunda dan ayah bisa mulai mengenali kelainan ini sesegera mungkin agar penangan lebih mudah dilakukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Absen

Pengikut